Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 27: Rivalitas


__ADS_3

Regal saat ini menghadiri pesta bersama dengan Raja dan rombongan Wimbledon. Banyak pujian yang datang kepadanya,dan banyak juga orang yang menatap kesal kepada dirinya. Saat Regal bosan mengobrol diapun pergi ke balkon untuk menenangkan diri dari situasi pesta.


"Ya ampun... Aku sekarang King of Warriors. Namun aku masih belum terbiasa dengan pesta. Dan apa-apaan pertunangan sepihak ini..."


Regal mengeluh sambil melihat cincin perak di jari manis sebelah kirinya. Dia terus mengingat Callen namun dia tak bisa menemukannya di pesta ini,akan tetapi dia mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Saat dia lihat itu bukanlah Callen,namun pria dengan rambut perak dan mata emas yang mirip dengan Callen dan Eleanor.


"Bolehkah aku bergabung?" Kata pria itu,Regal menyetujuinya dan merekapun mengobrol di balkon. Regal mengenali orang itu,dia adalah Arthur Belterre,kakak Callen sekaligus pewaris takhta kerajaan ini.


"Untuk berpikir Arthur Belterre mendatangi diriku,aku sangat tersanjung..." Arthur tersenyum mendengar perkataan Regal dan menjawab. "Kau tidak perlu formal,aku hanya ingin berterimakasih padamu dan mempererat hubungan,lagian kau akan menjadi adik iparku tahun depan."


Mendengar hal itu Regal merasakan ini waktu yang pas. "Tuan Arthur..." "Arthur saja..." Regal yakin dia tidak akan bisa bicara kalau dia terus formal,jadinya dia mengikuti kemauannya. "Arthur mengapa adikmu bilang kalau aku ingin menikah dengannya?" Arthur tersenyum mendengar Regal yang kebingungan.


"Ah kau pasti tidak tau soalnya ini sejarah 1000 tahun lalu. Dulu pernah ada dua naga kuat,yang satunya menguasai kegelapan dan yang satunya lagi menguasai cahaya. Mereka berdua menikmati rivalitas mereka,tak pernah ada hari dimana mereka berhenti bertarung. Hingga akhirnya Naga kegelapan mati karena dibunuh makhluk lain.


Naga adalah makhluk yang menjunjung tinggi kekuatan,entah dari lawan ataupun kawan kami terus menjunjung tinggi kekuatan. Saking tingginya,mereka menemukan diri mereka mencari kekuatan hingga lupa untuk berkembang biak dan meneruskan keturunan.


Naga cahaya itu benar-benar kesepian,dia mungkin bertemu banyak lawan kuat namun dia hanya menikmati rivalitas mereka. Dia menyesal karena dia tidak pernah melakukan hal lain selain bertarung selama sisa hidup mereka. Kisah itu kemudian diceritakan turun temurun di kalangan para Naga. Dan itu adalah kisah favorit Callen,bahkan sampai umurnya 9 tahun anak itu benar-benar menjunjung tinggi kekuatan meskipun dia manusia..." Regal yang mendengar itu jelas kebingungan.

__ADS_1


"Manusia? Maksudmu setengah manusia?" Arthur langsung menggelengkan kepalanya. "Ibu tak pernah melahirkan Callen. Dia adalah anak pungut yang kami dapatkan terlantar di hutan,tubuhnya bahkan masih sangat merah saat kami menemukannya.


Saat itu aku masih berumur 3 tahun,namun yang kudengar,untuk membuat anak itu bertahan hidup,ibu sampai membuat sebuah cairan khusus dari darahnya yang bernama Ambrosia. Callen direndam di Ambrosia hingga tubuhnya menjadi setengah naga. Lalu saat dirinya berumur 9 tahun dia memberanikan diri untuk pergi ke ruang harta dan meminum Ambrosia dari Naga kuno Enalios.


Enalios adalah Naga yang menguasai lautan dan gempa,itulah asal muasal dari kekuatan gempa dan tombak air yang dia miliki. Ambrosia itu membuat sirkuit sihir baru yang lebih kuat daripada Ambrosia ibu,namun benda itu tidak memberikan karakteristik Enalios karena Ambrosia hanya akan mengubah tubuhmu berdasarkan Ambrosia pertama yang kau minum.


Yah begitulah bagaimana bisa dia mendapatkan darah ibu dan menjadi adikku..." Arthur menjelaskan panjang lebar,Regal akhirnya mengerti mengapa Callen disebut sebagai anak haram manusia dan Ratu Eleanor,itu karena tidak ada yang mengingat kelahirannya.


