Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 7: Overlord of Death


__ADS_3

Di sebuah lorong yang membatasi pergerakan seorang pendekar pedang,terdapat tumpukan mayat mereka yang menolak mati,para mayat hidup yang harusnya sekarang beristirahat dengan tenang sekarang malah tersiksa setelah kematian kedua mereka.


Dan yang berdiri diatas semua mayat itu,ialah Regal... Dengan tubuh berlumuran darah serta bekas luka dan gigitan para mayat dirinya berjalan dengan tegak untuk menelusuri lorong.


"Beruntung saja hanya ada sedikit pemanah dan Caster. Kalau tidak semuanya akan kacau..."


Regal terjatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya,racun dari gigitan mayat hidup dan luka yang dia terima ternyata lebih parah dari dugaannya. Namun bocah itu melihat tangannya lagi,tangan yang dulu terluka karena pasrah menerima siksaan itu kini menyiksa dirinya sendiri.


Entah dia memilih untuk tinggal ataupun pergi dari rumah terkutuk itu,dirinya lebih memilih takdir ini. Diapun merobek bajunya dan memakai kain dari baju itu untuk diikatnya ke pedang. Membuat dirinya bisa menggenggam pedang dengan benar walaupun mati rasa.


Mayat hidup datang satu persatu,namun bocah itu bisa mengatasinya dengan baik. Hingga akhirnya dirinya berada di sebuah ruang yang luas. Tidak ada mayat hidup ataupun monster yang ada disana,hanya ada sebuah peti mati ditengah ruangan.


Sembari dirinya berjalan mendekat,peti itu juga mulai bergerak dan terbuka dengan sendirinya. Regal terus mendekat bahkan ketika tangan tengkorak dengan cincin di setiap jarinya memegang sisi peti untuk bangun dari makamnya.


Hingga akhirnya Regal berlari dan melompat keatas peti mati itu,namun tiba-tiba saja muncul banyak bola api dari peti mati itu. Regal hanya bisa bertahan diudara hingga dirinya terhempas jauh dari peti itu.


Sambil memasang kuda-kuda dia melihat mayat yang ada didalam peti itu terbangun. Hanya dengan sekali lihat Regal tau makhluk apa itu,mayat dari sang Kaisar yang dulunya mengaku sebagai Dewa namun dikutuk oleh Dewa dunia bawah untuk selama-lamanya.


"Adrian pernah bicara mengenai dirimu,tak kusangka saking terkutuknya dirimu sampai-sampai surga ataupun neraka menolak dirimu. Apakah kejahatanmu memang seburuk itu? Ansgar Rosenhain..."


Sang Undead itu bangun dari tidurnya,lengkap dengan baju kaisar dan mahkota yang di paku di kepalanya sebagai hukuman. Regal yang melihat ini jelas tahu seberapa berbahayanya dia,melihat banyaknya Undead yang ada disini yang bergerak secara bebas,membuat dia berpikir seberapa berbahaya mereka kalau saja para Undead itu punya pemimpin ahli seperti Ansgar.


Saat Regal mulai mendengar dia membaca mantra dia tahu kalau dia mencoba memanggil pasukan,Regal tentu saja bergerak dengan sangat cepat untuk menebas kepala Ansgar. Ansgar berhenti merapal dan memasang sihir pertahanan untuk melindungi dirinya,namun tetap saja dia terlempar jauh ke belakang.

__ADS_1


Akan tetapi saat Regal mencoba untuk mendekat lagi, tiba-tiba saja dirinya tidak bisa bergerak. Regal akhirnya sadar,bahwa mantra tadi bukanlah mantra pemanggilan namun mantra kutukan. Dan kutukan itu berhasil mengenai Regal.


Regal yang tubuhnya terasa sangat berat berusaha menetralisir kutukan itu dengan Vis miliknya,namun Regal tak bisa menghentikan Ansgar untuk memanggil bawahannya itu.


Regal melihat dari balik jubah Ansgar muncul lautan darah,lebih pekat dari darah apapun yang pernah dia lihat dan lebih busuk dari apapun yang dia cium. Lautan darah itu menutupi lantai seluruh ruangan,Regal kemudian melihat satu persatu mayat mulai bangkit dari darah itu.


Melihat dirinya tak bisa memijakkan kaki,Regal akhirnya melompat ke atas dan menancap pedangnya di dinding,dirinya bersanggar di gagang pedang itu dan melihat semuanya dari atas. Lebih banyak mayat penduduk daripada mayat kesatria muncul dari lautan itu.


"Jadi karena inilah kau tidak diterima di surga dan neraka..."


Regal melihat para penduduk itu,anak kecil,orang tua dan wanita semuanya ada disana. Ansgar memang terkenal karena kejahatannya melakukan genosida di masa lalu untuk dijadikan tumbal kebangkitannya sebagai Dewa.


Meskipun tak menjadi Dewa,ini tak kalah merepotkan juga bagi Regal...


