
Saat ini di lembah para Orc selatan tinggal,kedua suku Orc bertarung satu sama lainnya. Padahal baru 2 bulan semenjak mereka mengamankan makam Grisha dan baru 2 bulan mereka belajar teknik Aura yang Regal sudah modifikasi agar tak terlalu kuat. Namun mereka semua bisa mengungguli para Orc selatan yang jumlahnya lebih banyak.
Dilain sisi,di istana suku selatan... Regal berdiri di pintu ruang rapat. Semua orang disana menghunuskan senjata mereka,namun Regal tidak bergerak sama sekali,dia hanya memerintah dengan sembari diam di tempat. "Maju Garmr..."
Dari punggungnya Regal mengeluarkan bayangan hitam. Bayangan itu perlahan-lahan membentuk hingga akhirnya bayangan itu membuat mulut serigala dan menerkam leher salah satu tetua disana. Begitu bayangan itu selesai mengunyah,bayangan itu melepaskan diri dari Regal dan berubah bentuk menjadi seekor serigala.
Serigala hitam dengan mulut yang mengeluarkan lendir dari laQadir va panas itu melelehkan tenggorokan Orc yang diterkamnya,mereka yang melihat mata serigala itu merasa seperti melihat lubang neraka tak xberujung,dan mereka yang melihat cakar dan taring serigala yang membara itu saat ini dapat mengetahui itu bukanlah api yang berasal dari dunia ini,terlebih otot depan dari serigala itu lebih mirip seekor singa daripada serigala.
Semua tetua ketakutan melihat serigala yang menatap mereka,hingga akhirnya mereka tak sadar bahwa Regal sudah melompat keatas meja. Ketika tatapan mereka bertemu,Regal mengayunkan pedangnya dan memenggal salah satu dari 6 Orc yang masih hidup. Mereka semua melihat ke Regal namun pemuda itu melihat Gugnar yang menatapnya dengan penuh kebencian dan rasa sakit.
"Aku dengar kau Warrior paling kuat dari Orc selatan,sekarang... Apakah kau ingin membalaskan dendam pawang hewan dengan kapak besar itu?" Mendengar hinaan Regal,Gugnar melepaskan Aura yang sangat kuat sampai bisa menggetarkan udara disekitarnya.
"Haha~ Ini akan menyenangkan..." Regal tersenyum sembari memasang kuda-kudanya.
———
Dilain sisi... Kedua pasukan Orc sedang berperang satu sama lainnya. Orc selatan yang dulu selalu lebih unggul dalam pertarungan terbuka kini tak berkutik melawan Orc utara. Kurdan dan komandannya yang lain dapat membunuh banyak Orc selatan dengan mudah.
__ADS_1
Hingga Vidar,pemimpin pasukan Orc selatan kini tidak melihat adanya kesempatan menang. Orc utara menjadi jauh lebih hebat dalam mengaplikasikan Aura pada tubuh dan senjata mereka. Ditambah Aura dari para pasukan Orc selatan yang membuat mereka tak bisa menerima perintah karena kegilaan yang mereka alami membuat mereka tak bisa berpikir apa-apa selain membunuh lawan mereka.
Berbeda dengan suku utara yang dapat menerima perintah dan tidak bergerak sembarangan. Berkat Aura mereka,mereka bisa mengungguli Orc selatan yang fisik dan persenjataannya lebih kuat.
Karena tak ada pilihan lain,Vidar akhirnya memutuskan apa yang terbaik untuk mereka.
"Mundur!!!" Tak pernah disangka perkataan itu keluar dari mulut seorang Warrior terkemuka Orc selatan. Saking kerasnya teriakan Vidar,semua Orc utara dapat mendengarnya,begitupula dengan Orc selatan yang saat ini tenggelam pada kegilaan. Akhirnya para Orc selatan mundur,meskipun ada beberapa dari mereka yang menolak untuk mundur,namun itu dapat membuat para Orc yang mundur mendapatkan waktu tambahan...
———
Saat ini di kastil selatan... Regal menangkis dan menghindari pedang raksasa Gugnar yang setiap tebasannya mampu merusak dinding dan lantai,meskipun demikian Regal dapat menghindari itu semua berkat Mystic Eye of Fate miliknya. Pertarungan mereka berlangsung hingga balkon istana,Regal berdiri di balkon itu dan Gugnar menerjang dengan pedang raksasanya.
