Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 47: Weissblume


__ADS_3

Semua orang terkejut dengan kedatangannya,Teloch sang Dewa Dunia Bawah yang datang entah darimana kini sedang menghampiri Regal. Dia kemudian memunculkan sebuah buku dari ruang penyimpanannya dan membacanya di depan Regal dan Callen.


"Hari ini,aku Adrian Teloch akan menjadi saksi dan akan menikahkan kedua insang muda ini,Regal apa kau bersedia menerima wanita ini sebagai istrimu?"


Regal tersenyum dan memegang tangan Callen sembari berkata. "Aku bersedia..." Adrian melihat kearah Callen,bahkan tanpa mengucapkan pertanyaan itu Callen sudah menjawab. "Aku bersedia juga..."


Adrian tersenyum kepada mereka berdua dan berkata. "Kalau begitu aku nyatakan kalian suami-istri." Regal memasangkan cincin dan mencoba untuk mencium Callen,Callen yang malu mencoba untuk memalingkan wajah,namun pada akhirnya Regal menangkap kepala Callen dan menciumnya.


Semua orang bertepuk tangan termasuk Adrian yang melihat bocah yang dia anggap sebagai anak kini sudah menemukan pasangan hidupnya,mereka yang tidak senang akan pernikahan ini jelas saja adalah orang-orang dari Kerajaan Suci.


Setelah upacara pernikahan,semua orang berpesta di istana. Banyak tamu penting yang menikmati makanan dan minuman mereka sembari berbincang satu sama lain. Charles dan para Paladin miliknya hanya bisa melihat Regal dan Adrian berbicara dari kejauhan,tak pernah mereka bayangkan kalau Adrian Teloch adalah ayah angkat dari Regal. Namun itu tak membuat kebencian mereka menghilang begitu saja,mereka masih sopan itu karena mereka takut,mereka tak memudarkan kebencian mereka pada Regal dan Teloch sedikitpun,yah itulah yang sekarang dilihat oleh Regal...


"Memang apa yang kau lakukan sehingga kau dibenci oleh mereka?" Adrian yang menjawabnya sembari meminum wine. "Aku menghancurkan salah satu dari 3 kota utama milik Kerajaan Suci,yaitu Arietta. Yah itu hanya karena aku kesal pada mereka saja..." Regal tertawa mendengar perkataan Adrian,namun dia tahu ada maksud lain dibalik itu.


"Itu adalah tempat ibuku terbunuh yah...?" Adrian kemudian memasang wajah suram,tak dia sangka kalau Regal akan secepat itu mengetahui keberadaan ibunya.

__ADS_1


"Aku tak bisa mendengar doanya,dia tak diberi makan ataupun minum selama pelariannya,sekalipun dia berdoa aku tidak akan bisa mendengarnya... Aku tak bisa memberitahumu lebih jauh,aku terikat sumpah. Kalau ingin tahu,cobalah pergi ke Arietta,tempat itu masih rata dengan tanah sampai sekarang."


Regal merenungkannya dan menjawab. "Kau tau... Meskipun dengan semua yang kumiliki,aku hanya ingin bisa merangkul orang tuaku,namun sekarang mereka hanya tinggal kenangan... Bisa ceritakan bagaimana ayah dan ibuku?"


Adrian tertawa dan menjawab. "Ayahmu,adalah malaikat paling kuat dan keras kepala yang pernah ada di Celestia,dia orang periang yang suka membantu kami dalam urusan apapun,namun setelah kejatuhannya dia mulai berubah,sifatnya mulai sama seperti dirimu kau tau? Kepala dingin namun sulit ditembus di hati...


Haha~ Ibumu adalah kebalikannya... Irene adalah wanita cantik yang periang,tentu saja dia pintar menyanyi dan bersiul,bakat memasakmu itu kau dapatkan darinya juga. Namun seperti katamu,itu semua tinggal kenangan saja..." Adrian melihat Callen yang saat ini menyapa para tamu,diapun menepuk pundak Regal dan berkata. "Kau kehilangan keluargamu karena kau lemah,jangan sampai kau kehilangan yang ini juga,kau mengerti?" Regal mengangguk,keduanya saling tersenyum dan akhirnya Adrian pergi ke arah Callen,semua tamunya pamit dan mereka berdua berbincang satu sama lain.


"Callen,aku tau kau wanita yang baik. Namun kumohon tolong jaga suamimu lebih baik dari dia menjagamu,dia terkadang terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu. Kadang juga dia mengalami gangguan tidur yang cukup parah..."


"Aku mendidiknya dengan baik,namun dia lebih mirip seorang mesin pembunuh daripada seorang putra. Bila saja dia berada di asuhan ayah dan ibunya yang asli kurasa dia akan menjalani hidup dengan sifat ayahnya semasa menjadi malaikat."


Eleanor kemudian memberikan Adrian segelas wine dan berkata. "Seiring berjalannya waktu,anak-anak akan mulai berubah ke sifat aslinya,aku jamin itu..." Eleanor menawarkan untuk bersulang,akhirnya mereka berdua bersulang dan membicarakan tentang anak mereka masing-masing. Dilain sisi Callen kini berjalan dengan Regal,mereka berdua kini menyapa para tamu yang hadir,hingga akhirnya Regal mendapatkan wajah yang tak asing baginya.


