Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 12: Nafsu Incubus


__ADS_3

Regal yang melepaskan semua pakaiannya mulai berbaring di ranjang untuk mencoba menenangkan dirinya,hawa dingin ruangan itu dan panas tubuhnya benar-benar membuat dorongan pada tubuhnya semakin tak terkendali.


Pada saat dirinya sibuk mengontrol tubuh dan pikirannya,Regal tidak menyadari bahwa seseorang sudah masuk di ruangannya.


Sosok maid dengan wajah cantik,mata biru dan rambut peraknya itu bisa diketahui olehnya dalam sekali lihat saja.


"E-Elaine?! Benda apa yang kau masukkan dalam kue itu?!!" Ucap Regal dengan wajah merahnya.


Elaine tersenyum,dia seperti serigala yang melihat domba tak berdaya dihadapannya. Dia kemudian mendekatkan dirinya ke telinga Regal dan memberitahukannya.


"Kau telah menjadi anak nakal yah Tuan Muda... Sudah berapa kali kau membasahi kasurmu selama 7 bulan terakhir?" Ucap Elaine dengan nada menggoda di telinga Regal.


Regal jelas kaget mengetahui Elaine tahu tentang kasurnya. "Apakah kau pikir aku tak tahu? Alasan anda mencuci seprai anda lebih dari 3 kali dalam sebulan? Baunya bisa tercium olehku loh..."


Elaine mulai mengusap tubuh Regal secara perlahan,sensasi dari obat yang dimasukkan oleh Elaine dan juga aroma wanginya,benar-benar membuat semuanya tak tertahankan lagi untuknya.


"Apakah kau bisa membantuku...?" Regal berkata sembari menahan wajah malunya.


Elaine dengan wajah penuh nafsu akhirnya membuka pakaiannya satu persatu dan masuk ke dalam selimut yang dipakai oleh Regal. Sekarang mereka berdua sama-sama telanjang di satu selimut.


"Sudah jadi kewajiban seorang maid,namun maafkan aku bila aku melakukan kesalahan yah Tuan Muda... Bagaimanapun ini adalah kali pertamaku..." Ucap Elaine sembari melahap Regal ke dalam dirinya.


———


Regal terbangun di pagi hari dengan sangat pusing,seluruh ranjangnya berantakan dengan seprai yang basah di setiap sudut.


"Aku sudah belajar mengenai hal ini dari buku,namun tak kusangka akan separah ini..." Regal mengusap wajah Elaine yang sedang tertidur di sampingnya. Wajah itu benar-benar cantik dan lembut,setelah dia mengusap wajah itu Regal akhirnya mencium Elaine di pipinya.


"Selamat pagi..." Ucap Regal. "Selamat pagi juga..." Regal jelas kaget mendengar Elaine yang sudah bangun. Regal kemudian mundur dan mengambil jarak.

__ADS_1


"Sejak kapan kau bangun?!" Elaine tertawa dan menjawab. "Sejak anda mengusap wajah saya. Tangan anda sangatlah kasar..." Elaine mengambil tangan Regal yang kapalan dan penuh bekas luka,dia mengusap wajahnya dengan tangan itu.


"Hmm,tapi aku suka ini..." Perkataan Elaine membuat Regal tersipu malu. Dia menarik tangannya lalu kembali menjaga jaraknya.


Elaine yang melihat itu tertawa. "Ya ampun Tuan Muda,semenjak kedatangan anda aku jarang sekali melihat anda tersenyum atau bahkan peduli pada kami para maid.


Namun untuk melihat anda tersenyum dan tersipu malu begitu,benar-benar berbeda dari saat anda tanpa henti berlatih pedang."


Regal yang mendengar itu lalu marah dan berteriak "Sudahlah! Cepat tinggalkan kamarku!"


———


Pagi itu Regal memasak,para maid kemudian menghidangkannya di meja makan untuk dimakan oleh Regal dan Adrian. Namun sedari tadi... Elaine berdiri terus disamping Regal yang sedang menikmati sarapannya.


Regal yang melihat senyuman Elaine membuatnya waspada,dia terus menerus mencium bau masakan dan minumannya untuk jaga-jaga apabila dia memasukkan sesuatu yang mencurigakan,setelah dirasa aman diapun meminum jus anggur yang telah dia buat. Dilain sisi Adrian yang melihat hal itu langsung tau apa yang sudah terjadi.


