Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 6: Labirin orang mati


__ADS_3

Sebulan setelah Regal merasakan jiwanya,dirinya mulai berlatih menggunakan Vis tersebut. Dan benar saja hasil dari penggabungan Mana dan energi jiwa Regal benar-benar meningkat.


Regal dahulu hanya menggunakan Vis miliknya ketika bertarung,itupun memiliki recoil yang sangat besar yang merusak tubuhnya dari dalam.


Namun saat ini Regal telah menunjukkan level terbaru dari Vis miliknya,bahkan saat sesudah latihan,saat dirinya belajar sihir dan saat dirinya belajar sains dan sebagainya dia tidak melepas Vis miliknya.


"Kau terlihat jelas telah mengalami perkembangan Regal,bukan cuman pedang dan tombak,namun sihir dan juga ilmu pengetahuan."


Adrian memuji Regal yang saat ini sedang membaca di perpustakaan.


"Yah terimakasih Adrian."


Regal terus melanjutkan penelitiannya itu,dirinya sudah mulai bisa mengatur Vis yang membuat energi jiwa dan juga Mana dalam tubuhnya berkembang bahkan saat dirinya tidur.


"Dalam tesis yang kau tulis kau menyebut bahwa pernafasan adalah kunci dari Vis,bisa kau jelaskan?"


"Yah... Pada dasarnya makhluk hidup memakai Aura untuk meningkatkan fisik,namun cara kerjanya sama seperti pembakaran stamina.


Setelah belajar dengan Mavis,aku bisa tau bahwa kau bisa menyerap Mana dari udara,bukan hanya dari tubuhmu. Dan saat aku menggunakan Aura yang membara itu hanya memiliki sisa limbah dari pembakaran Mana itu.


Saat limbah itu sudah semakin banyak maka itu akan mempengaruhi kinerja sirkuit sihirmu. Itu jelas merupakan kelemahan yang dimiliki penyihir baik Warrior ataupun Caster.


Oleh sebab itu,aku berpikiran untuk membuang limbah kotor itu lewat udara dan menggantikan Mana yang kubuang dengan Mana baru dari udara.


Dan saat aku melakukannya entah mengapa aku sudah bisa melakukan hal ini..."


Regal menunjukkan bola api yang muncul dari telapak tangannya. Bola api itu berwarna biru terang sama seperti yang dipakai oleh Mavis. Adrian yang melihatnya menyadari bahwa Mavis memberikan berkatnya saat dia mengembalikan jiwa Regal ke tubuhnya.


"Orang tua licik... Baiklah,setelah soal itu selesai pergilah ke ruang berlatih. Aku akan mengetes kekuatan barumu itu."


"Baik..."


———


Setelah menyelesaikan banyak buku dan soal yang terdiri dari banyak materi dan bahasa,Regal pergi ke ruang latihan bersama dengan Adrian. Disana sudah ada 3 maid yang berjaga,salah seorang dari maid itu memberikan tombak Adrian dan salah seorang lagi memberikan pedang kepada Regal.


"Hari ini aku akan mengetes sejauh mana Vis milikmu. Jadi usahakan untuk tidak mati,kau mengerti?"

__ADS_1


Regal mengangguk dan dengan itu sparing akhirnya dimulai,Regal menerjang dengan pedang panjangnya untuk menyerang Adrian. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Regal namun tak ada satupun yang mengenai Adrian.


Semua serangan Regal dihindari dan juga ditangkis dengan mudahnya bahkan setelah Vis biru terang yang menyelimuti Regal seperti surai singa itu sudah menguatkan tubuhnya.


Hingga akhirnya Regal mengumpulkan sejumlah besar Vis dalam bilah pedangnya dan mengayunkannya ke arah Adrian,tombak Adrian yang menangkis serangan itu mendapatkan 7 goresan seperti ada 7 bilah pedang yang menyerang sekaligus.


"Hmm,itu tadi hal yang baru..."


Adrian membuang tombaknya dan menggantinya dengan pedang yang dibawakan salah seorang maid.


Mereka berdua memasang kuda-kuda yang sama,namun ketika Adrian menyerang terlihat fisik dan teknik miliknya lebih unggul,bahkan serangan seperti tebasan dan tusukan milik Regal tidak bisa mengikuti pola serangan Adrian yang bertubi-tubi.


Hingga akhirnya pedang mereka beradu,Adrian memegang bilah pedang Regal dengan tangan kirinya dan membuangnya kesamping,membuat celah pada Regal,namun ketika Adrian mencoba menyerang tiba-tiba saja anak itu sudah tidak ada dihadapannya.


Saat dirinya lengah,Regal muncul dari belakang dengan pedangnya dan dia berhasil menyerang pergelangan tangan Adrian yang baru saja berbalik.


Pedang Adrian terhempas namun ketika Regal mencoba menyerang,Adrian langsung menendang Regal dan menghempaskannya hingga menabrak dinding.


Begitu Regal mencoba berdiri,Adrian muncul dan menodongkan pedangnya ke leher Regal.


