
Regal memiliki rumah baru,rumah mereka berada di padang rumput luas yang bersebalahan dengan sebuah sungai dan bukit,sungai dan bukit itu adalah perbatasan antara Wimbledon dan juga Belterre. Tentu saja itu semua merupakan keputusan Eleanor yang ingin anaknya dekat dengan rumah. Namun itu tak menghentikan mereka berdua untuk menjelajahi benua dan menyelesaikan pekerjaan...
Mereka berdua menaiki seekor kuda,kuda Kallen adalah kuda betina dengan tubuh besar dan bulu putih yang mencolok. Dilain sisi kuda Regal terlihat sedikit lebih kecil dengan bulu hitam yang dapat berkamuflase dengan malam,mereka berdua saat ini mendapatkan pekerjaan untuk membasmi para perampok ketika mereka singgah di sebuah desa. Regal kemudian melihat sebuah gua yang para perampok jadikan markas,Regal membunuh penjaga yang ada di depan pintu masuk gua,setelahnya Regal melihat ada banyak gerobak yang para perampok itu pakai ketika menjarah kini berada di luar gua.
Regal menghalangi pintu masuk itu dengan gerobak-gerobak,dia kemudian melemparkan obor ke tumpukan kayu itu. Tidak ada orang yang terbakar,namun asap dari kayu yang terbakar dalam jumlah banyak dapat membunuh orang-orang,apalagi bila dilakukan di tempat tertutup seperti gua. Para perampok itu mencoba untuk mendobrak walaupun mereka harus berhadapan dengan kobaran api yang dibuat oleh Regal. Hingga setelah semua orang pingsan,Regal dan Kallen masuk ke dalam gua sembari membunuh orang-orang yang tak sadarkan diri,banyak dari mereka yang masih setengah sadar namun tak berdaya dihadapan Warrior seperti Regal dan Kallen.
Mereka berdua lanjut membunuh hingga akhirnya mereka membuka suatu ruangan,disana terdapat banyak sandera yang tak lain adalah para wanita,Regal sudah memperhitungkan kalau ada sandera itu makanya dia tidak membakar terlalu banyak gerobak. Regal dan Kallen akhirnya memulangkan para sandera dan juga barang-barang rampasan yang ada disana dengan selamat.
Regal kemudian melihat kearah Kallen dan berkata. "Kau akan terbiasa... Lebih baik seperti ini daripada membuang tenaga melawan mereka." Kallen mengangguk dan menjawab. "Aku tahu,ini memang diperlukan..." Ini sudah beberapa bulan semenjak mereka pindahan,Kallen tampaknya sudah mulai terbiasa dengan taktik-taktik Regal ketika mereka menjalankan misi. Bagaimanapun pejuang dan juga kesatria itu berbeda,kesatria bertarung dengan kehormatan,sementara pejuang adalah orang yang bertarung dengan kehormatan namun dia akan mengorbankan kehormatan bila itu dapat menggapai tujuannya.
__ADS_1
"Ah kita sudah sampai." Mereka berdua kini berada di sebuah reruntuhan,lebih tepatnya kota yang sekarat. "Dari semua tempat,mengapa kita pergi ke tempat ini? Tempat ini sudah tak terpakai setelah Teloch murka kepada umat manusia. Tempat ini memang masih dilindungi oleh Temple of Light namun tampaknya para Paladin yang bertugas memungut pajak sewenang-wenang..."
Regal tak menjawab dan lanjut berjalan,dia melihat ada masih ada orang masih hidup di tempat itu namun tidak ada senyuman di wajah mereka. Regal dan Kallen terus melihat wajah murung dan juga pengemis di pinggiran jalan,tidak disangka kota yang dulunya disebut sebagai Town of Virgin tempat lahirnya pahlawan Kerajaan Suci Jeanne kini berubah menjadi tempat kumuh dan penuh kebusukan. Namun Regal bukan datang kesini untuk belajar sejarah...
"Regal...?" Mereka berdua berhenti di depan sebuah tempat eksekusi publik,tempat ini sudah hangus terbakar namun entah mengapa semuanya masih tetap utuh walaupun platform itu sudah terbakar hingga menjadi abu,termasuk mayat yang terikat di tiang itu. Regal naik ke atas tempat eksekusi itu dan mendekati mayat itu,namun ada seorang pria tua yang langsung berteriak dan menegur Regal.
