
Ketika dirinya dikepung segala arah,Regal tersenyum dan mengatakan pada semua orang. "Aku tak lihat apapun selain segerombolan mayat..."
Mereka melepaskan panah dan sihir mereka ke arah Regal,namun Regal dengan cepat melompat ke atas,ketika dirinya berada di atas langit,Regal mendarat di barisan tempat kebanyakan para penyihir berada. Begitu dia mendarat,dia langsung membantai satu persatu penyihir yang ada disana,para penyihir yang ada di barisan lain mencoba untuk membantu dengan melepaskan bola api,namun itu kembali dipantulkan oleh Regal dan bola api itu terpental hingga merusak formasi milik Ze'ev.
Regal yang bertarung kemudian melihat Basilisk itu kembali mengumpulkan nafas apinya kembali. Regal yang sadar akan hal itu langsung membuat jalan dan berlari diantara kerumunan orang-orang yang mana adalah musuhnya sendiri. Begitu Regal berlari,Basilisk itu menyemburkan apinya bahkan ketika dia harus membakar teman-temannya sendiri. Dan ketika nafas apinya habis,Regal bertarung dengan membunuh para prajurit Ze'ev satu persatu.
Barisan mereka mulai porak poranda,Regal kemudian ditembaki beberapa proyektil namun dia berhasil menangkis itu semua,hingga akhirnya Basilisk itu mencoba untuk menyemburkan apinya lagi,Regal tak berpindah dari tempatnya berdiri,dia dengan santainya mengangkat telapak tangannya dan membelokkan api itu dengan Aegis Shield. Api itu membakar para prajurit yang ada di belakang Regal hingga hangus tak bersisa.
Ketika hanya tersisa sedikit prajurit,Regal tersenyum karena memiliki ide. Dia melompat ke atas langit sembari melemparkan pedang sihir Phantom Blade. Namun itu bukan tujuan utamanya,Regal membuat dua pedang dan mendarat di atas kepala Basilisk itu.
Tanpa rasa takut dia menancapkan kedua pedangnya di mata kanan kadal itu,dia kemudian membuat sebuah rantai yang terbuat dari Phantom Blade yang mengikat tangan dan juga gagang pedang yang menancap kadal itu. Ketika kadal itu mencoba untuk memberontak,dia bergerak secara acak dan membunuh para prajurit Ze'ev dengan injakannya.
Tak berhenti di situ,Regal menancapkan pedang satunya lagi di mata kiri kadal itu,itu seperti dia sedang mengendarai suatu hewan dengan rantai itu sebagai tali kekang. Basilisk itu semakin mengamuk dan mulai menembakkan nafas apinya secara acak. Dan dengan bantuan kadal besar itu,Regal berhasil memusnahkan pasukan Ze'ev hingga tak bersisa lagi.
Regal yang melihat bahwa sudah tidak ada lagi orang yang bisa dia bunuh,akhirnya membuat tangan raksasa yang mencengkeram leher kadal itu. Basilisk itu terkunci dan dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi,Regal yang melihat Basilisk itu tak bergerak lagi,akhirnya mulai mengumpulkan kekuatan sihirnya di Balmung.
Dia melompat keatas langit dan mendarat di depan kadal yang sudah ditahan oleh tangan-tangan yang berasal dari neraka. Dia mengangkat kedua tangannya dan membiarkan Balmung bersinar lebih terang. Lalu dengan kedua tangannya Regal mengayunkan pedangnya dari atas kebawah.
__ADS_1
Sebuah bilah cahaya muncul dan melewati kadal itu,untuk sementara tak ada yang terjadi, akan tetapi tiba-tiba saja ruang-waktu terbelah bersamaan dengan setiap helai ruang dan waktu,membuat dunia dihadapannya terlihat seperti terbelah menjadi dua bagian. Dengan cepat dunia kembali normal,namun ketika tebasan itu menutup,tiba-tiba saja tubuh kadal itu meledak dan menguap dari atom ke atom,teriakannya dan cahaya dari ledakan itu terdengar sangat keras hingga akhirnya tubuhnya menguap sepenuhnya hingga menguapkan tubuhnya menjadi abu.
