Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 42: Penguasa Gurun


__ADS_3

Itu semua berawal dari pembelian budak,Regal sudah membeli budak dan menanamkan informasi palsu pada mereka. "Negara kalian bekerjasama dengan kami. Karena dari itu kalian semua akan bebas!" Itulah apa yang dipercaya oleh mata-mata ketiga negara.


Dalam seminggu mereka akan sibuk mengurus para budak yang datang dalam jumlah besar,dan dalam seminggu mereka akan bertanya kepada rekan aliansi mereka. "Mengapa kalian bekerja sama dengan Dartania?" Hari pertama kedatangan budak itu sama saja seperti percikan api di sebuah kayu kering,dan dalam waktu seminggu api itu sudah cukup besar untuk membakar kayu kering itu.


Dan dalam dua minggu,kayu kering itu sudah cukup besar untuk membakar suatu rumah...


———


Kini Maryam dan Dartania sedang berperang dengan sisa-sisa aliansi tiga kerajaan. Tentu saja Jace dan Kars mudah diurus,namun Ze'ev sama sekali tidak. Regal membantu banyak di perang melawan Jace dan Kars agar Dartania bisa berfokus kepada Ze'ev. Namun mereka menyembunyikan banyak rahasia dibalik istana mereka...


Seribu orang infanteri Dartania sedang membuat kemah di tengah gurun. Mereka makan bersama,dan akhirnya tidur dengan satu orang yang berjaga. Akan tetapi pasukan seribu orang itu tak kunjung kembali ke Dartania,hal itu menarik perhatian Sayid dan Regal,pada akhirnya Dartania bertarung melawan sisa-sisa tiga kerajaan,sementara Regal dan Bahman pergi untuk menyelidikinya.


Begitu mereka sampai di tempat perkemahan para prajurit itu. Mereka mendapati semua persediaan dan tenda yang sudah rusak semua,Bahman kemudian berspekulasi setelah melihat semua hal itu. "Pasti Basilisk menyerang mereka. Terlihat dari tenda yang rusak dan barang-barang yang terbakar..."


Namun Regal berpikiran yang lain. "Basilisk tak bisa membunuh seribu orang bahkan saat mereka sedang tidur. Kerusakan ini memang dari Basilisk,namun ini bukanlah Basilisk yang kutahu."


Mendengar jawaban Regal,Bahman pun bertanya. "Kau pernah bertemu dengan Basilisk?" Regal menjawab sembari mencari petunjuk.


"Aku tau banyak kalau berbicara soal hewan,terutama monster. Dengan pengetahuan itu aku bisa tau cara bertarung dan bagaimana cara berpikir diluar akal sehat manusia biasa...

__ADS_1


Basilisk memang suka menyerang manusia,apalagi saat manusia membuat api di malam hari,gurun ini panas saat siang namun dingin ketika malam,dengan darah dingin tentunya Basilisk yang merupakan kadal akan tertarik ke perkemahan manusia.


Tapi Basilisk bukanlah monster pemakan manusia,mereka memakan sayuran dan juga daging hewan lainnya. Dan di kemah ini aku hanya melihat para manusia menghilang seperti tertelan bumi,tidak ada mayat ataupun tulang belulang...


Dan melihat Basilisk tidak menyentuh suplai makanan prajurit kalian,aku rasa ini bukanlah Basilisk yang biasa kau lawan saat berkemah. Sekarang,bisakah kau mundur 5 langkah?"


Setelah Bahman mundur,Regal mulai memanggil Garm dari balik punggungnya. Garm yang mana adalah serigala yang berafiliasi dengan kematian,tentunya bisa mencium bau mayat dan bau kematian dari seseorang. Dia mulai berlari mengikuti baunya,dan sambil dikejar oleh Regal dan Bahman,mereka bertiga sampai di sebuah gua yang berada di tengah gurun.


"Tempat apa ini...?" Regal menjawab Bahman dengan berkata. "Tempat pembunuh mereka berada,ayo!" Mereka berdua membuat obor dan masuk ke dalam gua itu. Dengan Garm yang ada di depan,mereka bertiga menelusuri gua yang kedalamannya lebih dari yang mereka perkirakan.


Hingga akhirnya Garm berhenti berjalan, mereka berdua juga berhenti melangkah setelah melihat apa yang ada dihadapan mereka.


Dihadapan mereka ada sebuah lubang besar yang dalam,lubang itu sangat besar hingga mereka yakin ini bukanlah Basilisk biasa. Ini suatu spesies baru yang mereka tak pernah lihat sebelumnya.


