Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 11: Permainan takdir


__ADS_3

Regal yang sudah menang dari Mavis saat ini berada di ruang kesehatan. Adrian kemudian melihat mata Regal itu dengan seksama.


"Tidak diragukan lagi... Mystic eye of Fate telah bangkit padanya." Ucap Adrian setelah melakukan beberapa tes.


"Ini baru saja muncul,sepertinya Foul Legacy membuka semua sifat Incubus yang terkunci dari dalam diriku." Kata Regal sembari melihat cermin.


"Mata itu bahkan lebih spesial daripada Incubus yang berhasil menghamili wanita dalam sekali percobaan. Mata itu dapat membuat seseorang melihat takdir dan memilih jalan mereka dengan benar.


Misalnya,kau ingin memotong tanganku. Dalam benang takdir itu benar-benar bisa terjadi kalau kau memiliki kemampuan,namun bila kau memotong dengan cara yang salah maka kau akan mati sesaat setelah kau memotongnya.


Namun mata itu berbeda,mata Incubus dapat melihat jiwa seseorang,keinginan mereka... Bahkan kalau kau seorang Dewa sekalipun,bila kau ingin bertindak maka hal pertama yang akan bergerak bukanlah tubuh,namun keinginanmu. Akan tetapi kau akan tetap mengalami akhir yang buruk bahkan dengan melihat jiwa seseorang.


Dari situlah mata Mystic eye of Fate bekerja,takdir itu bagaikan benang,namun matamu membuatmu melihat takdir sebagai aliran sungai,ada banyak jalan,celah,dan juga bahaya disana. Orang-orang yang berada di sungai itu hanya akan menunggu waktu sampai mereka melakukan kesalahan dan jatuh ke air terjun atau pusaran air.


Namun kau berbeda,hanya kaulah satu-satunya orang di dunia yang memiliki perahu dan dayung. Tidak peduli orang bisa melihat masa depan dengan sihir Clairvoyance,hanya kau yang bisa berjalan di jalur yang paling aman. Dengan mata itu kau bisa mendapatkan hasil paling efektif,dengan mata itu kau bisa memotong lenganku tanpa resiko."


Regal akhirnya mengerti,pada dasarnya ini adalah mata yang dapat membuatnya melihat ke masa depan dari suatu objek,dan mata ini dapat memilih jalan terbaik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkannya.


"Apa ada efek sampingnya?" Tanya Regal kepada Adrian. Dewa dunia bawah itu merenung dan mengingat sesuatu.


"Mata itu sangatlah kuat,itu sudah seperti matamu menjadi sirkuit sihir juga. Namun mata itu memiliki satu kelemahan,yaitu penggunaan terus menerus dapat membuat pemakainya buta permanen." Setelah mendengar itu Regal akhirnya mengetahui konsekuensinya.


"Itu sebabnya kau tidak bisa memakai mata itu terlalu sering,apalagi kalau kau mencoba mencapai hasil yang kau mau. Mata itu akan membebani otakmu lebih dari tubuhmu,mata itu akan membakar sel otakmu sedikit demi sedikit."


Regal semakin tau bahaya dari mata itu,namun dengan mata itu dia benar-benar bisa melihat dengan jelas. Jiwa,sihir dan takdir semuanya bisa dia lihat dari makhluk hidup ataupun makhluk mati. Setelah pembicaraan singkat itu Regal masuk ke kamarnya,saat itu dia menyadari satu lagi kelemahan dari mata ini.


"Mata ini,benar-benar menguras banyak jiwa..."


Itu sudah seperti dirinya melakukan Foul Legacy,bila teknik terkutuk itu membebani tubuhnya maka mata itu membebani otaknya. Dan saat ini dirinya kelaparan...


Namun dari kasurnya Regal dapat mendengar suara ketukan pintu. Dia kemudian membukanya dan melihat salah seorang maid berdiri di depan kamarnya.


"Selamat malam Tuan Muda,saya datang untuk membersihkan." Kata maid tersebut.

__ADS_1


"Ah... Luna yah? Masuklah saja." Regal yang mengenali maid itu langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Saat kasurnya sudah dibersihkan Regal kembali berbaring dan merenung.


Mimpi yang dia makan dari orang-orang semuanya tak cukup,dia benar-benar memakan banyak sekali energi jiwa namun itu semua masih belum cukup sama sekali mengingat Vis milik Regal sudah berkembang dan kapasitas jiwa yang bisa dia tampung sudah semakin besar.


Regal kemudian melihat ke arah Luna,dia tak pernah menyadarinya,semua maid di Abyss lebih cantik daripada wanita manapun yang dia temui di dunia atas. Apakah karena Adrian yang seorang Dewa membuat mereka dari tanah liat? Regal terus menerus memperhatikan,dan dia merasakan sensasi yang tak pernah dia rasakan.


Semakin lama Luna membersihkan,Regal semakin merasakan dorongan yang kuat itu. Namun saat itu Regal menahan dirinya dan memerintahkan kepada Luna.


"Sudah cukup... Kau pergilah." Luna yang mendengar hal itu kebingungan lantaran Regal tak pernah menyuruhnya untuk pergi ketika membersihkan,bagaimanapun dirinya adalah seorang yang tidak suka kamarnya berantakan.