"Raja Solon... Senang kau datang kemari." Itu adalah Raja Solon,Raja dari kerajaan Larissa,kerajaan dengan beragam budaya yang dilindungi oleh pasukan infanteri terkuat kedua di Evria. Regal pernah bekerja sebagai instruktur dan pernah juga dia mengurus permasalahan pemberontakan yang terjadi disana. Meskipun dia telah berumur dan telah memiliki anak,namun anaknya masih kecil dan belum bisa mengambil alih takhta.

__ADS_1


"Kalau orang kepercayaanku menikah,tentu saja aku akan datang untuk merayakannya. Omong-omong apa kau menerima tawaranku?" Regal menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. "Aku tidak akan menjadi kesatria dari kerajaan manapun." Solon tertawa dan menjawab. "Hmm,padahal aku menawarkan posisi yang cukup bagus untuk orang sehebat dirimu." Tak lama setelah itu,Regal didatangi oleh seorang pria dengan rambut panjang dan seorang wanita yang dari kelihatannya adalah seorang penyihir dari Agatha Borderline.


"Lama tak berjumpa Tuan Regal..." Regal menyapa orang itu,dia adalah Raja Antser. Raja yang menguasai kerajaan yang berada di pantai timur benua,yaitu Niravell. Regal juga pernah bertarung untuknya melawan invasi kerajaan tetangganya yaitu Lucresea yang ingin tanah dan juga dermaga Niravell,wajar saja lantaran Niravell merupakan negara terkaya ke 3 di benua ini walaupun tidak aktif dalam peperangan.


"Tampaknya Lucresea masih membenci dirimu sampai-sampai aku tidak melihat perwakilannya datang ke tempat ini." Regal tertawa mendengar candaan Antser dan menjawab. "Anda benar,mereka tampaknya masih membenci diriku."


Antser kemudian melihat kearah Solon dan menyapanya. "Selamat malam Raja Solon..." Solon menepuk pundak Antser dan menjawab. "Ayolah! Kalau dari keluarga ibuku,kita ini sepupu. Jadi jangan terlalu kaku!" Regal bisa melihat mereka berdua lumayan akrab,orang yang tenang seperti Antser dan Solon yang periang itu sama-sama akrab dan mengerti satu sama lain. Regal tersenyum melihatnya,hingga Regal disapa oleh banyak orang lain.


Pesta itu benar-benar melelahkan,Regal dan Callen harus menerima banyak tamu,Adrian sudah pulang menggunakan sihir teleportasinya setelah kembali berbincang dengan Regal,sekarang Regal bertemu dengan ibu mertuanya dan mereka berdua berbincang.


"Regal,kemana kau beranjak setelah pesta ini?" Regal yang sedang meminum wine menjawab. "Aku akan pergi membeli rumah,entah dimana yang bagus namun aku ingin itu berada dekat dengan sungai... Lalu disana aku rasa aku akan membuat bisnis anggurku sendiri." Mendengar perkataan Regal,Eleanor tersenyum dan menjawab. "Aku bisa membantumu mencari rumah,lalu bagaimana dengan kehidupan Mercenary milikmu? Aku yakin kau akan mengajak Callen pergi bekerja,namun bagaimana dengan rumahmu?"


"Adrian bilang dia akan memberikan 1 orang pelayan dari kastilnya..." Alasan mengapa perlu seorang Dewa untuk menikahkan seseorang,ialah karena Callen akan kehilangan nama dan juga hubungannya dengan Belterre,bila seseorang menikah maka salah satu diantaranya harus memutuskan segala hubungan dengan membuang nama belakangnya,terkadang wanita yang melakukan hal ini namun pria juga bisa.


Untuk Callen,dia akan membuang nama lamanya,entah itu nama Belterre ataupun nama pemberian orang tuanya yaitu Callen. Saat ini Regal melihat Callen dan Arthur yang sedang berbincang,diapun meminum wine di tangannya dan bertanya. "Kau yakin memberikannya kepadaku? Dia tampak senang berada di tempat ini..." Eleanor tersenyum mendengar pertanyaan Regal. "Aku tak pernah melihat anak itu puas ketika bertarung,tidak ada lawan yang dapat membuatnya mengeluarkan kekuatan penuhnya selain aku dan Arthur. Bila ada seseorang yang dapat membuatnya bertarung dengan puas dan dapat mengalahkannya,aku yakin orang itu akan sanggup melindungi dan membuatnya bahagia."

__ADS_1


Regal tersenyum dan akhirnya mereka berdua pun bersulang untuk pernikahan ini. Regal tak pernah membayangkan dia akan menikah cukup cepat,namun dia tau meskipun Callen telah menjadi miliknya dia tak bisa membawanya dalam misi yang diberikan oleh Adrian. Namun dia juga tahu kalau dia tak cukup kuat untuk melakukannya sendirian,Regal meneguk habis wine miliknya dan bertanya. "Beritahu aku Eleanor,bila aku meminta pertolongan,apakah kau akan membantuku?"


__ADS_2