Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 17: Serangan hutan


__ADS_3

Regal dan Anne telanjang di sebuah sungai,mereka berdua membersihkan diri mereka dengan air sungai yang mengalir jernih.


"Ya ampun,aku merasa seperti hidup kembali..." Anne bersandar di pinggiran sungai,sementara itu Regal cepat-cepat membersihkan dirinya.


"Regal,mengapa kau menjadi Mercenary?" Anne bertanya kepada Regal. "Tentu saja demi uang dan membuat nama. Kau sendiri?"


Anne tersenyum sembari melihat ke bintang di langit.


"Kami mengikuti jejak ayah kami,aku dan Finnley adalah pewaris kelima setelah ayah kami wafat. Tak ingin kelompok ini hancur,kamipun melanjutkannya dengan harapan bisa membuat Red Viper menjadi lebih terkenal."


Regal kemudian bertanya sembari menunjuk rambut Anne. "Apakah keluarga kalian memiliki rambut merah juga?"


Anne kemudian memegang rambut merah panjangnya itu. "Yah,leluhur kami Trefor memiliki rambut seperti ini,kemudian diturunkan dari generasi ke generasi..."


Regal akhirnya tahu darimana asal rambut dan nama mereka itu. Lalu tiba-tiba saja dari belakangnya Anne memeluk Regal dengan kedua tangannya yang melingkar.


Regal bisa merasakan tubuh telanjang Anne menempel padanya. "Hei... Mengapa kau itu sangat menarik sekali?" Anne bertanya kepada Regal dengan tangan yang semakin menurun.


"Itu adalah kutukan yang kumiliki..." Dan pada malam itu,Regal dan Anne bersenang-senang lebih lama dibawah cahaya rembulan.


———


Pagi harinya Regal berjalan bersebelahan dengan Anne dan Finnley.


"Bagiamana rasanya?" Regal yang mendengar Finnley bertanya langsung menjawab. "Berisik..." Entah mengapa namun Regal tak merasakan hawa permusuhan dari Finnley,padahal dia sudah mengambil pertama kali adiknya namun dia tak marah,entah karena sifat Incubus yang karismatik hingga membuat pria dan wanita suka padanya atau ada penyebab lainnya.


"Hmm... 100 meter dari sini." Mendengar hal itu Finnley langsung tersenyum dan berteriak. "Monster!" Dari depan mereka,muncul banyak sekali monster yang berbentuk seperti kera namun dengan tubuh rata-rata 2 meter.


Para Red Viper kembali bertarung,meskipun banyak dari mereka yang terluka namun Red Viper terus bertarung tanpa bantuan dari Black Cliff. Berbeda dengan Regal,saat ini dia mengamati situasinya terlebih dahulu.


Semakin lama mereka bertarung semakin terluka dan semakin kelelahan Red Viper. "Sial,aku kehabisan anak panah..." Anne yang kehabisan anak panah pergi untuk mengambilnya di kereta kuda mereka.


Namun saat Anne mencoba untuk mengambil anak panah di kereta Red Viper,Anne melihat para kera itu melompat dari pepohonan untuk menyergap Anne. Benar saja perkiraan Regal,mereka mengincar pemanah dan juga kargo makanan mereka.

__ADS_1


"Kera sialan..." Anne mencoba menarik pedangnya dan melawan,namun tiba-tiba saja dia melihat segala sesuatu disekitarnya menjadi abu-abu.


Banyak garis biru terang yang muncul pada setiap kera yang sedang bertarung dan juga kera yang melompat dari atas pohon. Tebasan itu mendistorsi ruang dan waktu layaknya para kera itu terpotong bersamaan dengan dimensi ini. Dalam sekejap distorsi itu kembali normal,namun tebasan itu memotong semua kera yang ada di sana.


Anne yang bingung apa yang terjadi akhirnya melihat Regal,semua orang melihatnya. Sosok remaja dengan zirah hitam-perak dan pedang berbilah perak itu berdiri diantara para mayat yang terjatuh.


Saat semua orang mengira semuanya sudah berakhir,para monyet muncul lagi dari depan mereka,kali ini ada 15 kera yang datang. Dan 3 diantara mereka benar-benar mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Aku akan urus dari sini." Regal mengayunkan pedangnya dan berjalan ke barisan paling depan. Ketika para kera itu masuk jarak serangnya,Regal mulai mengayunkan pedangnya,dengan teknik pedang yang sangat kuat,bocah itu maju sendirian dan menebas semua hal yang ada didepannya.


Para kera dibelakang itu mulai merapalkan sihir sembari melihat teman-teman mereka dijadikan tumbal,saat Regal semakin dekat dia dapat merasakan adanya bahaya.


Regal mundur kebelakang dan melihat banyak tombak yang terbuat dari sihir muncul dari bawah tanah. Tombak itu terus muncul setiap kali dia berpijak,hingga akhirnya Regal melakukan teknik Abyss Step yang mana membuat dia bisa meningkatkan kecepatannya secara singkat dan membuatnya muncul di belakang para penyihir.


