A Life

A Life
15. Markas


__ADS_3

di dalam ruangan itu, terdapat seorang pria bertopeng . pria itu mengenakan style badboy dan sebuah topeng silver yg menutupi sebagian wajah nya dia tampak berdiri menatap keluar jendela sebelum akhirnya berbalik dan menatap ke arah Gishella.


"datang juga Lo" ujr pria itu


"hmm, to the points?" ujr Gishella smbil duduk di sofa


" iya, sabar" ujr pria itu ikut duduk di samping Gishella smbil membawa laptop nya


"tuh Lo liat sendiri" lnjt nya smbl membuka laptop ny


"apaan?" tnya Gishella


"liat aj" ujr pria itu


"ck!" Gishella berdecak.


Gishella pun mengambil laptop itu dan melihat semua data data yg tersaji di laptop itu, dia membaca nya dengan seksama.


"cuma segini bg?" tnya Gishella


"iya itu baru sebagian" ujr Pria itu


"sisa nya gw bkln kirim lewat email" ujr pria itu


"knp gk sekalian aj sih bg Ed?" tnya Gishella kesal


" ya kn biar ada alasan Lo ke markas" ujr pria itu yg tak lain adalah Edward.


"ck!" ujr Gishella smbl bersender di sofa


"so ?" tnya Edward


"apaan?"


"itu data mau Lo apain?" tnya Edward


" mungkin gk lama lagi gw bkln balik dan mulai melaksanakan rencana awal gw" ujr Gishella


"owh kpn?" tnya Edward


"entah lh" jwb Gishella


"mumpung gw disini kita sparing yok bg?" ajk Gishella


"yudh ayo " ujr Edward


kedua nya pergi ke area gym dan menuju ke ring tinju yg ada di ruangan itu.sebelum itu kedua nya sudah berganti pakaian dan melepas topengnya. area itu adalah area khusus jadi mereka bisa leluasa melepas topeng tanpa takut identitas nya akan terbongkar.


Edward dan Gishella memasuki ring.


kedua melakukan pemanasan awal, lalu bersiap.

__ADS_1


"seperti biasa ya bg?" tnya Gishella


"iya gw tau" ujr Edward


"tau ap?" tnya Gishella


" di ring ini kita adalah lawan jadi jgn ada belas kasih. bertarung dengan sekuat tenaga" ujr Edward


"iya" ujr Gishella


kedua nya saling berjabat tangan, lalu mulai bergerak berputar .


Gishella melakukan serangan pertama dia melayangkan tinju nya kearah wajah Edward dan secepat mungkin Edward menangkis nya. masih belum menyerah Gishella Kembali melayangkan pukulan kombinasi yg mengarah ke kepala dan perut Edward secara beruntun, Edward masih mampu menahan serangan itu. Edward yg sejak awal hanya menahan serangan dari Gishella melihat satu kesempatan emas dia langsung meraih tangan kanan Gishella dan membuat kuncian kearah belakang punggung Gishella.


merasa kesakitan Gishella berusaha lepas dari kuncian itu Dengan menyerang kaki Edward dengan menginjak kaki nya, setelah terlepas dari kuncian , Gishella lalu meninju wajah Edward karna gerakan nya terlalu cepat Edward tidak sempat menghindar dari pukulan itu.


pukulan itu cukup kuat hingga membuat Edward mengeluarkan darah segar dari mulut nya, Edward berdiri lagi dan mengelap darah yg keluar dari bibir nya. Edward mengambil posisi siaga , dia berusaha melakukan serangan balasan . dia melakukan sebuah tendangan tinggi yg mengarah ke kepala Gishella dan Gishella langsung menghalau nya dengan kedua tangan nya melihat hal itu Edward kembali menyerang dengan tinjuan beruntun ke arah wajah dan kepala Gishella. Gishella mulai kewalahan menghadapi serangan itu akhirnya dia terkena Beberapa pukulan di wajah nya tentu saja hal itu meninggalkan beberapa memar.


Edward melakukan serangan akhirnya Dengan mengunci pergerakan Gishella , namun karna Edward lengah akhirnya Gishella melakukan serangan balik yg cukup mematikan, dia melakukan salto dan membanting lalu mengunci pergerakan Edward hingga akhirnya Edward menyerah.


