
Di malam hari,Kaiman terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa seperti melihat dunia terbalik,saat dirinya sudah fokus dia mulai bisa melihat dengan jelas,namun dunia masih terbalik.
"Selamat pagi berengsek!" Kata Regal sembari menenggelamkan Kaiman di dalam ember air. Kaiman mulai menggeliat panik,membuat dirinya kehabisan nafas lebih cepat,saat sudah 30 detik Regal kembali menariknya.
Saat ini Kaiman tergantung terbalik di sebuah pohon,kaki dan tangannya diikat dan dibawahnya ada ember air.
"Aku mohon! Aku dipaksa oleh Hayes! Kalau saja Black Cliff tidak terus menempel kepadaku maka aku pasti akan memberitahu..." Regal menenggelamkan Kaiman ke dalam ember air itu lagi. Dia kemudian menarik lagi talinya dan mengancam Kaiman.
"Kau beruntung iblis tak bisa membatalkan janji mereka!" Regal kemudian menenggelamkan kepala Kaiman ke dalam air lagi. Anne yang mendengar perkataan Regal langsung bertanya.
"Kalian tak bisa ingkar janji?" Regal kemudian menjawab. "Yah iblis tak bisa ingkar janji di dunia bawah,namun disini peraturannya agak berbeda."
Regal kemudian menarik kembali tali Kaiman. "Kumohon aku tidak bersalah! Akan kuberikan kalian bayaran Black Cliff aku bersumpah!" Regal memberikan tali itu kepada Anne dan meninju wajah Kaiman.
"Dengar pria tua,kau berikan kami bagian dari pembayaran klien yang memesan apapun yang ada dalam gerobak ini! Apa kau mengerti?!"
Kaiman dengan wajah ketakutan mengangguk. "Baiklah akan kubagi dua denganmu!" Regal memberikan syarat ke Anne untuk menenggelamkan kepalanya lagi.
Kepala Kaiman kali ini ditenggelamkan cukup lama,Regal mulai melihat ke Anne,wajah senang Anne akhirnya berubah menjadi cemberut dan akhirnya dia mengangkat tubuh Kaiman.
"Buat itu 60% dan akan kulepaskan..." Kaiman yang kaget mendengar perkataan Regal akhirnya menjawab.
"Enam puluh persen?! 50 saja aku sudah rugi..." Kepalanya kembali ditenggelamkan ke dalam ember. Setelah cukup lama akhirnya Regal menarik lagi kepalanya.
"Baik-baik 60% aku akan memberikannya!" Regal tersenyum dan berkata. "Aku sedang tidak mood,buat jadi 70 % karena sudah menjadi seorang yang berengsek..."
Mendengar hal itu Kaiman kaget dan mencoba menawar namun melihat Regal yang mau menenggelamkan kepalanya lagi akhirnya membuat dia menyetujuinya.
"Baiklah-Baiklah! 70 persen buat kalian!! Lepaskan aku!!" Kaiman kencing di celananya,Anne yang melihat itu langsung melepaskan talinya dan membiarkan Kaiman jatuh bersamaan dengan ember itu.
"70 persen terdengar jahat menurutku..." Finnley berkomentar,namun Regal tersenyum dan berkata.
"Dia bohong soal dia diancam... Ayo makan." Dan akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dipagi harinya.
__ADS_1
———
Red Viper sudah mulai pulih,tidak ada korban jiwa diantara mereka dan tidak ada pula serangan lagi dari para monster.
"Kita sudah sampai..." Mereka semua berhenti didepan sebuah reruntuhan kuno.
Regal yang melihat itu langsung berteriak. "Ember!" Kaiman yang mendengar hal itu langsung menolak. "Tidak! Tidak! Ini tempatnya! Klien yang memesan ada disini aku sumpah!"
Regal melihat lebih jelas,dan memang benar ada formasi sihir yang tertulis disini. Regal memanggil Gram dan memotong ruang hampa,tiba-tiba saja muncul sebuah portal dari bekas tebasan Regal.
"Eh... Aku diberikan mantra untuk masuk..." Kata Kaiman,Regal tidak memperdulikannya dan lanjut masuk sembari menarik kereta kuda mereka.
Ketika mereka melewati portal itu,Regal dan yang lainnya berada di tempat yang sama,namun reruntuhan itu kini menjadi kastil utuh tanpa lumut sedikitpun.
"Dimana kita?" Ucap Anne. Regal melangkah tanpa mempedulikan sekitar dan berkata. "Ini dimensi lain..."
Semua orang jelas kaget,sihir untuk membuat dimensi lain hanya ada di dalam Dungeon saja,bahkan jika seorang penyihir bisa mengendalikan ruang dan waktu paling dia hanya bisa membuat dimensi untuk menyimpan barang.
