
Regal yang melihat Hamel lari ketakutan dan Aiden yang hilang emosi akhirnya berhasil memancing mereka untuk mengikuti rencananya.
"Kebenaran. Aku ingin kebenaran..." Regal mengatakannya dengan sangat keras hingga beberapa rumah bisa mendengarnya.
"Setelah semua hal yang kau lakukan padaku,kau bertingkah laku baik didepan semua orang. Kepala desa yang sayang terhadap anak-anaknya,itulah kebohongan yang ingin ku luruskan.
Bagaimana kau menyiksaku setiap hari,berusaha membunuhku,dan juga berusaha agar aku tetap menjadi bahan hiburan kalian dengan mencegahku menjadi Kesatria Wimbledon." Suara Regal terdengar,para warga desa yang tidak mendengarnya akhirnya mulai mendekat meskipun mereka agak menjaga jarak.
"Itu semua karena kau anak iblis! Kau membunuh kakak dan juga warga desa yang ada di sekitarmu!" Aiden mengatakan suatu fakta,namun Regal tak berencana untuk terlalu jujur.
"Yah aku anak iblis..." Aiden dan seluruh desa mendengar itu. "Lihatkan?! Semuanya Regal adalah anak iblis,ayo kita bunuh dia!!"
Namun sebelum mereka bisa bertindak,Regal mengatakan.
"Akan tetapi ibuku adalah seorang manusia. Seorang wanita yang menyayangiku hingga dirinya dapat mencarikan ku seorang pelindung dengan tubuhnya yang sekarat...
Aku punya darah manusia dalam tubuhku,itu semua berada di darahku. Namun kau? Aku tak menemukan kemanusiaan apapun dalam dirimu.
Kau menyiksaku dengan anggapan aku akan membunuh kalian padahal tidak,itu membuktikan aku tidak pernah membunuh siapapun dengan sengaja apa aku benar?" Ucap Regal dengan wajah tersenyum.
"Oh dimana otakku... Tentu saja itu semua demi anakmu Hamel. Anak yang kau biarkan dia dan teman-temannya memeras para pelancong dan pedagang yang datang kesini.
Anak yang kau bilang berbakat kepada semua orang dan bahkan pada Klaus sang Kapten Kesatria. Kalian begitu mengagungkan anak itu.
Sekarang apa kalian lihat kondisinya? Dia ketakutan setengah mati oleh anak yang dulu dia siksa,anak yang merasa putus asa ketika melihat seseorang lebih kuat darinya bukanlah sebuah bakat yang patut diacungi jempol..."
Kata-kata Regal dapat terdengar oleh Hamel yang bersembunyi di dalam kamarnya itu. Semangatnya semakin patah oleh perkataan Regal tersebut,Aiden tak bisa menyangkal lantaran semua itu fakta.
"Itu semua fitnah! Fitnah!!" Aiden terus menunjuk kepada Regal,namun para warga lebih memilih memasang wajah jijik kepada kepala desa mereka itu.
"Aku tau ada sesuatu yang aneh,Regal terus mencari kayu bakar siang dan malam dengan kain tipis,apakah itu normal?"
__ADS_1
"Benar! Regal selalu terluka namun selalu bilang kalau dia terjatuh dan sebagainya." Para warga desa mulai percaya kepada Regal,semua kecurigaan mereka yang ternyata adalah kebenaran,membuat mereka memandang kepala desa dan keluarganya lebih rendah daripada sampah.
Regal yang melihat itu langsung berjalan pergi dari desa,sementara itu para warga mulai mendekat ke rumah kepala desa. Baginya semua sudah selesai,dia tak ada alasan lagi untuk bersedih sekarang,hanya ada alasan untuk tersenyum...
———
Regal berjalan beberapa hari dari desanya untuk sampai ke ibukota kerajaan Wimbledon. Disana dia masuk ke sebuah lorong setelah dirinya mencari informasi.
Saat menelusuri lorong dia mendapati pintu di lorong itu,Regal kemudian membuka pintunya dan masuk ke dalam. Tempat itu adalah bar,namun bukan bar biasa,bar itu berisikan banyak penjahat entah itu pencuri,pengedar dan banyak pendosa lainnya di dalam situ.
Alasan Regal datang ke tempat busuk itu karena satu hal,dirinya datang ke bartender dan bertanya.
"Ada pekerjaan?" Regal memberikan sebuah koin perak kepada bartender itu. "Hmm,aku tak pernah melihat dirimu disini,apa kau dari cabang lain?" Tanya bartender itu sembari membersihkan gelas.
