
Regal yang dikurung di kamarnya sembari diawasi oleh kakak perempuannya yaitu Erina saat ini hanya bisa mendengar percakapan dari luar.
Di ruang tamu,Klaus dan anggota keluarga lainnya sedang berbincang.
"Jadi apa yang kalian ingin bicarakan?"
Klaus akhirnya bertanya sembari meminum teh. Aiden kemudian berkata kepada Klaus.
"Jujur saja,aku ingin sekali anak itu menjadi orang sukses
Namun ini masih terlalu dini untuknya,kami takut dia tidak akan bisa merasakan kasih sayang keluarganya dan masa kecilnya menjadi rusak."
Klaus akhirnya mengangguk dan berkata kepada mereka.
"Aku rasa kau benar juga,walaupun bakat yang dia miliki jauh lebih besar dari kakaknya. Dia tetaplah anak kecil..."
Aiden dan Martha tersenyum sedikit sampai akhirnya mereka memasang wajah sedih lagi.
"Sangat disayangkan Kapten Kesatria... Namun jangan bersedih,diumurnya yang sekarang aku berani bertaruh kalau Hamil bisa menggantikan posisi Regal."
"Benar sekali! Hamil memiliki bakat dan dia jauh lebih tua dari Regal yang masih muda. Dia akan menjadi kesatria yang baik begitu dia sampai di ibukota!"
Aiden dan Martha mulai membujuk Klaus untuk mengambil Hamil ketimbang Regal. Namun Klaus menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa... Hamil masih terlalu muda untuk menjadi Squire. Dia tidak akan bertahan di ibukota."
Semua orang jelas kaget,Martha kemudian memukul meja dan menaikan suaranya.
"Yang benar saja?! Kalian ingin mengambil Regal yang lebih muda tapi tak mau mengambil Hamil?"
Klaus akhirnya menjawab keluhan Martha dengan wajah datar nan menyeramkan.
"Kalau Regal menerima,aku dan wakil kapten akan mengajari dirinya secara pribadi hingga dia cukup usia untuk menjadi Squire.
Dengan hal itu kami bisa membuat dia mengeluarkan potensi penuhnya,namun Hamil yah? Lebih banyak orang berbakat daripada dia di kerajaan ini..."
Klaus mengeluarkan aura yang menekan,hingga akhirnya dia menekan auranya kembali dan berdiri.
"Baiklah kalau begitu,aku akan kembali begitu kalian berpikir dia sudah cukup umur untuk lepas dari kalian. Sampai jumpa..."
Klaus akhirnya pergi keluar,Aiden,Martha,dan Erina yang baru saja keluar ruangan terkejut dengan keputusan Klaus. Namun hanya ada satu orang yang menatap ke Regal,tatapan kebencian yang siap membunuh siapa saja.
__ADS_1
Hamil melihat Regal sebagai penyebab dari kegagalannya untuk pergi ke ibukota,mata yang sudah dibutakan oleh kebencian itu terus menatap Regal.
———
Di malam hari itu,para kesatria sudah pergi. Regal dipukuli oleh Hamil dan Aiden di ruang keluarga dengan batang kayu hingga terjatuh di lantai.
"Gara-gara kau! Gara-gara kau!! Gara-gara kau!!!"
Hamil terus meneriakkan hal yang sama berkali-kali demi memuaskan dirinya sendiri. Bahkan setelah Aiden berhenti,Hamil terus memukul hingga kaki Regal patah.
Regal tidak berkutik di lantai,setelah istirahat sejenak mereka terus memukuli Regal sepanjang malam...
Saat Regal berusaha menahan sakit di kamarnya,dirinya berpikir bahwa tidak ada lagi kebahagiaan yang bisa dia dapatkan dan hanya ada penderitaan di rumah ini.
Sudah cukup dia berpikiran optimis,bila orang tuanya ingin dia pergi maka mereka harusnya merelakan dirinya pergi,namun melihat mereka berusaha mati-matian untuk menahannya disini membuatnya sadar...
Mereka ingin dirinya sengsara,mereka bukan terpaksa menerimanya namun mereka ingin dirinya sengsara.
Dengan tubuh penuh luka dirinya kabur dari rumah itu. Regal dengan seluruh kekuatannya berusaha berlari menyelamatkan diri ke dalam hutan untuk sampai ke desa sebelah.
Namun saat dirinya tersandung dan jatuh,Regal mencoba untuk mengambil nafas. Hingga akhirnya punggungnya gemetar,mengisyaratkan sesuatu mengejarnya...
