Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 63: Tartarus


__ADS_3

Setelah persiapan beberapa hari akhirnya Regal,Kallen dan Eleanor pergi bersama ke Tartarus. Perjalanan mereka memakan waktu beberapa hari,namun setelah perjalanan panjang itu kini mereka hanya berjarak satu hari saja dari Tartarus. Dan ketika bulan telah naik,merekapun mendirikan tenda di tengah hutan.


"Maaf kita harus terus berkemah di hutan Yang Mulia. Sudah tidak ada lagi kota ataupun desa didekat sini..." Kata Regal sembari menambahkan kayu di api unggun mereka. Eleanor menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak apa... Aku malah lebih khawatir bila ada sebuah desa di tempat seperti ini. Lagian,dimanapun aku berada,asalkan kau yang memasak maka aku tak masalah." Eleanor dan Kallen tengah memakan Bourguignon,sebuah rebusan daging yang dimasak dengan anggur merah. Tentu saja anggurnya merupakan produk dari bisnis Regal,namun disaat yang lainnya sedang makan,Regal tidak makan dan malah sibuk mengatur barang-barang.


"Regal mengapa kau tidak makan?" Kallen pun bertanya namun Regal menjawab. "Aku tidak lapar,makan saja duluan." Regal pun pergi agak jauh untuk mengecek barang-barang yang ada di tempat lain. Melihat menantunya menjauh,Eleanor pun mengobrol dengan Kallen. "Kau punya suami yang baik nak." Kallen pun tersenyum dan menjawab. "Terimakasih ibu. Namun belakangan ini dia bersikap agak aneh." Eleanor pun bertanya. "Mengapa demikian...?" Kallen melihat ke sekitar dan setelah dirasanya aman,diapun menjawab. "Hari demi hari aku melihat Regal bersikap semakin aneh. Dan semenjak kita pergi melakukan perjalanan,aku hampir tak pernah melihatnya makan ataupun tidur." Eleanor yang melihat anaknya murung,langsung menghiburnya dengan memberinya saran. "Anak itu tak pernah merasakan kasih sayang saat kecil,dia selalu mandiri bahkan hingga sekarang,kau tak bisa melakukan apapun terhadap hal itu kecuali dia yang memberitahukan dirimu apa yang harus dilakukan. Dan begitu dia memberitahumu hal itu,maka lakukanlah..."


Kallen pun tersenyum dan berterimakasih kepada ibunya itu. "Terimakasih ibu. Namun apakah kita benar-benar harus melakukannya hanya dengan 3 orang? Kita masuk tanah para iblis dan kita kesini hanya bertiga,tanpa kesatria ataupun pelayan." Eleanor pun menjawab. "Kita memiliki perjanjian dengan para iblis,bawa tiga orang dari masing-masing perwakilan. Aku bisa saja membawa pamanmu namun aku mendapatkan ramalan... Ramalan dimana tidak ada yang akan selamat bila aku membawa orang-orang dari Belterre. Jadi aku mengundang dirimu,yang bukan lagi seorang bangsawan Belterre yang juga mempunyai kekuatan untuk menghancurkan pasukan lawan. Dan juga Regal yang mana adalah seorang pendekar pedang yang kuat melawan kesatria bahkan sekelas Jenderal Iblis sekalipun.


Dan dari persyaratan ini,Demon King of Madness telah setuju untuk membuat pertemuannya di sebuah kota kosong dan dia bersumpah bahwa tidak akan ada satupun penduduk yang ada di kota itu,dia juga berjanji tidak akan membocorkan tempat dan jadwal rapat ini kepada Raja Iblis lainnya. Karena dari itu kita seharusnya aman..."