Adrian yang melihat itu langsung tertawa begitupula dengan Elaine yang ada disebelah Regal. Dia mengambil sapu tangannya dan membersihkan mulut Regal dari noda. Regal yang mencium bau parfum yang sama dengan yang dipakai Elaine ada di sapu tangan itu langsung membuatnya loncat dari kursinya.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau mencoba memperkosa diriku lagi?!" Ucap Regal,Elaine tertawa kecil mendengar hal itu dan menjawab.


"Ini memang bau parfum saya Tuan. Lagian menyebutnya memperkosa yah... Padahal anda yang memimpin,ya ampun aku bahkan hilang kesadaran beberapa kali,bagaimanapun kita melakukannya sampai pagi." Elaine mencoba untuk menggoda Regal lagi.


Regal yang kesal mulai marah,namun itu dihentikan oleh suara tertawa Adrian.


"Ya ampun,melihat anak serius sepertimu tak kuat melawan nafsu Incubus dalam tubuhmu benar-benar lucu." Adrian tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol Regal.


"Kalau kau tau selama ini mengapa kau diam saja? Aku baru saja bercinta dengan kepala pelayanmu?!"


Adrian mulai menahan tertawanya itu,namun senyumannya masih ada bahkan saat dia menjawab perkataan Regal.

__ADS_1


"Tenang saja,kau akan segera terbiasa tidur dengan maid lainnya." Ucap Adrian,Regal yang mendengar itu jelas kebingungan dengan maksud dari Adrian.


"Maksudmu aku harus tidur dengan para maid? Ada 70 dari mereka,dan kau ingin aku meniduri mereka semua?" Regal mengatakannya dengan wajah kaget.


"Bukannya itu malah bagus? Kau tau orang-orang di umurmu ingin segera merasakan sentuhan wanita. Apalagi wanita perawan,oh... Aku suka saat para penganutku membuat lubang dan meneteskan darah perawan di lubang itu,yah persembahan semacam itu sudah tak dilakukan lagi sekarang."


Adrian meminum wine miliknya sembari tersenyum mengingat kenangan indah itu.


"Kalau begitu aku akan mencuci kasur anda,kita meninggalkan banyak jejak kemarin malam." Elaine pergi dengan senyum rubah di wajahnya itu,Regal yang melihat itu menjadi kesal namun dirinya menahan diri.


"Jadi,pelatihan tentang Vis,Mystic eye of Fate,dan Foul Legacy. Semuanya sudah terpenuhi,ini sudah saatnya bagimu meninggalkan Abyss Regal."


Pada saat itu,Regal tersadar. Tidak selamanya manusia bisa tinggal di sebuah gua tanpa melihat matahari dan bulan. Itu apa yang dia rasakan dan apa yang dia pendam selama bertahun-tahun berada di Abyss.


Mendengar bahwa dirinya akan segera pergi,Regal terlihat seperti lega,namun dirinya juga merasakan sedih karena akan meninggalkan tempat dimana orang-orang bisa menerimanya. Adrian jelas peka terhadap hal tersebut dan mencoba untuk menghibur Regal.


"Jangan sedih,kau bisa berkunjung kapanpun dengan membuat lubang di tanah dan berbisik ke lubang itu. Dengan cara itu aku bisa memindahkan mu kembali ke Abyss.


Omong-omong... Tentang Gram,pedang itu sudah jadi dan tinggal menunggumu membuat kontrak dengannya. Karena itu adalah hadiah dari ujianmu,aku rasa tak masalah kalau kau mengambil barang lain dariku."


Regal kebingungan dengan perkataan Adrian.


"Barang lain?" Adrian yang melihat Regal kebingungan langsung berdiri dari kursinya.


"Yah,kita akan ke ruang harta." Mendengar perkataan Adrian,Regal langsung berdiri dan mengikutinya.


Sebagus apapun Gram,itu hanyalah sebagian kecil dari koleksi salah satu dari kedua Dewa utama. Bahkan dengan Gram ditangan Regal,tidak akan mungkin ada sesuatu di ruang harta seorang Dewa yang tidak akan menarik perhatiannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2