Layaknya sebuah perahu kecil di badai yang besar Regal terus membunuh siapapun orangnya. Saat dirinya mulai menyadari bahwa mayat itu semakin sedikit akhirnya Regal menerjang Ansgar dengan pedangnya yang hampir saja patah itu.


Namun sayangnya,Ansgar tersenyum melihat pedang Regal yang ditahan oleh salah seorang kesatrianya. Perut Regal kemudian ditusuk dan di tahan oleh mayat kesatria itu,lalu dari belakangnya kavaleri berlapis baja mulai menerjangnya.


Tak habis pikir,Regal memotong kedua tangan mayat itu dan melemparnya ke para kavaleri dan membuat formasi mereka rusak. Ansgar mundur dari sana,meninggalkan Regal dan beberapa kavaleri yang tersisa,Regal akhirnya mencoba untuk bertahan namun ada dua tombak yang menancap di dada kanan dan paha kanannya.


Saat kavaleri berbalik,Regal melepaskan tombak itu secara paksa dan melemparkannya kepada salah satu kuda,sementara dia mengatasi kavaleri lain dengan melempar pedang dari mayat kesatria tadi. Seluruh mayat tadi kembali ke dalam lautan darah itu,sudah tidak ada lagi mayat hidup,yang ada di ruangan itu hanyalah Regal dan Ansgar.


"500 penduduk desa,100 orang kesatria dan juga 30 orang kavaleri. Kau melahap rakyat dan bahkan pasukanmu,namun pada akhirnya kau menjadi monster,bukannya seorang Dewa..."

__ADS_1


Ansgar yang mendengar hinaan Regal akhirnya berhenti tersenyum. Dirinya mencoba untuk merapalkan mantera,Regal yang menyadari bahwa itu adalah mantra bola api akhirnya mendekat.


Dan saat dirinya mencoba memperpendek jarak,benar saja kalau itu adalah mantra bola api. Regal yang berlari lurus itu terkena serangan bola api itu,membuat seluruh ruangan tertutup oleh asap. Ansgar menunggu asap itu reda untuk melihat mayat terbakar Regal,namun Regal malah muncul dari samping dan memotong tangan kanannya.


Ansgar yang melihat itu langsung memunculkan tongkat komando dari tangan kirinya. Tongkat itu kemudian membara dan menciptakan sebuah gada api yang membara. Regal yang mendekat mulai bertarung dengan Ansgar dalam pertarungan jarak dekat.


Ansgar tidak terlalu jago dalam pertempuran jarak dekat,dirinya juga tidak bisa mundur lantaran Regal dapat dengan mudah menutup jarak jadi dia tidak bisa merapalkan sihir apapun. Namun dilain sisi Regal mulai mengalami pendarahan hebat,bila bukan karena Vis yang mendorong tubuhnya dan jika bukan karena tali yang mengikat tangan dan pedangnya maka dia tidak akan bisa bertarung.


Pertempuran mereka benar-benar merusak sekitar,tabrakan antara sihir api yang kuat dengan Vis milik Regal membuat kerusakan pada sekitarnya. Hingga akhirnya Regal terlempar setelah terkena serangan telak di wajahnya.


Pedang milik Regal tertancap di tanah,Ansgar yang melihat Regal jauh dari pedang yang merupakan senjata utamanya akhirnya mulai mendekat dan mencoba untuk meraih pedang itu.


Regal yang melihat kalau senjatanya akan dipakai oleh musuh akhirnya mulai memakai Vis untuk mempercepat langkahnya. Meskipun Ansgar cepat namun dia lebih lambat daripada Regal,sementara itu meskipun Regal lebih cepat dirinya lebih jauh daripada Ansgar.


Keduanya mencoba untuk meraih pedang itu dengan tangan kirinya,bahkan Regal yang sedikit lebih jauh juga mulai mendorong tangan dan tubuh bagian kirinya dengan sekuat tenaga.


Regal bisa melihat jelas bahwa Ansgar hampir mencapai pedang itu,namun ketika Ansgar hampir sampai,dia bisa melihat sebuah tombak patah kavaleri yang menancap di tubuh Regal kini berada di tangan kanan bocah itu.


Ansgar yang tidak menyadari akan hal itu langsung panik lantaran dia tidak bisa bertahan dan tidak bisa mundur,sementara itu Regal memegang tombak itu dengan kedua tangannya dan melangkah sekali lagi untuk menambah kecepatan. Dengan kecepatan Regal dan dorongan tambahan dari Asgar yang menerjang,tombak itu menancap di jantung Asgar.


Ansgar yang mencoba melawan perlahan-lahan mulai kaku,Regal yang menusuk sekuat tenaga membuat tombak itu patah dengan ujung tombak menancap di jantung mayat Kaisar itu.


Tidak memiliki kekuatan lagi untuk bergerak,Ansgar akhirnya tewas untuk selamanya. Regal yang bersandar di peti mati Asgar,mencoba untuk mengatur nafasnya dengan Vis lantaran paru-paru kanannya yang rusak parah. Namun dengan semua rasa sakit dan perjuangannya,Regal akhirnya menang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2