
Regal dan yang lainnya telah sampai di Tartarus,saat ini ada 5 orang yang berada di ruang rapat,namun hanya Eleanor dan Alvise yang duduk di kursi sementara yang lainnya bersiap untuk kemungkinan terburuk.
"Jadi,topik pertama yang akan kita bahas tentunya mengenai peningkatan penyerangan yang dilakukan para Iblis diluar Tartarus. Para iblis sudah melakukan banyak kerusakan semenjak dulu,perusakan ladang,penjarahan hingga pembunuhan sudah menjadi hal biasa. Namun dalam beberapa tahun terakhir kami mendapati bahwa Iblis telah menjadi semakin agresif dan bahkan bergerak secara berkelompok,para Iblis adalah makhluk yang tidak suka bekerja sama kalau tidak ada yang memerintahkan.
Selalu ada yang seperti itu di dunia ini,budak dan raja... Tanpa adanya perintah atau pemimpin,maka tidak mungkin bagi para Iblis untuk menyerang secara berkelompok. Maka dari itu bisakah kalian menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya...?"
Eleanor yang bertanya mulai mendapatkan tanggapan dari Alvise. "Memang benar para Iblis mulai bersikap agresif belakangan ini. Itu semua disebabkan oleh satu perintah yang disetujui oleh semua Raja Iblis... Sebuah perintah yang dimaksudkan untuk menyisihkan para Iblis lemah dan menyisakan mereka yang kuat saja. Perintah itu mungkin terdengar sangat brutal dan merusak,namun itu semua demi tujuan yang sangat baik..." Eleanor mulai menatap Alvise dengan serius dan bertanya. "Tujuan apa itu?"
Alvise memejamkan matanya sejenak dan menjawab dengan sangat jelas. "Untuk bersiap melakukan perang besar..." Setelah mengatakan itu,Alvise membuka matanya dan menunjukkan warna matanya yang berubah dari hitam ke merah darah. Regal jelas tahu itu apa,mata itu adalah salah satu Mystic Eye yaitu mata ajaib yang sama dengan miliknya. Dan saat dia mengaktifkan itu,tekanan di ruangan itu terasa sangat berat,Kallen yang telah melapisi tubuhnya dengan Mana tiba-tiba mengeluarkan darah dari mulutnya. Eleanor juga merasakan perasaan yang sama namun dia tidak mengalami luka yang sama dengan Regal karena dia tahu tentang apa yang terjadi. "Kallen,matikan Mana milikmu..." Kallen yang mendengar perkataan suaminya langsung menurutinya,saat dia berhenti mengalir tubuhnya dengan Mana,disana dia langsung membaik walaupun tubuhnya terasa sangat berat.
__ADS_1
Alvise yang melihat Eleanor dan Kallen tertekan namun tidak dengan Regal jelas membuatnya takjub. "Oh... Ternyata kau sudah terbiasa nak." Regal yang menjadi satu-satunya orang yang bisa bergerak kini mengeluarkan pedangnya,dia membelah meja yang memisahkan mereka menjadi dua dan mencoba menusuk mata Alvise,namun pedang itu ditahan oleh Fontaine yang menggenggam bilah pedang itu dengan tangan besinya. Saat Regal kesulitan menarik pedangnya,Regal langsung memasang kuda-kuda dan mengayunkan Fontaine hingga raksasa itu terlempar karena mencoba menahan pedang itu. Saat dia terlempar,Fontaine langsung mendarat dengan sempurna dan meluncurkan tinju besinya kepada Regal,akan tetapi Regal yang dengan cepat menarik sebuah jubah dari penyimpanan dimensinya dan langsung menutupi dirinya dengan jubah itu.
Regal terpental dengan sangat keras,jubah yang hanya kain itu hancur seperti kaca sementara Regal terlempar hingga dia hampir menabrak dinding namun untungnya dia berhasil mendarat di dinding itu. "Melapisi jubah dengan energi sihir agar dapat meredam kekuatan dari seranganku layaknya sebuah perisai. Hmm,kau lebih pintar dari yang kuduga." Itu bukan hanya pujian atas pengambilan keputusannya yang cepat,dia juga memuji kemampuan analisis Regal yang bisa mengukur kekuatan serangannya hanya dengan sedikit informasi yang ada. Namun setelah menerima tinju itu diapun sadar,dirinya tak akan bertahan melawan mereka berdua.
Alvise bertepuk tangan setelah melihat pertunjukkan kecil-kecilan itu.
"Kalian para Warrior benar-benar suka memecahkan masalah dengan kekuatan yah? Namun itu bukanlah tujuan utama dari rapat ini. Aku sudah mengkonfirmasinya Yang Mulia Eleanor... Kami mengumpulkan kekuatan untuk menyerang,dan itu semua masih belum cukup. Maka dari itu,kami menawarkan sebuah perjanjian. Kami para Iblis akan meminta kerjasama dari para Naga untuk menyerang para Manusia,dan setelah mereka musnah,maka Belterre akan mencapai masa kejayaannya..." Eleanor yang mendengar hal itu jelas membantah. "Aku kesini karena mengharapkan perdamaian. Dan sekarang kau mengajakku untuk menyerang para Manusia dan ras lainnya? Apa yang membuatmu berpikir aku akan menyetujui hal ini?"
