
Sembari menyelesaikan misi,Regal memikirkan tentang masa depan kerajaan ini. Kerajaan ini benar-benar kacau,7 Raja iblis sudah mulai melakukan persiapan mereka dan Wimbledon baru saja mengumpulkan aliansi.
"Manusia tak akan bisa mengatasi ini sendirian,mereka harus meminta bantuan ras lain untuk bisa bertahan..." Kata Regal sembari minum jus anggur di bar umum.
Untuk seorang Mecenary mendapatkan kontrak,harus lewat seseorang yang menawarkan,dan bar adalah tempat paling cocok untuk melakukan hal itu.
"Halo anak muda,apakah kau senggang?" Ada dua wanita yang datang ke meja Regal saat ini,Regal menghela nafasnya dan tersenyum kepada mereka. "Boleh..."
———
"Ugh~" Regal terbangun di kamar penginapannya dengan dua wanita yang dia temui di bar sekarang ada di ranjangnya.
"Sifat Incubus sialan..." Regal berpakaian dan pergi bersiap,dirinya kemarin memang sedang berpesta namun dia mendapatkan kontrak.
Sekarang Regal berada di depan sebuah toko,toko itu adalah toko herbal dan ramuan. Regal mendapatkan misi untuk melindungi kargo yang akan mereka antarkan ke tempat tersembunyi.
Namun Regal melihat bukan hanya dia satu-satunya orang yang ada disana,ada 2 kelompok Mercenary. Yah,Mercenary mungkin tidak terikat dalam Guild manapun namun mereka bisa membentuk suatu kelompok.
"Pak tua,sepertinya hanya aku satu-satunya Mercenary tunggal." Tanya Regal ke Kaiman,pedagang yang memberikan kontrak.
"Tenanglah,kau lihat kelompok yang mengenakan armor kulit merah itu? Mereka adalah Red Viper. Mereka itu orang baik-baik semua,jadi dekati saja mereka.
Aku tidak sarankan kau dekati kelompok yang satunya." Regal dan Kaiman melihat ke arah kelompok Mercenary yang satu lagi.
"Mereka adalah Black Cliff. Mereka itu lebih sering menjalankan kontrak gelap daripada yang bersih. Ditambah lagi mereka membenci bekerjasama dengan kelompok lainnya."
Regal lalu bertanya kepada Kaiman. "Lalu mengapa kau menyewa mereka?" Kaiman menghela nafasnya dan berkata.
"Mereka memaksa untuk ikut,mereka menawari harga yang sangat murah untuk pekerjaan kali ini,mereka pasti sudah putus asa karena tidak adanya kontrak yang datang pada mereka."
"Begitu yah?" Regal melihat kearah pemimpin mereka,seorang pria besar dengan armor berat berwarna hitam menyelimuti tubuhnya dengan pedang besar sebagai senjata utamanya.
Regal tidak mempedulikannya dan pergi ke arah kelompok Red Viper. Disana dia mengunjungi ketua dan wakil ketua mereka.
"Ah! Kau pasti Mercenary tunggal yang dibicarakan Klaus?" Tidak seperti Black Cliff,pemimpin dari Red Viper menyambut hangat Regal sebagai Mercenary tunggal.
"Yah... Namaku adalah Regal,semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Regal dengan bahasa sopan memperkenalkan diri,pemimpin dan wakil pemimpin Red Viper tersenyum melihat hal itu.
"Ah Regal yang membersihkan makam Undead yah? Senang bertemu denganmu,aku adalah Anne dan ini kakakku Finnley."
__ADS_1
Yah,ini sudah 3 bulan semenjak Regal menjadi Mercenary tunggal. Dirinya sudah membuat nama dengan menyelesaikan misi dari klien ternama yang kagum akan tingkat kesuksesan misinya yang sangat tinggi.
Regal jelas senang mereka sangat bersahabat,setidaknya dia sudah tahu pihak mana yang harus dipilih di situasi genting. Dan pihak mana yang tidak...
"Walah bukankah ini bocah ajaib yang banyak dibicarakan orang-orang? Bocah yang menyelesaikan misi-misinya dengan sempurna,ya ampun kau pasti sangatlah beruntung."
Pria dengan wajah menyebalkan itu dari Black Cliff,dia adalah wakil kapten Black Cliff,Hayes.
"Hentikan provokasinya Hayes,kita disini untuk bekerjasama." Finnley membela Regal,namun di saat seperti ini Regal tidak merasa terancam.
"Wakil pemimpin Hayes. Kau lebih pendek dari yang kukira." Memang Regal masih berusia 14 tahun,namun tubuhnya sudah setinggi 174 cm,itu sama tinggi dengan Hayes saat ini.
"Bajingan..." Hayes mencoba untuk mengeluarkan senjatanya namun dia tiba-tiba berbalik ke belakang,dari belakang Brooks pemimpin Black Cliff melihat kearahnya.
"Bocah beruntung..." Akhirnya permasalahannya selesai begitu saja. Anne yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun,tak kusangka kau berani mencari masalah dengan Black Cliff." Regal yang melihat Anne langsung mengatakan.
"Black Cliff tidaklah masalah,pemimpin merekalah yang merupakan masalah." Dari semua orang di Black Cliff hanya Brooks yang Regal rasa akan menjadi ancaman.