__ADS_1


Kallen yang mendengar hal itu langsung bertanya. "Apa kita bisa percaya dengan janji seorang Iblis?" Eleanor mengangguk dan menjawab. "Iblis memang licik namun begitu mereka membuat sumpah,tidak ada yang bisa selamat setelah mengingkari sumpah itu. Namun perlu diingat,mereka tidak bersumpah untuk tidak membunuh ataupun mengancam nyawa kita,di situasi seperti itu tentunya kita memerlukan sihir ruang Regal untuk bisa segera lari." Mendengar hal itu,Kallen mulai merenung. Dia tahu bahwa bila para iblis tidak suka dengan hasil perundingan ini maka mereka bertiga akan berada dalam bahaya.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan..." Regal datang mendekati mereka setelah selesai bekerja. "Kita tidak akan masuk ke kandang macan dan menginjak ekornya,kita akan masuk dan keluar setelah kita memastikan mereka tahu bahwa mereka tak boleh menganggap remeh Belterre dan Penguasanya. Harusnya kita tidak perlu khawatir dikepung saat berada di dalam kota,namun aku tak yakin situasinya akan sama begitu kita keluar dari kota,pasti ada pasukan yang menunggu kita.. Dan itulah tugasmu Kallen..." Mendengar Regal,Kallen pun mengangguk dan setuju. "Aku dan ibu sangat ahli dalam meratakan pasukan,kami akan baik-baik saja begitu ibu berubah menjadi naga." Regal kemudian melihat Kallen dan berkata.


"Yah,aku harap akan semudah itu..."


———


Regal yang melihat kastil itu langsung tahu apa sebenarnya kastil itu. "Domain... Ini termasuk tingkat tinggi..." Eleanor melihat kearah Regal dan berkata. "Jadi begitu masuk kita tak bisa berteleportasi yah?" Regal melihat Eleanor dan mengangguk. Mereka bertiga pun turun dari kereta kuda,namun saat orang-orang turun,Kallen melihat Regal mengambil sebuah koper yang dari kemarin ada di dalam kereta kuda. Mereka pun masuk ke dalam kastil itu,tidak ada tanda-tanda kehidupan disana selain satu orang...

__ADS_1


"Selamat datang di kota Klario,Yang Mulia... Saya adalah Fontaine,tangan kanan kepercayaan Yang Mulia Godfrey." Mendengar nama itu,Eleanor langsung melihat kearah Regal. Pemuda itu tidak menunjukkan ekspresi apapun dan terus menatap mata Fontaine tanpa rasa takut sedikitpun. Bahkan saat Kallen dan Eleanor mencoba untuk mengalihkan pandangan agar tidak mengintimidasi,pemuda itu terus menatap lawannya... Cara berjalan,bernapas,dan juga Mana yang dia miliki,dia terus memperhatikan Fontaine. Raksasa setinggi 2 meter itu kelihatan sudah tua dengan rambut putihnya,namun apa yang menarik perhatian Regal adalah tangan kanannya yang memakai sarung tangan besi,itu jelas bukan sarung tangan biasa,Regal tahu bahwa itu adalah sebuah artifak.


"Aku lihat sang Warrior terkuat sedang waspada. Namun tenang saja,tidak lebih dari 3 Iblis yang ada di sini,namun yang aku lihat tampaknya ada sesuatu yang menempel di tulang belakangmu." Tidak hanya Regal yang menganalisa lawannya,Fontaine juga memperhatikan dan memeriksa lawannya itu dan menyadari adanya makhluk lain di kastil itu.


"Kau harusnya bilang kalau dilarang membawa peliharaan. Apa aku harus meninggalkannya di luar kota?" Fontaine kemudian memejamkan matanya,dia seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui telepati,lalu dia membuka matanya dan berkata. "Bawa saja,memang apa yang anjing itu bisa lakukan..." Mereka berempat akhirnya naik beberapa lantai,Regal terus memperhatikan sekitar sembari melihat struktur kastil itu. Semuanya sangat rapih dan dia tidak bisa melihat satu barangpun yang berdebu disana. Dan akhirnya mereka sampai di depan pintu ruangan,dari dalam ruangan seseorang membukakan pintu untuk mereka berempat. Dan yang membukanya adalah iblis yang kedua...


"Selamat datang di Klario,Yang Mulia Ratu Eleanor..." Regal langsung tahu siapa orang itu,seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam rapih dengan kacamata bundar dan kulit pucat bagaikan mayat hidup. Dia adalah orang yang disebut Mad Fang Alvise. Tidak seperti Fontaine yang terkenal sebagai Panglima Perang,Alvise adalah seorang Perdana Menteri yang mengurus segala urusan politik. Namun Regal dapat merasakannya,Mana miliknya sama besar dengan Mana milik Fontaine... Regal hanya tahu sedikit tentang kekuatan Fontaine karena dia sering muncul di medan perang,namun dia tidak tahu apa-apa mengenai kekuatan Alvise. Dan alasan mengapa dirinya tidak mendapatkan banyak informasi itu sederhana...


Tidak ada orang mati yang bisa mengisahkan kekuatan mereka...

__ADS_1


...***...


__ADS_2