Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 24: Warrior of The Woods


__ADS_3

Setelah Regal membunuh Molon,dirinya melihat pertarungan Dakath dan Kyle. Mereka berdua memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing,Kyle dengan kekuatannya dan Dakath dengan kelincahannya.


Saat Kyle mencoba menyerang sekuat tenaga,Dakath bisa menghindari semuanya dengan mudah dan bahkan bisa menyerang balik menggunakan rapier yang ia kenakan. Melihat hal itu Regal langsung tau sihir apa yang dipakai oleh Dakath. Pertarungan itu selesai dengan Dakath sebagai pemenang,Kyle memiliki kekuatan untuk mengayunkan kapaknya hingga lantai arena rusak. Regal yakin kalau bukan karena teknik milik Dakath maka Kyle akan menang dengan mudah.


Setelah pertandingan,Regal bersiap setelah istirahat sejam. Dirinya memasuki arena dengan penuh sorakan dari para penonton,keduanya merupakan Warrior ternama,tidak ada yang bisa memilih siapa yang akan menang dalam pertandingan ini,mereka berdua menang dengan sedikit usaha,membuat kekuatan asli mereka sangatlah misterius.


Bel dibunyikan setelah mereka berdua berjabat tangan,tak ada kericuhan yang terjadi dan mereka akhirnya memasang kuda-kuda mereka masing-masing. Regal melakukan langkah pertamanya dengan Abyss Step,Dakath melihat itu dan dia mundur untuk menghindari serangan Regal. Saat tebasan horizontal itu meleset,Dakath langsung bergegas melakukan tusukan.


Regal langsung menghindar dan menendang perut Dakath hingga dia muntah darah. Pedangnya jatuh ke kaki Regal,namun Regal menendangnya ke depan Dakath. "Bangunlah...!" Regal menunjuk ke Dakath sembari memasang kuda-kuda. Dakath kemudian mengaktifkan teknik yang dia pakai kepada Kyle,matanya bercahaya seperti sedang mengalirkan sihir ke mata itu.


Saat Regal menyerang,Dakath dapat dengan mudah menangkis dan menghindari serangan Regal yang mana sangat cepat dan kuat,bahkan lebih cepat dan lebih kuat daripada Kyle,namun pria itu tetap bisa menghindar dan memberikan serangan balasan yang membuat Regal terluka.


Hingga akhirnya Regal hendak melakukan Avenger,dia mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat dari atas ke bawah saat Dakath berada di jarak serangnya,namun Dakath dapat menghindari serangan vertikal itu dengan sempurna,saat Dakath hendak melakukan serangan balasan,serangan itu lebih cepat daripada kecepatan Regal menaikkan pedangnya.


Dari mata Dakath,dia bisa melihat masa depan,masa depan dimana serangan ini akan menebas bahu Regal hingga membelah tubuhnya menjadi dua,namun saat pedangnya hampir menyentuh Regal,tiba-tiba saja dirinya Regal menghilang tanpa jejak. Dakath yang terkejut saat ini tertusuk di bagian perut oleh Regal yang muncul dari belakang.


Regal kemudian menendang Dakath hingga terlepas dari pedangnya. Dakath yang saat ini terlempar jauh hingga hampir keluar arena mulai menyembuhkan dirinya,Regal melihat kearah pedang Dakath yang saat ini berada di kakinya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa...?" Dakath tak percaya apa yang baru saja terjadi,masa depan yang ia lihat tidak terjadi dan beralih menjadi hasil yang berbeda.


Regal mendekat namun tidak menerjang lawannya,dia membiarkan Dakath menyembuhkan diri. Regal kemudian melakukan tebasan horizontal,Dakath menghindari itu dan pergi ke belakang Regal untuk mengambil pedangnya.


Dakath dengan cepat dan ganas mengincar Regal,dia melakukan banyak tebasan dan tusukan namun semuanya dihindari dengan mudah oleh Regal. "Clairvoyance itu merupakan sihir tingkat tinggi benar kan? Sihir yang dapat membuatmu membaca masa depan,namun itu tak berarti dihadapanku..." Regal kemudian menggenggam tangan Dakath. Regal menggenggam dengan keras hingga dia melepaskan pedangnya dan jatuh ke tanah.


"Kau harus berhenti menjatuhkannya." Dakath yang dihina oleh Regal itu akhirnya kehilangan emosinya. Dia memukul Regal menggunakan tangan kirinya,membuat Regal melepaskan lengannya. Dakath kemudian mengambil pedangnya dan kembali menerjang Regal.


Mereka berdua saling bertukar serangan,Dakath melihat tubuh Regal lebih condong ke kanan,akhirnya dia memutuskan untuk menyerang punggung Regal,membuat dia mengorbankan pedangnya ke sisi pertahanan yang kikuk,membuat Dakath dapat melancarkan pukulan dengan tangan kirinya.


