Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 53: Hancur berantakan


__ADS_3

Kallen yang sedang berada di kamarnya yang terletak di lantai 2 kini melihat kearah jendela,dia melihat Regal sedang memasang kuda-kuda sembari dikelilingi banyak pedang di tanah,dan dalam sekali ayunan Regal memotong semua pedang itu menjadi 2 bagian. Kallen terus memikirkan tentang kekuatan Regal yang semakin lama semakin kuat,namun dia juga melihat penurunan moral dan dia juga melihat Regal mulai sedikit demi sedikit kehilangan kemanusiaannya.


Itu semua bukan karena kekuatan Foul Legacy,namun karena mental Regal. Kallen mulai melihat ke arah Regal yang sedang mengambil pedang lain untuk ditancap di tanah,hingga akhirnya mata mereka berdua saling bertatapan. Kallen menutup gorden dan pergi ke ranjang sembari berpikir. Regal tak menceritakan apa yang terjadi di Domain itu,begitupula dengan apa yang dia ambil dan juga mayat siapa yang ada di tiang eksekusi itu. Kallen tau ini kewajibannya sebagai istri untuk mendengar keluh kesah suaminya,namun dia tak tahu bagaimana harus mengurus seorang manusia setengah Iblis seperti suaminya itu.


Hingga akhirnya beberapa hari pun berlalu,Regal dan Kallen menjalani misi bersama,misi ringan seperti penjagaan dan juga memburu buronan. Namun Regal tak kunjung membaik,hingga akhirnya mereka berdua duduk bersama di meja makan. Regal memakan masakannya tanpa memulai pembicaraan,melihat hal itu Kallen akhirnya mulai bertanya.


"Wanita yang ada di tempat eksekusi itu... Apakah itu ibumu?" Mendengar pertanyaan itu,Regal berhenti sejenak namun akhirnya dia lanjut makan,namun dia mengangguk dan menjawab. "Iya,itu ibuku." Mendengar jawaban itu,Kallen akhirnya memancing Regal. "Apakah kau marah akibat ibumu yang dieksekusi oleh penganut Dewi Aria?" Regal menjawab sembari memotong steak di piringnya. "Ibuku meninggal setelah di bakar hidup-hidup yah aku marah... Terlebih lagi dia disiksa terlebih dahulu agar buka mulut mengenai rahasia Adrian,tentu saja aku marah... Dan fakta bahwa jiwa ibuku menjadikan dirinya sebagai tumbal sehingga tubuh dan jiwanya hancur... Aku tak tahu bagaimana aku harus menghadapinya,aku ingin segera mengamuk namun aku tidak bisa membunuh satu orangpun dari anjing-anjing Aria dan itu jelas membuatku kesal,namun aku tentara bayaran,bukan seorang pahlawan."


Regal lanjut memakan makanannya,Kallen akhirnya sadar bahwa permasalahan ini lebih parah daripada yang dia duga. Kallen pun akhirnya kembali bertanya. "Regal,apapun permasalahan yang kau hadapi,kita harus kuat Regal... Bukan kau,namun kita... Bila ada sesuatu yang bisa aku bantu maka aku akan melakukan apapun untuk bisa membantu dirimu." Mendengar hal itu Regal tersenyum dan menjawab. "Bahkan saat aku melawan seluruh dunia,kau akan terus mengikuti diriku?" Kallen tersenyum dan menjawab. "Yah... Bahkan bila seluruh dunia menodongkan senjata kepada dirimu,aku akan terus menjaga punggungmu." Mendengar itu Regal mulai tersenyum,namun dia tak bisa melakukan apa-apa mengenai ibunya. Regal bahkan sudah tidak tau dimana jiwa ayahnya,dan sekarang dia harus menerima fakta bahwa jiwa ibunya juga sudah hilang entah kemana...

__ADS_1


Kallen tampak gelisah saat ini,dia kemudian bertanya. "Hei... Apakah kita akan melakukannya malam ini?" Kallen membuka sedikit bajunya dan memperlihatkan anggota tubuhnya pada Regal,Regal tersenyum dan menjawab. "Yah,sudah lama juga kan?" Pada akhirnya mereka berdua menghabiskan malam satu sama lain,mereka berdua terhubung satu sama lain,ketika mereka berdua saling bertatapan,Regal tahu kalau menikahi Kallen adalah pilihan yang paling tepat...


