
Kurdan sampai di ibukota suku selatan,semua Orc selatan kini bersembunyi di dalam rumah mereka dengan penuh rasa takut. Saat dia melewati halaman istana,dia kaget melihat banyaknya darah yang sudah mengalir dan mengering di tangga halaman. Dan ketika dia masuk melewati lorong berdarah itu,dia akhirnya berada di ruang takhta suku selatan.
Disana Regal sudah duduk dengan kakinya diangkat satu di kursi takhta sembari memainkan mahkota suku selatan yang sudah diwariskan turun temurun. Regal yang melihat Kurdan yang baru masuk itu tersenyum dan berkata. "Mengapa lama sekali?" Regal melempar mahkota itu dan akhirnya mahkota itu ditangkap oleh Kurdan.
"Rencana awal sudah selesai,kini kita akan beralih ke rencana kedua." Regal berjalan di samping Kurdan sembari tersenyum. Bagi Kurdan,entah dia ingin bahagia atau ketakutan melihat suku Orc selatan yang selalu menindas suku utara akhirnya bisa ditaklukan...
———
Regal kemudian memberi makan Garmr dengan daging yang dia dapatkan dari dapur istana. Dia melihat Garmr yang dengan lahap memakan daging,padahal kemarin-kemarin Regal baru saja mendapatkan Garmr.
Dia mengingat saat dia memeriksakan kondisi tubuhnya pada tabib yang ada di suku utara. Tabib yang memeriksanya bilang bahwa ada substansi hitam yang berada di tulang punggungnya. Regal kemudian melakukan beberapa eksperimen hingga akhirnya substansi itu semakin banyak dan membuat Garmr keluar untuk pertama kalinya.
Regal kaget saat itu,serigala hitam dengan rupa menyeramkan itu hampir mirip dengan yang mengejarnya waktu dirinya masih kecil. Namun setelah beberapa hari akhirnya mereka akur dan serigala itu dinamai dengan nama Garmr. Menurut tabib,Garmr adalah roh yang mendampingi Grisha di setiap pertempuran,Regal merasa bahwa dia yang mewarisi teknik Aura milik Grisha tanpa sengaja terpilih sebagai majikan baru roh serigala itu. Namun Regal tak membencinya sama sekali...
Kembali ke masa kini,para Orc selatan yang masih hidup berkumpul di alun-alun kota sembari melihat ke arah istana. Mereka semua melihat Kurdan yang dikawal Regal kini sedang menyampaikan pengumuman.
"Dengan jatuhnya semangat tempur dan juga pemimpin dari suku selatan,kini suku utara mengumumkan bahwa kini suku selatan sudah tidak ada lagi..." Semua Orc selatan khawatir akan hal itu,namun mereka semua tenang begitu Kurdan melanjutkan perkataannya.
"Akan tetapi,kami tidak akan memenggal kepala setiap Orc selatan yang ada!" Perkataan itu mendapat perhatian semua Orc selatan.
"Jaman dahulu kala Orc selatan dan utara adalah bagian dari suatu peradaban yang dibuat oleh Grisha. Namun karena kematiannya,suku Orc terbelah menjadi dua lantaran suku utara ingin menghormati rahasia Grisha,sementara suku selatan ingin memakainya untuk kepentingan pribadi.
Akan tetapi karena makam itu telah hancur,kalian tidak perlu lagi menanamkan ideologi itu pada anak-anak kalian! Kita para Orc sudah tidak punya lagi alasan untuk saling membenci ataupun bermusuhan! Tidak ada lagi para tetua yang akan terus memasukkan kayu bakar pada tungku kebencian kita!
__ADS_1
Dan dengan ini aku menyatakan tidak ada lagi yang namanya Orc selatan dan utara! Yang ada sekarang hanyalah kita para Orc yang berasal dari tanah air dan darah keturunan yang sama. Darah Grisha mengalir pada diri kita semua,kita semua harus menghormati itu dan terus melanjutkan apa yang sudah dia perjuangkan!
Maka dari itu... Hari ini suku utara dan selatan akan berafiliasi. Menjadi suatu peradaban baru yang dinamai oleh peradaban lama kita sebelum terbelahnya kedua suku. Blood Veil Tribe!"
Perlahan-lahan ketakutan orang-orang mulai hilang,kini yang ada hanyalah rasa kagum terhadap Kurdan. Semua orang mulai bersorak gembira mendengar penyatuan kedua suku itu. Dan saat semua orang bersorak,Kurdan tersenyum kepada Regal.
"Kau benar... Patahkan semangat mereka,dan berikan harapan baru. Itu lebih efektif dari yang aku kira." Regal tersenyum mendengar pujian Kurdan dan menjawab.
"Kau tau perbedaan iblis dan malaikat? Malaikat itu bisa memberikan harapan. Namun iblis,bukan hanya bisa memberikan kesengsaraan,mereka juga bisa memberikan harapan disaat yang tepat..." Regal kemudian meregangkan tubuhnya dan berkata kepada Kurdan. "Ajari mereka apa yang kuajari pada suku utara,jika kau ingin menyatukan kedua suku maka kau perlu menghilangkan diskriminasinya."
