
Regal saat ini berhadapan dengan seseorang yang menyelamatkan nyawanya.
Pria jangkung dan tampan dengan rambut perak panjang bergaya yang menjulang di berbagai titik di kepalanya.
Pakaiannya juga terlihat sangat formal,terlihat seperti yang biasa dikenakan bangsawan,namun itu tampak cukup fleksibel untuk bertarung.
"Pertama biarkan aku memperkenalkan diriku. Namaku adalah Adrian Teloch,walau kalian para manusia sering memanggilku Teloch.
Teloch sang Dewa Kematian dan Dunia Bawah. Siapa namamu wahai manusia yang jatuh ke dalam rumahku?"
Regal memberanikan dirinya dan maju lebih dekat.
"Namaku Regal,aku mohon maaf karena telah menerobos ke rumahmu. Dan aku berterimakasih telah menolong dan merawat lukaku."
Adrian melihat Regal dari singgasana miliknya itu, dirinya pun kembali berbicara.
"Aku tau kalau kau jatuh ke rumahku secara tidak sengaja jadi aku tidak mempermasalahkannya.
Namun saat kami menemukanmu tanganmu dan juga dadamu seperti sudah disiram air panas,tulang rusukmu patah namun bukan karena jatuh dari ketinggian,dan berbagai luka lainnya.
Bisa kau jelaskan darimana seluruh luka itu berasal?"
Regal enggan untuk berbicara,Adrian bisa melihat itu dan dia berdiri dan menghampirinya.
"Kita punya banyak waktu,kau bisa menjelaskan kalau sudah siap."
Regal menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak,akan kuceritakan sekarang..."
Teloch tersenyum mendengarnya,diapun menepuk pundak Regal untuk menyuruh dia mengikutinya.
Sembari berjalan Regal akhirnya mulai bercerita.
"Aku tak tau siapa orang tuaku,pendeta kuil Aria menemukanku di depan pintu mereka saat hujan."
Regal kembali mengingat masa lalu itu,dimana para pendeta mulai merawat dirinya di kuil itu sebagai satu-satunya anak kecil yang tak memiliki keluarga di desa itu.
Bahkan sampai umurnya 3 tahun mereka tetap merawat Regal dengan penuh kasih sayang,namun saat umurnya 4 tahun kejadian itu mulai terjadi.
Saat semua orang tidur,teriakan para pendeta dan orang-orang yang rumahnya dekat dengan kuil terdengar ke seluruh desa.
Semua orang menerobos rumah dan mencoba menyelamatkan orang-orang itu. Siapapun orangnya,bila kau menanyakan tentang kejadian itu,mereka memberikan kesaksian yang sama.
Mereka yang menggeliat kesakitan itu,membuka matanya namun pupil mata mereka tak ada layaknya orang yang masih tertidur...
Setelah berteriak selama setengah jam penuh,mereka semua mati... Mereka semua yang tertidur tidak ada yang selamat baik itu orang dewasa maupun anak-anak.
Namun saat malam mulai hening,semua orang mendengar suara tangisan di dalam kuil,dan suara itu adalah suara tangisan Regal yang menangis.
__ADS_1
Orang-orang mulai menjauhkannya dari kuil dan pergi ke rumah kepala desa untuk diamankan.
Beberapa orang percaya bahwa ini adalah akibat dari sihir hitam yang dilakukan seseorang,namun fakta bahwa Regal selamat membuatnya diperdebatkan sebagai anak ajaib atau anak terkutuk di saat itu.
Setelah musyawarah yang panjang,Regal akhirnya diputuskan tak bersalah lantaran anak-anak mulai membangkitkan sihirnya saat umur 10 tahun. Jadi tidak mungkin bagi dirinya untuk dinyatakan bersalah.
Dan dalam musyarawah itu Regal akhirnya tinggal sebagai anak kepala desa saat itu. Regal mulai mendapatkan hidup baru,namun ada beberapa warga yang menjauhinya lantaran khawatir.
Itu membuat dirinya disembunyikan oleh kepala desa,istri kepala desa saat itu juga mulai mengajari Regal dirumahnya karena takut dirinya akan dirundung di sekolah.
Untuk sekali lagi dirinya merasakan kehangatan keluarga,namun sekali lagi dia merasakan pahitnya ketika ditinggalkan orang-orang yang peduli padanya...
Suatu hari saat matahari baru terbit,orang-orang kebingungan dengan suara teriakan yang membangunkan mereka semua.
Teriakan itu berasal dari rumah kepala desa,dan begitu mereka memeriksanya semua sudah terlambat.
Kepala desa sudah mati bersama dengan istri dan anak-anaknya,mereka semua mati dengan tubuh mengering seperti jiwa mereka sudah diserap.
Dan untuk kedua kalinya,hanya Regal yang berhasil selamat dari kejadian yang tidak bisa dijelaskan itu.
Semua orang kembali ribut dengan masalah ini dan Regal menjadi topik perdebatan lagi,akan tetapi seorang puan sihir datang ke desa mereka kala itu.
