Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 52: Tujuh Api Kuno


__ADS_3

Mereka berdua telah mengalami pertarungan hidup dan mati. Membuat mereka kelelahan dan akhirnya mendirikan kemah di lorong gelap tanpa ada obor yang menyala sama sekali itu. Regal membelah ruang dengan pedangnya dan mengambil beberapa barang seperti kayu bakar,panci dan bahan masakan. Mereka berdua akhirnya makan di lorong gelap itu berduaan.


Tidak peduli sesakit apapun atau selelah apapun,Kallen dapat merasa dirinya mulai baikan setelah memakan sup daging kelinci yang dimasak oleh Regal. Namun dia merasa bersalah,dari caranya berjalan dan bernafas dia sudah bisa melihat Regal lebih terluka dan lebih kelelahan dibandingkan dengannya. Saat mata mereka berdua saling bertatapan,Regal akhirnya bertanya. "Ada apa?"


Kallen menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak! Tidak ada apa-apa..." Regal dan Kallen akhirnya lanjut makan,namun Kallen masih kepikiran setelah dia melihat tangan Regal yang gemetaran. Kallen akhirnya bertanya... "Kita tadi setuju kalau kita akan bergantian berjaga,namun tampaknya kita tak punya pilihan selain melakukannya..." Kallen mulai membuka jaketnya dan melepas kancing bajunya satu persatu,dia tahu kalau Regal adalah Incubus yang memakan jiwa,maka dari itu Kallen berusaha untuk tidur dengan Regal agar dia bisa mengisi ulang.


Namun tiba-tiba saja Kallen berhenti membuka bajunya ketika Regal meminum sebuah botol berisikan cairan merah. "Umm,Regal? Apa itu?" Regal kemudian berhenti minum dan akhirnya menjawab. "Ini ramuan yang kubuat menggunakan darah para perawan yang pernah kutiduri,dengan ramuan ini aku bisa mengisi ulang energi jiwaku di keadaan darurat." Regal akhirnya lanjut meminum ramuan itu,melihat Regal yang tak peka,Kallen akhirnya memakai selimut dan tidur duluan dengan wajah marah.


Regal yang melihat hal itu tahu bahwa Kallen ingin tidur dengan Regal,namun bagaimanapun ini adalah sebuah Domain milik seorang Surtr. Bila mereka melakukan itu disini,Regal takut akan keluar dalam wujud yang berbeda. Setelah beberapa kali melempar kayu bakar dan melihat api itu menghangatkan Kallen,Regal berdiri dan memanggil Garm dari punggungnya dan berkata. "Jaga dia selagi aku pergi." Regal akhirnya pergi dari tempat itu. Dia terus berjalan mengikuti lorong itu,hingga akhirnya dia sampai di depan sebuah pintu besar. Melihat pintu itu,Regal pun berkata. "Aku sudah melewati ujiannya... Aku kemari untuk berbicara."


Suara dari mekanisme kunci itu yang kini membuka kunci terdengar sangat keras. Pintu itu terbuka dan ada akhirnya Regal sampai di ruang takhta. Ruangan itu terlihat lebih mati daripada ruang takhta milik Adrian,Regal kemudian melihat Surtr yang sedang duduk di singgasananya itu dan menyapanya. "Tarasque dan juga Firfur? Kau memiliki makhluk kontrak yang sangat kuat di sisimu Surtr..." Surtr kemudian menjawab. "Setelah sekian tahun,akhirnya kau datang. Itu berarti kau menerima pesan itu?"


Regal kemudian maju dan menjawab. "Kau tau? Agak kurang ajar masuk ke mimpi orang lain ketika orang itu memiliki masalah tidur. Namun kau memiliki tawaran yang cukup bagus,jadi... Dimana jiwa orang itu Surtr?" Surtr itu adalah makhluk yang misterius,dia tergolong raksasa api namun dia memiliki kemampuan memberikan berkat kepada mereka yang melakukan kontrak dengannya,sama seperti yang para Dewa lakukan. Itu merupakan salah satu alasan mengapa para Dewa takut akan keberadaannya dan menempatkannya di dimensi yang berbeda.

__ADS_1


Raksasa api besar dengan pedang api legendaris yang menyala-nyala itu dapat mengintimidasi siapapun hingga para Dewa sekalipun tak berani berbicara dengannya. Namun tidak untuk Regal... Surtr memasukkan tangannya sendiri ke dalam dadanya dan mengambil sebuah api. "Saat dunia ini tercipta,api diturunkan ke dunia untuk pertama kalinya. Namun api itu terlalu kuat dan akhirnya harus dibagi menjadi 7 api yang berbeda,api yang terlemah akhirnya turun ke bumi dan menjadi api yang dapat dinyalakan siapa saja. Ibumu mengorbankan dirinya sendiri agar dilahap oleh api lemah itu,bagi para manusia Kerajaan Suci itu sebuah eksekusi,namun ibumu melakukannya sebagai tumbal. Demi menolong orang itu,dia berdoa agar jiwa orang itu dapat menyatu dengan salah satu dari 7 api kuno..."