Pedangnya dibalut oleh api biru terang yang menyala-nyala,hanya dalam satu tebasan,Regal dapat membelah ketiga penyihir itu dengan sangat mudah. Semua orang tidak percaya apa yang sudah mereka lihat itu. Regal kemudian menarik kembali Gram dan Adamas,membuat dirinya kembali ke bentuk semula.


Finnley dan Anne kemudian datang mendekatinya. "Regal! Apa-apaan itu?!" "Apakah kau terluka?!" Mereka berdua khawatir dan bingung mengenai apa yang baru saja terjadi itu.


Regal akhirnya menjawab. "Akan kuberi tahukan di jalan." Dan dengan itu Regal memiliki banyak hal untuk diceritakan sepanjang perjalan.


———


Regal diperlakukan tak pantas,namun dirinya mendapat pelatihan ketika dirinya kabur dari rumah oleh pengembara yang sedang lewat. Yah itulah yang semua orang percayai...


"Namun teknik pedang itu,ya ampun kau baru saja membuat iri semua pendekar pedang yang ada disini..." Keluhan Finnley itu benar,baik itu dalam segi Aura ataupun teknik,Regal benar-benar unggul dari yang lain.


Semua orang masih belum tau jenis Aura apa yang dipakai oleh Regal,namun mereka tau itu merupakan sebuah teknik rahasia,itu bahkan bisa menembus pertahanan para penyihir yang mana itu bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan satu tebasan saja.


Selama 4 hari mereka terus berjalan,karavan mereka terus aman akibat perlindungan dari Regal dan Red Viper. Akan tetapi selama 5 hari mereka berjalan,Red Viper benar-benar kelelahan akibat pertarungan dan luka mereka.


Mereka tak bisa menyuruh Black Cliff untuk ikut bertempur karena mereka pasti akan beralasan bahwa itu adalah tugas Red Viper,kalau tidak mereka akan mulai mengoceh hingga Red Viper kesal.


Dan saat ini semua anggota Red Viper benar-benar terluka parah dengan banyak anggota yang kehilangan darah. Regal juga tak bisa melakukan apa-apa,dirinya hanya satu orang,dia bertugas untuk maju paling depan namun para kera itu suka menyerang dari samping.

__ADS_1


"Kalau begini terus kita akan mati sebelum besok."


"Kau benar,Mana-ku sudah hampir habis..." Sementara Regal mendengar keluhan Red Viper,dirinya dapat melihat Hayes berbicara lagi dengan Kaiman. Regal jelas khawatir dan harus tau apa rencana mereka.


Namun saat ini dia masih belum tau apa rencananya...


———


Setelah mengisi energi jiwa dengan Anne,Regal akhirnya kembali ke kondisi semula. Namun ada sebuah pemberitahuan yang sangat mendadak.


"Karena Red Viper terluka parah,kami yang akan menggantikan dengan menjaga didepan." Kata Kaiman dengan wajah tersenyum itu.


Para anggota Red Viper jelas senang mereka akhirnya dapat beristirahat,namun ada 3 orang yang menyadari ada yang tak beres yaitu Regal,Finnley,dan Anne.


"Menurutmu ini jebakan?" Anne bertanya kepada Finnley. "Jebakan atau bukan kurasa kita akan tetap mati bila tetap berada didepan."


Regal juga berpikir demikian,namun dia harus bersiap untuk kemungkinan terburuknya. Mereka semua akhirnya melanjutkan perjalanan.


Di perjalanan Regal terus mengamati,entah apa ada monster ataupun gerak-gerik mencurigakan mereka. Hingga akhirnya dia merasakan sesuatu.


"Monster! Kali ini bos mereka yang muncul!"


Regal dan yang lainnya mulai waspada. Namun kereta kuda Kaiman tiba-tiba saja mulai melaju lebih kencang,begitupula dengan kelompok Black Cliff. Apa yang dipikirkan oleh Regal benar,namun ini masih lebih baik daripada bandit yang bekerja sama dengan Black Cliff yang menyergap.


Kalau perkiraan tentang bandit itu benar maka Red Viper tak akan bertahan,namun kalau hanya ditinggalkan mereka bisa bertahan.


"Oi bajingan apa yang kalian lakukan?!" Finnley berteriak kepada mereka namun Black Cliff tak menanggapinya dan terus melaju. Semua orang mulai meneriaki mereka namun Regal menahan mereka semua.


"Biarkan mereka! Pemimpin kera ini mengejar mereka,jadi kali ini kita hanya harus bertahan dari kera-kera ini!" Beruntung saja Regal menghentikan mereka,karena kalau tidak mereka akan menghadapi bencana yang lebih besar.


Namun saat ini dirinya juga tak yakin apakah Red Viper bisa selamat. Pasalnya yang datang bukanlah kera lagi...


Semakin dekat para monster itu mereka semua dapat merasakan gempa. Saat para monster itu memunculkan diri mereka,Regal dapat melihatnya.

__ADS_1


"Ogre!" Makhluk setinggi 220 cm itu muncul dari balik pepohonan dengan tubuh besar yang tertutup oleh kulit tebal nan keras. Dengan melihat mata saja Regal sudah tahu bahwa mereka sedang kelaparan...


...***...


__ADS_2