
Roland yang kebingungan kini sedang berpikir keras. Dia kini berada di benteng besar milik Victoria yang berhasil dia taklukkan yaitu Braedon. Dia mendapatkan informasi mengenai mengapa bisa suku Eceni menang perang padahal mereka kalah jumlah dan juga ada dua kapal yang diutus untuk menyerang dari belakang. Katanya terjadi tsunami yang menghancurkan pasukan utama dan juga kapal-kapal itu. Dan karena tidak ada korban selamat itulah menjadi sebab tidak adanya informasi yang masuk. Sekarang ini situasi benar-benar kacau mengingat mereka harus melawan gempuran para suku dan juga Victoria secara langsung,namun Kerajaan Suci tidak melihat Victoria melakukan gerakan apapun.
Dia tahu bahwa ada seseorang dibalik taktik milik para Barbarian itu. Namun siapa orangnya itulah yang menjadi pertanyaan... Hingga akhirnya seorang Templar masuk ke ruangan dan memberikan informasi. "Tuan Roland! Ada banyak pasukan terlihat di luar kota!" Roland yang terkejut langsung keluar dan melihat dari balkon kalau pasukan milik Victoria kini datang dari arah timur. Roland tak bisa melihat lebih jauh menggunakan teropongnya namun dia bisa melihat para prajurit Victoria lengkap dengan zirah mereka,mereka ada sangat banyak hingga membuat gulungan asap setiap kali mereka melangkah kan kaki mereka.
Roland jelas kebingungan mengapa mereka datang dari arah timur,namun ini merupakan kesempatan mereka. Saat ini dia tak tau jumlah pasti musuh namun dapat diperkirakan bahwa mereka berjumlah setidaknya 80.000 orang,Roland sadar bahwa ini merupakan sebuah serangan kejutan,tidak ada tempat untuk lari bagi mereka kalau mereka ke arah selatan,dan di barat mereka akan langsung bertemu dengan ibukota Victoria yaitu Londinium. Pasukan yang ada di Braedon juga hanya tersisa 30.000 orang karena pasukan utama yang Roland bawa kini sedang berada di utara untuk merebut kota Wandermere yang mana adalah kota besar yang ada di utara. "Perintahkan semua orang untuk bersiap ke utara! Kita akan bergabung dengan pasukan utama milik Astolfo begitu kita sampai di utara!" Templar itu kemudian bertanya kepada Roland. "Tapi Tuan... Kita akan meninggalkan Braedon? Kita melakukan pengorbanan besar demi mendapatkan kota ini Tuan..." Mendengar itu Roland langsung mencekik Templar itu dan berkata. "Kau lakukan apa perintahku... Hanya itu lah tugasmu sebagai prajurit!" Roland kemudian melempar Templar itu keluar ruangan,pada akhirnya prajurit malang itu berlari terbirit-birit untuk pergi mengabari yang lainnya. Sementara itu Roland berpikir bagaimana bisa pasukan musuh mengitari mereka dan menyerang dari sisi timur. Namun Roland juga bersiap dengan mengambil dokumen-dokumen penting dan hal lainnya.
Para kavaleri dan juga orang-orang Kerajaan Suci pada akhirnya mengungsi dari sana menaiki kuda. Mereka meninggalkan 20.000 Templar lantaran mereka lambat tanpa adanya kuda dan pada akhirnya mereka dipaksa mengorbankan diri untuk mengulur waktu. Melihat pasukan Kerajaan Suci beserta pemimpin mereka lari terbirit-birit,membuat salah seorang prajurit yang mengenakan zirah Victoria tersenyum.
Sembari berlari terbirit-birit,Roland dan pasukannya mencoba lari,dia kemudian melihat Braedon,memang kota itu sangat penting untuk menjaga suku seperti Eceni dan suku yang ada di bagian timur pulau lainnya tidak mendapatkan bantuan dari Victoria,namun nyawanya lebih penting daripada benteng itu. Semakin lama dia semakin merasakan tanah semakin bergetar karena pasukan Victoria yang semakin dekat dengan Braedon,diapun semakin yakin dengan keputusannya saat ini...
———
__ADS_1
Roland dan yang lainnya tidak berhenti berlari hingga matahari terbenam. Merekapun akhirnya beristirahat ketika dirasanya sudah mulai aman. Mereka beristirahat untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka lanjut berjalan. Roland tidak berada di barisan paling depan lantaran hari sudah gelap,pohon-pohon juga menutupi cahaya bulan hingga pandangan mereka tidak jelas,namun mereka tetap melangkah.
