Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 22: Belterre


__ADS_3

"Kau ingin aku melakukan apa?!" Saat ini Regal sedang berada di istana,tepatnya tempat kerja Avior yang saat ini sudah pulang ke Wimbledon.


"Aku ingin kau pergi bersamaku untuk melakukan diplomasi untuk mempererat hubungan negara kita dengan sekutu." Avior menjawab Regal,namun Regal menghela nafasnya. "Yah aku tau apa itu delegasi! Namun kau ingin pergi ke Belterre?! Itu negara para Naga!!" Regal memiliki alasan tersendiri mengapa dia menolak kontrak ini. Belterre adalah negara yang dihuni oleh para Naga,makhluk yang kekuatannya hampir sama dengan para iblis dan bahkan Dewa.


"Menyebut mereka sebagai sekutu hanya karena ekspor gandum kita,astaga... Kita akan mati begitu mereka melihat kereta kuda kita." Avior dengan tenang mengeluarkan surat dan memberikannya kepada Regal.


"Mereka yang mengundang kita." Avior menenangkan pemuda itu sembari Regal membaca surat itu dengan seksama. "Undangan dalam rangka festival Bludblume?! Astaga..." Regal yang menyadari itu langsung menaruh suratnya di meja dan berdiri.


"Kau mau aku datang dan bertarung dengan petarung kuat perwakilan dari negara-negara lain? Di daerah para naga?! Kau mau menggemparkan dunia dengan munculnya ras Nephilim setelah jaman kegelapan?!


Kau saja yang manusia biasa bisa tahu darah apa yang mengalir dalam diriku! Apalagi para Naga yang memiliki indera penciuman paling tajam di dunia!" Regal kali ini marah besar,namun Avior tetap tenang.


"Aku memilihmu karena Kapten Kesatria akan bertugas menjaga sang Raja selama pertandingan. Ayolah! Kau juga untung mau kau menang ataupun kalah,aku yakin akan ada banyak orang menawarimu kontrak setelah kau unjuk kekuatan." Perkataan itu membuat Regal duduk dan menenangkan diri.


Regal membaca surat itu kembali,sementara Avior memijat pundak Regal dengan tangannya untuk menenangkan Regal.


"Aku tau ini tampak seperti kami ingin membunuhmu,namun percayalah kalau kita tidak berencana melakukan itu,kami hanya ingin menunjukkan pada dunia,sebuah keajaiban yang terlahir setelah zaman kegelapan..."


Regal menghela nafasnya. "Biasanya aku akan menghindari kontrak dari seorang bajingan..."


———

__ADS_1


Setelah menyetujuinya,Regal pergi bersamaan dengan Raja,Kapten Kesatria dan Grandmage di dalam kereta kuda yang sama dengan beberapa kavaleri yang menjaga mereka.


"Kau terlihat gelisah nak..." Raja Geralt bertanya kepada Regal yang saat ini tampak waspada.


"Para Naga terkenal suka mencari masalah. Terutama dengan manusia,iblis,dan makhluk suci. Dan sialnya aku adalah ketiganya..." Keluhan Regal itu membuat semua orang tertawa.


"Jangan khawatir nak,kami akan melindungimu." Avior mencoba menenangkan Regal,namun saat ini ada satu orang yang menghindari tatapan Regal. Itu adalah Klaus yang saat ini satu kereta dengan mereka.


"Kau sudah besar saja nak..." Regal menatap sinis Klaus dan menjawab. "Yah... Aku terjebak dalam Dungeon dengan aliran waktu yang berbeda. Terimakasih kepadamu tentunya."


Meskipun Regal bersyukur karena telah bertemu Adrian,namun dia masih membenci Klaus karena dia tidak melakukan apa-apa padahal dia sudah tahu kalau Regal dianiaya oleh keluarganya.


Suasana akhirnya pecah sesaat setelah mereka memasuki gerbang Belterre. Mereka semua bisa melihat banyak manusia berkeliaran di sepanjang jalan,namun mereka tau bahwa orang-orang itu bukanlah manusia biasa.


Regal melihat para naga yang diceritakan di buku-buku di Abyss saat ini berada di wujud manusia mereka,menekan kekuatan untuk menciptakan suatu peradaban rukun bukannya peradaban barbar dimana yang kuat yang berkuasa seperti zaman dahulu.


Meskipun peradaban mereka lebih tentram,namun bisa dilihat bahwa kerajaan ini dibangun dekat dengan hutan dan pegunungan,tampaknya mereka tak bisa hidup di tempat yang benar-benar berbeda dari habitat alami mereka...


