Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 57: Serangan Serentak


__ADS_3

Kerajaan Suci menawarkan sebuah perjanjian kepada Victoria setelah berhasil menduduki Wandermere. Mereka mengatakan bahwa mereka akan pergi dari Victoria jika Victoria menyerahkan Wandermere kepada mereka beserta beberapa daerah-daerah strategis di Victoria,tentu saja dengan hasil diskusi bersama dengan para kepala suku dan juga Regal,Victoria menolak usulan itu. Bagi mereka ini lebih seperti ultimatum daripada sebuah perjanjian...


Pada akhirnya mereka menyelenggarakan perang terakhir,sebuah penentuan untuk Victoria dan para suku Barbarian yang ada di pulau itu. Mereka kini berada di padang rumput,padang rumput itu luas namun pasukan Barbarian dan Victoria akan terhimpit oleh hutan yang tebal dan luas yang berada di bagian kanan dan kiri mereka. Regal kini berada di atas dahan pohon bersama dengan Kallen,kali ini Regal sedikit khawatir,pasukan mereka memang kuat dan memiliki banyak keunggulan,namun selama ini mereka menyerang dengan taktik dan menghindari pertempuran terbuka dimana para Templar bisa membuat formasi andalan mereka yaitu Testudo yang mana membuat mereka menjadi tank berjalan dengan sisi depan dan bagian atas yang kuat.


Hutan ini juga menghimpit pergerakan mereka,mereka tak bisa menyerang lewat samping namun mereka tak perlu khawatir akan serangan mendadak dari musuh. Namun tetap saja Regal khawatir kalau saja dia harus menghadapi Testudo dengan medan perang ini,semakin mereka mendekati pasukan musuh maka mereka akan semakin terhimpit oleh hutan. Apalagi dia dan Kallen telah menghabiskan banyak Mana dan stamina selama 3 bulan berada di Victoria,mereka tak bisa membantu terlalu banyak dalam kondisi seperti ini. Diapun akhirnya pergi melakukan misi khusus bersama dengan Kallen untuk bisa mengalahkan orang-orang Kerajaan Suci. Diapun membuka portal dengan pedangnya dan berkata kepada Kallen. "Kita harus menang,namun kita juga harus menepati janji kita..." Kallen terlihat kesal,namun dia mengerti maksud Regal dan pada akhirnya dia ikut masuk bersama dengan Regal ke dalam portal.


Pasukan Boudica yang terdiri dari para Barbarian dari berbagai macam suku kini telah berkumpul. Ada 120.000 lebih prajurit siap mati yang kini termotivasi akibat kemenangan mereka selama 4 bulan ini telah membuat mereka percaya diri. Sementara itu,pasukan yang mereka lawan adalah Legiun milik Roland dan Astolfo. Mereka berdua memiliki Legiun paling terlatih yang ada di Kerajaan Suci berdiri di garis terdepan mereka sementara mereka meninggalkan Templar biasa berada di barisan paling belakang untuk berjaga-jaga,yah itupun kalau mereka bisa memutari hutan dan menyerang lewat belakang.

__ADS_1


Kedua komandan memberikan motivasi kepada para pasukannya,Boudica dan juga Roland saling melihat satu sama lain dari kejauhan,merekapun masuk ke dalam barisan dan pada akhirnya saling menerjang satu sama lain. Pasukan Boudica yang memiliki kereta kuda dan infanteri ringan yang kuat kini menabrak dinding perisai milik Kerajaan Suci. Boudica dan para pasukannya jelas kaget,bahkan setelah ditabrak dengan kereta kuda,barisan Testudo itu tak bergerak sedikitpun dan malah membuat Boudica terjatuh dari kereta kudanya. Pasukannya yang terus menerjang berpikir mereka bisa menembus Testudo itu kini hanya saling berdesakan lantaran mereka terhimpit oleh hutan dan juga Testudo itu. Keributan terjadi di mana-mana dan para kuda berlari menginjak orang-orang. Para Barbarian itu tak bisa mendengarkan apa-apa selain teriakan dari mereka yang terinjak karena jatuh dan suara dari orang-orang barbar yang marah.


Boudica yang melihat pasukannya kacau jelas panik. Terlebih lagi pasukan Templar yang mulai maju sembari menusuk para prajuritnya dari balik formasi,membuat kekacauan bertambah. Boudica mencoba untuk mengatur pasukan namun mereka tak mendengarkannya karena panik. Perlahan-lahan pasukan Boudica dibunuh entah karena terinjak atau dibunuh para Templar. Pasukan mereka didorong mundur sedikit demi sedikit,membuat para Barbarian itu berlari terbirit-birit. Boudica yang berhasil pergi dari kekacauan itu kini melihat pasukannya hancur,sedikit demi sedikit dia melihat para suku mati satu persatu hingga membuat pasukannya mengalami kerugian besar sementara musuh tidak,namun dia mulai melihat pasukan paling belakang milik musuh kini berterbangan,diikuti dengan suara gemuruh dan juga getaran keras yang membuat semua orang kesulitan berdiri,pasukan Kerajaan Suci kini diserang dari belakang. Roland dan Astolfo yang berada di tengah pasukan mencoba untuk melihat apa yang terjadi disana...


