
Setelah melakukan rapat strategi dengan Raja dan para Jenderal Dartania,pihak Dartania akhirnya memutuskan untuk mengirimkan detail rencananya ke Maryam,dan saat ini Regal sedang berbaring diatas kasurnya. Dirinya diperlakukan bagaikan Raja,apapun yang dia minta pasti akan diberikan oleh para pelayan,bahkan para wanita sekalipun. Akan tetapi Regal yang tidak suka berdiam diri akhirnya pergi ke lapangan berlatih yang ada di istana.
Disana dia bisa melihat para kesatria Dartania berlatih dengan sangat baik,meskipun tidak sekuat Orc namun mereka memiliki teknik yang sangat baik dalam bertarung,namun pandangan Regal tertuju pada sebuah pedang yang ada di salah satu rak. Dia mulai melihat pedang itu dengan seksama,dan dia bisa melihat pedang itu memiliki pola seperti air mengalir di bilah pedangnya.
"Itu terbuat dari metal yang hanya ada di Dartania,Maardan." Regal menolah kesamping dan melihat orang yang tadi dia lihat di ruang takhta. Regal kemudian menundukkan kepalanya dan menyapanya dengan ramah. "Aku hanya melihat-lihat,Pangeran Asghar..."
Setelah pertemuan mereka,Regal mulai mencari informasi mengenai pria yang kemarin dia lihat itu,dan dari informasi yang dia dapat akhirnya Regal tahu bahwa orang yang ada di depannya adalah putra satu-satunya dari Raja Sayid Pasha,yaitu Asghar Pasha.
"Tidak perlu formal,bagaimanapun kau adalah Raja para Warrior ingat? Apalah arti seorang Pangeran didepan seorang Raja." Asghar memberikan pedang itu kepada Regal,dia kemudian mengambil pedang baru dan pergi ke tengah-tengah lapangan. Semua orang langsung berhenti berlatih dan memberikan ruang,Regal kemudian melihat ke arah atap,disana ada salah seorang Jenderal yang ikut rapat,begitupula di jendela dan pintu.
Dilihat darimanapun Regal saat ini sedang diuji. Akhirnya Regal melangkah maju dan memasang kuda-kudanya,begitupula dengan Asghar yang bersiap.
Asghar mulai menerjang Regal,akan tetapi Regal dengan mudah menghindari tebasan pertamanya,pedang mereka kemudian beradu beberapa kali,namun pedangnya dengan mudah ditangkis dan dihindari. Hingga akhirnya Asghar melapisi pedangnya dengan Aura hitam,Regal yang menahan tebasan Asghar kini tertekan dengan sangat berat hingga lantai dibawahnya rusak. Dia kemudian mengayunkan pedangnya dan membuat Asghar mengambil jarak.
Regal tersenyum dan berkata. "Pangeran Kegelapan tampaknya bukan sebuah julukan semata..." Asghar tersenyum lalu menerjang Regal lagi,mereka berdua mulai semakin serius dengan mengeluarkan Aura mereka masing-masing. Regal tahu satu informasi tentang dataran ini,mereka yang tinggal di Agatha Borderline rata-rata memiliki elemen angin ataupun tanah untuk perlindungan dari badai,ini seperti sirkuit sihir mereka berevolusi dari generasi ke generasi.
__ADS_1
Akan tetapi ada satu orang yang terlahir dengan bakar berpedang dan sihir yang cocok untuk melawan badai pasir di Agatha Borderline,yaitu Pangeran Asghar... Dengan kemampuannya,dia bisa memanipulasi pasir dan melapisi pedangnya dengan Aura hitam yang mirip seperti pasir besi.
Tubuhnya dapat bergerak dengan mudah bagaikan angin,namun saat dia bergerak kencang maka dia akan menabrak dengan sangat keras,begitupula pedangnya yang tajam dan berat itu,benar-benar bakat yang sangat unik,hingga membuat pedang Regal mulai rusak tanpa merusak bilah pedangnya sendiri. Regal jelas sadar bahwa pedangnya tak akan bertahan lebih lama lagi.
