Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 13: Hadiah perpisahan


__ADS_3

Regal dan Adrian berjalan ke ruang takhta,saat berada di pintu depannya,Regal melihat Elaine sedang membacakan mantra untuk membuka pintu masuk ke ruang harta tersebut.


Saat berada di dalam,dirinya melihat ada 4 buah patung yang memiliki Mana didalamnya,sekali lihat saja dia bisa tahu kalau mereka adalah golem penjaga ruangan. Setelah Elaine membuka pintu terakhir akhirnya mereka berdua bisa masuk.


"Apapun yang kau suka ambillah..." Adrian memperlihatkan koleksinya kepada Regal. Semua barang ada di tempat itu.


Tombak,pedang,busur,zirah,perisai,perhiasan, dan lain sebagainya semuanya ada di tempat ini. Regal dan Adrian terus melewati lorong penuh dengan berbagai macam harta,namun Adrian tidak menganggap mereka lebih dari sekedar barang tingkat rendah.


Saat Adrian sampai di sebuah pintu,dia membaca mantra dari bahasa Enochian kuno untuk membukanya. Setelah pintu itu terbuka,mata Regal benar-benar terpukau dengan banyaknya artefak kuno yang hampir setingkat dengan Gram.


"Kau boleh memilih,barang apapun yang kau ambil dariku adalah pemberian. Itu lebih baik daripada membiarkan mereka berdebu."


Adrian yang mempersilahkan Regal untuk melihat akhirnya dirinya tergerak untuk memeriksa barang-barang kuno itu satu persatu. Mungkin disana hanya ada puluhan artefak,namun semua itu lebih baik daripada apa yang ada di ruang sebelah mereka.


Regal memeriksa semuanya,sebuah sabre dengan gagang yang berbentuk kepala elang di ujungnya,sebuah senjata api yang belum ada sama sekali di dunia atas,dan banyak hal lain.


Semuanya tampak sangat bagus sampai-sampai dirinya akan merasa menyesal bila memilih salah satu saja. Namun ada satu barang yang berada di tengah-tengah ruangan,sebuah cawan emas yang mempesona,cawan itu diisi oleh cairan yang berwarna seperti darah,namun darah itu lebih murni dan merah dari darah manapun.


"Aku sarankan kau jangan memilih itu,benda itu adalah benda terkutuk hasil eksperimen menggunakan darahku. Dulu pernah ada Jenderal yang kuberi secangkir kecil,namun dia mati setelah meminumnya..."


Regal yang mendengar hal itu kemudian bertanya.


"Apa yang dapat dilakukannya?" Adrian kemudian bersandar dan menjawab.


"Darah manusia ataupun makhluk hidup yang ada di muka bumi semuanya kotor. Hanya darah para Dewa yang sakral dan suci,dengan darah kita bisa menciptakan kehidupan,dengan darah kita bisa melakukan banyak hal...


Sama seperti Mana dan jiwa. Darah para Dewa adalah kunci untuk membuka banyak kemampuan,dan diantaranya dapat disebut tidak natural. Bila kau mau aku bisa menyuruh maid untuk mengambil cangkir..."


"Tidak perlu!" Kata Regal sembari mendekati cawan berisikan darah Letoch yang sudah disucikan ke tingkat yang paling tinggi itu.

__ADS_1


Dirinya mengambil cawan itu dan meneguk semuanya,Adrian yang melihat itu tak berekspresi dan hanya melihat anak itu meneguk habis darahnya.


Setelah itu Regal merasakan perasaan nyeri di dadanya,seolah-olah jantungnya mau meledak. Regal menggeliat di tanah untuk melawan rasa sakit itu,namun setelah beberapa kali melakukan penyembuhan pada dirinya sendiri akhirnya Regal mulai tenang.


"Apa kau baik-baik saja nak?" Adrian yang agak khawatir mulai menanyai Regal. Regal yang terbaring di lantai hanya mengatakan satu kata saja. "Air..."


———


Setelah kejadian itu,Regal mulai mengalami perubahan pada tubuhnya lagi. Jantungnya menyala seperti saat dirinya menggunakan Foul Legacy. Dia bisa melihat pembuluh darah berwarna biru itu juga di dadanya.


"Hmph... Tak kusangka darahku membuatmu menjadi seorang Nephilim,namun anehnya kau masih memiliki karakteristik Incubus." Kata Adrian sembari mengamati Regal.


Regal yang kebingungan akhirnya bertanya. "Nephilim?" Adrian yang mendengar Regal kebingungan akhirnya mulai menjelaskan.


