
Regal yang kini berada dalam mode Foul Legacy jelas berada dalam bahaya. Dirinya sudah menghabiskan banyak Vis dan Mana begitu dia menggunakannya untuk memperbaiki jantungnya. Saat ini dia hanya bisa setidaknya menahan selama 3 menit saja. Mereka berdua saling menerjang satu sama lain dan kembali bertarung,pertarungan mereka kini lebih cepat dan lebih kuat daripada sebelumnya.
Firfur jelas yakin,Regal sudah tidak bisa bertahan lebih lama lantaran tangannya yang gemetaran dan juga nafasnya yang berat. Dibandingkan dengan dia,Firfur bisa terus mengisi stamina dan juga bisa bertambah kuat seiring berjalannya waktu. Regal terus memaksakan tubuhnya untuk bergerak lebih cepat dan lebih kuat yang membuat tubuhnya sangat terbebani,namun dia harus melakukannya untuk bisa selamat.
———
Dilain sisi,Kallen dan Tarasque masih beradu kekuatan. Kallen melancarkan berbagai macam serangan namun Tarasque saat ini hanya mengalami luka ringan saja. Hal itu mendorong Kallen menggunakan zirahnya,kini kekuatannya meningkat berkali-kali lipat,Kallen kemudian membuat tombak dan melemparkannya ke wajah Tarasque. Tombak itu mengenai dan dapat membuat Tarasque kesakitan,Kallen yang melihatnya langsung menerjang menggunakan tombaknya namun Tarasque itu kembali melempar Kallen dengan sapuan tangannya.
Kini Kallen terluka sangat parah lantaran tak sempat bertahan,bila tanpa zirah dan juga cincin dari Regal,dia yakin kalau dia akan mati seketika. Namun Kallen tak menyerah dan kembali berdiri setelah menyembuhkan dirinya. Kallen kemudian melihat kepala Tarasque,disana ada sebuah retakan diatas kepala Tarasque itu,mengetahui ini merupakan satu-satunya kesempatan,Kallen dengan kekuatan gempanya melempar satu tombak lagi,Tarasque yang melihat itu langsung menyemburkan apinya ke tombak itu,sebuah ledakan besar terjadi dan menutupi seluruh ruangan dengan asap.
Tarasque yang terkena ledakan itu kini mencoba untuk mencari Kallen,dia yang sadar kalau kepalanya akan diincar membuatnya fokus mencari di udara,namun tiba-tiba saja Tarasque kehilangan pijakannya. Dia terlalu fokus pada sekitarnya sehingga tak menyadarinya,Kallen mengerahkan kekuatan gempanya dan merusak permukaan,Tarasque yang berdiri kokoh dengan 4 kaki jelas tak bisa menjaga keseimbangannya. Melihat kesempatan emas itu,Kallen terbang ke hadapan Tarasque,begitu dia dekat dengan kepala monster itu,Kallen berputar 360 derajat secara vertikal dan terus menerus menendang bagian kepala Tarasque yang retak bagaikan sebuah gergaji. Kallen kemudian mengerahkan kekuatan di kaki kirinya lalu menendang dengan sangat keras hingga kepala Tarasque terjatuh.
__ADS_1
Namun sebelum kepala monster itu terjatuh,Kallen mendarat di tanah,lalu dengan kekuatan yang sempat dia kumpulkan di kaki kanannya,dia melesat dan menendang dagu Tarasque hingga seluruh badannya terlempar ke belakang. Ketika monster itu terlentang dan memperlihatkan perutnya yang tak terlindungi oleh cangkang,Kallen terbang dan menciptakan empat tombak yang mengikutinya. Dengan seluruh kekuatannya Kallen menusuk menggunakan tombak di tangannya dan juga 4 tombak yang mengikutinya. Guncangan dari gempa Kallen itu sampai-sampai menggetarkan seluruh kastil,lantai tempat Kallen dan Tarasque itu bertarung juga runtuh bersamaan dengan hancurnya tubuh Tarasque.
Mereka berdua terus terjatuh dan menghancurkan lantai yang mereka jatuhi,hingga akhirnya mereka terjatuh di sebuah gua yang ada di bawah kastil itu. Sebelum dirinya jatuh,Kallen menusukkan tombaknya di dinding dan bertengger di tombaknya sembari melihat tubuh Tarasque jatuh ke bawah. Tarasque itu kemudian menabrak lantai dengan sangat keras hingga tubuhnya sudah tak berbentuk lagi. Kallen pun naik setelah menggunakan tombaknya dan melihat sebuah pintu muncul di di tengah-tengah ruangan,pintu itu tak memiliki ruang dan tidak berpijak di benda apapun,pintu itu hanya melayang disana...
Selain dari pintu yang dia masuki tadi,sudah tidak ada lagi pintu yang ada. Saat ini Kallen sedang khawatir,kalau dirinya berhadapan dengan monster legendaris seperti Tarasque,maka itu artinya Regal juga berhadapan dengan makhluk yang sama bahayanya. Kallen pun melompat ke pintu itu dan membukanya,dia merasakan hawa dingin yang membuat tubuhnya merinding namun dia tak memperdulikannya dan masuk ke pintu itu.
