
Neraka berhenti berproses karena jeritannya. Iblis berhenti tersiksa dan mereka yang disiksa lebih penasaran dengan suara teriakan yang mereka dengar daripada berdoa kepada Dewa mereka. Regal dan Lilith menghabiskan waktu mereka bersama selama 3 hari,tidak ada satupun dari mereka yang tertidur,dan tak ada satupun dari mereka yang bahagia.
Mereka tak melakukan apa yang biasa Incubus dan Succubus lakukan,namun mereka melakukan apa yang biasa para Iblis lakukan,menyiksa dan tersiksa. Lilith tampak trauma dan dia hampir di titik dimana dia mati otak namun dihentikan oleh hukum neraka. Lilith terlalu tertekan bahkan untuk meminta belas kasihan Regal,namun Regal saat ini berhenti menyiksanya dan mulai bertanya.
"Kau siap untuk bicara?" Lilith kemudian mengangguk dan menjawab.
"Ayahmu adalah Jenderal kepercayaan Adrian. Namun dia tidak bertugas di neraka... Dia adalah Incubus,dia memerlukan esensi jiwa makhluk hidup,jadi dia berkelana di dunia atas.
Akan tetapi ayahmu,berhenti berkelana setelah dia bertemu seorang wanita. Lisa,seorang wanita desa yang ditemuinya saat Master beristirahat di kuil Letoch. Mereka berdua menjadi pasangan suami-istri dan Master meninggalkan dunia bawah. Itu membuat para Iblis marah,termasuk diriku,dan kemarahanku akhirnya menjadi sebuah pesan bagi para Iblis yang ada di dunia atas..."
Regal kemudian mendekat dan bertanya. "Pesan apa?" Lilith menjawab dengan tenggorokan seraknya. "Jenderal Gerald telah melemah,aku mengirimkan pesan itu pada salah satu Raja Iblis yang ada di dunia atas..."
Mendengar hal itu Regal jelas marah,namun dia tak melakukan apa-apa.
"Mereka melakukan ritual,ritual yang dapat mengurung Master di sebuah wilayah perlindungan. Itu membuatnya melemah dan terisolasi,dan akhirnya dia masuk.
Raja Iblis dunia atas. Dia masuk dan bertarung dengan Master,namun untung saja Master berhasil membuat celah agar istri dan anaknya kabur dengan selamat." Mendengar hal itu Regal kemudian bertanya. "Jadi keluargaku hancur karena kau?" Lilith kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Bahkan tanpa adanya diriku,dia akan tetap datang dan mengambil kepala Master..."
__ADS_1
Regal kemudian berdiri dan berkata. "Baiklah,aku menepati janjiku." Regal kemudian melepaskan rantai Lilith dan membiarkannya bebas.
"Sesuai janji,aku akan melepaskanmu dari rantai itu..." Lilith tersenyum,dia merasakan bahwa dirinya bebas saat ini,dia dapat merasakan bahwa ini semua telah berakhir. Namun tiba-tiba saja Lilith merasakan dingin dari bagian perutnya. Bukan dingin karena sihir ataupun karena suhu,namun karena bilah pedang hitam menembus perutnya. Lilith memuntahkan darah sembari menahan bilah pedang itu dengan kedua tangannya.
"Kau..." Lilith melihat Regal yang saat ini menusuk Lilith menggunakan Gram. "Aku memang melepaskanmu,namun aku tak janji kalau aku akan mengampuni nyawamu..." Pedang Gram mengeluarkan cahaya biru terang dari bilahnya. Tubuh Lilith semakin lama semakin panas ketika cahaya itu mulai merasuki dirinya. Yang bisa dia lakukan hanyalah berteriak,dia dapat merasakan jiwanya hancur perlahan-lahan layaknya kaca yang retak,dia melihat Regal dengan tatapan memohon belas kasihan dan penyesalan,namun pemuda itu tidak memperdulikannya.
Sebuah pilar cahaya muncul dari tubuh Lilith dan membakar tubuhnya hingga menjadi abu. Dia kali ini tidak akan berada di surga ataupun neraka,mereka yang terbunuh dengan Gram akan mengalami kematian yang sesungguhnya yaitu ketiadaan.
Regal kemudian turun dari batu itu sembari memegang Gram di tangannya,namun dia tahu bahwa ini semua belum sepenuhnya berakhir. Karena saat ini dia mendapati ada banyak Iblis yang mengepungnya...
