Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 41: Kambing hitam


__ADS_3

Perang akan dimulai dalam 3 minggu lagi,semua orang mulai gelisah dan para warga sedikit demi sedikit mulai mengungsi dari Maryam dan Dartania,alasannya tentu saja karena jumlah pasukan yang terbatas,meskipun Regal memiliki rencana namun Maryam dan Dartania tak tahu bagaimana rencana ini berjalan karena mereka hanya disuruh menyiapkan apa yang diperlukan.


Sekarang ini Regal menjalani kontrak sampingan,yaitu menjadi pengawal dari Sayid Pasha dalam perjalannya ke Maryam. Disana Regal dapat melihat Maryam dengan lebih jelas,sebuah kota dengan infrastruktur merata dan rakyatnya yang bahagia. Akan tetapi mata yang gelisah akibat peperangan itu tetaplah terlihat.


Namun apa yang menyita perhatian Regal,ialah keberadaan perpustakaan terbesar yang ada di benua ini. Perpustakaan Aquila Memoria adalah nama dari perpustakaan yang masih menyimpan catatan dari awal munculnya Aria dan Teloch di dunia ini. Meskipun tertarik namun pemuda itu tak boleh kesana lantaran sedang dalam misi.


Rombongan mereka akhirnya masuk ke istana Maryam,disana mereka dijamu dengan sangat baik,hingga akhirnya Raja dari Maryam yaitu Darya Mazda dan juga istrinya yaitu Nina Mazda bergabung dan makan bersamaan dengan mereka. Disana Regal melihat pelayan yang menuangkan minuman,pelayan itu sangatlah cantik,namun pelayan itu tak melirik kepadanya,melainkan pada Asghar,tatapan mereka berdua tak bisa dipisahkan,hingga akhirnya mereka sadar tempat apa ini.


"Terimakasih banyak telah membantu kami Sayid,jasamu benar-benar akan dikenang para penduduk Maryam." Sayid tersenyum dan menjawab.


"Sesama teman lama harus saling membantu,lagian kalau Maryam hancur maka Dartania akan hancur juga nantinya. Omong-omong,ini adalah orangnya..." Sayid memperkenalkan Regal,Regal menundukkan kepalanya dan akhirnya dia menyapa Darya.


"Terimakasih telah mempercayakan strategi pada tentara bayaran seperti saya Yang Mulia." Darya menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Dalam situasi seperti ini kamilah yang harus berterimakasih,kami mendengar tentang pertempuran Aegae. Meminta pendapat seorang yang lebih ahli tidaklah mempermalukan dirimu sendiri,itu lebih baik daripada bertindak sok tau.


Namun aku masih bingung Nak Regal. Kami sudah membeli budak yang berasal dari ketiga negara dalam jumlah banyak,namun itu semua demi apa? Kami sudah membeli masing-masing 15.000 budak dari Jace,Kars,dan Ze'ev namun kami masih belum tau itu semua untuk apa."


Regal tersenyum dan menjawab. "Pertarungan ini tidak mungkin dimenangkan... Para pria akan dibunuh,para wanita diperkosa dan harta akan dirampas oleh pemenang. Pertarungan 2 lawan 3,itu lebih mirip suatu pembantaian daripada pertempuran. Akan tetapi.. bagaimana kalau 5 lawan 3?"

__ADS_1


Mendengar hal itu mereka akhirnya memasang wajah terkejut,Darya akhirnya kembali bertanya.


"5 lawan 3? Apa kau ingin menggunakan pasukan budak sebagai tambahan kekuatan militer? Itu tidak mungkin terjadi,justru pasukan kita akan terkena serangan dari luar dan dalam bila kita melakukan hal segila itu.


Kami memang perlu pasukan,meskipun tak bisa mengumpulkan 45.000 tentara bayaran namun kami tak sebodoh itu hingga memberikan budak yang mana adalah warga negara lawan kami."


Regal meminum kopi dingin yang ada disana sembari berbicara dengan tenang.


"Pasukan? Tidak... Jangan kira aku sebodoh itu,kita tak akan memberikan senjata kita pada para budak dan menyuruh mereka mengangkatnya. Kita akan membuat para budak mengangkat senjata teman-temannya..."


