
"Tempat kita berada saat ini adalah Abyss. Ini adalah lapisan terdalam bumi dimana ruang dan waktunya berbeda dari dunia atas.
Tentunya berkat kekuatanku. Tempat ini juga lapisan luar sebelum lapisan pertama neraka.
Semenjak aku ditunjuk menjadi Dewa dunia bawah aku mulai menjadikan tempat ini menjadi salah satu bagian dari neraka,membuat tempat ini mirip seperti Dungeon."
Adrian menjelaskan sembari Regal sibuk membaca buku dengan bahasa yang berbeda-beda di setiap paragrafnya.
"Lalu mengapa kau membangun istanamu di sini? Aku pikir neraka itu luas."
Adrian tersenyum mendengar perkataan Regal.
"Seperti yang kubilang kemarin,neraka itu panas dan hanya dipenuhi dengan suara orang yang berteriak karena disiksa.
Aku jadi sulit meneruskan penelitianku,jadi aku meminta kepada Dewa-dewi Celestia untuk menjadikan tempat ini gerbang neraka."
Regal berhenti membaca dan bertanya kepada Adrian.
"Celestia?"
"Yah... Tempat para Dewa tinggal. Kalau dunia bawah adalah Nether maka Celestia adalah Ether,langit tertinggi yang bisa diraih dan rumah bagi para Dewa."
"Aku baru tau mengenai hal itu... Hmm,Adrian tulisan apa ini?"
Regal kemudian menanyakan sebuah huruf alfabet aneh yang terselip diantara paragraf bukunya.
"Ah,itu adalah bahasa Enochian. Bahasa yang digunakan para malaikat dan Dewa. Dan yang satu ini berarti Teloch,kematian..."
"Enochian? Apakah dengan membaca ini kau dapat berinteraksi dengan para Dewa?"
Adrian tertawa kecil dan berkata. "Bisa dibilang begitu,namun Enochian berfungsi layaknya Rune. Ini bisa dijadikan bahasa untuk berkomunikasi dan bisa juga dijadikan mantra sihir.
Namun jarang manusia bisa menggunakan kedua bahasa itu untuk menggunakan mantra... Kecuali kau adalah seorang Norden."
Regal termenung dan dengan pelan dan kebingungan dia berkata. "Ah... Yah aku pernah melihat Rune pada mereka."
Adrian tersenyum dan bertanya. "Kau sudah bertemu dengan Norden?"
Regal menutup bukunya dan menjawab. "Orang-orang barbar dengan kapak dan armor kulit itu,yah dulu pernah ada seorang yang lewat di desa kami..."
"Hmm,bangsa Norden adalah pengembara sejati. Baiklah kita ke sesi berikutnya."
Regal dan Adrian pergi ke sebuah ruangan berlatih yang berada di dalam istana.
Disana Regal duduk dan bermeditasi,sementara itu Adrian mengawasi.
__ADS_1
"Ingat! Tubuh itu memiliki Mana,energi sihir yang terbuat dari sirkuit sihir yang terukir dalam tubuhmu.
Namun ingatlah kalau penyihir terbagi antara Warrior dan Caster. Warrior menggunakan sihir dan elemen alami mereka untuk memperkuat tubuh mereka,sihir itu disebut Aura.
Sementara Caster menggunakan sihir dan sihir alami mereka untuk ditembakkan melalui mantra. Ada 4 elemen yang menjadi elemen utama penyihir,yaitu Api,Air,Angin,dan Bumi.
Elemen sihir yang kau miliki terkadang bisa lebih dari satu,namun hanya ada beberapa orang saja yang punya lebih dari dua elemen,dan setiap elemen memiliki tingkat lanjutan."
Regal mendengarkan sembari fokus mengontrol sihir di dalam tubuhnya itu.
"Yah dari 4 elemen itu kau tidak terhubung dengan elemen manapun. Aneh bukan?
Kau tidak memiliki elemen sihir itu bisa dibilang sebuah kesialan namun juga berkah.
Berkat sirkuit sihir abnormal inilah kau bisa selamat dari pemeriksaan para tetua desa.
Namun jangan khawatir,tidak memiliki elemen dasar bukan berarti kau tidak bisa menggunakan sihir.."
Tubuh Regal tiba-tiba saja diselimuti oleh kobaran api berwarna biru muda yang menyelimutinya.
"Kalau api lemah terhadap air,dan air lemah melawan tanah. Maka energi sihir murni tanpa elemen adalah sihir tanpa kelemahan apapun..."
———
Sembari Regal bermeditasi untuk mengontrol Aura miliknya,Adrian terus menjelaskan.
Mereka juga terberkati dengan kapasitas dan juga potensi sihir yang besar,Succubus maupun Incubus setara dengan vampir namun meskipun mereka memiliki energi jiwa dan sihir yang kuat...
Incubus ataupun Succubus sangat langka di dunia ini. Membuat ras kalian menjadi legenda,sungguh aneh makhluk yang bisa bercinta dengan 10 pasangan setiap harinya memiliki kesuburan yang sangat rendah."
Regal terus mendengarkan Adrian menjelaskan,sementara itu Adrian disuguhi teh oleh salah seorang pelayan.