"Mereka tak percaya bahwa Raja Naga yang melakukannya?" Mendengar itu Arthur langsung tertawa. "Haha~ Ayah mati tepat saat aku baru lahir,meskipun kami menyembunyikan berita itu hingga Callen berumur 2 tahun,banyak orang yang berspekulasi ayah sudah lama mati."


Regal akhirnya tahu apa yang dialami Callen,meskipun dibilang anak dari suatu peradaban,namun dia masih dianggap orang asing diantara mereka. Itu mungkin lebih baik daripada disiksa,namun tatapan mata itu tidak percaya dan curiga itu bukanlah sesuatu yang bisa ditahan sembarang anak.


Baiklah... Aku akan menikmati pesta,aku duluan yah!" Pada akhirnya Regal kembali sendirian saat melihat malam penuh bintang di langit.


———


Regal saat ini berada dalam kamar yang disediakan oleh istana. Dia terus memikirkan tentang pernikahan ini,apakah dia harus batalkan atau tidak. Namun saat Regal sibuk merenung,seseorang mengetuk pintu kamarnya.

__ADS_1


Ketika Regal membukanya,dia bisa melihat Callen yang sedang memakai gaun tidurnya berada di depan pintu. "Hmm,bolehkah aku masuk?" Dengan wajah terkejut Regal membiarkannya masuk ke kamar. Mereka berdua akhirnya duduk di ranjang kamar itu,suasananya sangat hening hingga mereka bisa mendengar angin yang berhembus diluar istana.


"Kakakmu sudah menceritakan masa lalu mu..." Callen dengan wajah malu menjawab. "Yah aku tau itu. Dia juga menyuruhku datang kesini." Mendengar itu,Regal entah mau bersyukur atau marah kepada Arthur.


"Katanya ini adalah hal yang dilakukan oleh pasangan suami-istri,namun aku belum pernah belajar mengenai hal itu." Melihat wajah malu itu Regal merasa jantungnya mau copot,dia ingin sekali lompat dan menerkam Callen. Memang tubuhnya sudah pulih total namun jiwa-nya baru terkumpul setengah saja. Hal ini membuat Regal gelisah dan ingin sekali melakukannya dengan seorang gadis.


"Kau tak perlu memaksakan dirimu kalau kau belum siap,bagaimanapun aku juga terguncang atas pernikahan ini... Tak kusangka bahwa menjadi rival dari Naga merupakan hal yang sakral." Regal meminta maaf kepada Callen sembari menahan diri. Namun Callen memeluk Regal dari belakang dan berkata. "Aku tak apa bila itu kau..."


Mendengar hal itu Regal akhirnya berbalik dan menatap Callen. "Aku adalah Mercenary,aku tidak bisa diam di satu tempat. Bila kau menikahi ku maka kau harus terus ikut denganku,meninggalkan semua kemewahan dan juga posisimu sebagai seorang Putri."


Callen yang mendengar itu mulai menganggukkan kepalanya. "Orang-orang disini hanya menghormatiku karena aku adalah anak Ratu. Tidak peduli mereka percaya aku anak haram atau bukan,aku tetap diperlakukan layaknya seorang Putri walau harus melihat senyuman palsu mereka setiap hari."


Regal mengusap rambut Callen ke belakang telinganya. "Aku tak peduli asal usulmu,namun aku bertanya kepadamu untuk lebih jelasnya. Apakah kau mencintaiku?" Callen yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya. "Apa-apaan pertanyaan itu...? Tentu saja aku cinta..."


Mendengar hal itu Regal langsung mencium bibir Callen,bagi Callen itu adalah sebuah pengalaman baru,tidak pernah dia berpikir untuk merasakan romansa dalam hidupnya namun disinilah dia berada. Regal dan Callen kemudian berbaring,perlahan-lahan Regal membuka bajunya namun Callen menghentikannya.


"Bagaimana denganmu?" Regal tersenyum mendengar Callen yang malu-malu itu. "Sedari awal kita bertemu aku sudah merasa kau spesial..."

__ADS_1


Malam hari itu mereka berdua menyatakan perasaan mereka,dan pada saat itu juga Regal untuk pertama kalinya tidak menyesal tidur dengan seorang perempuan. Untuk pertama kalinya dia melakukannya dengan sepenuh hati. Mereka yang tadinya saling membunuh,kini sedang menyatakan cintanya dengan cara masing-masing...


__ADS_2