
Di malam yang berdarah itu,semua orang bertarung hingga mewarnai hutan dengan darah lawan-lawan mereka. Namun pertarungan yang sangat dahsyat hingga menyebabkan gempa saat ini terjadi di tempat dimana semua orang tak melihatnya... Regal dan Agronak,kedua Warrior itu bertarung dengan gaya yang berbeda namun dengan kekuatan mereka masing-masing.
Agronak dengan kekuatan besarnya yang dapat menghancurkan pilar besar di makam itu dengan sekali ayunan dan Regal yang dapat bertarung sembari menghindari serangan-serangan itu dengan kelincahan dan Mystic eye of Fate miliknya. Meskipun demikian,Agronak terus menerus meregenerasi luka-lukanya sementara Regal semakin terluka akibat puing-puing yang diterbangkan oleh Agronak saat dirinya menghancurkan dinding dan lantai.
Mereka berdua bertarung mati-matian,Regal hanya dapat menahan 2-3 serangan saja sebelum akhirnya dia menghindari kapak besar Agronak yang melayang dan melahap semua hal yang ada didepannya. Hingga akhirnya Regal berhasil melukai Agronak di leher,namun dia terkena pukulan di dadanya hingga menabrak dinding.
Regal muntah darah sembari melihat luka dangkal yang dia berikan pada Agronak berhasil pulih seutuhnya,membuat kepalanya tidak terlepas dari badan. Melihat situasi ini Regal akhirnya memutar otaknya. Dia memasang kuda-kuda dengan perlahan-lahan hingga membuat Agronak tertawa,dan saat Regal maju menerjang Agronak,kapaknya melayang untuk membunuh Regal,akan tetapi itu adalah jebakan yang sengaja disediakan oleh Regal.
Pedang arwah dari Phantom Blade yang berjumlah puluhan kini terjatuh dari atas kepala Agronak. Pedang itu menembus kulit dan membuat regenerasinya lumayan lambat lantaran pedangnya masih menyangkut walaupun dalam keadaan rapuh. Agronak marah dan mengayunkan kapaknya dan membasmi apa yang ada didepannya lantaran dia tidak bisa melihat Regal ada dimana dengan mata yang tertusuk pedang.
Semua pedang arwah itu hancur namun bilah pedangnya masih menancap,dan saat Agronak mengayunkan kapaknya dia tidak merasa atau melihat Regal dihadapannya. Saat ingin menoleh kebelakang Regal tiba-tiba menusuk mata Agronak dengan pedang arwah miliknya,dan ketika Agronak ingin memukul Regal,Regal sudah melompat terlebih dahulu dan menjauh. Agronak yang marah ingin bergerak maju namun dari belakangnya terbang pedang arwah yang dengan cepat menusuk bagian belakang lutut Agronak,membuat Orc perkasa itu terjatuh di tanah.
"Manusia sialan!!" Teriakan Agronak membuat seluruh makam bergetar,Regal dapat merasakan Aura dari tubuh Orc itu semakin memanas dan keluar juga suara seperti makhluk buas yang dia dengar saat perang tadi. Setelah melakukan riset,akhirnya Regal tahu mengapa Orc selatan lebih kuat,selain dari fisik seorang penambang,mereka juga mempunyai Aura khusus yang dapat meningkatkan kekuatan mereka bukan hanya dengan Mana namun juga kewarasan mereka. Teknik ini disebut oleh para Orc selatan sebagai...
"Berserk!!!"
__ADS_1
Makam mulai runtuh sebagian,Regal yang mencoba untuk menghindari langit-langit yang jatuh tiba-tiba saja dikagetkan oleh Agronak yang muncul dari balik asap. Ayunan kapak Agronak benar-benar luar biasa kuat,hingga tangan Regal yang terlindungi Adamas langsung membuat pergelangan tangannya patah...
Regal terus menerus menghindari tanpa memiliki kesempatan menyerang. Dia dapat merasakan Aura dari Agronak semakin kuat seiring berjalannya waktu. Pertarungan mereka berdua benar-benar membuat makam itu runtuh perlahan-lahan,hingga akhirnya Regal melompat dan menancapkan pedangnya di langit-langit untuk bertengger. Disana dia memikirkan strategi apa yang harus dia gunakan di situasi seperti ini. Hingga akhirnya dia merasakan Mana dalam tubuhnya yang semakin menipis,membuat Regal yakin bahwa dia tak akan bertahan lama.