"Meskipun tanpa elemen,kau memiliki energi jiwa yang sangat kuat. Lebih kuat dari makhluk apapun,aku bisa melihat potensi itu.
Namun jalan ini akan semakin berat untukmu nak,asal kau tahu energi jiwa lebih sulit dikendalikan karena minimnya informasi,tidak seperti sihir yang sudah ada sejak lama.
Yah,aku tak bilang itu mustahil sih..."
Regal mengambil sebuah pedang kemudian dia mengayunkannya ke boneka latihan yang ada dihadapannya.
Dalam sekali ayunan Regal langsung membelah boneka itu dengan pedang yang dilapisi oleh Aura.
"Waw... Yah aku rasa itu sudah cukup,kau lebih baik daripada bulan lalu."
Regal akhirnya melihat kedua tangannya itu,tangannya sudah kapalan dengan banyak luka akibat latihan yang diberikan oleh Adrian.
__ADS_1
Adrian telah melatih Regal dengan metode yang tidak manusiawi,mulai dengan membaca dan menulis berbagai bahasa hingga menelaah ilmu pedang dan Aura hingga seluk-beluknya.
"Baiklah,aku rasa ini semua sudah cukup... Sekarang apa yang akan kuajarkan padamu adalah tingkat tingginya dari Aura."
Adrian pergi melepas jasnya dan memberikannya kepada pelayan,lalu salah seorang pelayan memberikan Adrian tombak.
"Aura itu adalah augmentasi sihir ke seluruh tubuh dengan energi sihir yang membentuk elemen dasar dari Mana murni,itulah cara kerja Aura dan beberapa mantra sihir.
Namun setelah beberapa riset,aku menemukan cara terbaru untuk membuat Aura lebih efektif. Dan cara ini hanya bisa dilakukan ras dengan energi jiwa yang kuat."
Adrian mengambil nafas yang dalam dan mulai fokus,saat dirinya membuka mata Adrian langsung terselimuti dengan energi ungu yang membara.
Dia langsung mengayunkan tombaknya ke salah satu boneka kayu yang ada disana,dan hanya dengan satu ayunan boneka kayu itu hancur dan terlahap oleh api ungu yang keluar dari tombaknya.
"Sirkuit sihir itu terbentuk layaknya urat dan nadi,kau mengalirkan energi sihir untuk menyalurkannya entah itu ke dalam ataupun keluar tubuh.
Namun itu semua berasal dari jantungmu,jantung adalah organ yang menghasilkan Mana. Dan Aura hanya menyelimuti dirimu dengan sihir dan elemen yang kau miliki.
Sementara teknik yang kupakai adalah Vis,sebuah teknik yang memungkinkan penggunanya mengalirkan Mana dan Jiwa mereka untuk membentuk Aura.
Jiwa dan tubuh sama pentingnya,dan dengan Vis kau bisa membuat tubuhmu lebih kuat daripada hanya menggunakan Aura entah itu dengan 4 elemen dasar ataupun elemen lanjutan sekalipun."
Adrian yang sudah menunjukkan teknik itu kepada Regal membuat Regal bertanya.
"Aku mengerti,saat aku membuat Aura,aku yang tidak punya elemen alam hanya menggunakan Mana murni. Dan elemen alam apapun yang kutambahkan hanya menambah atribut pada Aura.
Namun Vis itu berbeda... Vis itu adalah ketika energi sihir dalam tubuh menyatu dengan energi yang ada dalam diri sendiri yaitu jiwa."
Adrian tersenyum dan memuji Regal.
"Benar sekali,setiap manusia memiliki energi jiwa,namun sekalipun mereka bisa memakai Vis,itupun tidak akan bertahan dalam 3 tarikan nafas.
Itu sebabnya Vis hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki energi sihir dan jiwa yang kuat,seperti Incubus sepertimu."
Regal akhirnya mengerti dengan penjelasan itu. Dirinya mulai kembali memakai Aura,namun saat dia mencoba untuk menyalurkan energi jiwa layaknya Aura itu sangatlah sulit.
Setiap detik dirinya mencoba untuk menyalurkan energi jiwa yang dia kumpulkan,Regal bisa merasakan tubuhnya hancur dari dalam.
Energi jiwa adalah energi yang membebani tubuhnya,membuat organ dalamnya semakin rusak seiring berjalannya waktu.
Namun Regal tetap menahannya,sedari kecil dia memiliki tubuh dan vitalitas yang luar biasa kuat berkat darah Incubus dalam dirinya. Itulah yang membuat dirinya bisa terus menerus selamat dari situasi yang membahayakan dirinya...
Sedikit demi sedikit Aura yang membara itu mulai tenang dan mulai terlihat layaknya surai singa yang menyelimuti Regal,warnanya juga sudah berubah dari biru muda menjadi biru terang.
Adrian yang melihat itu tersenyum,senyumannya terasa seperti peneliti yang selama ini mencoba membuktikan penelitiannya namun terus menerus gagal.
__ADS_1
Namun dengan adanya Regal,Adrian akhirnya tersenyum karena melihat harapan dari penelitian gilanya itu...
...***...