Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 38: Keluarga


__ADS_3

Regal saat ini bersandar di sebuah batu dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan. Adrian berdiri dihadapannya dan mengatakan.


"Mari kita bicara nak..."


———


Mereka berdua saling bertatapan dan Adrian akhirnya memulai pembicaraan dengan bertanya. "Apa yang Lilith katakan padamu?" Regal melihat Adrian dengan sinis dan menjawab. "Betapa tidak becusnya dirimu melindungi bawahanmu..." Adrian tertawa kecil dan memalingkan pandangan dari Regal untuk sementara.


"Penyesalan terbesarku itu bukanlah karena aku turun ke dunia bawah. Namun karena aku tak bisa menghentikannya memberontak..." Seketika Regal diam dan mencoba untuk mendengarkan perkataan Adrian.


"Ayahmu... Dia adalah sahabat terbaik yang kumiliki. Saat kami para Dewa selalu ikut campur dalam urusan dunia atas,kamipun sering terlibat dalam peperangan. Ada banyak Dewa yang kuat dari Celestia,namun mereka menunjukku sebagai panglima perang melawan para Iblis pada saat itu.


Hingga akhirnya kami menang,namun perlu seseorang untuk mengatur dunia bawah. Disitulah aku ditunjuk... Mereka semua berpikiran bahwa akulah yang layak,namun aku tau pemikiran semua orang pada saat itu.


Mereka semua takut kepadaku... Aku tak keberatan,lantaran aku juga tidak dilarang untuk kembali ke Celestia,namun ada satu orang malaikat yang menyadari bahwa penempatan ku adalah sebuah penghinaan. Itu adalah ayahmu,dia menolak perintah para Celestia dan mengamuk di tengah-tengah Ether. Tidak ada orang yang sanggup bertarung melawannya bahkan saat para Dewa bertarung bersamaan.


Namun semuanya berbeda ketika Aria dan aku turun tangan. Kami berdua berhasil mengalahkan ayahmu walaupun harus bertarung selama 3 bulan diatas sana. Akan tetapi Aria menempatkan suatu kutukan,dimana semakin lama dia hidup maka akan semakin lemah pula dirinya,dan pada akhirnya aku turun ke neraka bersama ayahmu,Gerald.


Kami berdua membangun hirarki di neraka mulai dari nol. Untuk melakukannya kami akhirnya membuat 6 orang Barbatos yang terbuat dari sihirku,kecuali satu Iblis yang merupakan satu-satunya Barbatos buatan Gerald."


Regal kemudian merenung dan menjawab. "Lilith?" Seketika Adrian tersenyum dan duduk di sebelah pemuda itu sembari melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Yah... Lilith terbuat dari Mana milik Gerald,dan selama 3000 tahun kami memerintah neraka bersama. Hingga akhirnya itu terjadi..." Adrian melambaikan tangannya dan membuat suatu gambaran ilusi,disana dia dapat melihat seorang wanita yang mana adalah ibunya Regal,kini sedang memetik bunga di hutan.


"Ibumu,dia memetik bunga sembari menyanyikan siulan yang sangat indah di setiap langkahnya,siulan itu sangat indah sampai-sampai bisa terdengar sampai Abyss.


Gerald yang tertarik akhirnya mendekati ibumu yang masih muda dan polos,dan sepertimu... Ayahmu adalah Incubus tampan dengan pesona yang memikat para wanita. Mungkin bagi kami makhluk abadi,tahun terlewati hampir seperti pergantian hari,akan tetapi bagi Gerald yang daya hidupnya hampir mencapai batas,waktu terasa sangat indah...


Mereka berdua berakhir menikah,dengan kau sebagai anak pertama,Gerald meninggalkan neraka dan memutuskan untuk mengakhiri sisa hidupnya sebagai ayah biasa. Namun berita melemahnya tangan kanan Letoch tentu bukan suatu kabar yang baik.


Demon King of Madness,dia punya banyak nama namun Gerald memanggilnya Godfrey. Mereka yang terlahir dari cahaya namun jatuh ke kegelapan maka akan menjadi kegelapan yang melahap segalanya. Itulah mengapa Gerald menjadi sangat kuat,itu semua karena dia adalah malaikat jatuh.