Regal kemudian membuka sebuah botol,api yang Surtr ambil dari dadanya kini terbang dan masuk ke dalam botol itu. Regal kemudian melihat api di dalam botol itu yang warnanya lebih terang daripada api manapun yang ada di dunia ini. Regal kemudian berlutut dan berterimakasih. Regal kemudian pergi ke luar ruang takhta,dia bisa mendengar suara pintu yang menutup kembali itu namun dia tak berbalik dan terus menatap api dalam botol itu. Regal kemudian berjalan melewati Kallen,dia menepuk kepala Kallen hingga terbangun,dan ketika Kallen bangun dia melihat Regal sudah beres-beres.


"Aku mendapatkan barangku,ayo kita pulang..." Kallen melihat Regal tersenyum namun dia dapat merasakan sesuatu yang janggal dari suaminya itu. Regal membelah ruang dengan pedangnya dan menciptakan sebuah portal. Kallen yang melihat Regal masuk ke dalam portal itu,melihat dia meneteskan air matanya... Kallen yang melihat itu jelas tahu ada sesuatu yang salah. Namun begitu dirinya mengejar Regal yang melewati portal,Kallen melihat Regal yang berdiri tegak mematung,begitu dia melihat sekitarnya,Kallen dan Regal kini sudah dikepung oleh para kesatria milik Kerajaan Suci...


———


"Mercenary Regal dan Putri Callen Belterre! Kalian telah memasuki wilayah yurisdiksi Kerajaan Suci tanpa izin! Serahkan dirimu dan bersiap untuk sidang di bawah pengawasan Dewi Aria!" Kallen yang sudah bersiap untuk bertarung tiba-tiba melihat Regal yang melangkah ke depan.


"Saat seluruh rakyat disini kelaparan dan kesusahan kalian pergi meninggalkan mereka dan berpura-pura tak melihat... Namun saat kami orang-orang yang kepercayaannya bertentangan dengan kalian masuk ke wilayah yang kalian tinggalkan,kini kalian mengerahkan para Templar ke tempat ini? Ya ampun... Aku sudah mengalami hari yang cukup berat... Kalau kalian ingin mati,maka cobalah untuk melangkah mendekat!!"


Tiba-tiba saja Aura kuat keluar dari dalam tubuh Regal. Ketika Aura itu menabrak para Templar,mereka semua tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian... Ada yang terpotong di leher,ada yang badannya terbelah dua,dan ada juga yang terpotong hingga kepalanya terbelah dua. Para Templar itu semuanya terbelah menjadi dua bagian entah bagian tubuh manapun yang terpotong. Kallen dan para warga yang bersembunyi juga melihat itu semua,mereka semua terbelah menjadi dua bahkan saat Regal belum bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Jantung semua orang berdegup kencang dan nafas mereka yang terkena aura itu semuanya menjadi tak teratur,namun begitu mereka menenangkan diri,mereka dapat melihat para Templar itu tak terluka sama sekali dan baik-baik saja. Kallen yang melihat itu jelas terkejut,begitupula dengan para Templar yang dapat merasakan rasa sakit dan juga rasa dari nyawa yang meninggalkan tubuh mereka. Namun itu semua hanyalah ilusi semata. Regal kemudian berbalik dan berjalan menjauhi para Templar yang sedang syok di tanah itu. Kallen mengikutinya dan akhirnya mereka menaiki kuda mereka dan pergi dari tempat itu.


Regal tampak lebih murung daripada sebelumnya. Kallen ingin bertanya namun tampaknya ini bukan waktu yang tepat. Namun dia dapat merasakan kemarahannya hanya dengan melihat wajah Regal,ini seperti dia hampir mencapai titik terendahnya. Dalam hati Regal,kebenciannya semakin menjadi-jadi terhadap para Dewa seiring berjalannya waktu,Adrian tak bisa menyelamatkan ibunya itu wajar. Namun Celestia? Mereka memiliki kekuasaan,mereka dapat melihatnya namun mereka menutup mata mereka seolah-olah tidak terjadi apa-apa...


———


Di laboratorium pembuatan Homonculus,Regal menyerahkan api dalam botol itu kepada Adrian. Namun Adrian yang melihat ekspresi Regal akhirnya bertanya. "Sepertinya ada yang menjanggal di otakmu. Apakah ini soal ibumu?" Regal tak menjawabnya dan akhirnya pergi setelah menyerahkan botol itu. Adrian yang melihatnya jelas khawatir,Regal hampir mencapai titik terendah dimana dia bisa rusak kapanpun. Namun ini bukanlah situasi yang bisa dia selesaikan.


Adrian melihat kepada Regal dan berkata. "Saat ayahmu merasa depresi,dia tak pernah meminta bantuanku. Ibumu selalu ada untuknya,aku sarankan kau melakukan hal yang sama mengingat kau sudah menikah nak..."


Regal terus berjalan dan tidak memperdulikan omongan Adrian. Adrian hanya menghela nafasnya dan kembali melihat ke arah Homonculus yang ada di tabung besar itu dan berkata. "Tampaknya keluarga palsu tak bisa mengisi lubang di hatinya. Bila wanita itu tak bisa menyentuh hatinya,aku jadi penasaran apakah kau bisa melakukannya..."


...***...

__ADS_1


__ADS_2