
skip.
setelah makan malam , mereka semua menuju ruang interogasi untuk bertemu dengan kurir itu. ketiga nya masuk ke dalam ruangan.
ruang interogasi.
begitu mereka masuk mereka melihat si kurir yang sudah babak beluk karna perkelahian yang di alami nya sebelum dia di bawa ke tempat ini. kurir itu duduk di kursi dengan tangan terborgol.
Gishella duduk di depan kurir itu, Edward dan Erick berdiri di samping kanan dan kiri Gishella.
"apa ini kau? " tnya Edward, kurir itu mengangguk.
"apa kau tau yang kau lakukan?" tnya Edward
"mengirim barang" ujr kurir itu dengan nada lemah
"darimana paket itu berasal?" tnya Edward
"aku tidak tau. setiap kali ada pengantaran untuk rumah itu, paket dan alamat serta biaya pengiriman di letakan di depan kantor ekspedisi ku. " jwb kurir
"jadi aku hanya perlu mengantarkan nya" ujr nya lagi.
"apa kau berkata jujur?" tnya Edward
"iya, hanya itu yang aku tau. aku tidak tau apa apa lagi" ujr kurir
"aku hanya mengantarkan barang ke alamat yang di tuju" ujr kurir
"Rick, Lo suruh orang buat cari rekaman CCTV dari gedung gedung terdekat. pokok nya cari tau siapa yang mengirim paket ini" ujr Edward
"iya bg, " ujr Erick. Erick pergi ke luar dan melakukan perintah Edward.
..
"apa kau yakin sudah menceritakan semua yang kau tau?" tnya Gishella
"i..ya.. ak..u yakin" ujr kurir terbata bata
"baiklah, sebenarnya aku sedang tidak ingin mengotori tangan ku ini. tapi sepertinya kau lebih memilih untuk tetap diam dan terus berbohong" ujr Gishella sambil melihat jari jari tangan nya.
"ak..ku tidak bohong..." ujr kurir ketakutan
"camkan ini baik baik, jika nanti aku menemui bukti kalo kau berbohong maka akan ku pastikan kau akan menderita. bukan hanya diri mu tapi seluruh keluarga mu akan terkena imbas nya" ujr Gishella serius
"jangan sentuh keluarga, aku mohon jangan sentuh keluarga ku" ujr kurir panik dan memohon.
"aku benci membuang waktu untuk hal seperti ini" ujr Gishella
"katakan sekarang juga atau kau akan tau akibat nya" ujr Gishella
"1" ujr Gishella mulai berhitung. si kurir menjadi semakin panik
"2" ujr Gishella lagi
"ti..." ujr Gishella terpotong
"baik baik aku akan mengaku" ujr kurir.
"tapi aku tidak bisa bilang secara langsung" ujr kurir
"lalu apa mau mu?" tnya Gishella
"berikan aku selembar kertas dan pena aku akan menuliskan detail nya di kertas itu" ujr kurir
"baiklah" ujr Gishella
Edward lalu keluar dan mengambil buku serta pena untuk si kurir itu. menulis.
__ADS_1
"bisakah kalian memberikan ku ruang?" tnya kurir
"aku terlalu takut, hinggap tidak bisa berpikir jernih" ujr nya lagi
"baiklh, kami akan berdiri di sudut dan memperhatikan mu. jgn lakukan hal yang akan membuat mu rugi" ujr Gishella
"iya aku mengerti" ujr kurir.
Gishella berdiri, lalu berjalan ke sudut ruang bersama Edward. mereka berdiri disana sambil memperhatikan si kurir yang mulai menulis.
begitu Gishella dan Edward mulai menjauh, kurir mulai menulis satu per satu kata dengan gemetar.
15 menit kemudian.
kurir itu menutup buku dan menyelipkan pena di antara buku itu, lalu Gishella dan Edward berjalan mendekat namun di saat kedua berjalan mendekat, tiba tiba tubuh si kurir itu kejang kejang dan keluar bisa dari mulut si kurir.
Edward lalu mengecek denyut nadi si kurir namun sudah tidak ada lagi.
lalu Gishella mengecek tulisan di buku itu.
"maaf , aku tidak bisa menceritakan siapa mereka. nyawa keluarga ku ada di tangan mereka. aku tidak berani untuk memberi tahu kalian siapa mereka. "baca Gishella.
Edward lalu berjalan keluar untuk memanggil anggotanya, Edward memerintahkan kepada mereka untuk mengotopsi tubuh si kurir dan mencari tau penyebab kematian si kurir.
