
Regal kini berhadapan dengan dua orang terkuat di bawah perintah orang yang membunuh ayahnya. Namun tampaknya mereka meremehkan pemuda itu dengan melawannya satu lawan satu.
Meskipun demikian,Regal dapat bertarung dengan yang terlemah dari mereka. "Majulah kalau kau yakin akan menang." Kata Alvise yang mengambil sebuah tongkat dari dalam bayangannya,melihat hal itu Regal tidak yakin apakah itu sihir ruang atau sihir kegelapan,namun yang pasti orang itu adalah seorang Caster,seperti yang dirinya perkirakan selama ini...
Dengan memasang kuda-kuda,Regal memanggil Garm karena anjing itu dapat memakan jiwa seperti Balmung. Mereka berdua kemudian melesat dengan sangat cepat,Regal yang maju lebih depan langsung saja melakukan tebasan,namun tebasan itu dihindari oleh Alvise hingga Regal melaju hingga melewati Alvise. Namun itu juga merupakan rencana dari Regal,dia kini melesat dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya,begitupula Garm yang melaju untuk menerkam Alvise. Alvise yang merupakan seorang Caster tentunya tak akan bisa bertahan dari serangan super cepat dan tajam Regal,begitupula dengan cakar Garm yang sangat kuat hingga bisa merobek pelindung sihir manapun. Akan tetapi dengan mudahnya dia menepis serangan Regal dan Garm dengan sedikit usaha. Regal yang kembali meleset kini melesat ke udara dan menembakkan pedang roh pada Alvise,dan saat pedang-pedang itu hampir mengenainya,dirinya kembali menghindar dengan mudah.
Regal yang melihat serangannya di hindari dan ditepis jelas kebingungan,dia terus menembakkan pedang roh itu namun semuanya dihindari,Garm yang melihat Alvise sibuk menghindari semua serangan itu jelas mengambil kesempatan itu dan maju untuk menyerangnya. Ditengah hujan pedang yang tajam dan kuat itu,Alvise menghindari pedang-pedang itu bersamaan dengan serangan-serangan Garm. Regal jelas tidak percaya bahwa itu adalah reflek seorang Caster,bahkan setelah kau menjadi Caster selama ratusan tahun kau tidak mungkin bisa menghindari serangan intens seperti ini. Hingga akhirnya dia menyadari satu hal yang daritadi sangat janggal,mata merah itu menyala,itu tak pernah mati setelah dia mengaktifkan koper itu di ruang rapat. Mystic Eye itu sangat banyak,namun sangat jarang dijumpai hingga tak ada banyak catatan mengenainya. Regal yang sudah mendarat kini menyiapkan kuda-kudanya lagi,kali ini dia mencoba mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
Alvise yang melihat itu langsung menghindar ke samping dengan sangat cepat,akan tetapi Regal melanjutkan serangannya dengan mengayunkan pedang itu secara horizontal untuk mengenai lutut Alvise. Namun Alvise tetap saja melihat hal itu dan menghindarinya dengan melompat ke belakang,akan tetapi sesaat sebelum dia mendaratkan kakinya,disana Regal maju dan berada di hadapannya,pemuda itu tak menyerang sama sekali... Dia hanya melihat mata milik Alvise secara dekat,dan dalam sekejap mereka berdua mundur dan membuat jarak. Fontaine yang menonton pertarungan itu kini bergumam. "Yang tadi itu hampir saja..." Regal dan Alvise kemudian melihat satu sama lain,mata biru dari Mystic Eye of Fate kini bertatapan dengan Mystic Eye misterius yang dimiliki oleh Alvise.
__ADS_1
Regal dan Alvise berkeringat dingin sembari memperhatikan satu sama lain,Regal yang baru menggunakan Mystic Eye of Fate dapat melihat dua hasil bila dirinya mengayunkan pedangnya disana,yaitu antara dirinya yang mati atau Alvise yang mati. Namun setelah dirinya melihat mata itu dengan Mystic Eye of Fate,dirinya pun yakin mata apa itu,mata yang bisa membuat Mana positif menjadi negatif secara drastis dan mata yang dapat membuat Regal dan Garm tidak berkutik. "Kontrol yah? Pantas saja kau bisa menghindari semua serangan ku,kau membuat diriku dan Garm melakukan apa yang kau inginkan tanpa kusadari... Membuat mu tahu langkah apa yang harus kau lakukan untuk menghindarinya."
Alvise tersenyum dan menjawab. "Yah,dan punyamu takdir kan? Mata itu dapat membuatmu membaca takdir dan memanipulasinya,dan saat kau mengaktifkannya,kau membuat kemampuan mataku menjadi tak bisa berdampak lagi padamu. Yang berarti kau akan menggunakan matamu secara terus menerus kan? Kau akan membuat dirimu dan anjingmu mengikuti takdir yang kau buat sehingga aku tak bisa mengontrol dirimu lagi. Namun apakah kau bisa melakukannya? Dalam kemampuan mata,aku yang telah memakai mata ini di banyak pertempuran jelas lebih berpengalaman dan lebih kuat dibandingkan dirimu. Pada akhirnya kau akan mati karena menggunakan matamu terlalu sering..."