Regal berdiri dan melihat langit setelahnya,abu dari Basilisk itu mulai berjatuhan,dan ketika dia melihat kedepan dia bisa melihat bahwa awan yang tadi ada di lintasan serangannya kini sudah menghilang sepenuhnya. Dia tersenyum dan dia mengembalikan Balmung ke ruang penyimpanannya.
"Ya ampun... Aku perlu mengisi ulang..."
———
Setelah pertempuran yang memakan banyak tenaga itu Regal mengambil cuti beberapa hari dengan banyak wanita yang datang ke kamarnya tiap malam...
Namun tak dapat disangka oleh Maryam dan Dartania,bahwa ketiga aliansi itu menyerah tanpa syarat,mereka membayar ganti rugi setimpal dalam bentuk koin emas,dan juga ada sebuah perjanjian mengenai konsekuensi bila terjadi agresi militer di masa depan.
Sebenarnya,semenjak dirinya kembali dari neraka,Regal merasa bahwa dirinya sudah menjadi lebih mirip Iblis. Tidak tau mengapa rambutnya berubah warna,namun yang pasti bukan karena trauma yang disebabkan oleh siksaannya di neraka.
Merasa bahwa dirinya sudah tidak punya pekerjaan lagi,dia pergi menemui Sayid dan yang lainnya di aula pesta. Mereka semua merayakan kemenangan ini,Sayid yang sedang mengobrol akhirnya berhenti dan fokus untuk menyapa Regal yang mendatanginya.
"Pahlawan perang kita... Apa yang bisa kami lakukan untukmu Regal?" Regal tersenyum dan menjawab. "Uangku,aku sudah tak ada keperluan lagi di tempat ini... Apa cincinku sudah jadi?" Mendengar pertanyaan Regal,Sayid memerintahkan seorang pelayan untuk membawakannya kotak cincin yang mewah.
__ADS_1
Regal membukanya dan dia melihat artefak dari Aegae yaitu Heart of Guardians. Kedua artefak dari Aegae itu diberikan pada Raja untuk dijadikan cincin kembar,dan atas permintaannya cincin Aegis Shield jadi lebih cepat daripada Heart of Guardians agar bisa dipakai di pertempuran.
"Ini terlihat bagus..." Setelahnya Regal pergi ke ruang harta dan mengambil beberapa barang dan sebagian harta rampasan,Regal akhirnya memutuskan untuk pergi,namun saat dia keluar dari istana,Regal mendapati Asghar berdiri dihadapannya.
"Kau melewatkan pestanya? Semua ini terjadi karena dirimu kau tau?" Regal tersenyum dan menjawab. "Aku punya pesta yang lebih penting untuk dirayakan..." Regal mengayunkan Balmung di udara tanpa menebas apa-apa.
Akan tetapi tempat yang tadi ditebas oleh Regal tiba-tiba saja terbelah menjadi dua,membuat sebuah distorsi ruang yang terlihat seperti sihir ruang yang bernama **Gate** yang dapat membuat portal dari satu tempat ke tempat lainnya.
"Jangan lupa mengirimkan undangan pernikahanmu,Pangeran." Asghar dan Regal tersenyum satu sama lain,Regal pun akhirnya memasuki portal itu,dan setelah dia memasukinya distorsinya kembali normal dan portal itu menghilang. Meninggalkan Asghar sendirian disana...
———
Sebuah distorsi yang sama terbentuk di sebuah hutan. Regal keluar dari sana dan distorsi itu tertutup kembali. Regal kemudian mengambil nafas sembari melihat langit.
Dia tidak melihat indahnya bintang,dia tidak berdoa pada Dewa apapun di Celestia,dia hanya termenung bagaimana kalau orang tuanya masih hidup dan menyaksikan ini semua.
"Yah,aku rasa percuma saja memikirkan hal itu."
__ADS_1
Regal akhirnya berjalan,ini bukanlah hutan sembarangan,ini adalah hutan yang dekat dengan Belterre,dan tujuan Regal kesini tentunya untuk pernikahannya...