Kurdan mengangguk dan menjawab. "Aku tau itu,sudah menjadi mimpi kami untuk berdamai dengan suku selatan,dan aku tidak akan menghancurkan itu dengan masalah sepele seperti diskriminasi..." Regal tersenyum dan akhirnya pergi menjauh dari Kurdan.
"Baiklah kalau begitu..." Kurdan jelas bingung melihat Regal. "Kau mau kemana?" Regal terus melangkah sembari menjawab. "Kontrak kita selesai! Aku akan mengambil cuti panjang sembari mengurus masalah pribadiku." Dan pada akhirnya Regal meninggalkan hutan Jura dengan kontraknya yang selesai.
———
Disaat Regal sibuk memasak sisa dagingnya, tiba-tiba saja Garmr menggeram ke arah semak-semak,Regal yang melihat itu langsung mengambil pedangnya yang terletak disampingnya dan bersiap,akan tetapi saat dirinya bersiap untuk hal terburuk yang akan terjadi,Regal menurunkan pedangnya begitu melihat siapa yang keluar dari semak-semak.
"Lama tak berjumpa nak..." Tak dia sangka,orang yang keluar dari semak itu adalah Mavis. Regal langsung menurunkan pedangnya dan menyapa orang tua itu.
"Lama tak berjumpa,Mavis..." Dan dengan itu,kedua orang itu duduk di api unggun yang sama.
———
__ADS_1
"Hmm... Para maid mengajarimu dengan sangat baik,ini seperti kau sangat ahli memasak hingga kau bisa memanggil seorang Dewa hanya dengan bau masakanmu." Mavis memuji Regal,Regal tersenyum sembari menambahkan kayu ke api unggunnya.
"Kau berlebihan pak tua... Omong-omong bagiamana kabar Adrian?" Mavis kemudian terdiam sejenak dan meletakkan daging yang tadi dia makan dan menjawab. "Ada urusan di neraka. Lilith mulai memberontak." Mendengar itu jelas Regal langsung meletakkan makanannya juga untuk fokus terhadap perkataan Mavis.
"Apa maksudmu?" Mavis kemudian menjelaskan kepada Regal sembari memainkan bentuk api di api unggun di depan mereka.
"Lilith adalah salah satu dari Barbatos,nama 6 orang Iblis yang sangat kuat yang tunduk kepada Adrian. Iblis bisa dibuat dari apa neraka ataupun dibuat dengan berkembang biak...
Lilith adalah Succubus yang terlahir menggunakan metode pertama namun dengan kondisi spesial. Adrian menyimpannya lantaran kekuatan dan juga karena dia adalah penyiksa handal,namun Iblis itu tak pernah berpikir untuk bersumpah setia kepada Adrian,dan saat ini Iblis itu akan memimpin legiun miliknya untuk melakukan kudeta."
Regal jelas terkejut mendengar hal itu,tentu ada yang ingin kekuatan dan kekuasaan. Namun untuk melakukan kudeta pada Dewa yang dijuluki sebagai Dewa Dunia Bawah? "Mengapa bisa Lilith begitu percaya diri?"
Mavis meraih sebuah surat dari lengan bajunya dan memberikannya kepada Regal. "Aku rasa itu alasannya..." Regal kemudian membaca surat tersebut. Garmr tidak tau apa isi surat itu,namun Regal memegangnya dengan sangat erat hingga surat itu hampir robek.
"Untung saja aku membunuh pengantar pesannya. Yah meski demikian aku tak peduli kau memilih yang mana,bagaimanapun kau adalah seorang tentara bayaran. Namun aku hanya ingin memastikan,kau ini berpihak pada siapa..."
Regal memasang wajah tanpa ekspresinya dan membakar surat itu di api unggun. Bahkan sampai dia surat itu terbakar menjadi abu dia tetap memasang wajah tanpa ekspresi yang sama itu.
"Apakah ada cara untuk mengalahkan Lilith?" Mavis langsung tersenyum mendengar hal itu dan menunjuk ke samping Regal dan berkata. "Itu bisa dipakai..." Regal kemudian melihat ke Gram,senjata yang selama ini dia pakai untuk bertarung dengan lawan-lawan yang kuat.
"Itu memang kuat,namun Gram belum menunjukkan potensi penuhnya. Itu bukan hanya sebuah pedang kuat,namun itu adalah sebuah kunci untuk membuka jati dirimu yang sebenarnya..."
Regal kemudian memegang Gram dengan kedua tangannya. Pedang itu memantulkan wajah Regal di bilah pedangnya. Dan saat dia melihat pedang itu dengan seksama akhirnya dia sadar bahwa pedang ini masihlah rusak.
__ADS_1
"Apakah mungkin bagiku untuk membuka potensi Gram?" Regal bertanya kepada Mavis. Pria tua itu tersenyum dan menjawab. "Tidak dengan akal sehat manusia biasa..."
...***...