
Tidak dapat disangkal bahwa untuk pertama kalinya Regal tergoda bukan karena sifat Incubus dalam dirinya. Callen Belterre,Regal tau informasi mengenai dirinya,anak kedua dari kerajaan Belterre. Namun ada beberapa rumor tak mengenakkan yang mengatakan bahwa Callen adalah hasil hubungan gelap Ratu Eleanor dengan seorang manusia.
"Biar kutebak,kalian mencurigai diriku." Regal tersenyum sembari melihat perempuan disebelahnya itu. "Seperti yang diharapkan dari Mercenary ternama dengan darah Nephilim. Tapi tenang saja,aku disini bukan untuk mengawasi namun untuk menyapa. Meskipun kami membenci Iblis dan Malaikat,namun tidak dapat disangkal bahwa kami menjunjung tinggi martabat Warrior."
Regal tersenyum setelah mendengar itu. Callen benar-benar memiliki martabat yang pekat,Regal bahkan tidak tau apakah dia berbohong atau tidak lantaran dia bisa membuat jiwanya tetap stabil dan tidak bergetar karena sudah berbohong.
"Apa kau akan ikut berpartisipasi di turnamen?" Callen tersenyum kepada Regal. "Ada 4 orang perwakilan yang akan bertarung nanti,setelah kau melawan peserta terakhir kau akan melawan Champion dari arena,yaitu aku sendiri."
Mendengar hal itu Regal semakin tersenyum. "Hadiah apa yang kuterima bila menang darimu?" Callen meminum wine dengan wajah datar. "Kau akan melihatnya saat kau mengalahkanku." Mendengar hal itu membuat Regal tertawa,dia berbeda dari yang lain,Regal dapat tahu itu,daripada orang yang banyak omongnya namun tidak dapat berdiri setelah 3 serangan,perempuan disebelahnya itu berbeda...
"Katakan padaku Putri Callen. Bila Malaikat melindungi dan Iblis menghancurkan. Apa yang dijunjung tinggi oleh para Naga?" Tanya Regal kepada Callen,Callen menjawabnya tanpa ragu sedikitpun. "Kekuatan... Kami menjunjung tinggi kehormatan dan kekuatan."
Saat ini kewaspadaan Regal telah turun,dia sekarang tahu apa yang menjadikan para Naga membenci makhluk lain. Mereka membenci makhluk seperti manusia dan ras lemah lainnya karena mereka lemah,berbeda dengan alasan mereka selalu melakukan permusuhan pada Iblis dan Malaikat. Itu semua karena persaingan...
Setelah itu,Regal dan Callen berbincang cukup lama di balkon. Mereka berdua mendekatkan diri mereka masing-masing,itu semua karena mereka berdua tahu bahwa setelah mereka berbincang dengan kata-kata,mereka akan berbincang dengan tinju mereka.
———
__ADS_1
Paginya pembukaan arena dilakukan,tidak hanya Naga,banyak ras lain yang pergi ke Belterre untuk menonton pertarungan besar-besaran itu. Di ruang persiapan Regal telah memakai Adamas,dia kemudian melihat kearah Gram,pedang dengan gagang hitam dan bilah perak itu memantulkan wajah Regal.
"Setelah sekian lama akhirnya kau bisa menunjukkan kekuatanmu lagi..." Regal kemudian menyarungkan Gram di sarungnya,kemudian dia pergi ke arena pertandingan. Saat dia keluar dia bisa melihat ada banyak peserta lainnya yang ikut dalam pertandingan ini.
Molon perwakilan dari ras Orc,Dakath perwakilan ras Elf,Kyle perwakilan ras Dwarf,dan tentu saja Regal yang mana perwakilan ras Manusia. Semua orang termasuk Regal saat ini adalah Warrior yang tengah naik daun. Sayang sekali hanya 4 ras yang ditunjuk oleh Naga,namun hal itu jelas tidak akan membuat pertandingan ini membosankan untuk di nonton. Regal melihat di podium para penguasa,disana dia bisa melihat para penguasa dari masing-masing kerajaan yang bertanding duduk disana. Dan disana dia bisa melihat Callen.
Tatapan mata naga yang menyamar jadi manusia itu benar-benar berbeda dari apa yang dia lihat di pesta,mata seorang Warrior,dia melihat pertandingan ini sebagai suatu yang sakral,begitupula dengan para Naga yang melihat pertandingan dari bangku penonton.