Gishella terduduk di kursi dengan lemas. Gishella merasa sedikit putus asa. Edward lalu membantu Gishella berdiri dan memapah Gishella ke ruangan nya agar Gishella bisa beristirahat. setelah membawa Gishella ke ruangan pribadi Gishella, Edward keluar dan menyusul Erick.
begitu masuk, Edward langsung memerintahkan pada semua orang yang ada di ruangan itu untuk mencari semua orang-orang terdekat si kurir dan cari tau dimana posisi mereka sekarang.
Erick bertanya kepada Edward apa yang terjadi sebenarnya dan Edward menjelaskan semua yang terjadi di ruang interogasi. Erick sedikit khawatir dengan keadaan Gishella. Edward mengerti hal itu dan berusaha agar Erick tidak terlalu cemas.
lalu salah satu anggota nya berteriak memanggil nama Erick.
Erick dan Edward mendekat dan melihat latar komputer yang sedang menyala.
"ini rekaman CCTV dari gedung yang ada di seberang kantor ekspedisi itu" ujr anggota itu
"beberapa saat sebelum kantor itu buka" ujr anggota itu.
"paket itu sudah ada di depan kantor. seperti nya paket itu di letakan ketika dini hari" ujr anggota
"nanti gw bakalan bikin cacatan , gw mau Lo kumpulin semua CCTV pada tanggal yang gw tulis. abis tuh Lo cari apa pun yang bisa di jadikan pengunjuk." ujr Edward
"baik Prince" ujr anggota
mereka semua segera melaksanakan perintah Edward.
...
skip.
menjelang tengah malam, Erick mengajak Edward untuk pulang karna dia sedikit khawatir dengan Gishella. Edward pun setuju. tapi sebelum itu, Edward meminta semua berkas file dan Video CCTV itu di kirimkan ke email nya. setelah memastikan semua nya beres , Edward dan Erick berjalan menuju ruangan Gishella.
begitu masuk, kedua melihat Gishella yang sedang tertidur di sofa. lalu Edward dengan hati hati mengendong Gishella .
Erick lalu membukakan pintu mobil untuk Edward dan Gishella, setelah mereka berdua masuk baru lah Erick masuk ke mobil dan menyetir mobil itu pulang.
...
Mansion
Edward membawa Gishella ke kamar nya , baru setelah itu dia masuk ke kamar nya sendiri. Erick juga masuk ke kamar nya.
pov Edward.
Edward masuk ke kamar nya, lalu dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan berganti pakaian.
baru setelah itu dia pergi tidur.
__ADS_1
...
dini hari.
sekitar pukul 2 pagi , ponsel Edward berdering. Edward lalu bangun dan mengangkat telepon ny.
mode call.
"halo " ujr Edward dengan suara serak
"ah sorry gw ganggu" ujr orang itu.
"ah elo Rey" ujr Edward saat melihat layar ponsel nya
"iya ini gw" ujr Reyhan
"bntr , gw mau cuci muka dulu" ujr Edward.
Edward pun membasuh wajah nya.
"jadi gimn keadaan disana?"tnya Edward
"baik baik aj, tapi dh seminggu ini Alex sama Alice pindah sekolah" ujr Reyhan
"pindah?, knp mereka pindah?" tnya Edward.
"kata mereka, mereka mau nyari suasana baru aj gitu" ujr Reyhan berbohong
" owh gitu, Lo udh mastiin tuh sekolah aman kan?" tnya Edward
"gw udh pastiin, mereka bakalan aman aman aj sekolah disana" ujr Reyhan
"syukur lh" ujr Edward
"emm sorry gw telat ngasih laporan, soal nya kemarin tuh gw bantuin Alex sama Alice buat ngurus perpindahan sekolah mereka" ujr Reyhan
"sans aj Rey, gw malah seneng kalo Lo udh mulai akrab sama mereka" ujr Edward
"ya seengk nya gw gk perlu terlalu khawatir sama mereka" ujr Edward
"pokok nya Lo sama yang lain gk perlu khawatir, gw bakalan jaga mereka baik baik" ujr Reyhan.
"iya, gw percaya. pokok nya kabari aj klo ada apa apa" ujr Edward
"oke, gw pasti kabari Lo lagi" ujr Reyhan.
"yudh gw tutup ya telpon nya, sorry dh ganggu tidur Lo" ujr Reyhan.
"its okey, gw masih ada kerjaan" ujr Edward
"mending Lo istirahat, bsk aj Lo kerjain lagi tuh kerjaan" ujr Reyhan.
"nanti lh itu gampang" ujr Edward
"oke lh, byee" ujr Reyhan
"byee" ujr Edward.
Edward mematikan telpon nya. dia lalu menghidupkan laptop nya dan mulai memeriksa satu persatu email yang masuk.
.
.
.
end
__ADS_1