———
Hingga pada akhirnya,Regal tak bisa mempertahankan wujud Foul Legacy miliknya dan kembali ke wujud manusianya. Firfur yang melihat itu jelas tersenyum dan terus menyerang,namun entah mengapa Regal menjadi semakin cepat dan semakin kuat seiring berjalannya waktu. Regal terus menerus melukai tubuh Firfur dan dia terus menerus menyembuhkan tubuhnya menggunakan sihir apinya. Namun semakin lama Firfur semakin kesulitan bertarung...
Firfur akhirnya tak bisa berdiri dan dia berlutut sembari menancapkan tombaknya di tanah. Firfur kemudian melihat ke sekitarnya dan akhirnya mulai menyadari akan suatu hal. Sudah tidak ada abu lagi yang ada di halaman... Pertarungan mereka berdua begitu dahsyat hingga menerbangkan semua abu yang terkumpul di tanah,Firfur yang kekurangan abu tanpa sadar melakukan sihir yang kuat namun boros,bahkan saat dia mempertahankan pasif tombaknya dia memakan terlalu banyak energi,apalagi saat dirinya terus menerus menyembuhkan dirinya. Selama ini Firfur mengisi ulang stamina dan sihirnya dengan menghirup abu,namun abu disekitarnya kini semakin menipis,bahkan abu yang turun dari langit juga sisa sedikit karena gelombang kejut dari serangan mereka.
__ADS_1
Regal tersenyum melihat kebodohan Iblis itu. Dia menyangka kalau lawannya yang bertambah kuat,yang padahal dirinya menjadi lebih lemah daripada lawannya. Regal kini menerjang dan terus mengayunkan pedangnya kepada Firfur,Iblis itu tak bisa melakukan apa-apa lantaran dirinya sudah kelelahan. Hingga akhirnya Firfur mengerahkan seluruh kekuatannya di ujung tombak miliknya,dengan semua kekuatannya Firfur mencoba untuk menusuk Regal,dengan kecepatan itu tentunya Regal perlu kekuatan matanya untuk melihat masa depan,namun karena dia kehabisan Mana dan juga energi jiwa jadi Regal tak bisa menggunakan kekuatan matanya.
Namun Regal bukanlah seseorang yang bergantung pada kekuatan matanya... Regal sudah tahu Firfur akan mengerahkan segalanya di satu serangan terakhir,bahkan tanpa kekuatan melihat ke masa depan dia bisa memprediksinya. Regal kemudian menghindar ke samping dan membiarkan Firfur melewati dirinya. Ketika Regal berada di belakang Firfur dengan sekuat tenaga Regal mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala rusa itu hanya dengan satu ayunan saja...
Tepat setelah itu,abu kembali berjatuhan seperti sebelumnya,Regal terus bersiap kalau saja Firfur beregenerasi,namun mayat Iblis itu jatuh ke tanah dan membasahi halaman dengan darah hitamnya. Regal kini duduk di lantai sembari melihat ke arah abu yang berjatuhan tadi. Regal mencoba untuk mengatur nafas dan detak jantungnya,itu tadi benar-benar pertaruhan,seandainya saja Regal tak mengambil resiko dengan menahan tombak Firfur dengan tangan kirinya maka situasinya akan berbeda. Baginya,dia sama saja seperti rusa itu,terlalu terburu-buru saat melihat kesempatan hingga melupakan sekitarnya. Bila Firfur tetap memperhatikan sekitarnya dan tidak fokus untuk membunuh Regal maka Firfur bisa menang.
"Aku semakin berpengalaman dan semakin bodoh saja..." Regal kemudian melihat sebuah pintu muncul di hadapannya,pintu itu muncul namun tak terhubung ke ruangan manapun. Setelah dia mengatur nafas,Regal akhirnya masuk ke dalam pintu tersebut,ruangan disana sangatlah gelap hingga dirinya tak bisa melihat jelas. Dan setelah masuk,Regal tiba-tiba merasakan gempa besar mengguncang hingga membuatnya yang kelelahan hampir terjatuh. Dan beberapa saat setelah Regal merasakan gempa itu,dirinya melihat ke depannya ada sebuah pintu yang muncul entah dari mana dan tidak terhubung dengan ruangan manapun.
Dari sana Kallen keluar dengan kondisi babak belur,melihat itu Regal akhirnya langsung memapah istrinya itu dan akhirnya mereka duduk di lorong itu. Selagi Regal memberikan ramuan dan juga mengolesi salep,Kallen melihatnya dan bertanya. "Regal... Aku memang tidak tertarik dengan apa yang kau cari,namun tempat apa ini? Apa ini neraka? Aku baru saja melawan Tarasque yang harusnya sudah mati di zaman kegelapan..."
Regal menjawab sembari memasang perban. "Kita ada di dalam sebuah Domain milik seorang makhluk yang berasal dari zaman kegelapan. Dan ini adalah Domain dari makhluk Celestia manapun ingin macam-macam. Ini adalah Domain Surtr..."
__ADS_1