"Nephilim adalah ras termurni antara darah campuran darah iblis dan darah makhluk suci. Namun bisa dibilang ini adalah ranah terkuat bagi para setengah iblis.


Mana dan jiwa milik Iblis itu seperti api dan air ketika berhadapan dengan Mana dan jiwa milik mereka yang beratribut suci. Seperti Dewa,malaikat dan pendeta.


Regal kemudian bertanya lagi. "Bukannya kau bilang sihir suci dan iblis seperti api dan air?"


"Yang mana api dan yang mana air adalah keunikan dari malaikat dan iblis. Keduanya saling memusnahkan,mereka berdua kuat terhadap satu sama lain dan lemah terhadap satu sama lainnya.


Air dan api itu hanyalah sebuah kiasan,sihir siapa yang lebih terasah maka dia akan lebih unggul. Namun dengan atribut Nephilim kau tak perlu takut akan kelemahan dari sihir iblis-mu."


Adrian kemudian melakukan peregangan setelah selesai melakukan pemeriksaan.


"Baiklah kalau begitu. Karena apa yang kau ambil itu bukanlah harta,namun sebuah benda yang kusegel. Aku rasa tak ada salahnya kau memilih satu lagi." Kata Adrian sembari tersenyum,Regal yang tak percaya akhirnya bertanya. "Hah? Sungguhan?" Mendengar Regal yang bengong membuat Adrian tersenyum dan mengangguk.


Dan akhirnya Regal kembali melihat-lihat. Semuanya terlihat sangat bagus,namun sebelum dia melihat cawan berisikan darah Adrian,pandangan Regal terfokus pada suatu hal.

__ADS_1


"Lalu apa ini?" Regal menunjuk ke sebuah kalung dengan liontin yang membentuk simbol tongkat dengan tanduk. Adrian kemudian mengambil kalung itu.


"Ah,ini adalah Adamas. Sebuah zirah yang dapat dipanggil kapan saja,zirah ini bisa berubah bentuk menyesuaikan dengan ukuran pemiliknya." Adrian kemudian memberikan itu kepada Regal.


"Pasang dan sebut namanya." Regal yang mendengar itu langsung memasang dan menyebut nama dari zirah itu. "Adamas"


Tiba-tiba saja tubuhnya terbalut dengan cahaya,setelah cahaya itu menghilang,Regal memakai sebuah kemeja putih yang bersembunyi dibalik zirah hitam keabu-abuan.


Di leher ada simbol dari liontin itu yang menutup kerah bajunya,sementara itu dirinya tertutupi oleh jubah dan celana panjang berwarna hitam pekat dengan ornamen perak pada jas itu.


Lalu diatas jubah dan busana formal itu. Tangan,pundak, dan lutut sampai kakinya tertutupi oleh zirah hitam dengan garis-garis perak sama seperti bajunya.


"Kau terlihat lebih rapih kalau boleh jujur." Kata Adrian sembari mengomentari busana Regal.


"Ini tebal namun aku merasa sangat nyaman dan hangat. Astaga kalung ini benar-benar membuat zirah yang hebat." Ucap Regal sembari tersenyum.


Apa yang dia bilang itu benar,mungkin ini adalah yang paling cocok untuknya saat ini. Benda itu mungkin setara dengan Gram,tidak sia-sia Regal memilih kalung itu.


"Baiklah,karena sudah memilih. Kau bisa kembali,aku akan mengirim dirimu kembali ke dunia atas dengan sihirku,sampai saat itu ucapkanlah perpisahan pada yang lainnya."


Regal yang mendengar perintah itu akhirnya menundukkan kepalanya. "Terimakasih..."


Dia kemudian melihat zirah itu kembali,benar-benar zirah sekaligus pakaian yang sangat cocok untuk dirinya. Regal bahkan bisa merasa daerah yang tidak tertutupi zirah itu sangatlah kokoh.


Namun dia terus memikirkannya,saat dirinya kembali ke permukaan. Saat dirinya bertemu dengan keluarga lamanya,apa yang akan dia lakukan ketika sampai diatas sana?


"Hmm... Aku rasa aku akan mengurus dulu masalahku dengan keluarga lamaku."


Sembari menarik kembali Adamas,Regal pergi meninggalkan ruangan dengan wajah datar tanpa ekspresi. Meskipun tak ingin membunuh mereka,namun tetap saja Regal harus menyelesaikan masalah yang membuat hidupnya menjadi seperti neraka...

__ADS_1


...***...


__ADS_2