Akhirnya Regal tak punya pilihan lain selain mengeluarkan kartu as miliknya...
"Grand Ode!" Dalam radius 200 meter terdengar bunyi sebuah lonceng. Agronak yang mendengar suara itu membuatnya semakin gila hingga akhirnya seluruh daerah itu tampak seperti bercahaya. Agronak tak bisa melihat apapun dari balik tirai cahaya itu,tidak peduli seberapa keras dia mencoba namun matanya malah terbakar akibat tindakannya itu.
Saat matanya mulai beregenerasi,dia akhirnya bisa melihat dimana mereka. Tempat sunyi seperti gua yang tak diterangi oleh cahaya namun mereka masih bisa melihat,tempat itu adalah replika Abyss...
Grand Ode merupakan sihir pamungkas Regal. Membuatnya dapat membawa semua orang yang masuk dalam areanya pergi ke alam bawah sadar Regal. Dan tempat yang membekas di hati Regal adalah tempat yang memberikannya kesempatan hidup keduanya. Sebuah sihir yang tercipta dari rasa terimakasih yang tak berujung,sihir yang menciptakan replika Abyss.
"Ini belum sempurna... Namun ini cukup untukmu!" Agronak mulai menerjang Regal,namun Regal yang bisa membaca jiwa Agronak yang ketakutan akhirnya menghindar dengan mudah,bahkan saat ayunan kapaknya banyak dan tidak beraturan namun Orc itu masih gampang ditebak. Tubuh Regal hampir pingsan akibat membawa Agronak ke alam bawah sadarnya,namun itu semua sepadan.
Saat Regal melakukan serangan balasan dengan memotong lengan kanan Orc itu,Agronak jatuh ke tanah sembari menahan pendarahan tangannya itu. Dia melihat ke Regal,sosok manusia yang lebih lemah darinya itu kini berdiri lebih tinggi darinya yang sedang terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Apakah ini yang namanya seorang Warrior? Menyedihkan..." Agronak mencoba untuk mundur dan memanjat arena itu. Namun tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang muncul dari lantai arena dan menarik kaki Agronak hingga kembali.
"Mereka yang kalah dalam pertarungan terhormat akan mati... Itu yang kalian para Orc selalu katakan kan?" Tangan yang muncul dari lantai arena itu semakin banyak, sampai-sampai itu bisa mengekang Orc sekuat Agronak hingga tidak dapat bergerak.
Tangan-tangan itu sangat kuat hingga bisa mengekang Orc berkekuatan sangat besar itu. Hingga akhirnya tangan-tangan itu mulai meremas dengan sangat keras,tubuh Agronak hancur layaknya sebuah kaca,badannya tidak berdarah namun jeritan Orc itu bisa menjelaskan betapa dahsyatnya rasa sakit yang bahkan kegilaannya tidak bisa sembunyikan.
"Tolong aku! Tolong aku!" Orc itu memohon untuk hidupnya,namun Regal berbalik dan memunggungi Agronak yang tubuhnya ditarik oleh tangan-tangan yang keluar dari api neraka. Dia berjalan menjauhinya sambil mengatakan pada Agronak.
"Aku telah membawamu kesini untuk penghakiman,dan sekarang tangan-tangan itu akan membawamu ke neraka yang paling dalam. Nikmatilah nafas dari dasar bumi ini selagi kau bisa,Chief..."
Perlahan-lahan tubuh Agronak ditarik oleh tangan-tangan itu ke dunia bawah. Saat Regal berjalan,semua hal tampak kembali normal. Dia kini berada di makam yang hampir runtuh akibat serangan-serangan Agronak sebelum ke Abyss. Diapun berjalan ke arah peti mati itu dan membacakan mantra kuno di hadapan mayat Orc yang terbaring di peti mati itu.
"Wahai Dewa dunia bawah... Izinkanlah aku berbicara dengan mereka yang sudah mati..."
Regal melihat mulut Orc itu terbuka,dan perlahan bola api biru terbang dari mulut itu dan mulai berubah wujud menjadi gambaran Warrior di masa lalu yang sudah terbaring itu.
__ADS_1
"Blood Mane Orc,Grisha. Apakah kita bisa bicara?"
...***...