———


Regal kemudian melihat Maryam melepaskan para budak untuk kembali ke negara mereka. Disampingnya ada Asghar yang mengamati para budak yang kembali ke kampung halaman mereka.


Regal melihat para budak itu dengan tatapan kasihan,namun dia menjawab Asghar. "Perang tidak akan terjadi dalam 2 minggu,namun setelah 2 minggu selesai kalian harus bersiap untuk bergerak... Omong-omong apa hadiah Maryam untuk kalian saat semua ini selesai?"


Asghar menjawab. "Itu masih belum diputuskan,namun Yang Mulia berusaha untuk menikahkan ku dengan Putri dari Maryam."


Regal tersenyum dan menjawab. "Pelayan itu yah? Kalian terlihat serasi kalau boleh jujur..." Asghar tersenyum kepada Regal. "Kau juga akan menikah dalam 2 bulan,aku tak pernah menyangka bahwa manusia itu dapat mencintai sesuatu selain kekuatan dan pertempuran."

__ADS_1


Regal melihat Asghar dan menjawab. "Justru dia mencintaiku karena kekuatanku,namun dari semua wanita yang pernah ku tiduri hanya dia yang memiliki hati tulus..."


Asghar melihat Regal yang sedang merenung,diapun tertawa dan menjawab. "Kalau begitu kalian juga cocok..." Mereka berdua akhirnya tertawa bersama.


Tak terasa sudah 2 minggu semenjak mereka melepaskan budak-budak kembali ke negara mereka,dan saat ini para Raja sedang rapat dengan Jenderal-jenderal mereka.


"Apa-apaan ini Regal? Kami masih belum bergerak selama 2 minggu." Elnaz mulai mempertanyakan keputusan Regal,begitupula dengan Bahman. "Benar! Memang apa tujuan dari melepaskan budak-budak itu kembali ke negara mereka?"


Dari ketiga Jenderal,hanya Hesam yang berdiam diri,bukan karena dia mencoba untuk sabar,namun dia sadar akan rencana Regal saat ini dan sebentar lagi sudah hampir tiba saatnya. Tiba-tiba saja pintu ruang rapat dibuka oleh salah satu kesatria,dia menunduk pada Sayid dan mengatakan. "Yang Mulia! Jace,Kars dan Ze'ev telah mengumpulkan pasukan mereka!"


Regal tersenyum dan berkata kepada Sayid. "Kirim gagak tercepatmu ke Maryam Yang Mulia,kita akan segera berperang..."


———


Mereka bergerak dalam kegelapan malam,namun meskipun datang tanpa ada cahaya dari obor,mereka melihat di tengah-tengah padang pasir ada banyak obor yang menyala,namun pemegang obornya bertarung satu sama lain bersamaan dengan para prajurit bersenjata.


Itu bukan pasukan Maryam atau Dartania,namun yang bertarung adalah aliansi 3 kerajaan itu. Mereka bertarung di tengah kegelapan secara sadar bahwa yang mereka lawan itu adalah negara aliansi mereka,tak ada teman,ketiga negara itu bertarung satu sama lain...


Namun saat mereka tidak memperhatikan,dari balik kegelapan muncul pasukan berkuda Maryam dan Dartania yang menerjang dan membunuh mereka semua. Malam itu mereka semua bertarung dan membunuh semua musuh mereka,sebuah pertarungan 5 lawan 3. Dan diantara para pejuang,tentunya Regal yang mendapatkan banyak perhatian.

__ADS_1


Dengan satu tangannya memegang tali kekang kudanya,dan satu tangannya memegang pedang dan memenggal kepala semua orang membuat dia terlihat seperti malaikat kematian. Hingga akhirnya dia berhasil membunuh Raja Kars dengan pedangnya.


Melihat hal tersebut,para prajurit dari Kars dan juga Raja Ze'ev beserta pasukannya mundur yang menyisakan Raja Jace dan pasukannya di medan perang. Namun pasukan kavaleri Maryam dan Dartania dapat dengan mudah membasmi pasukan Jace dan memenggal kepala Raja mereka. Semua orang bersorak atas kemenangan mereka,sekarang Maryam dan Dartania berhasil membasmi masalah mereka,dan itu semua berkat strategi satu orang...


__ADS_2