"Kau benar-benar sudah berkembang,bocah..."


"Itu tadi teknik yang luar biasa,kau mampu mengalirkan Vis ke satu tempat saja,yang pertama pada pedangmu yang membuatnya bisa membawa angin untuk memotong bersama dengan bilah pedangmu.


Lalu yang kedua adalah saat kau bisa fokuskan semuanya di kaki,membuatmu melangkah dengan sangat cepat hingga dirimu terlihat seperti menghilang. Itu semua luar biasa,kau harus bangga pada dirimu sendiri."


Adrian memuji Regal,wajah anak itu juga menunjukkan rasa senang. Regal akhirnya berkembang setelah banyak latihan yang membuat tubuhnya terluka setiap harinya.


"Terimakasih Adrian..."


"Haha,agak senanglah nak. Namun kalau kau menunjukkan bakat yang seperti ini,maka ini berarti kau sudah siap untuk tes yang sudah kusiapkan."


Regal akhirnya terbingung,dirinyapun mengikuti Adrian keluar dari istana,dan untuk pertama kalinya Regal bisa melihat Abyss dari dekat,bukannya dari luar jendela kamarnya saja.


"Monster-monster yang muncul disini hanyalah Undead yang terbuat dari kekuatan sihirku. Tentu saja untuk menjaga kediamanku dari penyusup."


"Kau menciptakan Undead dari sihirmu? Apakah itu makanya kau menyebut tempat ini sebagai Dungeon?"

__ADS_1


Adrian mengangguk dan membenarkan perkataan Regal.


"Yah,aku bisa membangun Dungeon dengan kekuatanku dan bisa menghidupkan monster dengan sihirku. Karenanya aku bisa membuat tempat ini juga..."


Regal dan Adrian berhenti didepan sebuah gua yang berada di Abyss,gua itu memiliki mantra pelindung yang kuat dengan beberapa simbol Rune dan Enochian sebagai kuncinya.


"Ini adalah ruangan yang kubuat,sebuah Dungeon minimalis. Tugasmu saat ini adalah menamatkan Dungeon ini dalam waktu satu hari."


Regal yang mendengar hal itu jelas terkaget,baru saja beberapa hari dia bisa mengendalikan Vis secara sempurna namun sekarang dia disuruh menaklukkan Dungeon dalam waktu satu hari.


"Senjataku?" Regal bertanya mengenai senjata,Adrian kemudian memberikan sebuah pedang panjang yang terlihat sangat baru.


"Saat kau kehilangan senjatamu,kau akan mendapatkan yang baru nanti. Yah ikuti saja jalannya dan kau akan mengerti maksudku."


Adrian kemudian terbakar oleh api ungu dan dalam sekejap dia langsung menghilang,Regal mulai berpikir bahwa dia juga harus mempelajari teknik itu.


Namun untuk sekarang dirinya masuk ke dalam Dungeon,lingkaran sihir yang menahannya sudah diatur agar hanya dirinya yang bisa masuk ke dalam sana. Dan di dalam Dungeon itu,Regal mencoba mengayunkan pedangnya dan benar saja apa yang dia pikirkan.


"Hmm,kalau aku tidak memperhatikan maka pedangku akan mengenai dinding yah? Harusnya aku minta tombak..."


Dengan pedang panjang di genggamannya itu Regal akhirnya masuk lebih dalam,dan saat dirinya berjalan dia mulai merasakan hawa dingin yang mencekam. Regal melihat ke depannya,dirinya melihat segerombolan mayat hidup dengan pedang di tangan mereka berjalan kearahnya.


"5 orang yah?" Regal dengan cepat menerjang ke arah para mayat hidup itu.


Saat sudah dalam jarak serangnya,Regal mulai menebas 3 mayat hidup dengan pedangnya,mayat hidup yang tersisa ternyata memiliki pengalaman bertarung yang bagus,membuat mereka bisa menangkis serangan Regal.


Regal yang melihat kedua mayat hidup itu langsung menerjang salah satunya,saat pedang mereka berdua saling bertabrakan,salah seorang mayat ingin menyerang punggungnya,namun Regal menendang dan menjauhkannya.


Tak menyia-nyiakan kesempatan,dia mendorong pedang mayat hidup itu ke kanannya,membuat celah dan Regal berhasil membunuh mayat hidup itu dengan memenggal kepalanya,dilain sisi mayat hidup yang tadi di tendang menerjang kembali.


Regal menghindar dan mengambil pedang mayat tadi untuk ditusuk ke dada lawannya,mengakhiri pertarungan dengan cepat...


Namun saat pertarungan itu sudah selesai,Regal bisa mendengar suara dari parade kematian menghampirinya. Saking banyaknya,teriakan mereka dan juga suara pedang dan tulang mereka menggema di seluruh gua dan mereka mengarah kepada Regal.


"Teloch... Setidaknya berilah aku makan siang sebelum melakukan pekerjaan seperti ini...!"


Dan dengan pedang panjang dan pakaian berlumuran darah,Regal menerjang kembali ke gerombolan mayat hidup itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2