Kaiman langsung maju dan bersujud dihadapannya. "Salam Grandmage Avior!" Regal dan yang lainnya tahu ini,di Wimbledon selain dari kekuatan kesatrianya yang hebat,mereka memiliki seorang penyihir yang disebut Grandmage.
"Berdirilah,aku tak perlu penghormatan apapun." Kaiman akhirnya berdiri namun dirinya masih gemetar dihadapannya,awalnya dia melihat ke Kaiman namun dia sekarang mengalihkan pandangannya ke Regal.
"Kau merusak segel ku nak? Apa kau seorang penyihir ruang?" Tanya Avior ke Regal. Regal mengangguk dan menjawab. "Yah,aku adalah penyihir ruang."
Red Viper akhirnya mengerti,mengapa dia bisa merusak segel Avior dan mengapa dia bisa mendistorsi ruang dan waktu. Mereka semua akhirnya sadar bahwa Regal adalah penyihir ruang.
"Jiwa dan juga darah dalam tubuhmu,begitu yah? Bagaimana kalau kita minum teh dulu anak muda?" Avior menawarkan Regal untuk minum teh,Regal melihat kepada yang lain dan mereka tampaknya tak ingin Regal menyulut amarah Avior.
"Yah,aku punya waktu..." Regal akhirnya masuk ke dalam kastil dan minum teh di balkon. Teh itu diseduh oleh seorang maid yang terlihat sangat aneh.
"Air raksa... Ya kan?" Avior tersenyum dan menjawab. "Apakah anak-anak jaman sekarang semuanya pintar-pintar?" Maid itu kemudian berubah menjadi sebuah slime yang terbuat dari air raksa lalu duduk di pangkuan Avior.
"Guruku mengajariku banyak hal,omong-omong apa yang kau pesan itu? Apa perlu sampai kau memberikan rute dan metode masuk yang berbeda pada seorang pedagang kelas menengah?" Avior tertawa mendengar hal itu.
__ADS_1
"Hei nak kau ini tentara bayaran kan? Apa artinya kau menerima kontrak?" Regal mengangguk. "Apa permintaanmu?" Mendengar itu Avior langsung membicarakan tentang eksperimennya.
"Aku ini seorang penyihir yang berspesialisasi di bidang pemanggilan makhluk sihir. Aku telah melakukan banyak hal disini.
Namun yang berhasil sekarang hanyalah makhluk ini,Avior memberikan Slime air raksa itu kepada Regal untuk dilihat. Setelah melihat lebih dekat Regal melemparnya ke samping dan Slime itu berubah kembali menjadi maid.
"Jadi apa yang kau perlukan?" Avior yang mendengar Regal tertarik akan kontrak itu akhirnya menjelaskan.
"Apa yang ada dalam kotak kereta kuda itu adalah kunci dari Domain of The Hollow. Itu adalah Domain yang berisikan harta dari Celestia yang tersegel. Kalau kau bisa membukakan pintu itu dan menyelesaikannya kau bisa mengambil apapun yang ada disana sebagai hadiah."
Regal kemudian bertanya. "Dan apa untungnya bagimu?" Avior tersenyum dan berkata. "Buka peti mati yang ada disana lalu carilah Savage Hunter of Styria. Sebuah catatan kuno yang menjelaskan tentang Demon King of Madness"
Mendengar hal itu Regal langsung bertanya. "Dimana dan kapan?"
———
Mereka berdua pergi ke ruang bawah tanah,Regal sekarang berdiri di hadapan sebuah pintu besar,Avior memakai sihirnya untuk mengendalikan kunci Dungeon itu.
"Saat aku membuka pintu,kau harus mengalahkan musuhmu secepatnya,aku hanya bisa membuka pintu ini sekali,dan ketika Mana-ku habis maka kau akan terjebak didalam sana."
Regal mengangguk setuju. Avior akhirnya membukakan pintu Dungeon untuk Regal,setelah pintu itu terbuka,Regal masuk kedalamnya.
Saat berada didalam,itu seperti sebuah arena pertarungan bawah tanah,lengkap dengan podium yang menjadi pembatas. Regal turun ke tengah arena.
Lantai arena itu tampak seperti cermin,Regal dapat melihat pantulan tubuhnya di bawah kakinya,namun tiba-tiba saja pantulan Regal bergerak tidak mengikuti Regal.
Regal yang melihat itu langsung mundur ke belakang,saat Regal mundur dia bisa melihat bayangannya keluar dari lantai dan memasang kuda-kuda yang sama dengannya.
"Yang benar saja..."
Regal melihat bayangannya mulai memakai Adamas dan Gram... Dirinya tau kalau ini akan menjadi sulit,namun Regal juga memasang perlengkapannya dan bersiap bertarung...
...***...
__ADS_1