Kereta kudanya berhenti didepan istana milik Belterre. Para maid menuntun para tamu ke aula pesta,disana Regal dapat melihat perwakilan dari negara lain sudah pada datang. Elf,Dwarf,Beast-man dan banyak ras netral dari seluruh penjuru benua Evria datang ke sini.


Namun pandangan Regal dan rombongan dari Wimbledon terfokus pada suatu rombongan,mereka mengenakan pakaian pendeta putih dan kuning. Dari melihat pakaian dan cara bicara mereka saja Regal sudah tahu itu adalah perwakilan dari Holy Kingdom.

__ADS_1


"Aku pikir hanya yang kita ditunjuk para Dewan sebagai perwakilan umat manusia?" Tanya Regal. Avior menjawab sembari mengusap janggutnya. "Tampaknya mereka ingin naik pamor..." Regal tahu itu juga,mereka tak bisa diusir dengan alasan tamu tak diundang karena pengaruh mereka yang kuat di mata masyarakat. Namun sapaan dari rombongan sebelah akhirnya menarik perhatian mereka semua.


"Selamat datang di Belterre. Raja Geralt Wimbledon XIV." Seorang wanita dewasa cantik muncul dan mengapa mereka,rambut perak dan mata emas tidak natural itu membuat Regal menyadari bahwa itu adalah Ratu Belterre saat ini.


"Terimakasih atas sambutannya. Empress of Pure Silver,Ratu Eleanor Belterre." Geralt dan Eleanor itu saling menyapa,sementara itu Regal terus memperhatikan sekitarnya. Dia kembali melihat salah seorang delegasi dari Holy Kingdom. Pria berkulit coklat yang sepertinya berasal dari benua timur itu memiliki hawa kebencian yang kuat saat matanya bertatapan dengan Regal. Namun pria itu akhirnya pergi mengikuti rombongannya yang kembali berjalan.


"Lalu siapa anak muda ini?" Eleanor bertanya mengenai Regal. Mendengar itu Regal menundukkan kepala dan memperkenalkan dirinya. "Namaku adalah Regal,seorang Mercenary. Saya disini sebagai perwakilan Wimbledon untuk mengikuti turnamen."


Eleanor tersenyum sedikit,Regal sudah merasakannya dari tadi. Setelah Regal mengamati pria tadi,dirinya dapat merasakan kalau dia sedang diawasi. Regal yakin itu adalah ulah sang Ratu,baginya ini gawat karena saat ini sang Ratu terlihat seperti sudah mengetahui segalanya.


"Aku tak menyangka bahwa seseorang semenarik dirimu telah muncul di dunia ini setelah sekian lama... Baiklah,bagaimana kalau kita menikmati pestanya?" Semua orang melanjutkan pesta mereka,sementara itu Regal bersandar di balkon dengan segelas wine ditangannya.


Saat dia menikmati pemandangan indah dari atas sana,dia bisa mendengar suara langkah yang mendekat namun Regal tak berbalik. Seorang perempuan berdiri disebelah Regal dan bertanya kepadanya.


"Bolehkan aku bergabung?" Regal akhirnya melihat perempuan itu,perempuan berumur 17 tahun itu berdiri disampingnya. Dia sangatlah cantik dengan tubuhnya yang indah,rambut perak dan mata emasnya itu dapat memberitahu siapapun bahwa dia adalah anak dari Ratu Eleanor.


Entah mengapa saat mata mereka saling bertemu,Regal entah mau merasa waspada atau terpesona. Kecantikan wanita itu benar-benar mempesona,namun Regal dapat melihat hal lain dari tubuh indah itu.


Tangan dan kakinya,postur dan caranya bernafas itu bisa Regal lihat. Regal selalu bertemu wanita kecantikannya dapat menggoda Regal,namun ini pertama kalinya Regal jatuh cinta karena aura yang dimiliki oleh seorang wanita. Bahkan jiwa dan Mana miliknya meluap seperti sedang api,namun Regal tak menganggapnya suatu ancaman.


Regal terpesona hingga dirinya tak sadar perempuan itu bertanya kepadanya. "Ah! Silahkan..." Akhirnya Regal melihat pemandangan dari balkon itu bersama dengan wanita cantik nan anggun disebelahnya.

__ADS_1


"Kalau tidak keberatan,bolehkah aku mengetahui nama anda?" Regal meminta dengan wajah sopannya. Perempuan itu tersenyum dan menjawab. "Namaku Callen Belterre,putri dari Ratu Eleanor Belterre."


...***...


__ADS_2