Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 21: Phantom Blade


__ADS_3

Regal terus bereksperimen di ruang belajar Avior,sementara itu Avior mencoba untuk membaca buku yang diberikan oleh Regal.


"Astaga,benda ini benar-benar luar biasa..." Avior terkesima dengan buku yang dibacanya.


"Catatan dari lahir hingga dirinya menjadi Raja Iblis telah tercatat di buku ini. Dengan ini kita mengetahui skill apa saja yang dimiliki oleh Demon King of Madness. Apa kau mendengarkan...?" Tanya Avior yang melihat Regal saat ini sedang memainkan pedang arwah itu.


"Aku namai ini Phantom Blade. Benda ini luar biasa,aku bisa membuat hingga seratus pedang dengan pedang ini dengan konsumsi energi yang sedikit." Avior menghela nafasnya. "Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan nak?"


Regal menarik Phantom Blade ke dimensi penyimpanannya dan menjawab. "Aku rasa aku akan menunggu di bar sampai aku mendapatkan kontrak baru."


Mendengar hal itu Avior langsung mengambil sebuah gulungan dari balik jubahnya. "Berikan ini kepada Raja Geralt Wimbledon." Regal kemudian bertanya dengan wajah tersenyum. "Apa hadiahku?" Avior langsung menjawab. "Aku sudah menulisnya di kertas. Antar dan kau akan tahu!"


Regal akhirnya pergi dari ruangan itu setelah menaruhnya di ruang penyimpanan dimensinya.


Mereka berdua akhirnya pergi keluar kastil,Kaiman dan Red Viper langsung menyambut kedatangan mereka. "Kenapa sangat lama?" Anne bertanya pada Regal.


"Aku membantu penelitiannya,apakah kita akan pulang ke Wimbledon?" Tanya Regal kepada Finnley. "Yah,selain mengawal pergi kita juga dibayar untuk mengawal pulang. Hei Kaiman cepat ambil hadiahmu dan kita akan pergi!" Kaiman dengan ketakutan menjawab. "Baik!!"


———


Setelah itu mereka akhirnya pulang ke Wimbledon dengan selamat,di gerbang masuk para Red Viper dan Regal melakukan perpisahan.


"Jadi Regal,apa kau tertarik masuk ke Red Viper? Kau akan menjadi maskot yang sangat baik untuk kami kau tau?" Finnley mengajak Regal dengan wajah tersenyum namun Regal menggelengkan kepalanya. "Aku lebih suka sendiri..."


Mendengar hal itu Finnley menghela nafasnya. "Dasar serigala penyendiri... Kalau begitu sampai nanti!" Finnley dan yang lainnya melambaikan tangan,sementara itu Anne mencium pipi Regal. "Kau masih muda namun kau tau cara menyenangkan wanita. Kapan-kapan main ke markas kami yah!" Regal tersenyum. "Yah..."

__ADS_1


Akhirnya mereka semua pergi. "Sekarang..." Regal mengenakan Adamas dan pergi berjalan ke istana kerajaan. Saat di pintu gerbang,Regal dihadang oleh para kesatria.


"Yang tidak berkepentingan dilarang masuk!" Penjaga gerbang itu memperingati Regal,namun dirinya mengeluarkan gulungan dari Avior.


"Aku diperintahkan Grandmage untuk mengantarkan pesan!" Para penjaga yang melihat cap milik Avior langsung membukakan pintu.


"Kami minta maaf,kau boleh masuk!" Akhirnya Regal memasuk istana ditemani oleh salah seorang penjaga. Hingga akhirnya mereka berada tepat didepan ruang takhta,prajurit itu mengetuk pintunya.


"Seorang pengantar pesan dari Grandmage Avior datang untuk menemui Raja!" Pintu perlahan-lahan mulai terbuka,kesatria itu menundukkan kepala dan permisi pergi.


Regal kemudian masuk ke dalam istana,saat dia masuk dia bisa melihat bahwa istana ini lebih mewah dan lebih berwarna daripada di Abyss.


Regal kemudian berlutut dihadapan Raja dan Ratu. Raja yang memiliki rambut pirang dan istrinya yang memiliki rambut hitam pekat itu mempersilahkan Regal untuk berdiri.


"Aku datang kemari atas perintah Grandmage Avior,beliau menitipkan pesan ini setelah saya melakukan kontrak dengan beliau." Regal memberikan surat itu pada salah satu pelayan. Pelayan itu memberikannya kepada Raja dan akhirnya dibaca olehnya.


Mendengar hal itu Regal langsung kaget. "Hah?!"