"Hei nak! Jangan lakukan itu! Mereka yang menyentuh mayat sang Saint akan terkena kutukan dari Dewi Aria!!" Regal tak memperdulikannya dan menjawab. "Dewi Aria yang kau maksud itulah yang menyebabkan wanita ini terbunuh..." Regal menusukkan tangannya ke dalam perut wanita itu,tusukkan itu jelas membuat Kallen dan pria tua itu ketakutan,pria tua itu berlari karena dia tak mau terkena murka Dewi Aria. Namun Kallen masih berada disana,dia melihat dan mendengar suara dari tangan yang merusak mayat yang sudah hampir tak berbentuk itu. Namun dia juga mendengar dan melihat Regal,untuk sesaat dia melihat Regal menangis dan berkata.
Tidak pernah dia melihat Regal seperti itu... Regal menarik tangannya dari perut mayat itu sembari mengambil sesuatu dari dalam perut itu. Kallen perlahan-lahan melihat sebuah percikan api muncul di mayat itu,Regal kemudian melihat kepada Kallen dan berkata. "Pegang tanganku!"
__ADS_1
Ketika tangan mereka bersentuhan,kobaran api itu menyala dengan sangat cepat hingga membuat pilar api yang membara,semua warga yang melihat pilar api itu jelas penasaran dan pergi ke platform itu. Saat ini platform itu benar-benar rata dengan tanah tanpa ada sisa sedikitpun,bahkan tidak ada tanda dari Regal dan Kallen disana,semua orang kebingungan atas apa yang terjadi,begitupula dengan Kallen.
Regal dan Kallen,mereka berdua tiba-tiba saja berteleportasi ke sebuah tempat di antah berantah,dan parahnya lagi mereka tidak berteleportasi di permukaan tanah,mereka berdua terjatuh dari atas langit,mereka berdua terjatuh dengan kecepatan tinggi namun tangan Kallen dipegang oleh Regal dan Regal memeluk Kallen,dia memegang kepala istrinya dengan satu tangan dan memeluk Kallen dengan tangan satunya,begitu mereka terjatuh ke tanah,tubuh Regal yang terbanting ke tanah duluan. Kallen bisa mendengar suara tulang Regal yang retak akibat menahan benturan setelah terjatuh dari ketinggian yang dapat membunuh Warrior terlatih sekalipun,namun berkat Aegis Shield dan Regal yang menabrak langsung menggulingkan dirinya untuk menghilangkan kerusakan,dia bisa selamat dan dia bisa membuat Kallen selamat tanpa luka sedikitpun.
Selagi Regal menyembuhkan dirinya,Kallen memperhatikan sekitarnya. Mereka berada di sebuah hutan,hutan yang sudah terbakar hingga pohon-pohonnya kini bisa hancur hanya dengan sentuhan kecil. Kallen melihat salju turun dari atas langit,namun dia tidak melihat bintang ataupun matahari,hanya ada bulan yang terus mengeluarkan cahaya dingin yang menembus kulit. Namun ketika salju itu turun ke tangan Kallen,dia sadar itu bukanlah sebuah salju,namun abu yang jatuh dari atas langit.
"Dimana kita...?" Mendengar pertanyaan itu,Regal berdiri dan menjawab. "Ini adalah Dungeon,atau lebih tepatnya sebuah Domain. Kita harus bergegas,ayo!" Mereka berdua kemudian berjalan melewati hutan yang sudah terbakar habis itu,semuanya berwarna abu,mulai dari tanah hingga langit semuanya tertutupi abu. Kallen terus berjalan bersama Regal hingga akhirnya mereka berdua sampai di sebuah jembatan. Di bawah jembatan itu adalah jurang besar tak mendalam,namun apa yang ada di hadapan mereka berdua lebih mencengangkan.
"Mengapa bisa ada sebuah kastil disini?!" Kallen dan Regal berdiri di sebuah jembatan yang terhubung dengan kastil. Sementara Kallen kebingungan,Regal tampak seperti kesal akan sesuatu. "Kallen dengarkan aku... Apa yang ada di dalam sana tidak ada hubungannya dengan tugas Mercenary,di dalam sana ada sesuatu yang harus kuambil. Dan kuperingatkan saja, pertarungan ini tidaklah mudah,kita bisa mati kapan saja begitu masuk ke dalam sana."
__ADS_1
Mendengar itu Kallen tak memasang wajah takut,malahan dia tersenyum pada Regal dan menjawab. "Kalau memang didalam sana sangat berbahaya,seseorang harus menjagamu dari belakang. Aku ikut Regal..." Mereka berdua tersenyum satu sama lain dan akhirnya mereka berjalan menuju kastil itu.
...***...