Regal tersenyum dan memasang kuda-kudanya kembali. "Dibanding dengan dirimu dan orang tua itu,aku adalah orang tercepat di kastil ini..." Alvise menanggapinya dengan tersenyum dan berkata. "Yah,kalau itu mungkin kau benar..." Regal yang melesat maju,tiba-tiba saja melihat dengan matanya bahwa dirinya akan digigit seekor anjing di bagian leher,Regal melihat sekitarnya namun tak ada seekor anjing pun selain Garm,hingga tanpa dia sadari,dari bawah bayangan Alvise muncul seekor anjing yang terbuat dari bayangan. Regal yang baru menyadarinya kini tak bisa menghindar,namun dengan cepat Garm menggigit anjing itu terlebih dahulu,dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan,Regal memenggal kepala anjing tersebut.
Alvise kemudian mundur ke belakang setelah Regal menebas anjing itu,dan ketika Regal ingin lanjut menerjang Alvise,dirinya kemudian digigit oleh anjing yang tadi dia penggal. Lehernya mengeluarkan banyak sekali darah,namun dirinya tetap tenang dan memenggal tubuh anjing itu hingga terbelah,Regal pun melempar mayat kedua anjing yang sudah terbelah itu menjauh dari dirinya,namun dia melihat kedua anjing itu tiba-tiba saja pulih kembali dengan anggota tubuh yang utuh seperti tidak terjadi apa-apa. Kini dirinya didatangi oleh dua ekor anjing bayangan yang ganas,dan ketika mereka berdua melompat,Regal mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan memotong kedua anjing itu hingga terbelah menjadi tiga bagian.
Fontaine kemudian maju mendekati Alvise dan bertanya. "Apakah kau yakin dengan ini?" Alvise menjawab dengan senyum dan mata merahnya itu. "Kita harus mengikuti perintah Yang Mulia,lagian... Kita tak tahu apa yang sedang anak itu rencanakan."
__ADS_1
———
Sementara itu,di ruang rapat yang tadinya menghilang kini diisi oleh Kallen dan Eleanor.
"Tempat apa ini?" Kata Kallen yang kebingungan dengan apa yang terjadi setelah cahaya itu membawa mereka dan ruang yang mereka tempat ke dimensi yang berbeda,mereka bisa tahu setelah atmosfernya berubah 180 derajat. Eleanor pun menjawab. "Suamimu yang mengatur ini,dia meminjam satu alat dari ruang harta Belterre yaitu Noble Domain. Alat itu adalah koper yang selalu dibawa oleh Regal,dan dengan alat itu kau bisa membuat orang yang dipilih penggunaanya berpindah ke Domain buatan,namun koper itu memiliki syarat penggunaan yang mana koper itu hanya bisa diaktifkan bila berada di ruang tertutup."
Kallen yang mencoba membuka pintu,mendapati bahwa mereka tak bisa keluar. "Percuma,suamimu mengurung kita. Mereka yang dimasukkan kesini tak bisa keluar tanpa persetujuan sang pemakai." Kallen yang mendengar perkataan ibunya lantas menjawab. "Kalau begitu aku akan mengeluarkan kita dengan itu!" Kallen mencoba menggunakan suatu teknik,namun Eleanor menghentikannya. "Kalau kau melakukan itu maka kau bisa keluar,namun kau akan mengacaukan rencana suamimu. Dia memasukkan kita kesini jelas karena suatu alasan,selain untuk keselamatan kita berdua,dia juga memiliki rencana,dan bila kau melakukan kekuatan itu maka bukan hanya kau merusak rencana suamimu,kau juga akan menguras sebagian besar energimu sebelum kau berhadapan dengan Panglima Perang dan juga Perdana Menteri yang memiliki kekuatan yang tidak kau ketahui,ditambah lagi kau akan kesulitan menggunakan sihirmu saat ini juga diluar sana,namun yang pasti kau akan mati bila kau menghadapi mereka bahkan dengan kondisi prima..."
Kallen kemudian melihat kearah ibunya dan menjawab. "Kalau aku tak bisa melawan mereka dalam kondisi prima,bagaimana dengan suamiku? Dia harus menghadapi dua monster itu bersamaan,bukankah akan lebih baik bila kita bertarung bersamaan? Aku akan kesulitan namun setidaknya itu lebih baik daripada membiarkannya bertarung seorang diri..." Eleanor yang melihat putrinya khawatir kini menenangkannya. "Regal adalah pejuang yang hebat,dia membuktikan kekuatannya dengan menjadi King of Warriors,namun dia membuktikan hatinya dengan menikahimu,dia menikah dirimu karena dia tak ingin lagi bertarung seorang diri. Dan aku percaya anak itu bukanlah seorang pria yang suka ingkar janji. Aku yakin saat sudah waktunya kita akan segera keluar..." Mendengar perkataan ibunya itu,Kallen pun akhirnya melunak dan kembali tenang. "Baiklah... Aku akan menunggu." Eleanor senang melihat anaknya sudah tenang,namun dirinya saat ini sedang khawatir. Dia dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh musuh,suatu niat terselubung selain mengajak Belterre dan para Naga bergabung dengan para Iblis.
__ADS_1
"Kalau memang ada 3 orang yang mengikuti rapat ini,maka dapat dipastikan dialah orangnya..."
Disaat mereka berdua sedang khawatir,Regal masih bertarung sembari melarikan diri dari para anjing milik Alvise di dalam kastil. Dan disaat anak muda itu bertarung,seorang pria berdiri diatas menara kastil sembari memandangi langit. Dan saat orang itu mendengar suara dari Regal yang bertarung dengan para anjing Alvise,diapun berkata. "Dia bertarung lebih baik dari yang kukira,anakmu memang hebat... Namun tak lama lagi akan kurebut dia,sama seperti saat aku merebut hal-hal berharga darimu dulu..."