Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 10: Darah Incubus


__ADS_3

Setelah Regal dirawat di bangsal medis. Regal dipanggil oleh Adrian dan Mavis tentang masalah Regal.


"Selamat pagi. Apa kau menikmati pemandangan diluar?" Tanya Adrian dengan wajah tersenyum.


"Yah,semuanya indah. Untuk pertama kalinya,aku merasakan kebebasan..." Ucap Regal dengan senyuman di wajahnya.


Adrian dan Mavis saling melihat satu sama lain,Adrian menganggukkan kepalanya,Mavis akhirnya mendekat kepada Regal.


"Boleh aku lihat sirkuit sihirmu?" Mavis meminta tangan Regal,Regal tanpa takut memberikannya kepada Mavis dan akhirnya dirinya diperiksa.


Mavis yang memegang tangan itu lama kelamaan takjub dengan sirkuit sihir milik anak itu.


"Dia sudah berkembang,yang awalnya hanya terbuka sebagian untuk membuatnya dapat memakan mimpi,kini telah terbuka sepenuhnya."


Kata Mavis sembari merasakan sirkuit sihir Regal,namun belum sampai disitu saja.


"Kau... Bagaimana caramu membangkitkan darah iblis dalam tubuhmu?" Mavis bertanya dengan keheranan.


Regal menjawab dengan santai.


"Aku menyalurkan Vis milikku ke darah Incubus yang kupunya. Awalnya aku membenci darah keturunan Incubus milikku,namun melihat senyuman darinya... Kurasa darah ini bukanlah suatu kutukan,melainkan suatu anugrah.


Entah apa tekniknya,namun untuk saat ini kunamakan Foul Legacy..."


"Warisan busuk yah? Nama yang cocok untuk orang yang sangat membenci darah keturunannya." Ucap Adrian sembari tersenyum.


Adrian akhirnya berdiri dari singgasana miliknya lalu mendekat kepada Regal.


"Jadi...Bisa kau lakukan lagi?" Kata Adrian kepada Regal.


———


Regal berdiri di tengah ruang pelatihan,dirinya mulai mengumpulkan Vis ke seluruh tubuhnya,lalu memfokuskan Vis itu untuk mengaktifkan skill dari Foul Legacy yang membuat dirinya berubah.


Adrian dan Mavis akhirnya melihat perubahan dari Foul Legacy itu,tubuh Regal tumbuh 2 kali lipat dari ukuran biasa dengan Vis yang membara.


"Foul Legacy... Teknik ini jelas berbeda dari mereka yang memiliki darah campuran lainnya. Mereka yang punya darah campuran iblis tak bisa melakukan hal ini,satu-satunya yang bisa hanyalah Naga dan Dewa." Ucap Mavis.

__ADS_1


Regal kemudian mematikan Foul Legacy itu. "Naga dan para Dewa bisa menggunakannya?"


Adrian mengangguk. "Lebih tepatnya berubah berubah bentuk,tidak seperti dirimu yang berubah dengan membangkitkan darah iblis-mu,Naga dan Dewa bisa berubah ke wujud lain dengan sihir Morph.


Ada juga Iblis yang bisa namun hanya beberapa spesies yang bisa berubah wujud menjadi beberapa makhluk,namun itu sangatlah jarang."


Mavis akhirnya berbicara. "Daripada disebut sebagai teknik atau sihir,Foul Legacy ini lebih seperti modifikasi tubuh. Apa ada efek sampingnya?"


Regal menganggukkan kepalanya dan menjawab.


"Foul Legacy benar-benar membebani tubuhku,manusia awalnya tak tercipta untuk menahan beban dari transformasi ini.


Detak jantungku meningkat drastis,suhu tubuhku menjadi lebih panas hingga ke titik 40°C. Itu jelas bukan sesuatu yang bisa ditahan oleh manusia biasa,tubuhku ini spesial dan karena itulah aku selamat dari teknik terkutuk ini."


Adrian dan Mavis juga merasakannya,sirkulasi sihir dan jiwa Regal benar-benar berbeda saat masuk ke mode iblisnya itu. Jelas manusia biasa,ataupun manusia yang memiliki darah iblis lain akan mati ketika mencoba hal ini.


"Seberapa parah dan sebatas apa kau bisa menahan Foul Legacy?" Tanya Adrian.


"Aku tak tau..." Jawab Regal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah mendengar itu Adrian memunculkan sebuah tombak dua sisi berwarna hitam legam,kemudian dia memunculkan sebuah pedang yang familiar bagi Regal,itu adalah Gram.


"Untuk mengetahui tentang Foul Legacy,maka kau harus bertarung menggunakannya." Ujar Adrian.


Regal yang sudah memakai Foul Legacy akhirnya memakai teknik itu sekali lagi padahal tubuhnya masih belum tenang.


"Akan aku ajarkan padamu,arti menjadi seorang pejuang..." Adrian bertatapan dengan Regal yang saat ini sama tinggi,mereka berdua kemudian menerjang satu sama lain.


Pergerakan Adrian yang cepat membuatnya dapat menusuk dan menebas Regal dari kedua sisi tombaknya itu. Dilain sisi Regal kesulitan bertarung dengan tubuh yang tidak familiar baginya.