Namun Regal berhenti melihat Brooks ketika Kaiman membunyikan loncengnya. "Kita berangkat!" Sinyal dari Kaiman membuat semua orang bergerak. Akhirnya perjalanan mereka mengantar kargo dimulai.
———
"Pantas saja dia menerima permintaan Black Cliff. Finnley bagaimana formasinya?" Finnley yang mendengar Regal bertanya akhirnya menjawab.
"Tempat ini adalah Death Forest. Hutan paling berbahaya yang dimiliki Wimbledon. Karena dari itu kita sudah memutuskan,Black Cliff yang berisikan infantri berat akan mengawal kereta secara langsung sementara kami yang berisikan infantri ringan akan bertindak sebagai Vanguard."
Regal membuat wajah kebingungan. "Bukankah akan lebih baik bila posisinya ditukar? Bagaimanapun kalianlah yang akan diserang duluan."
Finnley tersenyum. "Yah,mau bagiamana lagi? Hayes si berengsek itu telah membujuk Kaiman."
Regal kemudian melihat Hayes sedang berbicara dengan Kaiman,orang itu adalah pedagang namun dia sangatlah polos. Regal jadi ragu bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya dengan lancar.
Disaat Regal mengamati situasi,dirinya dapat merasakan adanya gerombolan yang mendekat.
"Monster!" Regal berteriak memperingatkan semua orang,Red Viper langsung waspada namun Black Cliff tidak sama sekali.
Para monster yang keluar dari hutan adalah Kobold,manusia setengah anjing yang ganas. Mereka mengepung bagian depan yaitu Red Viper. Red Viper yang terlihat lebih lemah jelas merupakan sasaran empuk,apalagi posisi mereka yang berada didepan.
__ADS_1
Namun melihat Red Viper yang terkepung,Black Cliff tidak ada persiapan untuk membantu sama sekali. "Regal mundur,kami yang akan atasi hal ini." Anne memperingati Regal untuk tak ikut campur,dan akhirnya pertarungan dimulai.
Semua anggota Red Viper yang berjumlah 25 orang mulai bertarung dengan 30 Kobold. Regal yang melihat para Red Viper memiliki Aura dan juga pengalaman bertarung yang baik dapat bertarung seimbang dengan para Kobold.
Terutama Finnley dan Anne. Finnley terus menerus merusak formasi musuh dengan tombaknya sementara Anne terus membantu rekannya dengan busur dan panahnya. Regal yang melihat formasi mereka tentu saja sudah tahu siapa pemenangnya.
Para Kobold yang tersisa kembali ke hutan,mereka semua hampir mati namun Red Viper tidak mengalami kerugian apa-apa selain luka ringan.
"Kita lanjut berjalan! Kita tidak boleh mendirikan kemah di wilayah Kobold yang aktif di malam hari!" Semua orang langsung bergegas,mereka semua berlomba dengan matahari yang sudah mau terbenam.
Hingga akhirnya mereka melewati wilayah kekuasaan Kobold. Semua orang bersiap mendirikan tenda,Regal membantu Red Viper untuk memasak dan juga mendirikan tenda.
Saat para pasukan Red Viper memakan masakan Regal,mereka semua takjub dengan rasanya.
"Astaga nak! Apa ini benar-benar sup daging? Kau hanya memasukkan beberapa bahan dan garam."
Finnley terkejut dengan skill memasak Regal,baginya memasak adalah hal yang selalu ingin dia pelajari karena dulu Regal selalu membuat makanannya sendiri dengan bahan seadanya. Jadi Regal diajari memasak oleh para maid di Abyss.
"Kuncinya ada di suhu api dan caramu mengaduk." Kata Regal sembari tersenyum. Red Viper makan seperti mereka sedang berpesta dengan makanan mewah di tangan mereka.
Dilain sisi Black Cliff memakan masakan yang sama namun dengan koki yang berbeda. Rasa dari makanan itu sangatlah hambar sehingga mereka tidak bisa merasakan garam dan bahkan masih bisa mencium bau darah di daging mereka.
"Lihatlah Red Viper itu. Mereka berpesta layaknya mereka telah menang sepenuhnya."
"Benar,aku jadi tak sabaran dengan apa yang akan menyerang 6 hari kedepan..."
Pandangan sinis mereka tidak dipedulikan oleh Red Viper,namun ada seseorang yang dapat merasakan pandangan itu. Orang itu adalah Regal,dia bisa melihat mereka makan sembari menoleh ke arahnya.
Namun diantara mereka hanya ada satu orang yang bergerak,orang itu adalah Hayes yang mengetuk pintu kereta kuda dari Kaiman. Hanya dengan melihat saja Regal sudah tahu mereka akan merencanakan sesuatu.
"Baiklah aku kenyang! Regal kau mau ikut?" Anne memeluk Regal mendekat ke dadanya. Regal dengan wajah kebingungan langsung bertanya.
"Eh...? Kemana?" Anne tersenyum mendengar wajah polos Regal,dirinya kemudian menjawab dengan nada menggoda.
"Kemana lagi kau setelah makan? Kita akan ****mandi bersama****..."
Mendengar perkataan itu,Regal sudah tahu kalau dirinya dalam bahaya...
...***...
__ADS_1