Begitu mereka sampai ke barisan belakang,disana mereka bisa melihat pasukan Victoria menyerang mereka dari belakang. Harusnya itu tidak mungkin lantaran hutan yang menahan mereka,namun Roland kembali terkejut begitu dia merasakan gempa yang sangat kuat,dia melihat ke depan dan akhirnya melihat penyebab gempa tersebut. Itu adalah Kallen,dia terus mengamuk dan membuat formasi Testudo menjadi tak berguna dengan membuat para Templar kehilangan keseimbangan. Melihat hal itu Roland menerjang pasukan Victoria,kekuatan dari Roland memanglah mengerikan,dia adalah seorang pendekar pedang yang bisa melawan banyak orang dengan keahlian berpedang dan sihirnya yang terasah,membuatnya dapat membunuh puluhan orang hanya dalam hitungan detik. Hingga akhirnya dia terhenti oleh satu orang,orang itu tidak menutupi wajahnya dan membiarkan Roland tahu identitasnya disaat itu juga.


"Lama tak berjumpa Putri Callen! Oh... Maafkan aku,hanya Kallen benar kan?" Orang yang berhadapan dengan Kallen adalah Astolfo,melihat Paladin tersebut Kallen marah dan ingin segera membunuhnya. Mereka pun saling menerjang dan mencoba untuk menyerang satu sama lain,pertarungan mereka berdua membuat gempa setiap kali serangan mereka berbenturan,dan di sisi lain Regal dan Roland masih bertarung satu sama lain.

__ADS_1


Keduanya bertarung seimbang,meskipun Roland lebih tua dan lebih berpengalaman. Regal tetap bisa menyainginya,hingga akhirnya Regal mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah,membuat celah yang dilihat oleh Roland. Roland yang melihat itu langsung menerjang dan menusuk Regal di bagian dada,melihat pedang suci Durandal menembus tubuh Regal yang mana adalah Iblis tentunya membuat dia senang,namun Regal malah menarik lengan Roland hingga dirinya tak bisa melepaskan pedangnya. Kekuatan cengkraman Regal membuat Kesatria Suci itu tak berkutik dan panik,bukan hanya karena dia tak bisa bergerak,namun karena Regal yang mana adalah Iblis tidak mati terkena Durandal.


"Bagaimana bisa kau tidak mati?!" Regal tersenyum dan menjawab. "Percaya atau tidak... Aku lebih suci dari kelihatannya!" Regal mengayunkan pedangnya dengan tangan kanannya dan berhasil melukai dada Roland. Melihat temannya dalam bahaya,Astolfo bergegas pergi dan mengambil Roland yang terluka parah. Regal membiarkan hal itu terjadi,dia kemudian menarik pedang Durandal yang tertancap di perutnya dan melemparnya kepada Astolfo. Ketika dia menangkapnya,Regal pun berkata. "Dimana Dewi kalian wahai Paladin? Aku pikir kalian percaya bahwa Aria memberikan berkah dan kemenangan ketika umatnya bertarung demi kebenaran. Namun dimana dia sekarang...?" Mendengar perkataan itu Astolfo kesal dan ingin menyerang Regal,namun dia sadar bahwa Roland dalam kondisi kritis.


"Kau akan melihatnya,bila kau tidak melihatnya maka aku akan membuatmu menemuinya..." Regal tersenyum dan menjawab. "Antara aku mati dan pergi ke Surga atau dia yang menjemput diriku di Neraka... Aku tidak sabar melihat ekspresi wajahnya..." Astolfo tak memperdulikannya dan mengambil sebuah kelereng dari kantongnya,dia kemudian berteriak sebelum memecahkan kelereng itu. "Mundur! Para Legiun mundur!!" Mendengar perintah itu,para Templar mengeluarkan kelereng yang sama dan memecahkannya. Satu persatu Legiun Roland dan Astolfo berteleportasi pergi meninggalkan medan pertempuran itu. Astolfo dan Roland yang saat ini hampir menghilang kini melihat Regal dengan tatapan penuh amarah dan kebencian hingga akhirnya mereka pergi menghilang.


Meskipun sebagian orang berhasil mundur,namun tampaknya tak semua orang membawa kelereng itu. Para Barbarian dan juga Kesatria Victoria menawan para Templar yang masih sekarat dan para Templar yang tidak membawa kelereng itu. Saat semua orang sedang sibuk menahan para Templar yang sedang menyerah,Boudica datang mendekati Regal. Dia berjalan perlahan,namun ketika dia berada dekat dengannya,dia memukul wajah Regal dengan sangat keras dengan tinjunya...

__ADS_1


...***...


__ADS_2