Hal itu membuat Regal kebanyakan bertahan daripada menyerang,akan tetapi Regal menahan banyak serangan fatal dan memberikan serangan balasan yang baik kepada Adrian meskipun tubuh Regal tak bisa digerakkan dengan bebas.


Namun saat Regal mendapat celah,Adrian menahan pergelangan tangan Regal saat dia mencoba mengayunkan pedangnya.


"Sayang sekali,kau sama sekali bukan tandinganku!" Adrian menendang dada Regal hingga eksoskeleton miliknya hancur dan terpental hingga menabrak dinding.


Regal yang tak bisa mempertahankan Foul Legacy akhirnya kembali ke wujud manusianya.

__ADS_1


"7 menit 43 detik. Aku rasa itu sudah cukup bagus untuk saat ini." Adrian langsung menyela perkataan Mavis. "Itu lebih dari cukup... Untuk saat ini beristirahatlah nak,tubuhmu pasti terbebani."


Regal berdiri dengan bantuan pedangnya sebagai tumpuan,dia kemudian mengangguk dan pergi dari ruang pelatihan. Mavis yang melihat Regal pergi dari ruangan kemudian terpikirkan oleh suatu hal yang janggal.


"Bila darah Incubus miliknya bangkit,dan Foul Legacy memakan banyak Mana dan jiwa-nya. Bukankah dia perlu mengisi ulang?"


"Tenang saja,para maid sudah menjadi santapan utamanya selama 2 tahun terakhir. Dia akan baik-baik saja..."


"Dan kalau mimpi sudah tak cukup untuk memuaskannya?" Ucap Mavis dengan wajah kebingungan,Adrian juga memasang wajah kebingungan saat itu juga. "Kalau begitu dia harus memakan mereka secara langsung..."


———


Tidak tahu berapa lama waktu di dunia atas sudah berlalu,namun Regal telah menghabiskan waktunya 2 tahun untuk belajar sihir dan sains sampai akhirnya dirinya telah membuka Foul Legacy. Tanpa kenal lelah dia terus mengasah teknik Foul Legacy dan Vis miliknya,membuat teknik baru yang terbuat dari Vis dengan Adrian dan beberapa bawahannya yang membantu.


Namun yang paling membantu diantara bawahan Adrian adalah Mavis,orang itu mengajarkan kematian,bentuk jiwa seseorang dan juga cara merebutnya. Dilain sisi,Adrian mengajarkan bocah itu kehidupan.


Tak kenal lelah dia terus latihan dan belajar. Dia mendorong dirinya ke batas maksimum yang bisa dicapai seorang bocah. Dan sekarang,dia sudah berusia 13 tahun...


"Apa kau siap?" Mavis bertanya kepada Regal,mereka ada di ruang pelatihan,Mavis saat ini memegang sebuah pedang yang menyerupai peti mati hitam di tangannya sementara Regal berdiri dengan pedang latihan biasa.


"Lebih dari siap..." Regal memakai Foul Legacy sembari memasang kuda-kudanya. Mereka berdua saling bertatapan,meskipun saling bertatapan mata mereka berdua kosong seperti kehampaan tak berujung.


Mavis kemudian maju dengan pedangnya itu,Regal menahan serangan kuat dari Mavis,membuat tangannya terasa seperti mau patah. Namun pedang mereka terpental satu sama lain dan memberikan mereka jarak.


Regal dan Mavis maju bersamaan,disaat Mavis mencoba untuk melakukan serangan vertikal yang dapat membuat tangan dan juga pedang Regal patah. Hal itu akan membuat kekalahan bagi Regal,namun saat itu juga dia membalikkan pegangannya dan membuat tubuh dan pedangnya menghindari serangan fatal Mavis.


Disaat Mavis masih menjatuhkan pedangnya ke bawah,disitu Regal kembali memegang pedangnya dengan benar dan menodongkan ujung pedang itu ke tenggorokan Mavis.


Dia sudah mati disaat pedangnya itu meleset,Mavis sang tangan kanan Regal kalah melawan Regal yang memegang pedang latihan biasa. Namun bukan itu yang menyebabkan Mavis kalah dari Regal...


"Mereka yang mewarisi darah iblis akan mendapatkan sebagian sifatnya,namun tak kusangka kau sudah membangkitkan mata itu."


Mavis melihat Regal kembali ke wujud manusianya,semuanya kembali normal kecuali satu hal. Mata itu... Mata biru langit cerah yang memantulkan cahaya seperti sebuah berlian murni. Mata itu adalah salah satu sifat dari darah Incubus yang mengalir dalam tubuh mereka.


"Mystic eye of Fate... Mata yang bisa mempermainkan takdir. Kau telah membangkitkan apa yang sudah hilang sejak jaman kegelapan nak." Mavis seperti ketakutan,namun dia takjub dengan mata itu.


Mata yang memantulkan cahaya layaknya berlian dan mata yang dapat melihat apapun bahkan takdir. Dan saat ini dia melihat mata itu lagi seperti melihat permata yang sudah hilang...

__ADS_1


...***...


__ADS_2