Setelah promotor arena menyelesaikan pembukaannya,dia langsung membacakan jadwal pertandingannya. "Pertandingan pertama akan dilakukan oleh perwakilan ras Manusia dan ras Orc! Mercenary Regal dan Champion of From North,Molon!"
Regal dapat merasakan itu bukanlah sebuah jabat tangan,Molon berusaha menghancurkan tangan Regal dengan kekuatan tangannya itu,akan tetapi Regal tak berkedip sama sekali walaupun tangan Orc itu menggenggam dengan sangat keras hingga urat-uratnya terlihat. Dengan senyuman di wajahnya Regal melihat Molon.
"Ini seharusnya jabat tangan biasa kau tau...?" Dan hanya dengan sedikit dorongan saja,Regal membuat Molon menyadari kesalahannya. Tubuh bagian bawahnya kehilangan keseimbangan,dia mencoba tetap berdiri dengan kaki gemetar hingga akhirnya dia berlutut dengan tangan kirinya menahan agar tubuhnya bagian atasnya tak jatuh.
"Ada apa? Bukankah kau yang membuat ini menjadi kontes kekuatan?" Regal terus menekan bukan dengan kekuatan namun dengan teknik. Molon saat ini merasakan sesak nafas yang dia alami,tekanan dan juga dorongan itu rasanya seperti dirinya saat ini berada di dalam sebuah jurang,tidak... Dia merasa seperti tenggelam di lautan yang memiliki tekanan sangat tinggi,Regal memberikan sensasi itu hanya dengan jabat tangan saja.
Hingga akhirnya Regal mematahkan tangan kanan Molon. Orc itu masih terbaring dengan wajah yang ketakutan,saat dia sadar dia akhirnya mulai bisa merasakan tangan kanannya yang sudah patah itu. Dengan kemampuan alaminya,Orc bisa menyembuhkan patah tulang dengan mudah,namun saat ini dia tidak bisa konsentrasi dengan nafas tidak beraturan.
__ADS_1
Semua orang yang melihat itu jelas takjub dengan apa yang dilakukan oleh Regal,saat Molon berdiri dia memasang wajah marah,bagi dirinya untuk dipermalukan seperti itu benar-benar melukai harga dirinya sebagai seorang Warrior.
"Kau akan menyesalinya manusia...!" Molon mengancam namun Regal tak menjawab. Saat keduanya berada di posisi masing-masing,wasit mulai membunyikan lonceng pertandingan.
Regal memang melawan Molon,namun saat Molon memperhatikan dengan mata penuh amarah,Regal tak menatap mata Warrior itu. Molon yang menyaksikan Regal tak menatap ataupun tak memasang kuda-kuda akhirnya termakan emosi lagi.
Molon menerjang dengan kapak perang miliknya,mencoba untuk membunuh namun Regal masih tak menatap. Hingga akhirnya Molon sadar,alasan mengapa dia tidak menatap ataupun mencoba untuk bertahan itu karena Regal tak menganggap dirinya sebagai seorang ancaman. Dan saat Molon menyadari betapa kecilnya dirinya dihadapan lawannya,Regal mengayunkan pedangnya dan membelah dua Orc tersebut.
Molon akhirnya sadar,bahwa saat dia berjabat tangan dengannya,dia bukanlah menunjukkan kekuatannya,namun menunjukkan kelemahannya. Itu membuat Regal sadar bahwa ini bukanlah sebuah pertarungan,Regal tak merasakan ancaman apapun dari perkataan dari aksi Molon. Hingga akhirnya Molon meninggal ditempat. Semua orang terdiam hingga akhirnya keheningan itu berubah menjadi sebuah sorakan.
Kematian didalam arena merupakan hal yang jarang,namun bukanlah pelanggaran untuk membunuh lawanmu. Wajah Regal terkena darah dari Molon yang saat ini tubuhnya masih terus mengeluarkan darah.
"Apa serendah itu Warrior di zaman ini?" Regal memanglah menang namun dia tidak merasakan apa-apa,hanya ada kebosanan yang dia rasakan. Saat dia merasakan kebosanan itu Regal melihat kearah Callen. Perempuan itu juga merasa pertandingan itu membosankan,namun dia tersenyum saat melihat Regal.
"Benar yah...? Hanya kau yang layak di sini..." Dan dengan itu Regal keluar dari arena dengan status sebagai pemenang.
...***...
__ADS_1