Dirinya akhirnya menerjang dengan kekuatan yang terfokus pada bilah pedangnya,membuat Regal bergerak lebih cepat dari mata para prajurit yang menonton pertarungan itu,namun Asghar bisa melihatnya dengan jelas,Regal mengincar pedang Asghar agar pedang itu patah untuk membuat Asghar menyerah,namun Asghar dapat menghindari tebasan horizontal Regal,malahan Asghar menarik pedangnya dari bawah ke atas,pedang Regal dengan cepat hancur berkeping-keping.
Asghar melihat kesempatan dan dia mencoba melukai sedikit dada Regal,namun yang terjadi malah diluar dugaan semua orang,Asghar dengan seluruh kemampuannya mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah,namun dengan cepat Regal menghindari lintasan pedang Asghar dengan menghindar ke samping,Asghar yang terkejut dan pedangnya yang masih melaju ke bawah membuatnya penuh celah,Regal memukul siku pangeran itu hingga dia kehilangan kekuatan pada genggamannya.
Regal menangkap pedang itu dengan tangan kirinya,dia kemudian mengayunkan badannya sembari mengayunkan pedangnya,tebasan itu sangat kuat dan cepat hingga tak bisa dilihat oleh siapapun. Semua orang berpikir bahwa kepala Asghar sudah terbelah dua karena serangan itu,namun mereka semua akhirnya sadar,bahwa yang diayunkan oleh Regal adalah pedangnya yang patah.
Dan saat dia berlutut karena syok,Regal menaruh pedang Asghar yang bilahnya masih utuh di pundak pemiliknya. "Ayunan vertikal itu penuh celah Pangeran... Salah sedikit maka serangan yang akan membunuh lawanmu malah akan membunuh dirimu sendiri."
Asghar tersenyum dan mengangkat kedua lengannya dan berkata. "Kau benar... Aku menyerah..." Regal akhirnya membantu Asghar untuk berdiri kembali. Namun ada satu hal yang dipikirkan oleh Asghar. "Mengapa aku melihat kematianku sendiri?"
Regal tersenyum dan menjawab pertanyaan itu. "Ilusi,aku bisa membuat jiwa seseorang mengalami ilusi. Namun kali ini aku tidak menggunakannya,kau tau... Ketakutan seseorang akan mendominasi saat berhadapan dengan kematian.
__ADS_1
Bahkan seorang Warrior terkuat akan mengalami halusinasi itu bila dia takut kepada kematian. Jadi jangan terlalu bersedih Pangeran,tidak ada makhluk hidup yang tidak takut pada kematian..."
Regal akhirnya pergi setelah dia memberikan pedang Asghar kembali kepadanya,Asghar melihat Regal dari belakang,dia menyadari bahwa teknik dan kekuatannya memang kalah,namun dia lebih tertarik setelah mendengar perkataannya yang tadi itu. Dia bilang bahwa tidak ada makhluk hidup yang tidak takut pada kematian,lalu mengapa Regal tidak pernah menunjukkan rasa takut sedikitpun?
Ketiga Jenderal yang dari tadi mengawasi kini turun ke lapangan dan menghampirinya. Jenderal 2 pedang yaitu Hesam bertanya kepada Asghar. "Yang Mulia,anda tidak apa-apa?" Asghar masih syok,namun dia kini sudah baikan dan akhirnya menjawab. "Yah..."
Jenderal yang dijuluki sebagai Taring Badai yaitu Bahman berkomentar.
"Warrior terkuat,benar-benar julukan yang pantas..." Diikuti dengan Jenderal yang dijuluki Mata Elang yaitu Elnaz. "Melakukan rencana seperti itu benar-benar beresiko,namun dia tak menunjukkan rasa takut sedikitpun,bahkan saat dia melawan pengguna Aura berbakat,dia tidak menggunakan Aura miliknya..." Mendengar ketiga Jenderal kerajaannya memuji Regal,Asghar pun bertanya.
"Kalau kalian mengeroyoknya,apakah ada kesempatan menang?" Ketiganya tidak menjawab dan mencoba menghindari kontak mata dengan Asghar.
"Begitu yah? Tampaknya kita beruntung Dartania merekrutnya sebelum ketiga kerajaan meliriknya... Lalu,apakah Maryam menyetujuinya?" Bahman mengangguk dan menjawab.
"Maryam setuju dengan rencananya,perang akan dimulai dalam 3 minggu."
__ADS_1
Mendengar itu,Asghar tersenyum dan menjawab. "Begitu yah,aku benar-benar tak menyangka dia punya ide segila ini..."