———


Regal dan salah seorang pelayan masuk ke dalam ruang takhta. Dia bisa melihat ada banyak barang bagus yang ada disana,namun tidak ada yang menarik minatnya. Bagi Regal,semua ini terlihat seperti artefak tingkat rendah di Abyss.


Hingga akhirnya Regal melihat sesuatu yang menarik minatnya. "Benda apa ini? Regal melihat ke sebuah buku sihir.


"Itu adalah Book of Ataraxia. Benda ini adalah sebuah buku sihir yang berisikan Primordial Magic,sebuah buku yang membuat anda bisa menggunakan berbagai macam sihir namun sihirnya tidak menggunakan Mana,melainkan dengan jiwa pemakainya sebagai bayaran."

__ADS_1


Regal melihat buku ini dengan seksama,dia bisa menggunakan Vis untuk membuat berbagai macam skill yang mana lebih menggunakan jiwa dan Mana. Akan tetapi buku ini berisikan sihir yang hanya mengonsumsi jiwa seseorang tanpa ada bayaran Mana sama sekali.


"Aku akan ambil ini." Regal mentransfer Mana dalam tubuhnya ke buku itu,membuatnya dapat menyatu dengan buka itu dalam sekejap,buku itu berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam diri Regal. Sekarang Regal dapat melihat sihir-sihir yang menggunakan Primordial Magic.


"Hei aku mau tanya. Apakah Primordial Magic itu sudah ada sebelum para Dewa?" Pelayan itu menggelengkan kepalanya.


"Primordial Magic menjadi punah setelah jaman kegelapan,artinya itu sudah punah sebelum adanya keberadaan dua Dewa utama yaitu Aria dan Teloch." Mendengar itu akhirnya Regal sadar akan maksud dari Vis. Adrian mencoba untuk membangkitkan Primordial Magic kembali,dan Regal saat ini telah mencapai langkah tersebut.


Hari itu Regal masuk ke dalam hutan yang berada di dekat desa,hutan itu dihuni oleh para Goblin yang menculik para warga desa terutama para wanita,namun warga desa tak memiliki cukup uang untuk menyewa petualang.


Regal tak datang kesini demi uang semata. Dia mencoba untuk tes sihir yang dia miliki saat ini...


"Baiklah,Primordial Magic ini lumayan sulit... Aku harus rajin membaca bahasa Enochian demi melafalkan mantra." Regal masih agak sulit dengan bahasa itu,namun dia merapalkan bahasa Enochian itu di otaknya.


"Abyss Veil" Adamas dan Gram terlapisi oleh cahaya biru terang yang sama seperti Vis milik Regal lalu menghilang dalam sekejap,kali ini konsumsi jiwa Regal sangatlah besar karena melakukan Vis dan Abyss Veil bersamaan,namun dia dapat merasakan perlindungan dan serangannya meningkat drastis.


Terbukti dari Regal yang memotong beberapa Goblin hingga terbelah menjadi dua tanpa ada usaha sedikitpun,tebasan Regal mengeluarkan cahaya biru terang yang memotong lawan.


Dalam ilmu sihir ada sebuah sihir bernama Mana Burst. Itu adalah sihir enchant tingkat lanjut untuk memperkuat senjatamu dengan mengonsumsi banyak Mana. Regal merasa itu hampir sama,meskipun dia bisa memakai Vis ke pedangnya namun akan lebih efektif untuk memfokuskan Vis ke tubuh dan sihir ini ke perlengkapannya.


Mungkin tubuh Regal terbebani dengan mengalirkan jiwa untuk melakukan 2 tugas sekaligus,namun itu semua sepadan. Vis adalah teknik penguatan tubuh,itu tak cocok digunakan pada benda mati dan membuat pemakai Vis kesulitan hanya untuk melapisi belati dengan Vis.


Namun Abyss Veil melakukan enchant dengan sempurna pada Adamas dan juga Gram,itu lebih mudah dibuat daripada harus bertarung sambil mengalirkan Vis ke tubuh dan senjatanya sekaligus.


Untuk saat ini hanya itulah sihir yang Regal ingin pelajari. Meskipun ada banyak sihir lain didalam buku itu namun itu mengharuskan menggunakan perlengkapan Caster yang mana bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Adrian.

__ADS_1


Akan tetapi ada suatu hal yang dapat Regal dapatkan dengan mengasah Abyss Veil itu. Dengan senyum di wajahnya,pemuda itu masuk lebih dalam ke kedalaman hutan untuk menjadi bahan eksperimennya...


...***...


__ADS_2