Namun para tetua desa akhirnya memutuskan bahwa dirinya kembali tidak bersalah karena dirinya belum sensitif terhadap energi sihir.
Semua orang kembali berasumsi para iblis meneror desa mereka. Namun semakin banyak juga orang yang berpikir ini adalah ulah Regal...
Apa yang Aiden takutkan itu mulai terasa benar,ketakutannya semakin besar ketika semua orang di desa tidak bisa bermimpi dan hanya bisa melihat kekosongan ketika tertidur.
Musyarawah kembali dilakukan setelah kejadian ini terjadi selama 3 bulan penuh.
Semua orang mulai percaya bahwa Regal adalah penyebab semua ini,namun dihadapan semua orang dia menyangkal dan mengaku tak bermimpi sama seperti semua orang.
Alhasil Regal kembali lolos,namun kebencian dan keraguan semua orang semakin membesar.
Regal mulai ditakuti orang-orang,Aiden yang terpaksa menampungnya tidak bisa mengusir ataupun membunuhnya lantaran dirinya dianggap tak bersalah.
Namun kebencian itu semakin membesar tiap harinya,semakin lama semakin keras perlakuan mereka semua terhadap Regal.
Orang-orang yang melihat Regal terluka pasti akan mendapatkan jawaban yang sama ketika bertanya.
"Ini karena kesalahanku..."
Hanya itulah yang keluar dari mulut anak kecil yang tidak tau apa-apa itu. Regal bahkan tak mengerti saat itu mengapa dirinya diperlakukan tak pantas di keluarga itu.
Dirinya hanya berusia 5 tahun saat itu dan dia harus menjadi bahan tertawaan dan siksaan dari keluarganya yang keji yang tidak takut melakukan percobaan pembunuhan kepadanya.
Adrian yang melihat itu tidak memasang wajah kasihan,namun wajah marah bercampur jijik setiap kali dia mendengar bagaimana keluarga yang harusnya merawat dirinya malah mencoba segala cara untuk membunuhnya.
__ADS_1
"Kalau kau punya kekuatan apakah kau ingin membunuh mereka?"
Adrian bertanya,namun Regal menggelengkan kepala.
"Membunuh mereka tak membuatku lebih baik,akan lebih baik bagiku untuk mencari uang dengan kekuatanku."
Regal menjawab dengan wajah muaknya,dirinya memang membenci keluarganya namun tidak ada untungnya untuk membunuh mereka semua.
Adrian tersenyum kepada Regal. "Begitu yah? Beritahu aku,bila aku akan memberimu kekuatan,apakah kau akan menerimanya?"
Regal terdiam mendengarnya. "Apa yang kau maksud?"
Adrian tertawa terbahak-bahak mendengar Regal yang kebingungan dan menjelaskan.
"Apa yang ada dalam dirimu itu,bukanlah darah manusia saja... Ada darah seorang Incubus di dalam dirimu dan kau masih tidak mengetahuinya bahkan setelah membunuh orang-orang?
Terlihat jelas kau memerlukan bantuan dari penguasa alam baka..."
Regal terdiam dan berpikir sejenak. Apa yang terjadi selama ini benar-benar terjadi karena dirinya. Hingga akhirnya Regal kembali bertanya.
"Apa yang kau dapatkan dari anak manusia yang memiliki darah iblis sepertiku?"
Adrian menjawab dengan senyuman. "Aku hanya berpikir bahwa kau adalah orang yang menarik."
Adrian dan Regal sedari tadi berjalan,namun akhirnya mereka sampai di depan sebuah pintu.
Saat Adrian membukanya,Regal terkagum dengan apa yang berada di hadapannya.
Ruangan penuh dengan botol kaca dengan cairan bening yang mendidih,sebuah bola yang mengurung petir di dalamnya,dan masih banyak hal lainnya.
"Aku tanya lagi Regal,aku menawarkan mu kekuatan,sihir,dan sains yang sudah terkubur semenjak masa kegelapan.
Apa yang kau punya tidak akan sanggup membeli sepeserpun dari hal-hal kutawarkan,bahkan dengan jiwamu..."
Regal akhirnya mulai melihat secara dekat semua barang itu.
"Semua ini,kau berikan secara cuma-cuma?"
Adrian tersenyum kepada Regal. "Saat aku diutus menjadi penguasa dunia bawah aku benar-benar kecewa.
Selain jeritan penghuni neraka,hal yang membuatku terhibur hanyalah wine tua dan juga penelitianku.
Namun melihat kau yang turun dari dunia atas dan jatuh ke hadapanku,kurasa ini yang dinamakan takdir..."
Adrian melihat Regal yang mulai tersenyum,wajah yang tadinya hanya meratapi nasib dan berharap nasibnya akan segera berubah itu sekarang tersenyum dengan keingintahuannya akan sains.
"Yah,bila Aria tak mau anak ini maka aku saja yang rawat..."
__ADS_1
...***...