"Putra Adrian... Kau membuat kesalahan besar dengan membunuh Ratu Lilith!" Regal tak pernah melihat wajah para Iblis yang menghalanginya,dia yakin bahwa mereka adalah Iblis yang berada di bawah kekuasaan Lilith,mereka pasti turun setelah mendengar kekacauan yang mereka berdua sebabkan di lantai 7.
Saat salah satu Iblis mengatakan itu,Regal dengan cepat melemparkan tebasan energi kepada Iblis itu,kepala dan tubuhnya lepas seketika dan tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan kembali hidup.
Regal memasang kuda-kuda miliknya sembari menjawab. "Aku tak butuh siapapun..."
———
__ADS_1
Tak tahu sudah berapa bulan... Ribuan mayat dari Iblis yang jiwanya sudah hancur akibat Gram kini berserakan di neraka layaknya sampah. Regal dengan tangan kanannya yang patah kini memegang pedang dengan tangan kirinya ketika melawan Iblis raksasa dengan kepala kambing. Iblis itu menggunakan gada untuk bertarung dengan Regal,namun Iblis itu tak bisa melukai Regal bahkan saat gada miliknya bisa menghancurkan daerah sekitarnya.
Regal terus menghindar hingga akhirnya Iblis itu mengayunkan gada miliknya dari atas ke bawah hingga gada miliknya tersangkut di tanah. Regal yang melihat hal itu langsung memunculkan beberapa tangan Iblis untuk mencegah gada dan kaki Iblis itu berpindah tempat,lalu dengan cepat Regal naik ke gada Iblis itu,dia kemudian berlari diatas gada itu dan melompat,dalam sekejap kepala Iblis itu sudah terlepas dari tubuhnya,darah yang keluar dari mayat Iblis itu membanjiri seluruh area sampai membuat seluruh area terlihat seperti lautan darah.
Begitu dia ingin beristirahat,Regal melihat ada banyak Iblis yang baru saja datang. Regal tak mengeluh ataupun beristirahat,dia kembali memasang kuda-kuda hingga akhirnya gempa misterius mengguncang seluruh neraka. Para Iblis tampak seperti mengetahui apa itu,mereka kemudian lari terbirit-birit dan meninggalkan Regal yang terluka parah. Regal kebingungan dan mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan mendatangi tempat yang dia rasakan gempanya paling kuat.
Dan tak dia sangka,itu adalah istana milik Adrian yang ada di Abyss. Istana itu muncul dengan sendirinya,berpindah tempat dari lapisan pertama ke lapisan ke-7 dengan sangat cepat. Pintu gerbangnya perlahan terbuka seperti sedang mengundang Regal untuk masuk. Regal akhirnya masuk ke dalam istana itu tanpa menurunkan penjagaannya sedikitpun.
———
Regal masuk ke dalam namun tak melihat ada pelayan dimanapun. Akan tetapi saat di ruang takhta dia bisa melihat sosok tidak asing sedang duduk di singgasana istana itu.
"Lama tak bertemu nak..." Regal menatap mata orang itu dengan penuh ketidakpercayaan dan membalas. "Langsung ke intinya... Mengapa kau menyembunyikan informasi tentang orang tuaku dariku?!" Adrian tidak menjawab dan malah menuangkan dirinya sendiri segelas anggur,Regal yang melihat itu jelas kesal,diapun dengan cepat menerjang Adrian.
Adrian yang baru saja meletakkan botol wine di meja yang ada di sebelahnya,saat ini seperti tidak melihat Regal. Namun dalam sekejap mata Adrian memunculkan tombaknya dan mengayunkannya ke arah Regal. Regal dengan cepat bertahan menggunakan Gram,akan tetapi kekuatan Adrian terlalu kuat dan itu menghempaskan Regal hingga terlempar dari istananya.
Tubuh Regal langsung terluka berat oleh serangan itu,bahkan saat dia tidak terkena serangannya secara langsung,Regal dapat merasakan bahwa dirinya telah mati 3 kali. Adrian kemudian mendarat dihadapan Regal,meskipun sudah bangkit lagi namun dia tak bisa lagi berdiri dengan benar,seluruh tubuhnya seperti memperingati dirinya bahwa apa yang ada dihadapannya bukanlah sesuatu yang bisa dia lawan.
__ADS_1
Namun Adrian menarik kembali senjatanya dan mengatakan. "Mari kita bicara nak..."