
Di sebuah lorong yang gelap,Regal bertarung menggunakan pedangnya melawan kesatria yang terselimuti oleh energi gelap yang pekat. Tidak tahu sudah berapa orang yang dia bunuh di dalam Dungeon itu,namun saat ini Regal menghadapi bosnya yang menggunakan tombak. Kemampuan bertarungnya lebih hebat daripada Firfur yang dia hadapi di Domain Surtr namun kekuatan fisik dan zirahnya itu membuatnya lebih lambat daripada Firfur.
Ketika Regal mengayunkan pedangnya,Kesatria itu mundur kebelakang dan bersiap untuk menusuk dengan kekuatan penuhnya. Regal tak ingin melakukan kesalahan yang sama,diapun memakai kemampuan matanya untuk mengubah takdir. Regal membiarkan tombak itu lewat disampingnya lalu dia memukul Kesatria itu dengan gagang pedangnya. Pukulan itu sangat keras hingga membuat Kesatria itu tertegun dan kehilangan pegangannya terhadap senjatanya sendiri,Regal kemudian memegang tombak itu lalu menebas dada Kesatria itu hingga dia melepaskan tombaknya. Regal tersenyum lalu dengan cepat dia menebas Kesatria itu bertubi-tubi dengan tombak dan pedang hingga akhirnya dia berlutut. Ketika Kesatria hampir mati,Regal pergi ke belakangnya dan menusuk tombak kesatria itu ke kepala Kesatria itu,ketika dia mencoba melawan,Regal memutar tombak itu dan akhirnya membuat leher Kesatria itu patah.
Melihat mayat Kesatria itu mulai menghilang,Regal akhirnya pergi menelusuri lorong gelap itu hingga dia menemukan sebuah pintu. Regal membuka pintu itu dan akhirnya dia melihat sebuah peti harta yang ada disana. Ketika dia membukanya dia akhirnya melihat sebuah tongkat sihir yang ditutupi oleh kain. Diapun mengambil benda itu namun saat Regal mengambilnya dia melihat 2 benda lain yang menarik perhatiannya. Sebuah buku sihir dan juga sebuah cincin berwarna hitam,hal ini membuat Regal bertanya-tanya mengapa semua hal berwarna hitam di sini,namun dia tak memperdulikannya dan mengambil dua benda tersebut.
———
__ADS_1
"Luar biasa! Ini adalah Ebony Staff yang asli! Aku pikir benda ini hanya mitos semata!" Avior yang kegirangan tak sadar bahwa Regal melihatnya saat ini. "Hmm-Hmm... Dan apa yang harus aku lakukan dengan kedua benda ini?" Avior kemudian melihat kepada Regal dan menjawab. "Kau ambil saja,aku hanya ingin benda ini!" Regal jelas kesal melihat tingkah laku orang tua itu yang semena-mena,namun dia tau cara menghargai bakat orang lain. "Ebony Staff,itu adalah senjata kuno milik penyihir agung terdahulu Atrix kan?" Regal tahu itu karena tongkat itu sesuai dengan deskripsi yang ada di perpustakaan Abyss. "Benar! Ini adalah Ebony Staff,sebuah tongkat yang dapat membuat seorang penyihir dapat menguasai sihir ruang seperti penghalang dan dikabarkan juga bisa menjebak orang lain di dimensi lain. Namun dibandingkan dengan dua benda ini,kau lebih memilih benda itu?" Regal kemudian memperlihatkan pedang dan buku itu.
"Ini adalah pedang yang didapatkan Atrix setelah mengalahkan iblis Invictus. Umbra Nox,senjata ini terbuat dari jiwa iblis itu... Ditambah benda ini,ini adalah buku sihir Certainty of Phantasm sebuah buku sihir kuno yang mengajarkan membuat Mage ruang-waktu dapat mempelajari mantra kuno sihir ruang-waktu." Meskipun terdengar menarik,namun Avior tak peduli dan berkata. "Kau ambil sajalah,aku tidak memiliki kecocokan terhadap sihir ruang-waktu... Aku hanya perlu benda ini karena aku tidak memiliki sihir pertahanan yang cukup kuat,lagian aku sudah terlalu tua untuk bergerak kesana kemari menghindari serangan lawan."
