Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 50: Naga dan Rusa


__ADS_3

Mereka berdua melewati jembatan dan masuk ke kastil yang berada di dunia lain itu. Sembari berjalan Kallen kemudian bertanya. "Sebenarnya tempat apa ini Regal? Dan apa yang kita cari disini?" Regal menjawabnya. "Ini adalah Domain milik salah satu Primordial,makhluk yang setara atau bahkan melebihi para Dewa. Makhluk suci seperti Malaikat dan para Dewa memiliki atribut Divine dan Iblis memiliki trait Demonic. Makhluk Primordial juga sama seperti itu...


Dan apa yang akan kita cari,akan lebih baik kalau kau tidak mengetahuinya. Yang perlu kau tahu adalah ini sebuah pekerjaan dari Teloch dan diriku,kurasa mendengar namanya kau bisa tahu seberapa penting pekerjaan ini." Mereka berdua lanjut berjalan hingga akhirnya mereka melihat suatu pintu raksasa. Ketika Regal mencoba untuk mendorongnya dia tak cukup kuat untuk menggeser pintu itu sedikitpun. Regal kemudian melihat ke Kallen,Kallen dengan kedua tangannya mendorong pintu yang sangat berat itu dengan kekuatan fisiknya saja.


Regal kemudian masuk ke ruangan itu,sebuah ruangan luas dengan dua buah pintu yang saling berhadapan. "Aku rasa kita harus berpencar disini." Kallen mengangguk dan menjawab. "Aku setuju denganmu." Regal masuk ke dalam pintu kanan sementara Kallen masuk ke pintu kiri. Mereka berdua kini terpisah satu sama lainnya,Regal yang masuk ke pintu kanan itu kemudian sampai di sebuah halaman kastil. Tidak ada atap disana jadi halaman itu tertutupi oleh abu yang menyerupai salju.


Halaman itu cukup luas,saking luas dan tidak terlihat adanya tanah membuat Regal yakin ini bukanlah tempat untuk menanam bunga. Begitu Regal berjalan ke tengah halaman itu,semua hal menjadi semakin gelap lantaran abu yang berjatuhan kini semakin banyak ditambah dengan angin kencang membuat pandangan Regal terhalangi. Akan tetapi tiba-tiba saja anginnya berhenti bertiup,abu yang turun juga kembali normal.


Namun tiba-tiba saja tulang belakang Regal seperti merinding,sesuatu berada di belakangnya namun Regal yang melihat menggunakan kekuatan matanya langsung menghindar ketimbang menoleh ke belakangnya. Untung saja dirinya menghindar,kalau tidak dia akan terkena lemparan tombak dari lawan yang ada di belakangnya. Regal melihat monster yang melemparinya tombak tadi,dia tampak seperti seekor rusa namun dia berdiri dan memiliki tubuh layaknya manusia,namun ekornya berapi-api dengan sayap hitam di punggungnya.


Melihat ciri-ciri itu Regal tersenyum dan mengatakan. "Kau terlihat lebih tampan dibuku..." Itu bukanlah monster,melainkan seekor Iblis bernama Firfur. Regal tau jelas karena sudah belajar dari perpustakaan Adrian,dari situ pula dia mengetahui lokasi tempat ini. Regal memanggil Balmung dan memasang kuda-kuda,begitupula Firfur yang siap bertarung menggunakan tombaknya.

__ADS_1


———


Dilain sisi,Kallen berada di sebuah ruangan bundar setelah dia masuk ke pintu kiri. Saat dia waspada,tiba-tiba saja pintu yang dipakai Kallen untuk masuk langsung tertutup dengan keras dan obor-obor di ruangan itu langsung padam seketika,ruangan itu menjadi gelap seketika tanpa ada penerangan sama sekali. Kallen yang waspada tiba-tiba saja merasakan sesuatu berada di depannya,dia melompat ke atas langit begitu instingnya menyuruhnya. Sebuah bola api melewati tempat tadi Kallen berdiri,bola api itu terus melesat hingga menabrak dinding ruangan dan meledak,ledakan bola api itu menyebar ke seluruh ruangan dan menyalakan kembali obor yang tadi padam.


Untung saja Kallen melompat sangat tinggi hingga tak terkena ledakannya. Kallen kini mendarat dan melihat musuhnya itu. Seekor naga dengan kepala singa namun memiliki cangkang kura-kura dan cakar beruang. Itu adalah Tarasque,monster naga raksasa yang memiliki fisik dan pertahanan diatas rata-rata bahkan di kalangan para naga.


