
Dunia dimana seorang anak dapat terlahir tanpa mencium aroma peperangan tak pernah ada di dunia dengan pedang dan sihir ini...
Perang hanya karena perbedaan pendapat,keserakahan,dan juga kebencian adalah hal yang lumrah di dunia yang kotor ini.
Di musim salju yang dingin,seorang anak berusia 8 tahun pulang ke rumahnya dengan kayu bakar yang dia dapatkan dari hutan. Dengan selembar kain tipis yang dijadikannya baju dan celana dia mencari kayu bakar itu.
Dan saat dia masuk ke dalam rumah,anak itu melihat keluarganya,sang ayah yang sedang duduk dengan istri dan putra putrinya. Senyuman hangat itu pudar setelah melihat anak yang kotor setelah mencari kayu di hutan.
"Jadi kau sudah kembali yah Regal? Cepat bakar kayu-kayu itu!"
Anak yang kotor itu adalah Regal,anak angkat yang diperlakukan lebih rendah daripada seekor anjing di rumah kepala desa yang mengadopsinya.
Regal kemudian melempar kayu bakar itu ke tungku dengan tangan menggigil. Meskipun kayu yang ada cukup untuk menyalakan tungku penghangat itu seharian,mereka seperti sengaja memerintahkan Regal untuk keluar rumah.
Meskipun demikian Regal tak punya pilihan lain,saat masih kecil,Regal ditelantarkan oleh keluarganya dan ditinggalkan begitu saja didepan kuil yang ada di desa. Kepala desa terdahulu memungutnya setelah dia berusia 5 tahun.
Namun setelah setahun bersama dengannya,Kepala desa yang dulu meninggal karena alasan yang tidak diketahui,membuat Regal dianggap sebagai pembawa kutukan di desa itu.
Kepala desa yang sekarang tidak punya pilihan lain kecuali memungut anak sebatang kara itu demi menaikkan derajatnya di pandangan orang-orang,namun dibalik semua itu perilaku keluarga palsunya itu membuat hidupnya seperti neraka.
Saat sang Ibu,Martha,melihat Regal yang lambat dengan tangan gemetaran membakar kayu,dirinya pun mengambil teko panas dan berkata.
"Hei bocah! Kau kedinginan kan?"
Regal tak berani berbicara dan hanya mengangguk kepalanya. Martha kemudian memerintahkan Regal dengan wajah kesal bercampur jijik.
"Tangan..!"
Regal kemudian mengangkat kedua tangannya itu dihadapan Martha. Tanpa penyesalan dan dengan wajah senang,Martha menyiram tangan anak itu dengan teko yang masih mengeluarkan uap panas itu.
Tak bisa mundur,tak bisa berteriak,dan tak bisa melawan. Kesakitan Regal menjadi bahan hiburan bagi keluarga yang mengangkatnya itu,mereka tak berupaya menghentikan,mereka malah menertawai wajah yang dibuat oleh Regal.
Setelah tangannya sudah cukup merah dan melepuh,Martha akhirnya berhenti dan berkata.
"Pergilah ke kamarmu! Aku tidak sudi kau menghangatkan dirimu bersama dengan kami!"
Regal kemudian mengangguk dan akhirnya pergi ke suatu ruangan,Regal berada di ruangan gelap yang tidak lebih lebar dari kamar mandi rumah itu.
Dia berbaring di lantai yang dingin nan lembab tanpa mengeluh,baginya mengeluh merupakan hal yang membuat mereka lebih senang menyiksa dirinya.
Dia kelaparan dan kedinginan,akhirnya Regal tertidur untuk melewati hari yang keji itu agar bisa mendapatkan jatah makan sekali sehari yang diberikan keluarga angkatnya itu.
__ADS_1
———
Pagi harinya semua orang berkumpul di luar rumah,orang-orang melihat banyak infanteri dan kavaleri yang singgah di alun-alun desa,Regal yang penasaran akhirnya ikut ke alun-alun.
Mereka adalah kesatria dari kerajaan Wimbledon,kerajaan yang menguasai desa ini.
Dan dari banyaknya kesatria yang ada,satu orang kesatria maju dan melepas helmnya dan berkata kepada semua orang.
"Perhatian warga desa Claurode! Aku Kapten Kesatria kerajaan ini,Klaus Auberge. Atas perintah dari Yang Mulia...
