
Regal yang berada di istana Belterre akhirnya bertemu dengan calon keluarga barunya. Eleanor menyambutnya dengan mengundangnya minum teh bersama. Keduanya berada di taman sembari meminum teh dan membicarakan masalah pernikahan ini.
"Jadi kau ingin bilang kalau kau yang mendanai pernikahan ini sepenuhnya?" Regal meneguk tehnya dan menjawab. "Sudah tugas seorang pria untuk mengurusi kebutuhan istrinya,itu yang diajari oleh guruku. Jadi sebutkan saja berapa harganya,aku akan siap membayar,lagian aku juga sudah mendapatkan banyak uang..."
Eleanor tersenyum dan menjawab. "Saat pertama bertemu denganmu,aku tau kau orang yang tenang,namun aku tak menyangka kau seorang pria sejati... Baiklah,namun seperti perjanjian pestanya harus diadakan di Belterre."
Regal menjawab dengan tenang. "Aku mengerti Yang Mulia." Mereka berdua lanjut meminum teh mereka,namun tiba-tiba saja seorang pelayan masuk dan membisikkan sesuatu pada Eleanor.
"Hmm begitu yah?" Regal bisa melihat Eleanor tampak kesal,Eleanor kemudian memberitahukan informasi itu pada Regal ketika pelayan tadi pergi.
"Kami tak bisa memanggil Pendeta kuil cahaya. Mereka semua entah bagaimana menikahkan kalian berdua,tanpa mereka kita tidak bisa meminta restu Dewi Aria dan menghubungkan jiwa kalian berdua."
Regal dan Eleanor sadar,ini semua ulah Holy Kingdom yang tidak ingin menikahkan Putri dari ras terkuat di benua dengan seorang manusia yang tidak memiliki hubungan dengan Holy Kingdom,apalagi sedari awal Regal tak menganggap Aria sebagai Dewi dan berakhir menjadi penyembah Teloch. Tentunya Holy Kingdom tak akan menikahkan mereka berdua walaupun Aria tidak mempermasalahkannya.
"Nikahkan saja kami atas namamu Yang Mulia. Aku yakin Callen tak akan keberatan." Eleanor menjawab. "Meskipun aku menikahkan kalian atas namaku,tanpa Dewi Aria jiwa kalian tak dapat dipersatukan,aku mungkin mendekati ranah para Dewa namun aku bukan salah satunya..."
Regal tersenyum dan menjawab. "Jangan khawatir,aku punya cara sendiri..."
———
Setelahnya Regal berjalan ke balkon untuk menghirup udara segar,namun tiba-tiba saja Regal didatangi oleh Callen yang ikut menemani Regal.
__ADS_1
"Kau benar-benar suka dengan alam yah? Saking sukanya kau sampai melupakanku." Regal tertawa dan menjawab. "Justru aku kesini karena aku tau kau suka alam..."
Mereka berdua akhirnya mengobrol satu sama lain.
"Aku mendengarnya,kita akan menikah dengan restu ibuku,secara teknik itu bisa dilakukan namun bila ingin pernikahan menjadi sah kau perlu seorang Dewa yang merestui dan mengikat jiwa kita bersama."
"Setelah aku pulang dari perang besar yang mengancam nyawa,kau malah kebingungan memikirkan para Dewa? Kau sungguh kejam..."
Callen memasang wajah kesalnya dan menjawab. "Bila tidak dapat mengikat jiwa maka anak yang lahir dari rahimku akan sama saja dengan anak haram. Ini bukan bahan candaan..." Mendengar hal itu Regal tersenyum dan menjawab "Dan aku bilang kita tidak perlu Aria untuk mengikat jiwa kita berdua, pernikahan kita akan baik-baik saja aku janji..."
Mendengar hal itu,Callen akhirnya merasa lega,dia kemudian melihat Regal yang sedang menatap bintang,Regal kemudian melihat wajah Callen dan bertanya. "Apakah ini keputusan yang benar?"
Mereka berdua tau bahwa mereka menikah karena mereka tertarik satu sama lain,namun keduanya dibesarkan dengan ideologi bertarung untuk bisa selamat,bukan bertarung untuk mendapatkan cinta. Namun Callen membantah perkataan Regal dan berkata. "Kalau begitu bagaimana kalau kita melakukannya sekali lagi..?"