Mata itu kembali bersinar,tekanan yang dirasakan oleh Eleanor dan Kallen menjadi lebih berat daripada sebelumnya,namun disaat itu juga Alvise sadar bahwa kekuatan Regal malah semakin meningkat. "Hmm,begitu yah? Kalian membawa orang yang cukup merepotkan." Regal kini memulihkan dirinya dan maju ke tengah ruangan. "Mata itu,aku tak tahu mata ajaib apa itu ataupun kemampuannya. Namun yang jelas aku tahu trik yang kau lakukan,kau bukannya menekan mental menggunakan kekuatan murni milikmu. Kau mengubah atmosfer ruangan ini,kau mengubah Mana ini menjadi Mana negatif,sebuah sumber kekuatan sekaligus kelemahan makhluk-makhluk lain selain Iblis itu sendiri... Tapi kalau kau berpikir bahwa hanya dengan mengendalikan Mana negatif dan membuat seluruh ruangan ini menjadi medan pertempuran kalian,maka kalian salah besar..."
__ADS_1
Sebelum orang-orang disitu menyadarinya,Regal bergerak dan meletakkan koper yang dari tadi dia pegang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh siapapun disana. "Kalian masuk ke jebakan ku dasar bodoh..." Koper itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang sampai-sampai semua orang terbutakan oleh cahayanya. Dan saat cahaya itu menghilang,seluruh ruang rapat itu menghilang bersamaan dengan Kallen dan ibunya. Sekarang ini Regal,Fontaine dan Alvise sedang terjatuh ke lantai bawah yang ada di bawah ruang rapat itu. Dan saat para Iblis itu kehilangan pijakannya,Regal dengan cepat menghentikan waktu. Ketika semua hal berhenti,dirinya melakukan kuda-kuda dengan dinding sebagai pijakannya. Kuda-kudanya itu sangatlah kuat,baik dalam kesempurnaan dan juga pengumpulan energinya,dan dengan kuda-kuda itu Regal melesat sesaat setelah waktu telah kembali berjalan. Bahkan saat waktu berjalan normal kembali,dirinya melesat dengan kecepatan yang luar biasa hingga waktu terasa masih berhenti bagi kedua Iblis yang jatuh bersama dengannya.
Saking cepatnya,kedua Iblis itu melihat pijakan yang dipakai Regal hancur,namun pijakan itu hancur lebih lambat daripada pergerakan Regal. Dan dalam sekejap mata Alvise kehilangan kepalanya,Fontaine yang melihat itu tak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya lebih lambat daripada matanya,dan dia sadar bahwa pemuda itu kini mengincar kepalanya,namun dalam sekejap dia mengepalkan tinju besinya,Regal yang masih melesat dengan kecepatan yang terus-menerus bertambah layaknya sebuah petir,kini melihat tubuh Fontaine bisa mengikuti matanya dan kini pedangnya saling bertabrakan dengan bilah pedang Regal.
Kedua pejuang itu kini saling mengadu kekuatan mereka hingga akhirnya Regal terlempar jauh ke bawah akibat tinju Fontaine yang melempar pedang dan juga tubuhnya. Akan tetapi disaat dirinya mendarat di tanah,dia mendarat dengan sempurna dan tidak melakukan kerusakan sedikitpun ke lantai tempat ia berpijak,berbeda dengan Fontaine yang mendarat dengan sangat keras dan merusak tanah yang dia pihak bahkan dengan gerakan sederhana. Regal yang telah menahan serangan itu secara langsung membuat tangan kanannya patah sementara Fontaine bahkan tidak tergores sedikitpun. Regal menyadari bahwa mereka berdua kini berada di aula kastil yang sangat luas.
Namun saat mereka berdua saling bertatapan,Regal melihat tubuh Alvise yang terjatuh hingga menghantam lantai dengan sangat keras. Tapi anehnya Alvise kembali berdiri kembali,Regal yang melihatnya jelas tak percaya,makhluk yang dibunuh oleh Balmung maka jiwanya akan termakan dan tidak bisa hidup ataupun beregenerasi lagi,namun kenapa tubuh Alvise masih hidup? Dirinya kemudian melihat seekor gagak yang membawakan kepala Alvise,tubuh Alvise kemudian mengambil kepala itu dan menyambungkannya kembali dengan tubuhnya seperti semula.
"Seperti yang aku bilang tadi. Kau ini merepotkan..." Sulit mempercayai bahwa seseorang berhasil hidup lagi setelah terbunuh oleh Balmung,dirinya yakin bahwa Balmung menyerap jiwa orang itu hingga habis begitu kepalanya terpenggal. Regal yang melihat dirinya kalah jumlah jelas mengetahui resikonya,awalnya dia berusaha mengincar Alvise yang secara jelas merupakan seorang Caster bukan Warrior agar dirinya bisa bertarung dengan bebas,namun pada akhirnya rencana ini gagal total.
__ADS_1
"Melihat dari caramu bertindak,mengejutkan lawan maupun kawanmu agar bisa membunuh aku seorang Caster yah? Rencanamu itu terlalu mudah untuk dibaca anak muda..." Regal jelas merasakan bahaya,bila Fontaine adalah orang yang mampu menyaingi Regal dalam bertarung,disaat itu juga dia yakin bahwa tidak akan ada rencana yang akan berhasil bila Alvise juga ikut bertarung melawannya. Namun ketika Regal sedang mencoba untuk mencari cara untuk menang,disaat itu juga Alvise mulai bicara. "Baik... Kau ingin melawan kami satu lawan satu yah? Kalau itu maumu,makan silahkan saja." Alvise kemudian maju sementara Fontaine pergi bersandar di dinding sembari menyilangkan lengannya.
"Majulah,kita lihat apakah pertarungan ini dapat memuaskan orang yang kita layani saat ini..."