"Baiklah Tuan Muda,ah... Tuan mengapa wajahmu memerah? Apa kau demam?" Luna mendekat dan memeriksa keadaan Regal. Sementara itu dirinya bisa merasakan Luna mulai menempelkan tubuhnya semakin dekat.


Regal yang menyadari itu semakin tak bisa mengontrolnya,namun akhirnya dia mundur.


"Luna hentikan!" Luna kaget dengan teriakan Regal,Luna langsung berhenti memeriksa dan akhirnya dia menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku Tuan Muda,aku hanya khawatir..."


Regal yang melihat Luna ketakutan akhirnya menghela nafas. "Aku hanya demam,aku sudah memeriksanya di ruang kesehatan jadi aku akan baik-baik saja."


Sementara Regal tidur di ruangannya,Luna berjalan di lorong dan bertemu dengan seseorang yang saat ini sedang bersandar di dinding lorong.


"Maafkan aku Tuan Adrian. Aku sudah memancingnya namun dirinya tetap tak mau." Luna menundukkan kepalanya dihadapan Adrian.


Adrian tersenyum dan bertanya. "Tapi gejalanya sudah timbul kan?" Luna kemudian mengangguk dan menjawab. "Yah,Tuan Muda yang hampir menginjak umur remaja sudah mulai merasakan nafsu..."


Adrian kemudian tertawa mendengar hal itu,diapun memerintahkan kepada Luna.


"Ulang tahun anak itu masih 7 bulan lagi,selama itu cobalah untuk melihat perkembangannya. Kalau dia sudah putus asa dia akan menjadi lunak,kalian bebas untuk menyantapnya namun hanya ketika dia menginginkannya..." Adrian kemudian pergi berjalan menjauh dari Luna.


"Baik! Saya akan memberitahukan para maid yang lainnya!" Luna kemudian menundukkan kepalanya dan menjawab perintah Adrian.


"Haha,mau darah campuran ataupun bukan. Kurasa Incubus tetap memiliki nafsu mereka..."

__ADS_1


———


Hari itu adalah ulang tahun Regal yang ke 14,bagaimana mereka tahu ulang tahunnya? Mereka merayakan kejatuhan Regal ke Abyss,bukan merayakan hari kelahiran aslinya,lagian tidak ada seorangpun yang tau...


Hari itu pesta diadakan di istana,banyak iblis dari perut neraka yang datang dengan baju formal. Mereka semua datang untuk menghormati sang Dewa dunia bawah dan juga menghadiahi Regal dengan hadiah-hadiah.


Sementara orang-orang saling mengobrol,Regal dan Adrian berkeliling dan menyapa para tamu. Regal terus menghafal wajah-wajah penting untuk diingatnya. Mulai dari bawahan-bawahan Adrian yang memiliki gelar Jendral hingga iblis bangsawan dari dunia bawah.


"Aku jadi penasaran,iblis ada di dunia atas namun mereka juga ada di dunia bawah. Apakah ada perbedaannya?" Tanya Regal sembari mereka berjalan untuk menyapa tamu selanjutnya.


"Iblis terlahir dari berbagai macam cara,namun kebanyakan dari mereka terlahir di neraka. Apa yang ada diatas sana adalah hasil iblis neraka yang membuat keturunan dengan ras mereka."


Mendengar penjelasan itu akhirnya Regal mengerti. Dan dengan itu Regal melanjutkan pestanya dengan sangat meriah,hingga akhirnya dia kelelahan dan duduk di bangku.


"Semuanya benar-benar menikmatinya yah? Mereka semua... Bahkan para iblis terlihat lebih beradab daripada manusia."


Sembari mengeluh tentang manusia,Regal disuguhkan sebuah kue oleh salah satu maid. Regal mengenali maid itu,bahkan seluruh penghuni neraka mengenalinya...


"Apakah anda mau kue,Tuan Muda?"


Dia adalah kepala pelayan di Abyss sekaligus sekertaris milik Adrian. "Pangkatmu lebih tinggi dariku,Elaine."


Regal mengambil piring itu dan berdiri di sebelah Regal. "Kau terlihat cukup tertekan malam ini Tuan Muda. Apakah ada yang membuatmu kepikiran?"


Regal tersenyum dan menjawab. "Tidak,aku hanya berpikir bahwa terkadang iblis bisa lebih baik daripada manusia." Elaine tersenyum,diapun menjawab Regal.


"Bukan hanya manusia,terkadang para Malaikat hingga para Dewa bisa bertindak lebih kejam daripada iblis. Itulah alasan Tuan Adrian berada di tempat ini..."


"Hah... Aku pikir semua orang bisa menjadi iblis."


Saat Regal beberapa potongan kue tersebut,dirinya merasakan panas yang tak wajar. Perasaan yang dulu pernah dia rasakan saat bersama Luna,saat ini muncul dan menjadi semakin kuat setiap detiknya.


"Elaine aku permisi dulu,aku rasa aku tak enak badan..." Elaine kemudian menundukkan kepala dan melihat Regal pergi kembali ke kamarnya,sementara itu Elaine melihat kearah Adrian. Adrian tersenyum dan mengangguk kepada Elaine dan memberikannya ijin.

__ADS_1


"Saatnya menyantap hidangan penutup..."


...***...


__ADS_2