Setelah mereka berdua melaporkan apa yang baru saja terjadi,Dartania memutuskan untuk menelusuri lubang itu,namun intensitas gas beracun yang ada di dalam gua itu benar-benar kuat hingga mereka tak bisa menelusuri lebih dalam dan akhirnya kasus itu ditutup sementara agar mereka bisa fokus terhadap perang...


———


Saat ini di tengah gurun,terjadi pertempuran besar-besaran antara Dartania dan Ze'ev,ribuan pasukan bertarung satu sama lain,para infanteri dan kavaleri dari kedua belah pihak sama-sama seimbang lantaran kavaleri terlatih Dartania hanya seperti noda kecil dibandingkan barisan pasukan milik Ze'ev. Akan tetapi para prajurit dari Ze'ev mulai mati dan anggota tubuh mereka berterbangan di udara bagaikan kertas.

__ADS_1


Para penyihir Ze'ev menembakkan banyak bola api,namun bola api itu terpental dan malah meledakkan pasukan mereka sendiri. Setelah tirai asap menghilang,mereka kembali melihatnya,seorang pemuda berpakaian serba hitam dengan pedang perak yang mencolok.


Itu adalah Regal,yang dengan sekali ayunannya bisa membunuh 2 hingga 3 orang sekaligus,dia bertarung tanpa rasa takut tertikam pedang lawannya,panah dan sihir yang ditembakkan oleh lawan tak ada yang bisa melewati pedangnya sama sekali,perlawanan mereka benar-benar keras,namun tidak ada satupun yang bisa menyentuh Regal,namun hal itu tidak berlaku bagi pasukan Dartania yang dikeroyok oleh anak panah dan juga sihir.


Akan tetapi situasi mereka lebih menguntungkan daripada situasi Ze'ev. Regal memang hanya satu-satunya komandan yang tersisa,namun dia juga berhasil membunuh komandan dari Ze'ev beserta ratusan pasukan mereka. Namun situasi berubah ketika tiba-tiba tanah berguncang sangat keras,semua orang berhenti bertarung dan melihat ke sekitarnya,saat para pasukan Dartania kebingungan,pasukan Ze'ev malah kabur dari sana. Regal yang merasa ada yang aneh langsung mengumpulkan pasukan yang tersisa dan membentuk barisan.


Dan ketika Regal sedang bersiap,tiba-tiba saja tanah berguncang dari bawah kaki mereka. Seketika saja orang-orang pergi menjauh dan merusak barisan termasuk Regal,namun mereka yang berada di tengah-tengah barisan tak berhasil selamat. Seekor Basilisk melahap ratusan orang dari bawah tanah,dan ketika Basilisk itu menginjak tanah dan berdiri dengan keempat kakinya,gelombang kejut dari hentakan kaki itu membuat seluruh medan pertempuran tertutupi oleh pasir.


Regal yang masih baru mendarat setelah terhempas kini melihat pasukannya telah berhamburan,dan ketika mereka mencoba untuk berdiri,Basilisk itu memiliki sisik hitam dengan kulit berwarna merah,besarnya juga 3 kali lipat dari besar Basilisk raksasa,Basilisk itu mengumpulkan sihir di dalam mulutnya. Para prajurit yang ada akhirnya mencoba untuk menembakkan sihir dan anak panah karena mereka tahu bahwa mendekati Basilisk itu dan melawan dengan pedang adalah bunuh diri.


Akan tetapi tidak ada satu serangan pun yang bisa menembus sisik kadal itu. Dan ketika mereka masih menembakkan panah dan sihir,Regal melindungi dirinya sendiri dengan Aegis Shield. Dan dalam sekali tarikan nafas,Basilisk raksasa itu menghembuskan nafas apinya dan membakar pasukan Dartania yang ada di sana,zirah dan kulit para prajurit langsung meleleh dan tulang mereka berubah menjadi abu,api itu melahap para prajurit dan kuda yang ada di sana.


Semua orang mati,Regal melihat tidak ada seorangpun prajurit Dartania yang selamat. Namun mereka bisa melihat kobaran api itu masih menyala diatas para mayat prajuritnya hingga akhirnya api itu hilang sepenuhnya,Regal kemudian melihat sekitarnya...


Ribuan prajurit Ze'ev yang tadi lari kini kembali untuk membantai Regal. Para pemanah dan penyihir menodongnya,para prajurit mengancamnya dengan ujung pedang mereka yang menutupi semua jalan kaburnya.


Namun di situasi seperti ini,Regal tidak merasa terancam sama sekali. "Sudah cukup Mercenary! Kau dikepung dari segala arah!!"


Mendengar perkataan tersebut,Regal tersenyum dan menjawab. "Menyerah? Mengapa aku harus menyerah? Aku tak melihat apapun selain segerombolan mayat disini..."

__ADS_1


...***...


__ADS_2