"akhh" teriak Edward kesakitan


"ok stop gw nyerah" ujr Edward


"ok " ujr Gishella lalu melepaskan kuncian nya dan berdiri.


" makin hebat aj ya Lo" ujr Edward


"ck! kebiasaan" ujr Edward


"dh lh gw mau ke kamar dulu" ujr Gishella


"iya , obati tu muka Lo" ujr Edward


"iya tau bg" ujr Gishella lalu pergi ke kamar nya.


setelah Gishella pergi Edward juga ikut pergi ke kamar nya.


pov Gishella


di kamar.


Gishella duduk di depan meja rias nya, dia menatap ke arah cermin smbl memegang wajah nya yg memar memar. Gishella mendapatkan memar di bagian pipi kiri dan di pelipis mata kanan nya. memar itu cukup membiru sakit tak begitu terasa untuk nya karna luka seperti itu adalah luka kecil bagi nya namun masalah nya kini adalah bagaimana cara dia menyamarkan memar memar yg ada di wajah nya. karna seperti memar itu tidak akan hilang untuk waktu yg singkat.


dia berdiri dan berjalan ke arah kulkas untuk mengambil sebuah kaleng minuman dingin dari dalam nya. lalu dia tempelkan kaleng itu ke memar nya, rasa ngilu dan dingin menjalar di area wajah nya namun sepertinya itu tidak terlalu berpengaruh pada nya. dia mengompres memar itu selama sepuluh menit lalu dia masuk ke kamar mandi untuk berendam di bathtub untuk merilekskan tubuh nya. setelah setengah jam kemudian dia baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahan nya.


begitu pintu kamar mandi nya di buka dan dia melangkah ke luar dia melihat Edward sudah berada di atas kasur nya di samping Edward ada nampan yg berisi makanan dan minuman juga alat kompres .


Gishella berjalan lalu duduk di meja rias nya, dia mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut nya.


"sejak kapan Lo disini bg?" tnya Gishella tanpa menoleh

__ADS_1


"dua puluh menit yg lalu mungkin" jwb Edward smbil berjalan ke arah Gishella.


"sini gw bantu" ujr Edward smbil mengambil hairdryer dari tangan Gishella.


Gishella hanya mengangguk, lalu Edward membantu Gishella mengeringkan rambut nya.


"gimna luka Lo?" tnya Edward


"kyk biasa" jwb Gishella


"maaf ya gw kelepasan tdi" ujr Edward


"gpp bg, gw malah senang karna lo serius dalam sparing tdi" ujr Gishella


"Lo baik baik aj kan?" tnya Gishella


"seperti yg lo liat" ujr Edward


"tpi muka Lo?" tnya Edward


"gw bakalan lapisin sama lotion" jwb Gishella


"lagian juga gk begitu sakit cuma membiru aj" lanjut ny


" kenapa bisa gk sakit?" tnya Edward


"karna luka ini blm seberapa , ini cuma luka kecil buat gw" ujr Gishella


"dh kering tu " ujr Edward smbil meletakkan hairdryer nya di meja.


"thank ya bg" ujr Gishella


"mulai sekarang kan ada gw sama Erick, jadi gw pastiin lo gk akan pernah mengalami luka seperti dulu lagi" ujr Edward


"gw janji , gw bkln selalu ada disisi Lo" lnjt ny


"makasih ya bg " ujr Gishella lalu memeluk Edward


"iya sama sama" ujr Edward membalas pelukan ny.


"dh Lo makan dulu ya" ujr Edward melepas pelukan


"iya , tpi Lo disini aj?" pinta Gishella


"iya iya gw Disini" jwb Edward


Gishella pun makan dengan di temani Edward, sesekali e


Gishella menyuapi Edward makanan nya. selesai makan Edward meminta Gishella untuk beristirahat di kamar dan Gishella mengiyakan nya namun dia ingin di temani oleh Edward setidaknya hingga dia tertidur dan Edward pun setuju.


akhirnya kedua tidur smbil berpelukan di kamar Gishella. menjelang sore hari Edward terbangun lebih dahulu dan dia pergi dari kamar Gishella. namun tak lama setelah itu dia kembali masuk ke kamar Gishella untuk membangunkan Gishella.

__ADS_1


__ADS_2