———
Sebelumnya istana memang pernah bergetar akibat Regal dan Callen yang satu ranjang. Namun tiba-tiba saja getaran itu makin kuat hingga menjadi gempa yang disusul dengan sebuah ledakan besar. Itu bukan dari dalam istana,Eleanor terbang ke langit dan melihat ke gunung yang jaraknya puluhan kilometer dari Belterre.
Disana terjadi banyak ledakan dan longsor akibat dari pertarungan Regal dan Callen disana.
Callen dengan kekuatan gempa yang dimilikinya bertarung sengit dengan Regal yang bertarung dengan Balmung di tangannya dan Garm di sampingnya. Mereka berdua saling bertukar serangan dan mereka berdua sama-sama menghancurkan lingkungan sekitar.
__ADS_1
Berkali-kali Callen memukul dan menendang Regal dengan kedua kakinya,namun pria itu tetap berdiri tegak dan menangkis semua serangannya. Tubuh Callen mulai terluka akibat anggota tubuhnya yang terus menerus terkena bilah Balmung,dilain sisi Regal tak bisa memegang pedangnya terlalu kuat akibat tangannya yang bergetar karena kekuatan gempa milik Callen.
Callen melihat Regal dan berkata. "Kau sudah semakin kuat yah?" Regal menjawab. "Aku sudah melewati banyak perang,lebih banyak dari putri manja sepertimu..." Callen akhirnya kesal dan menjawab. "Kau hanya belum melihatnya..."
Mereka berdua berubah,Regal ke bentuk Foul Legacy dan Callen ke bentuk Malaikatnya. Mereka berdua menerjang dan bertarung hingga membuat seluruh Belterre mengalami gempa ringan. Regal terbang di udara dan membuat banyak pedang dari Phantom Blade.
Callen yang melihat bahwa dirinya akan dihujani oleh ratusan pedang akhirnya membuat tombak dari Mana,pedang-pedang itu berjatuhan kearahnya namun dia berhasil menangkis itu semua,hingga akhirnya dia tidak menyadari bahwa Regal bersembunyi di balik pedang-pedang itu,membuatnya terkena sebuah tebasan di perutnya.
Regal kemudian berdiri sembari memasang kuda-kudanya kembali. Callen melihat luka di perutnya,luka itu tidak dalam,namun itu karena Regal berbelas kasih,kalau tidak maka Regal sudah memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
"Seorang pejuang tak boleh lengah,itulah yang membedakan antara seorang pejuang dengan pejuang sejati." Setelah Callen menutup lukanya dengan sihir Heal,dia mulai memasang ancang-ancang.
Melihat Callen belum memasang kuda-kuda,Regal akhirnya menerjang Callen yang sedang fokus,namun saat dirinya berada dihadapan Callen,dia merasakan seluruh instingnya memperingati untuk menghindar dari situ. Ketika dia mencoba menghindar,itu semua sudah terlambat... Tinju Callen menerjang lebih cepat daripada ayunan pedang Regal,tinju itu mengenai perutnya dan melempar Regal hingga terpental.
Ketika berhenti terpental,Regal mencoba untuk mengatur nafasnya dan menstabilkan Vis miliknya. Ginjal dan juga paru-paru kanannya hancur total,saat Regal mencoba membuat organ baru,Callen menerjang dan tidak memberikan Regal kesempatan bernafas. Dengan cepat Regal memakai kemampuannya untuk menghentikan waktu dan pergi menjauh dari sana,ketika dia melihat Callen baru menabrak tempat tadi dia berdiri,dia langsung menyembuhkan dirinya secara instan.
Callen langsung menerjang Regal lagi,namun kali ini Regal dapat menangkis serangannya. Namun tidak seperti sebelumnya,serangan ini lebih berat dan daya hancurnya benar-benar kuat. Regal memperhatikan Callen sembari bertarung dengannya,dia dapat merasakan detak jantungnya semakin cepat dan cepat,dia tahu tentang Callen yang semakin kuat dan cepat ketika jantungnya berdetak lebih kencang.
Namun kekuatan besar ini bukan berasal dari situ. Regal memperhatikan tubuh Callen,dan dari sana dia sadar akan apa yang terjadi...
Mereka berdua kemudian mengambil jarak satu sama lain,Regal melihat Callen sembari tersenyum dan bertanya. "Kau... Meniru diriku?"
__ADS_1
...***...