Mendengar perkataan itu,akhirnya Regal menyimpan pedang itu dan membuka bukunya. Ketika dia meresap pengetahuan buku itu,Regal kemudian menutup mata sembari buku sihir itu terbakar di tangannya. Ketika dia membuka matanya,Avior sudah tahu bahwa dia berhasil menyerap buku itu dengan sangat baik. "Menarik... Orang yang awam biasanya akan menjerit kesakitan karena pemahaman dasar mereka tentang sihir kurang,namun melihatmu tak bergeming sedikitpun membuat firasatku benar..."
———
__ADS_1
Setelah diberitahukan oleh Avior,Regal kembali ke rumah dan memasak makan malam seperti biasa,namun kali ini dia memasak sembari merenungkan perkataan Avior.
"Regal... Apa sudah siap?" Kallen yang turun dari tangga akhirnya pergi ke dapur dan bertanya kepada Regal. Melihat istrinya menghampirinya,Regal kemudian memasang senyum dan berkata. "Sudah hampir jadi." Dan akhirnya Regal dan Kallen makan malam seperti biasanya. Ketika Regal sedang makan dia kembali memikirkan perkataan Avior,hal itu dilihat oleh Kallen dan membuatnya bertanya. "Apa yang kau pikirkan? Tidak biasanya kau melamun di meja makan." Regal melihat Kallen dan berkata. "Tidak apa-apa,aku hanya berpikir meja makan ini terlalu besar untuk kita berdua..." Mendengar perkataan itu membuat Kallen agak sedih,diapun berkata. "Sudah berkali-kali kita melakukannya namun aku masih belum bisa memberikan keturunan. Aku mulai merasa bahwa kita dikutuk oleh para Dewa..." Mendengar perkataan itu,Regal memegang tangan istrinya dan berkata. "Tidak! Aku mungkin dikutuk oleh para Dewa,namun dirimu? Jangan berlagak seperti kau adalah iblisnya disini Kallen,itu semua karena keturunan Incubus milikku yang membuat kita menderita. Satu orang saja sudah cukup untuk menjadi iblis dalam keluarga ini..." Kallen kemudian tersenyum dan dia memeluk Regal sambil menjawab. "Kau benar... Tidak ada gunanya memfitnah diriku sendiri,ini semua hanyalah masalah waktu." Mendengar kata waktu,Regal menjadi teringat dengan perkataan Avior,awalnya dia ingin memberitahu Kallen tentang hal ini dan membuat Kallen menenangkan hati Regal seperti biasa. Namun kali ini dia yang harus membuat Kallen tenang,membuatnya merasa aman. Bahkan saat dia tahu bahwa waktunya sudah tidak banyak lagi,dia tak ingin melihat istrinya bersedih lebih dari ini...
Dan akhirnya mereka berdua lanjut makan sembari Regal menghibur Kallen,wanita itu tidak menuntut ingin punya anak,dia hanya khawatir apabila Regal dan ibunya kecewa kepada dirinya. Dan setelah makan malam itu,Kallen akhirnya pergi ke kamar dan tidur...
Sementara itu,bahkan saat Kallen tertidur,Regal tetap begadang sampai tengah malam dan pergi ke ruang bacanya sembari membawa sebotol anggur untuk dia minum. Dia mabuk-mabukan sambil melihat sebuah benda yang dia dapatkan dari memenangkan gelar King of Warriors,itu adalah sebuah kunci yang diberikan Eleanor kepadanya,hanya Regal dan ibu mertuanya yang tahu tentang fungsi kunci itu. Dia melihat ke arah perapian dan berkata. "Setelah semua kekuatan yang kudapatkan,pada akhirnya aku masih merasa tidak berdaya... Tidak tahu apa yang akan terjadi setelah aku mati. Namun dengan ini,setidaknya aku bisa menjamin keselamatan mu Kallen..."
__ADS_1