Tarasque itu mengangkat tangannya dan menyerang Kallen dengan tangan itu,lantai yang sangat keras dan padat,namun Tarasque dapat dengan mudah menghancurkannya dengan sedikit usaha. Kallen yang melihat hal itu langsung tahu maksud dari kekhawatiran Regal,apapun yang Regal incar disini,itu adalah hal yang penting sampai pemilik Domain ini meletakkan hewan sekelas Tarasque untuk menjaga gerbang.


Namun seperti tadi,dia tak melihat Tarasque itu terluka sedikitpun. Kallen tahu kalau ini jelas sebuah masalah,dia tak bisa menembus pertahanan Tarasque bahkan dengan memukul daerah yang tak terlindungi oleh cangkang,dalam pikirannya seandainya saja Regal berada di sini,maka suaminya itu bisa menebas Tarasque dengan kekuatannya. Akan tetapi dia langsung kembali fokus,kalau Regal bisa menembus apa saja dengan pedangnya,harusnya dia juga percaya dia bisa menghancurkan segalanya dengan tinjunya. Kallen kemudian memasang kuda-kuda dan akhirnya bersiap untuk mengerahkan segalanya...


———

__ADS_1


Di halaman kastil,suara besi yang saling beradu terus menerus terdengar di sana. Regal dan Firfur beradu keahlian mereka menggunakan senjata. Firfur dengan tombaknya mampu terus menerus menjaga jarak sembari menyerang Regal,dilain sisi Regal kesulitan menghadapi langkah Firfur yang tidak manusiawi dan sulit dibaca walaupun menggunakan matanya. Apalagi tombak itu,kalau menurut legenda,Regal tidak boleh terkena tombak api itu,kalau tidak maka api dari tombak itu akan terus menyala di tubuh Regal dan terus menjalar hingga akhirnya dirinya berubah menjadi abu. Keahlian Iblis itu menggunakan tombak juga benar-benar luar biasa sampai-sampai bisa setara dengan Regal yang sudah belajar kelemahan dan juga mengenal tombak layaknya dia mengenal pedang.


Tidak ada yang berhasil mendaratkan serangan,mereka berdua semakin beradaptasi satu sama lainnya. Ketika Regal mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah,Firfur menghindar ke belakang lalu menerjang dengan ujung tombaknya diarahkan ke kepala Regal. Namun itu semua merupakan rencananya,Regal menghindari tusukan itu lalu memegang tombak Firfur dengan tangan kirinya,Regal kemudian mendekatkan dirinya sembari mengayunkan pedangnya di tangan kanan. Darah kemudian bercecer di tanah dan mewarnai kumpulan abu di tanah...


Firfur mengerahkan seluruh kekuatannya dan mengguncang tombaknya,membuat tombaknya mematahkan tangan Regal,membuat tombak itu terlepas dan melesat hingga menghancurkan jantung Regal dengan memukulkan tombaknya ke rusuk kiri Regal. Dirinya sudah tak bisa memakai teknik apapun,jantungnya sudah hancur total,namun daripada memakai teknik,Regal mengayunkan pedangnya dan menebas dada Firfur dengan tangan kanannya.


Firfur menghindar lantaran tau kalau dirinya juga akan mati bersama dengan pemuda itu bila dia tak menghindar,jauhnya jarak mereka tidak disia-siakan oleh Regal,dia memaksakan tubuhnya membuat jantung baru lalu memasangnya kembali. Regal kemudian melihat luka di dada Firfur,luka itu tidak dalam karena dia menghindar,akan tetapi Firfur melapisi lukanya dengan api lalu menutup luka itu dengan sempurna. Melihat situasi ini Regal tahu kalau dirinya dalam bahaya,sedari tadi dia sudah berpikir mengapa Firfur mendiami halaman kastil padahal ada banyak tempat lain.


Diapun tahu,kalau abu yang berjatuhan di tanah itu membawa efek buff kepada mereka yang memiliki atribut api. Diapun sadar mengapa Iblis itu daritadi tidak terlihat kelelahan setelah bertarung habis-habisan,Regal kemudian berubah menggunakan Foul Legacy dan memasang kuda-kudanya...


"Aku rasa sudah saatnya kita mengakhirinya..."

__ADS_1


__ADS_2