Dakath yang melihat Regal baru mendarat akhirnya membuat momentum dengan melakukan tebasan berputar,dia berani memutar pedang dan tubuhnya untuk membangun momentum karena kepala Regal masih terguncang. Akan tetapi saat pedang Dakath hampir mengenai Regal,anak itu menahan pergelangan kanan Dakath dan menusuk Dakath dengan pedangnya.


Dia tidak bisa menggunakan pedang di tangan kanannya lantaran terkunci,saat ini Regal mengunci pergerakan Dakath dengan pedang yang melubangi perut Elf itu. Regal kemudian mengambil pedang di tangan kanan Dakath dan melepaskannya,Dakath saat ini berlutut dengan tubuh yang lemas,dia bahkan tak bisa mengucapkan kata menyerah saat Regal melakukan kuda-kuda anggar dengan pedangnya sendiri. Namun kali ini Regal tidak melakukan pembunuhan,percuma saja membunuh makhluk lemah,baginya tidak ada keuntungannya...


Paramedis datang ke arena untuk menyembuhkan Dakath yang saat ini hampir kehabisan darah dengan perut berlubang. Sementara itu Regal berjalan kembali ke ruang ganti. Disana dia melihat Gram yang penuh darah dan dia membersihkannya. Dia membersihkan pedang itu hingga akhirnya seseorang masuk ke dalam ruang gantinya.


"Kau tidak membunuhnya,mengapa?" Regal mengenali dari suara seram yang seperti menggema di kerongkongan sebelum suara itu keluar. "Halo Chief..." Itu adalah Orc Chief dari suku utara yaitu Kurdan. Regal kemudian menaruh pedang itu setelah selesai dibersihkan dan menjawab.

__ADS_1


"Orc adalah ras Warrior terkuat,itu yang dibicarakan oleh orang-orang. Reputasi itu membuat kalian menulis aturan tak resmi,mereka yang kalah dalam duel mempertaruhkan kehormatan lebih layak mati daripada hidup menanggung malu.


Aku percaya apa yang kulakukan pada anak buahmu adalah sebuah kebaikan,mengingat dia mempermalukan dirinya sendiri dan kalah. Tidak seperti para Elf tentunya,mereka sangat sombong dengan sihir mereka. Tentu itu bagus,namun itu membuat para Elf di negara Belriver lebih memilih untuk menjadi Caster. Dan bila aku membunuh Warrior berbakat dari ras Elf,aku rasa mereka tidak akan menguji pengetahuan sejarah pembunuhnya seperti yang kau lakukan sekarang."


Kurdan tersenyum kepada Warrior muda tersebut. "Darimana kau tau peraturan tak tertulis itu nak?" Regal menjawabnya dengan tenang. "Guruku." Mendengar hal itu Kurdan tertawa dan duduk di sebelah Regal.


"Nak,kalau kau seorang Mercenary apakah saat ini kau menerima kontrak?" Regal yang mendengar pertanyaan Kurdan langsung tertawa. "Aku luang setelah turnamen. Apa yang kau mau?" Kurdan akhirnya menjelaskan apa yang mau Regal lakukan. "Kau pasti tau kalau suku Orc terbagi menjadi 2 wilayah,yaitu utara dan selatan. Kami sebenarnya tidak saling bermusuhan namun kami akan memperluas wilayah dan kekuasaan bila kami mendapatkan kesempatan.


Permasalahannya ada seorang Orc dari utara yang membelot dan menjual informasi ke selatan. "Kurdan mengatakan itu dengan wajah murung. Regal langsung bertanya kepada Kurdan.


"Rahasia apa yang membuat Orc kuat sepertimu khawatir?" Kurdan langsung menjawab. "Segel makam dari leluhur kami. Blood Mane Orc,Grisha,telah rusak dan menjadi rentan. Hal itu dapat membuat seluruh dunia ini bergerak untuk menyerang suku utara.


Kalau saja makam Grisha telah rusak,maka orang pertama yang harus masuk adalah diriku untuk mengamankan segala barang dan pengetahuan dari Grisha yang mana salah satu makhluk yang terlahir bersamaan dengan penciptaan dunia. Tidak bisa dibayangkan sekuat apa senjata ataupun sihir yang sudah terkubur bersama Grisha. Dia adalah seorang Orc yang telah hidup dari awal penciptaan dunia sampai akhir zaman kegelapan,kita tak bisa menunggu lebih lama lagi."


Regal dapat merasakan kekhawatiran Kurdan,diapun bertanya kepada Kurdan. "Kapan segel itu akan rusak?" Kurdan melihat kearah Regal dan menjawab. "Sebulan dari sekarang..."


...***...

__ADS_1


__ADS_2