Namun mereka melakukan kesalahan fatal ketika mereka berpikir bahwa mereka satu-satunya orang di hutan itu. Begitu mereka membangun kemah mereka untuk kesekian kalinya,tiba-tiba saja mereka mendengar suara dari balik semak-semak. Ketika satu orang pergi untuk melihat situasi,tiba-tiba saja tenggorokannya ditusuk oleh sebuah tombak besi. Roland dan yang lainnya jelas terkejut,Victoria baru saja mengerahkan kekuatan besar-besaran dan perlu waktu lama bagi para kesatria Victoria untuk mengejar mereka. Lantas mengapa ada pasukan Victoria disini?
Begitu Roland bertarung,dia melihat wajah pasukan Victoria,ini bukanlah sebuah penyerangan berencana,mereka terlalu panik,ini seperti sebuah penyergapan dadakan daripada penyergapan berencana. Roland yang sadar akan situasi ini akhirnya menyuruh para prajuritnya untuk segera pergi dan lari selagi masih sempat. Namun mereka yang masih bertarung kini sudah tidak bisa meninggalkan pertempurannya,dan begitu mereka kabur,pasukan Victoria mengejar mereka dengan pemanah berkuda mereka.
Melihat rekan-rekannya yang mati,membuat Roland kesal. Baginya ini merupakan sebuah penghinaan karena telah mengecewakan Raja mereka. Roland pada akhirnya melewati hutan itu dan bertemu dengan Astolfo di kemah yang mereka buat di utara. Kemah itu sangat besar dan berisikan lebih dari 70.000 tentara Kerajaan Suci. Saat Roland melihat orang-orangnya dia melihat hanya ada 2.000 orang yang berhasil selamat dari sana. Diapun pergi ke tenda salah satu dari 12 Paladin yaitu Astolfo. Begitu dia masuk ke dalam tenda dia bisa melihat Astolfo yang sedang tidur bersama 3 orang wanita. Dia mengusir ketiga wanita itu dan membangunkan Astolfo dari tidurnya.
———
Saat ini di Braedon,jasad para Templar tergeletak di tanah,mereka yang sekarat dibunuh tanpa ampun oleh musuh. Mereka semua menjadi saksi bisu disini,orang-orang yang menyerang memanglah memakai zirah milik prajurit Victoria,namun dibalik itu semua mereka mengenakan pakaian dan tato para suku yang ada di pulau itu. Regal kini sedang menikmati makan malamnya diatas mayat musuh-musuhnya,dia saat ini sedang senang lantaran bisa menipu para musuh dengan zirah buatan mereka.
__ADS_1
Bahkan mereka bisa menipu mereka dengan membuat musuh berpikir jumlah mereka ada sangat banyak. Yang padahal hanya ada 40.000 orang saja yang menyerang Braedon,pasukannya pun juga hanya sebagian saja yang menyamar menjadi tentara Victoria. Semua ini berkat badai pasir yang dibuat oleh Kallen yang membuat gempa di setiap langkah hingga membuat gemuruh dan juga dinding asap yang tebal. Regal tersenyum sembari melihat bulan di malam hari,Kallen kemudian mendatanginya dan bertanya. "Aku benar-benar terkesan dengan kemampuanmu Regal. Kau bukan hanya seorang Warrior yang kuat namun juga komandan yang handal di medan pertempuran,darimana kau belajar semua ini?"
Regal pun menjawab. "Adrian tentunya... Dewa itu pernah menyandang gelar Dewa Perang sebelum akhirnya ditugaskan di neraka. Dan dari dia aku belajar bahwa moral adalah sesuatu yang paling gampang sekaligus paling sulit untuk diserang." Mendengar jawaban itu Kallen pun sadar. Regal yang mana adalah seorang Incubus adalah seorang yang dapat memanipulasi jiwa dan pikiran seseorang.
"Jangan bilang kau..." Regal tersenyum kepada Kallen yang akhirnya sadar. Intimidasi mereka berhasil lantaran Regal yang memanipulasi moral musuh dengan kekuatannya. Bagi Kallen itu sangat mengerikan,setiap kali mereka bertarung,Kallen pasti akan merasakan ketakutan berlebih di setiap langkah yang dia ambil. Namun itu semua bukan cuman dari kekuatan Regal yang begitu dahsyat...
Regal tersenyum sembari berkata kepada istrinya.
"Bukan cuman pedang dan zirah yang bertarung... Hati juga ikut bertarung,mereka yang menginginkan kemenangan akan saling bertarung dengan saling mengadu kekuatan. Namun mereka yang bertarung sembari memikirkan kekalahan akan kalah lantaran mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai lawan.
Itulah prinsipku ketika bertarung dan itu juga prinsipku dalam mengunci kemenangan..."
__ADS_1
...***...