
Regal terbangun di sebuah tempat,disana dia melihat kehampaan dimana-mana,tidak ada cahaya atau benda apapun disana yang padahal Regal bisa melihat di dalam kegelapan paling gelap sekalipun. Ketika dia sedang mengamati situasi,tiba-tiba saja dari bawah kakinya muncul tangan-tangan yang mengekang dirinya. Regal mencoba melawan namun kekuatan tangan-tangan itu terlalu kuat hingga Regal dipaksa untuk berlutut. Dan ketika dia berlutut,dihadapannya ada seorang pria berpakaian hitam,Regal tak bisa melihat wajahnya dan hanya melihat kegelapan di balik tudung hitam itu.
"Siapa kau?!!" Di saat Regal bertanya,pria itu perlahan-lahan meletakkan tangannya di atas kepala Regal,dan dalam sekejap Regal dapat merasakan rasa sakit yang melebihi rasa sakit yang pernah dia alami seumur hidupnya. Hingga akhirnya Regal mengeluarkan energinya dan membuat semua tangan yang mengekangnya hancur bersamaan dengan pria itu. Ketika dia mengatur nafasnya,Regal melihat orang itu perlahan-lahan menghilang seperti menyatu dengan kegelapan. "Kau akan menjadi jembatannya Regal,kau akan selalu menjadi jembatannya..." Sesaat setelahnya Regal terbangun diatas kapalnya,dia berkeringat dingin dan terlihat sangat pucat,dia kemudian melihat sekitarnya dan dia masih berada di lautan namun dia sudah bisa melihat dia sudah hampir sampai ke daratan.
__ADS_1
Mendengar suara Regal,Kallen yang sedari tadi tidurpun akhirnya terbangun. "Regal...? Hah!! Regal ada apa dengan... matamu...?" Kallen tampaknya melihat sesuatu dari mata Regal,namun dari reaksinya tampaknya itu sudah kembali normal. "Ada apa Kallen?" Kallen pun menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak,mungkin aku saja yang tidak fokus. Lagian matahari belum terbit juga,mungkin aku salah lihat." Regal jelas kebingungan namun dia tak ingin menekan Kallen lebih jauh lagi dan berkata. "Kita sudah hampir sampai..." Kallen kemudian melihat sekitarnya,dia melihat daratan sudah dekat,Regal dan Kallen pun akhirnya sampai setelah beberapa saat,mereka kemudian mengembalikan kapal sewaan itu dan mengambil kuda mereka untuk pulang kembali ke rumah mereka.
Namun di perjalanan,Regal masih penasaran dan bertanya. "Kallen,apa yang kau lihat di mataku tadi? Kau tidak terlihat baik-baik saja setelah itu." Kallen pun menjawab. "Tidak apa... Aku hanya terkejut tadi karena melihat matamu berubah warna,dari yang warna biru menjadi ungu. Namun seperti yang kubilang,mungkin aku belum fokus." Mendengar penjelasan itu Regal pun kembali tenang,mereka akhirnya sampai ke rumah mereka setelah perjalanan panjang. Sesampainya di rumah,Regal langsung minum sebotol anggur sembari menyendiri di ruang bacanya. Sudah kesekian kalinya dia bermimpi buruk seperti yang ada di kapal,namun untuk pertama kalinya dia merasa tak berdaya seperti itu. Regal yang kebingungan pada akhirnya meneguk habis minumannya dan pergi ke ruang bawah tanah untuk menemui Adrian.
__ADS_1
Begitu dia membuka pintu,dia keluar dari pintu kamar lamanya,dan dari situ dia pergi ke ruang takhta. Namun disana tidak ada siapa-siapa,melihat Adrian yang tidak ada disana jelas membuat Regal bingung,diapun mencoba pergi dan mencari namun dia dihentikan oleh salah seorang maid yang dia kenal. "Lama tak berjumpa Tuan Muda." Melihat maid itu,Regal pun menyapanya namun dengan wajah gelisah. "Apa kabar Elaine. Apa kau tau dimana Adrian?" Elaine pun menjawab. "Tuan Adrian sedang ada urusan di Celestia,katanya tentang penelitian dan juga perilakumu terhadap Paladin Roland. Kau harus berhati-hati Tuan Muda,kau adalah anak kesayangan Tuan Adrian,namun Roland juga merupakan anak kesayangan Dewi Aria dan beberapa Dewa-dewi lainnya."
"Ya ampun,kau benar-benar membuat Paladin itu bertekuk lutut. Seperti yang diharapkan dari Tuan Muda kami... Dan kau juga sudah menikah,mendengar itu aku bahagia untukmu,namun tampaknya kita tak bisa melanjutkan hubungan seperti dulu lagi. Sayang sekali padahal Tuan Muda sudah menjadi pria mapan..." Regal yang mendengarnya tersenyum dan menjawab. "Kau benar-benar tidak berubah,memangnya sudah berapa lama aku meninggalkan Abyss dalam perspektifmu?" Elaine tersenyum dan mengatakan. "Itu tidak penting! Mau bagaimanapun aku tidak akan pernah berubah,aku bisa menjamin itu...
__ADS_1
Omong-omong,tadi kau bilang matamu berubah warna secara tiba-tiba? Apakah itu mungkin karena Mystic Eye yang kau punya itu mulai berevolusi?" Regal menggelengkan kepalanya. "Aku tak tahu,rasa sakit yang kuderita dalam mimpi buruk itu memang luar biasa,namun itu semua berasal dari mata ini." Elaine pun menjawab. "Yah,Mystic Eye itu ada berbagai macam. Namun semua mata itu memiliki misteri yang berbeda-beda,satu-satunya hal yang pasti tentang Mystic Eye ialah tidak bisa lebih dari 1 pengguna! Hanya itu yang aku tahu..." Regal pun mulai merenungkan perkataan Elaine tersebut,diapun akhirnya berdiri di tangga dan melihat Elaine. "Aku sudah merasa agak baikan,kalau begitu aku pergi dulu,istriku pasti kebingungan kalau aku tidak ada di sampingnya ketika bangun tidur..." Elaine pun tersenyum. "Hidup anda sudah menjadi lebih baik,dibanding saat anda jatuh ke Abyss,semuanya menjadi lebih baik. Namun saya bisa melihat mata anda tidak mengatakan demikian,itu terlihat kosong,lebih kosong daripada dulu. Mata itu menunjukkan kekosongan dalam dirimu,saat anda menutup mata dan menceritakan kisah di dunia atas,dirimu terlihat lebih bahagia daripada saat anda bercerita dengan mata terbuka."
Regal yang mendengarnya bukannya makin tertekan,malahan dia tersenyum mendengarnya. "Terimakasih atas kritiknya Elaine... Ya ampun,kau benar-benar tahu cara menghibur seorang pria." Mendengar hal itu Elaine pun tertawa dan menjawab. "Anda bisa berkunjung kapan saja,dan asal anda tahu aku masih bisa menghibur tanpa menggunakan mulut saya,itupun kalau anda mau..." Regal tersenyum mendengar candaan Elaine itu. "Dan itu dia... Elaine nakal yang kukenal,sampai jumpa lagi Elaine." Mereka berdua pada akhirnya terpisah lagi. Elaine yang melihat Regal pergi pada akhirnya memasang wajah sedih,diapun melihat singgasana Adrian dan berkata. "Aku rasa kau sudah menemukan belahan jiwamu di atas sana,bodohnya aku berpikir kalau kita berdua bisa kembali seperti sedia kala... Yah,bagaimanapun kini kau adalah orang yang berbeda dari sebelumnya..."
__ADS_1