Regal yang mendarat dengan sempurna akhirnya tersenyum. Tentu saja itu sebuah penghinaan bagi Gugnar,itu membuatnya semakin marah dan menyerang Regal lagi,akan tetapi Regal kembali melompat kesana kemari hingga akhirnya dia menendang wajah Gugnar.
Tendangan itu membuatnya melempar senjatanya,Gugnar yang belum fokus itu tidak menyadari bahwa Regal mendekat,saat dia menyadari itu semuanya sudah terlambat. Regal memukul lutut kanan Orc itu hingga patah,teriakan Gugnar menggema ke seluruh lembah,dia mencoba meraih Regal namun pemuda itu mundur dan tanpa sadar Orc itu malah semakin melukai lututnya sendiri.
Regal yang mengambil pedang raksasa Gugnar,dia kemudian menerjang dan menyerang dengan dua pedang di tangannya,hingga akhirnya dia menebas bahu Orc itu hingga pedangnya patah dan tertancap di bahunya. Gugnar melihat kearah Regal,namun pemuda itu seperti tak akan memberikan belas kasihan bahkan bila Gugnar memohon dengan nafas terakhirnya. Dan pada akhirnya Regal menusukkan pedang Gugnar yang patah di dada pemiliknya.
__ADS_1
"Semoga kau bertemu kakakmu..." Regal kemudian meninju gagang pedang Gugnar hingga pedang itu menembus dadanya. Mati dengan senjatanya sendiri,itulah apa yang dialami oleh Gugnar saat ini,setelah melihat mayat Orc itu membasahi halaman istana dengan darahnya sendiri,dari atas langit Garmr melompat dan mendekat ke majikannya.
Meskipun Garmr berlumuran darah para tetua yang dia bunuh,namun Regal membelainya dengan senyuman. "Kerja bagus,sekarang kembalilah." Garmr menaikkan suhu tubuhnya hingga membakar darah yang menempel di bulunya,dia kemudian berubah menjadi bayangan dan melompat kembali ke punggung Regal.
"Sekarang hanya ada satu pekerjaan lagi yang harus dilakukan..."
———
Mereka yang berlari dari medan pertempuran kini beristirahat setelah berlari selama 3 jam tak henti-henti. Vidar yang kelelahan kini duduk dan meminum air yang telah dibagi rata agar bisa diminum semua orang. Namun ada seorang Orc yang membisikan sesuatu ke telinga Orc yang kelelahan itu.
"Apa katamu?!" Vidar melupakan rasa lelah dan hausnya,dia kemudian pergi ke dataran tinggi dan melihat dengan teleskop kearah jalan yang akan mereka lewati. Setelah melihat sejenak diapun menjatuhkan teleskopnya,apa yang dia lihat kini mematahkan semangat juangnya.
Semua Orc yang berhasil melarikan diri kini melihat ke arah jalanan,bahkan tanpa memakai teleskop mereka bisa melihat hal itu dengan jelas...
Sebuah pohon yang terbuat dari mayat para Warrior yang bertugas melindungi istana dan juga para tetua suku selatan kini berdiri tegak di tengah jalan yang akan mereka gunakan untuk melarikan diri. Dan apa yang ada diatas pohon mayat itu,adalah mayat Gugnar yang berdiri tegak setelah tubuhnya ditancapkan beberapa tombak,membuat dirinya menjadi cabang pohon yang berdiri paling tinggi diantara yang lainnya.
Dengan itu semua,para Orc selatan mulai kehilangan semangat bertarungnya. Dari balik pohon mayat itu,seorang pemuda menarik gerobak penuh mayat para Warrior dari selatan. Itu adalah Regal,yang awalnya dia ingin membuat pohon itu menjadi lebih besar namun kini dia melihat dari kejauhan bahwa para Orc selatan sudah putus harapan.
__ADS_1
Dia tidak merasa kasihan melihat para pejuang terkemuka itu kehilangan semangat bertarung. Dia malah tersenyum melihat makhluk sombong yang berpikir bahwa ras mereka yang paling kuat itu kini terlihat putus asa. Bagi Regal,itu pemandangan yang memuaskan...