Dan kau sudah melihat asal-usul Godfrey di buku yang kau ambil itu kan?"


Regal mengangguk dan menjawab. "Dalam ceritanya Godfrey tidak dilahirkan,namun diciptakan oleh Celestia..." Adrian tersenyum dan menjawab. "Benar sekali,dia tidak dilahirkan namun diciptakan,dan cara penciptaannya sama seperti ayahmu..."


Dan setelah bertarung selama 3000 tahun,ayahmu selalu menang dan menang. Hingga akhirnya dia dihabisi oleh Godfrey yang sadar bahwa dia sudah melemah karena luka dan kutukannya saat melawan Celestia... Aku tak bisa tahu semua kejadian di atas sana,dan ibumu juga menghubungiku begitu dia sekarat.


Hal terbaik yang bisa kulakukan saat itu adalah menempatkan mereka di Celestia. Namun sekarang hal terbaik yang bisa kulakukan adalah melindungi anak mereka berdua,yang tidak lain adalah kau Regal..."


Mendengar itu Regal jelas kesal,setelah selama ini,dia terus menderita berpikir bahwa dirinya ditinggalkan oleh keluarganya. Yang nyatanya keluarganya lah yang membuat dirinya bisa terus hidup sampai sekarang.


"Aku tak bisa terus melindungimu diatas sana nak,aku juga tak bisa membuatmu tinggal di Abyss,namun aku bisa membuatmu belajar melindungi dirimu sendiri.

__ADS_1


Sekarang... Waktunya sudah hampir habis yah?" Tiba-tiba tubuh Regal terpenuhi oleh cahaya,tubuhnya perlahan-lahan terbang keatas,Adrian melihat jamnya dan berkata kepada Regal yang saat ini terbang di udara.


"Skill pasif dari Gram telah menyala. Mereka yang telah menemukan penyesalan dan menemukan jati diri mereka akan kembali dari neraka terdalam. Itulah mengapa Ansgar membawa pedang itu ke peti matinya...


Sekarang aku tau kau sudah cukup kuat nak,mulai sekarang lindungilah apa yang berharga bagimu seperti yang ayahmu lakukan,dan jangan melakukan kesalahan seperti yang aku lakukan..."


Perlahan-lahan Regal mulai termakan oleh cahaya biru terang dan kemudian menghilang dari neraka.


———


Di dunia atas,tepatnya tempat Regal bunuh diri. Garm sedang berbaring disamping mayat Regal yang tidak membusuk sama sekali,bahkan tak ada serangga ataupun belatung yang ada pada tubuh itu. Namun Garm tiba-tiba menjauh ketika dia merasakan panah dari tubuh Regal yang sudah mati itu.


Perlahan-lahan tubuhnya terbakar oleh api biru,Garm menggeram seperti mencoba mengendalikan api di tubuh Regal menggunakan sihirnya. Namun sihir Garm tidak bekerja dan dia tidak bisa mengendalikan api itu,alhasil tubuh Regal terbakar menjadi abu tanpa menyisakan tulang sedikitpun...


Garm terlihat sedih dan mencoba mendekati abu majikan barunya itu. Akan tetapi Garm langsung mundur ke belakang ketika dirinya melihat seseorang bangun dari abu milik tuannya tersebut. Orang itu merangkak keluar dari balik abu dan mencoba untuk berdiri dengan bantuan pedang yang tadi menusuk mayat Regal.


Awalnya Garm terlihat waspada,namun tiba-tiba saja dia melunak saat melihat bahwa pria yang keluar dari balik abu itu adalah tuannya sendiri yaitu Regal yang saat ini telanjang tanpa menggunakan apa-apa. Garm terlihat senang,namun Regal tak terlihat tersenyum sama sekali bahkan setelah dia lepas dari siksaan neraka. Dia hanya melihat tangannya,tangan yang dia gunakan untuk berlatih selama ini,dia kemudian melihat ke arah Gram yang kini telah berubah bentuk dengan bilah pedang yang awalnya berwarna hitam kini telah berubah menjadi warna perak.


Dia mungkin masih belum bisa menerima itu semua,akan tetapi ada satu hal yang pasti,mengapa dia bisa mendapatkan kesempatan keduanya untuk hidup.


"Godfrey..."

__ADS_1


...***...


__ADS_2