"Aku hanya ingin membangun nama dan juga mengumpulkan uang,uangku habis untuk beberapa kepentingan saat aku singgah tadi." Bartender itu kemudian mengambil sebuah kertas dan memberikannya kepada Regal.
"Sebuah toko dibawah kekuasaan kami tidak pernah membayar uang perlindungan. Aku sudah bosan menagih,aku ingin orang itu mati."
———
Di malam harinya seorang pebisnis barang antik sedang membersihkan tokonya seperti biasa. Namun entah mengapa dirinya menggigil setelah mendengar suara siulan di malam hari.
Siulan itu berhenti ketika seorang pelanggan memasuki tokonya. "Selamat pagi pak,aku ingin membeli beberapa barang." Regal memasuki toko itu dan melihat barang-barang itu dengan seksama.
"Selamat datang anak muda! Aku tak menyangka akan kedatangan anak seumuran dirimu,lihat-lihat dan tanyakan saja apapun padaku. Aku akan membersihkan untuk menutup toko jadi kau pelanggan terakhirku." Kata pria tua itu.
Regal tertarik pada sebuah tombak yang ada disana. "Tombak ini terlihat bagus. Dimana kau mendapatkan barang ini?" Regal mengambil sebuah tombak dengan tulisan aneh di ujung tombaknya.
"Itu adalah tombak yang ditemukan di sebuah Dungeon ternama,astaga kau harus lihat berapa banyak orang yang mati didalam Dungeon itu demi mendapatkan tombak suci itu." Regal yang mendengar itu langsung tersenyum.
"Jiwamu berbohong..." Pria tua itu langsung berbalik dan berkata. "Apa?"
__ADS_1
Regal memperhatikan tombak itu dengan seksama,dia langsung menjelaskan mengenai tombak itu.
"Tombak ini adalah hasil karya seorang Dwarf,namanya terukir di tombak ini. Itu bahasa Rune." Pria tua itu langsung tertawa. "Nak,tak ada manusia yang bisa mengerti bahasa Rune."
Regal kehilangan senyumannya,matanya kosong tanpa jiwa lalu mengatakan. "Aku tau..." Mendengar hal itu pria tua itu langsung lari,namun Regal melemparkan tombak itu hingga menembus pria tua itu.
"Ya ampun,kau benar-benar pencuri sekaligus penipu kelas kakap. Namun koleksimu itu payah semua pak tua." Akhirnya pria tua itu menghembuskan nafas terakhirnya.
———
Regal datang kembali ke bar itu dengan sebuah kantung,saat bartender itu membuka kantungnya,didalamnya ada kepala dari pria tua itu. Bartender itu tersenyum dan berkata.
"Kau tak takut membunuh yah?" Regal tersenyum dan menjawab. "Bajingan sepertinya tidak pantas hidup." Bartender itu kemudian tertawa,dia memberikan sebuah misi lagi kepada Regal.
"Bagus,tentara bayaran itu haruslah bisa membunuh dengan baik. Namun mengapa kau malah masuk kesini dan mencari kontrak tentara bayaran anak muda?" Tanya bartender itu.
"Hmm,aku hanya ingin kebebasan. Aku ingin membuat nama sebelum akhirnya para bangsawan mengirimiku surat untuk ikut andil dalam perang." Ucap Regal sembari menghitung uang hasil bayarannya.
"Bagus sekali... Tentara bayaran memiliki fleksibilitas dalam menjalankan misi apapun,bahkan mereka bisa memasuki Dungeon tanpa terpengaruhi serikat apapun.
Kau juga bisa mengambil pekerjaan apapun,entah itu pekerjaan yang ditawarkan Guild petualang,Guild perdagangan,ataupun Kerajaan. Cukup pintar kau tau kalau tempat ini punya masalah tersendiri."
"Yah,namun tentara bayaran memiliki kelemahannya tersendiri apa aku benar?" Tanya Regal sembari mengantungi uangnya itu.
"Tentu saja,meskipun bebas namun Guild memberikan perlindungan pada anggotanya,sementara kau tentara bayaran akan menghadapi misi yang kesulitannya tidak diketahui.
Mengambil misi sebagai seorang tentara bayaran itu dapat menghasilkan banyak upah. Namun kau tidak tau,apakah misi membasmi sekolompok Goblin itu maksudnya membasmi puluhan atau ratusan Goblin."
Regal menjawab dengan senyuman di wajahnya. "Itulah keseruannya!"
...***...
__ADS_1