Dia mencoba untuk melihat ke belakang dan ternyata benar saja,seekor serigala yang memiliki bulu sehitam malam dan mata seperti api neraka yang membara melihat kearahnya.
Saat Regal berusaha untuk masuk lebih dalam,dirinya tiba-tiba terjatuh ke sebuah lubang. Lubang itu sangatlah dalam,Regal terjatuh tanpa tahu kapan dia akan mendarat.
Di saat itu juga dirinya berpikir,apakah kematian akan menyelamatkan dirinya dari rasa sakit? Apakah dirinya bisa bebas dari semua penderitaan ini? Regal memejamkan matanya dan menerima nasibnya...
———
Saat dirinya membuka mata,dia berada dalam sebuah gua yang gelap. Sangat gelap namun dia masih bisa melihat dengan jelas langit-langit dan tanah.
Semuanya sangatlah gelap,tidak ada sinar matahari yang masuk ke dalam gua itu. Namun Regal bisa melihat dalam kegelapan itu...
Dahulu Regal pernah dikurung 1 bulan penuh di loteng oleh kedua kakaknya,tanpa cahaya,tanpa makan dan minum. Dia tetap selamat dan orang tuanya memberinya makan dan minum.
Meski demikian dia tidak melihat Erina ataupun Hamel dimarahi karena kelakuan mereka yang hampir membunuh adiknya itu. Mereka menutup mata mereka atas insiden ini dan tak pernah mereka membicarakan tentang ini lagi.
Akan tetapi dari pengalaman buruk itu,Regal mulai bisa melihat dalam kegelapan. Dan karena itulah dirinya bisa melihat sekarang...
"Dimana aku?"
__ADS_1
Regal mulai berjalan sempoyongan sembari memegang tangan kirinya yang patah. Namun dia mulai mendengar suara dari belakangnya,begitu dia berbalik Regal langsung melihat rombongan mayat hidup berjalan kearahnya.
Mereka semua seperti manusia,namun tubuh mereka sudah membusuk dan mengering. Regal mundur beberapa langkah hingga dia terjatuh.
Saat dia terjatuh dia bisa melihat para mayat hidup mulai meraihnya. Namun dalam sekejap semua mayat itu terbelah menjadi dua bagian.
Regal yang sudah kehabisan tenaga melihat siapa yang melakukan itu,siluet putih yang berdiri diantara para mayat hidup itu menghampirinya.
"Aku tak tau harus menyebutmu bodoh atau berani karena bernafas di alam orang mati nak..."
Setelah mendengar perkataan itu,Regal menutup matanya dan tak sadarkan diri di tempat antah berantah itu.
———
Dalam keadaan bingung,Regal terbangun di sebuah kamar. Regal melihat kamar itu memiliki interior yang sangat bagus,membuatnya berpikir bahwa dia sedang ada di sebuah mansion saat ini.
Dengan tubuh yang masih lemah,dirinya mencoba untuk jalan keluar kamar. Dan saat dirinya keluar kamar dia melihat seorang wanita putih pucat memakai pakaian maid menyapanya.
"Ah? Anda sudah bangun yah? Tuan Adrian menunggu anda di ruang takhta..."
Regal tidak tau siapa itu,namun tampaknya dia tak memiliki pilihan selain mengikuti maid itu.
Saat dia berjalan mengikuti maid itu,dirinya melihat semua interior tempat itu. Dia merasa semua ini terlihat tidak natural,Regal melihat sekitarnya dan mulai bertanya.
"Apakah kita masih berada di dalam gua?"
Maid itu kemudian menjawab. "Apakah kau masuk kesini lewat gua?"
Regal mengangguk dan berkata. "Yah,aku masuk ke sebuah gua dan tiba-tiba saja aku terjatuh lebih dalam."
Maid itu tersenyum dan menjawab. "Tidak salah menyebut tempat ini sebuah gua,namun itu tidak terlalu benar juga..."
Regal kebingungan namun mereka berdua telah sampai di depan sebuah pintu besar nan mewah.
"Tuan Adrian akan menjelaskan segalanya. Saya permisi dulu..."
Maid itu permisi dan akhirnya pergi setelah membukakan pintu untuk Regal.
Regal mulai masuk ke ruang takhta... Disana dia bisa melihat orang yang tadi menyelamatkannya.
"Kau sudah bangun yah? Syukurlah. Sekarang,mari kita berbincang..."
__ADS_1
...***...