Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 60: Reuni yang menyebalkan


__ADS_3

Di kerajaan yang berada di atas langit sekaligus rumah pada Dewa. Adrian berjalan melewati sebuah lorong dan akhirnya sampai di ruang persidangan yang ada di rumah para Dewa. Ada banyak Dewa yang ada disana,namun hanya ada satu Dewi yang duduk di takhta sementara yang lainnya duduk di podium. Adrian melihat mata Dewi itu dan berkata. "Lama tak berjumpa,Aria..."


Dewi cantik yang ditutupi oleh Aura emas dan juga rambut emas yang indah itu menjawab dengan wajah serius nan datar. "Adrian Teloch,tingkah lakumu itu benar-benar tak dapat ditoleransi lagi. Tidak hanya kau mengadopsi seorang Nephilim namun kau juga membiarkan anak itu membunuh dan mengunci jiwa-jiwa penyembah ku hingga tak bisa pergi ke surga atau neraka..." Adrian tersenyum dan menjawab. "Kau tak berhak memerintah diriku,kau ingat? Aku setara dengan mu dan akan selalu seperti itu bahkan setelah kau membuangku ke neraka. Aku berada di neraka untuk memerintahnya,sementara kau dan para Dewa-dewi disini bertugas mengawasi dunia atas,namun tebak apa yang terjadi...?


Seorang anak jatuh ke neraka karena Dewa-dewi tidak ada yang mau menolongnya... Aku penasaran apakah karena kalian sudah tak punya hati nurani atau mereka mengikuti perintahmu? Aku sebagai penguasa neraka,merawat anak itu,anak yang tidak bisa melakukan apapun selain disiksa dan lari,dia bahkan tak bisa mendapatkan pertolongan dari para Dewa yang ada disini. Jadi aku tanya sekali lagi,dibagian mana aku telah salah? Apakah di bagian aku mendidik anak itu,ataukah secara tidak sengaja aku menolong anak dari malaikat yang kau benci Aria?" Mendengar perkataan itu Aria terdiam begitupula dengan para Dewa lainnya. Itu adalah fakta yang tidak bisa dihindarkan bahwa Aria dan para Dewa itu yang telah menelantarkan Regal yang padahal mereka bertugas untuk mengatur umat manusia.


"Aku tau kami semua lalai,aku akui itu namun anak itu telah membuat jiwa para pengikutku hilang ditelan pedang terkutuk yang kau berikan padanya." Adrian langsung memasang wajah serius nan datar yang sama dengan Aria dan menjawab. "Aku hanya memastikan anak itu aman,jadi aku memberikan pedang itu untuk melindungi dirinya. Karena kau tau... aku tak yakin kalian akan menjalankan tugas kalian dengan benar kali ini. Dan mengenai Kerajaan Suci milikmu yang mulai menginvasi negara-negara lemah untuk membuat suatu kekaisaran di bawah nama besarmu? Kini sekarang aku yang bertanya Aria,apa yang sebenarnya kau inginkan?" Aria yang kesal akhirnya berdiri dan menaikkan suaranya kepada Adrian. "Kau pikir aku ini siapa?! Jangan kira hanya karena kau setara denganku kau bisa membentak dan memberontak terhadap peraturan Celestia!" Adrian melihat mata Aria dan menjawab. "Aku bukanlah orang Celestia kau ingat... Kau membuangku,dan orang-orang yang bersumpah setia kepadaku karena kau takut takhta mu digulingkan... Namun apapun yang terjadi,bahkan bila aku bukan lagi orang Celestia,jika kalian tak ingin melindungi mereka maka aku lah yang akan melindungi dunia ini..."

__ADS_1


Semua orang jelas kaget dengan pernyataan Dewa itu,bahkan ketika dia sudah kehilangan kehormatan dan kini menjadi Dewa tanpa pengikut dan penyembah yang banyak,Adrian masih berdiri tegak melindungi dunia ini. Namun saat semua orang kesal,hanya Aria saja lah yang masih tak memasang ekspresi. Adrian kemudian tersenyum dan berkata. "Jadi,topik pertama sudah selesai! Bisa kita lanjut ke topik selanjutnya...?"