———


Di sebelah barat kerajaan Wimbledon,terdapat sebuah pulau besar yang diklaim oleh kerajaan Victoria,sebuah kerajaan besar yang memiliki kekuatan militer yang sangat kuat. Namun bukan hanya dari situ kekuatan mereka,di pulau itu terdapat banyak suku,akan tetapi semenjak 10 tahun yang lalu Victoria mulai melakukan perang dengan Kerajaan Suci. Perang itu berkecamuk cukup besar,dan kebanyakan perangnya berada di lautan hingga akhirnya mereka membangun markas di pulau itu.


Sasaran Kerajaan Suci kini bukan hanya Victoria,namun mereka juga mengincar suku-suku yang ada disana,dan salah satunya adalah suku Eceni. Kerajaan Suci benar-benar negara adidaya sampai bisa mengerahkan banyak pasukan sekaligus,membuat para suku tidak berdaya,termasuk Eceni. Raja mereka Leofric jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal,sekarang mereka dipimpin oleh istri muda Raja Leofric yaitu Boudica. Namun tetap saja mereka tak berdaya melawan invasi itu,disitulah mereka meminta bantuan...


Pasukan Kerajaan Suci dan Eceni sedang bertarung,namun Kerajaan Suci hanya mengirim 3 batalion untuk menyerang sementara pasukan utama mereka berada di belakang menunggu,mereka dapat melihat Eceni adalah prajurit yang lebih unggul,namun mereka pada akhirnya kewalahan dengan jumlah pasukan Kerajaan Suci yang terus menerus bertambah. Komandan mereka tersenyum melihat Eceni akan segera jatuh,dia sudah tak sabar mencicipi istri Leofric yaitu Boudica beserta kedua putrinya,namun pemikiran itu mulai sirna begitu langit mulai menjadi gelap. Begitu mereka melihat ke arah laut,tak ada dari mereka yang melihat kapal kecil Regal dan Kallen.

__ADS_1


Apa yang mereka melihat adalah ombak yang terus menerus naik dan membuat tsunami. Para pasukan Kerajaan Suci kabur terbirit-birit namun itu semua sudah terlambat,tsunami itu menghantam dan menghancurkan 20.000 pasukan Kerajaan Suci begitu sampai ke daratan. Baik kavaleri,infanteri dan juga para penyihir semuanya terkena tsunami besar itu,menyebabkan banyak korban bagi pasukan Kerajaan Suci. Regal yang melihat kejadian itu langsung tersenyum,begitupula dengan Kallen yang melihat para Templar yang merupakan pasukan kebanggaan Kerajaan Suci kini mati karena zirah berat mereka sendiri.


Pasukan Eceni tidak terkena dampaknya lantaran Kallen yang mengendalikan air agar tidak mengenai pasukan sekutu,Kallen akhirnya terjatuh di pelukan Regal setelah melakukan serangan itu. Regal pun tersenyum dan berkata kepada Kallen. "Itu pembukaan yang bagus..." Regal menidurkan Kallen dan akhirnya membuka portal dan pergi ke medan pertempuran...


Para pasukan Kerajaan Suci masih banyak,mereka semua masih berdiri setelah tsunami itu dan mereka semua akhirnya menerjang dengan kekuatan penuh mereka. Para kavaleri menerjang paling depan dengan tombak mereka diarahkan pada para Eceni,namun tiba-tiba saja puluhan kavaleri itu terbelah menjadi dua. Tidak tau apa yang menyerang mereka,para kavaleri terus menerjang namun mereka semua mati satu persatu seperti dibunuh oleh hantu.


Hingga akhirnya semua orang berhenti,para infanteri akhirnya melihatnya. Seorang pemuda berdiri diatas tumpukan mayat manusia dan kuda,saat ini berlumuran darah dengan pakaian hitamnya itu. Regal berdiri disana,melihat para Templar yang saat ini ketakutan melihat Mercenary terkuat sekaligus King of Warriors berdiri dihadapan mereka. Regal mengeluarkan aura yang mencekam semua orang,baik lawan maupun kawan takut dengan aura yang mengelilinginya,hingga akhirnya Regal mengeluarkan Gram dari balik punggungnya.


Anjing itu menatap jiwa setiap orang,dia menggeram bersiap untuk menerkam siapa saja. Para Templar jelas ketakutan dengan intimidasi itu,namun Regal tidak bermaksud untuk mengintimidasi... Dengan tatapan kosong dimatanya Regal berjalan menghampiri para Templar itu dan berkata.

__ADS_1


"Garm,makan saja jiwa mereka... Aku ingin melihat reaksi Aria saat jiwa para penganutnya tidak bisa naik ke surga..."


__ADS_2