Kami akan mencari bakat dari setiap desa dan kota yang ada di bawah kekuasaan Wimbledon. Ini semua untuk mengantisipasi invasi Raja Iblis di masa yang akan mendatang.
Karena dari itu,bagi siapapun yang merasa dirinya ataupun anaknya layak,kami persilahkan untuk unjuk kekuatan mereka."
Setelah pengumuman itu,semua orang mulai ribut membicarakan mengenai hal ini. Tak disangka bahwa para Ksatria Wimbledon akan datang ke desa kecil ini.
Saat semua orang masih ribut,satu orang mengangkat tangannya dan maju ke depan.
"Aku mau mencoba!"
Yang maju pertama kali bukanlah orang dewasa,melainkan seorang bocah berusia 12 tahun. Regal menyadari siapa anak itu,Hamel sang kakak tertua di keluarga angkatnya.
"Baiklah,Oliver maju!"
Yang maju adalah seorang kesatria yang mempunyai tubuh tidak terlalu besar namun penuh dengan otot yang kokoh.
Hamel diberikan pedang kayu,begitupula dengan Oliver yang datang dengan pedang kayunya itu.
Saat mereka berdua mulai memasang kuda-kuda,Hamel menyerang duluan dengan sangat agresif,serangannya tidak beraturan namun kekuatan dibalik serangan itu luar biasa.
Dilain sisi,Oliver tidak menyerang balik dan hanya bertahan untuk menguji kekuatan dan bakat yang dimilikinya.
Hingga akhirnya Hamel terlalu maju dan membuat Oliver mampu menerbangkan pedang Hamel dari tangannya.
"Itu tadi bagus,namun kau terlalu agresif dan malah membuat gerakan sia-sia."
Oliver mengkritik Hamel,jelas Hamel merasa tak terima namun itu berarti dia memiliki potensi untuk diterima.
Dilain sisi,Klaus melihat Regal... Bocah dengan muka tanpa emosi yang memiliki tubuh kurus dengan rambut putih salju yang kotor.
"Kau! Siapa namamu?"
__ADS_1
Klaus bertanya kepada Regal. Regal akhirnya menjawab dengan suara pelan "Namaku Regal.."
Mendengar jawaban itu,Klaus memberikan pedang kayu yang dipakai Hamel tadi kepada Regal.
"Kau yang selanjutnya."
Semua orang jelas bingung,kalau Hamel yah wajar saja. Dia anak muda dengan tubuh berisi yang penuh energi,namun kali ini Klaus memberikan pedang itu kepada Regal membuat semua orang kebingungan.
"Kapten? Apa kau serius dengan ini?"
Oliver bertanya dengan penuh kekhawatiran akan menyakiti anak kecil itu,namun Klaus dengan senyumannya berkata.
"Tidak apa. Aku percaya pada anak ini."
Di saat itu Oliver memasang kuda-kuda bertarung,sementara itu Regal memasang kuda-kuda yang mirip dengan Oliver.
Semua orang mulai khawatir bahwa dia hanya meniru apa yang dia lihat tanpa tahu apa-apa.
Namun saat Regal melangkahkan kaki pertamanya,dia langsung melompat...
Oliver tidak melihat apa-apa begitupula dengan orang-orang disana,mereka semua hanya melihat Oliver yang terbang diudara dan Regal yang sudah mendarat di belakang Oliver.
Saat Oliver menabrak tanah,semua orang melihat kaki,pergelangan tangan,leher,dan rusuk Oliver sudah bengkak.
Semua orang kaget dengan hasil tes ini. Namun hanya ada satu orang yang tersenyum seperti sudah tahu hasil tes ini dari awal,dialah Klaus.
"Hebat! Anak muda apakah kau berminat untuk menjadi seorang Kesatria?"
Klaus bertanya,Regal ingin angkat bicara namun dengan cepat tangannya ditarik oleh seseorang.
Orang itu adalah sang Kepala desa sekaligus ayah angkat Regal,Aiden.
"Mohon maaf atas perilaku anakku ini Tuan Klaus,bagaimana kalau kita pergi ke rumahku dulu?"
Aiden menahan tangan Regal dengan sangat keras,Regal saat ini tidak bisa berkata apa-apa karena dia tahu bila dia berbicara maka tangan kanannya akan diremukkan oleh Aiden.
Dengan senyum menjijikan Aiden bertanya lagi kepada Klaus.
"Bagaimana...?"
*****
__ADS_1