———


Di dekat kebunnya,Regal keluar dari hutan sembari membawa mayat seekor rusa. Dia kemudian melihat sekitar,hingga akhirnya dia melihat slime yang mempunyai tubuh api. Diapun mengambil monster itu dan juga bahan-bahan lain seperti jamur dan sayuran. Setelah dia sampai di rumahnya,dia mulai memotong dan memasak rusa itu dengan slime sebagai minyak goreng,setelah dia menyajikan semuanya dia akhirnya memberikan sebagian besar masakannya kepada seorang pelayan untuk dibagi ke para pekerja yang ada di rumah dan kebun. Sementara itu Regal menyisakan dua piring dan membawanya ke meja makan untuk Regal dan Kallen makan. Mereka berdua kini mengalami hari yang damai,keuangan mereka stabil lantaran Regal dan Kallen telah menyelesaikan banyak pekerjaan dengan bayaran tinggi. Ditambah penjualan wine dan pembukaan bar mereka benar-benar menarik perhatian orang-orang.


Kallen pun meminum wine miliknya dan bertanya kembali. "Memang separah itu kondisinya? Mungkin Mavis dan para Jenderal Iblis yang ada disana sedang sibuk mengurusi hal-hal semacam itu." Regal menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak mungkin Mavis akan kesulitan menahan para iblis,kalau aku menghubunginya pasti setidaknya dia akan mengirimkan jawaban dengan cepat. Namun melihat dia tidak menghubungiku dalam beberapa hari membuatku khawatir..." Regal jelas khawatir dengan situasi di neraka saat ini,Adrian pernah mengatakan alasan mengapa neraka dan Abyss memiliki arus waktu yang berbeda itu agar iblis-iblis kuat tidak terlahir di neraka dan menerobos keluar ke permukaan. Dia tak tahu mengapa itu bisa terjadi,namun dia percaya dengan perkataan Adrian.

__ADS_1


"Omong-omong,aku dapat pekerjaan." Mendengar hal itu,Kallen pun melirik Regal. "Apa itu?" Regal memberikan surat kepada Kallen dan dia membacanya. "Ekspedisi Dungeon? Mengapa Penyihir Agung Wimbledon memintamu untuk melakukan ekspedisi biasa?" Regal pun mengambil kembali surat itu dan menjawab. "Aku tak tahu,namun tampaknya ini penting. Lagian,aku juga ada keperluan dengan pak tua itu..."


———


Pada akhirnya Regal meninggalkan Kallen dan pergi ke Wimbledon untuk mengambil pekerjaan itu. Dia pun sampai ke menara sihir milik Avior sang Penyihir Agung Wimbledon. Disana dia disambut dengan baik dan akhirnya Regal bertemu dengan orang tua itu lagi setelah sekian lama. "Kau tidak banyak berubah selama setahun ini Regal?" Mendengar basa-basi Avior,Regal langsung menghela nafas dan berbicara. "Langsung ke intinya saja pak tua... Aku ingin bertanya mengenai sesuatu setelah pekerjaan ini selesai."


Avior tertawa dan akhirnya menjelaskan. "Ini adalah informasi rahasia. Ikuti aku..." Regal dan Avior pergi ke bawah tanah menara sihir. Dan sesampainya disana Regal mendapati ada sebuah portal yang sama dengan yang dulu pernah dia liat di tempat persembunyian Avior. Diapun melihat orang tua itu dan berkata. "Kau orang tua menyebalkan..." Avior tersenyum lalu maju dan membuka gerbang ke Dungeon itu.

__ADS_1


Regal yang tak punya pilihan lain,langsung memasang Adamas dan memanggil Balmung. Dia kemudian masuk ke dalam portal itu dan menjalankan tugasnya seperti biasa...


__ADS_2