Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 25: Angel and Demon


__ADS_3

Saat Regal sedang bingung harus melakukan kontrak dengan Kurdan atau tidak,dirinya sedang bersiap untuk pertandingan selanjutnya. Regal datang naik ke atas panggung sambil diiringi oleh sorakan orang-orang. Saat dirinya melihat ke podium para penguasa,disitu sudah tidak lagi terlihat keberadaan Callen.


Hingga akhirnya Regal melihat di pintu masuk peserta,Callen masuk dengan pakaian militer berwarna hitam lengkap dengan celana putih yang diikat dengan sabuk yang terlihat seperti artefak. Regal sudah menunggu-nunggu pertarungan ini sejak awal mereka bertemu,manusia dengan darah Naga dan seorang manusia dengan darah Nephilim. Mereka berdua tertarik satu sama lain setelah pertemuan mereka dan disinilah mereka sekarang berada.


"Pertandingan final antara Regal sang Mercenary dan Putri Kerajaan Belterre,Putri Callen Belterre akan segera dimulai!" Semua orang bertepuk tangan mendengarnya. Mereka berdua tak mengalihkan pandangan mereka walaupun para penonton sedang bersorak untuk mereka,saat wasit sudah turun dan bel dibunyikan,mereka berdua akhirnya resmi bertarung.


Regal memasang kuda-kudanya,begitupula dengan Callen. Semua orang jelas kaget,bukannya memakai senjata,Callen memakai tangan kosong untuk bertarung. Itu wajar saja lantaran cakar Naga adalah salah satu senjata terkuat di muka bumi ini.


Keduanya saling bertahan dan menyerang. Callen dengan tangan dan kakinya,serta Regal dengan Gram. Kedua orang itu seimbang,walaupun Callen yang jarak serangnya lebih pendek namun dia mampu menerjang dan membuat Regal terus berada di jarak serangannya. Dilain sisi Regal yang memiliki kendala saat dia menahan satu serangan namun muncul serangan lainnya benar-benar kerepotan apalagi Callen bisa menyerang dengan kedua tangan dan kaki.


Akan tetapi dengan pandangan masa depan Regal,dia bisa melihat jalur serangan Callen meskipun Callen menyerang dengan dua lengan sekaligus. Namun Regal merasakan ada yang aneh dari serangan Callen,diapun akhirnya mundur sejenak untuk memeriksa jiwa Callen.


Regal dapat melihat Mana Callen semakin besar tiap kali jantungnya berdetak. Callen awalnya menyerang dengan 1 pukulan perdetik namun sekarang dia bisa melancarkan 10 pukulan perdetiknya. Disini Regal juga sadar betapa dahsyatnya Aura dari Callen,pergelangan tangan dan tinjunya tidak terluka saat terkena sisi tajam dari Gram,Regal jelas tidak bisa terus begini,diapun mencoba untuk mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah.


Saat dia mengayunkan pedang,bukannya mundur namun Callen malah maju dan mendekat,dirinya terkena tebasan Regal namun itu tidak berdampak apa-apa. Regal sudah menyadarinya sejak awal,selain dari tangan dan kakinya yang tidak putus akibat menahan serangan Regal,pedang Regal juga terasa seperti lebih berat tiap kali dirinya dipukul.


"Air Force" Callen memasang kuda-kuda dan meninju Regal dengan tinju yang melampaui kecepatan suara. Tinju itu benar-benar kuat hingga Regal yang sudah terlindung oleh pedang dan juga Adamas sampai bisa terlempar ke ujung arena.


Tangan Regal gemetaran,dia akhirnya sadar apa yang baru saja terjadi. Regal akhirnya melakukan kuda-kuda lagi dan melakukan Abyss Step. Regal muncul di belakang Callen dan dia dengan cepat melakukan tebasan,namun reflek luar biasa dari Callen membuatnya dapat menangkis dengan pergelangan tangannya. Saat Callen ingin meninju Regal yang berada di udara,tiba-tiba saja Regal menghilang dan dengan cepat muncul di belakang Callen lagi.

__ADS_1


Saat Callen mencoba untuk berjalan,tiba-tiba saja dia merasa kakinya tidak mau terangkat. Dan saat dia melihat kakinya,dia bisa melihat bekas tebasan yang menembus daging di lutut dan sikunya.


"Dasar kecoa..." Callen melihat Regal yang tersenyum. "Tubuhmu benar-benar keras,aku bahkan tak bisa melukai lenganmu dengan pedangku. Namun itu bukan berarti aku tidak bisa melukaimu..."


Regal saat ini memasang Abyss Veil. Pedangnya saat ini dapat menembus pertahanan dari Callen yang daritadi menyusahkan Regal. Akan tetapi Callen dapat menutupi luka itu dengan cepat,meskipun hanya luka luarnya saja yang dia sembuhkan.


Pergerakan dari Callen semakin terhambat,tendangan dan pukulannya tidak secepat yang tadi. Regal bisa merasakan itu saat mereka berdua kembali menyerang satu sama lainnya. Hingga akhirnya Regal kembali menghilang,saat dia menghilang Callen langsung tahu dia ada dibelakang,namun Callen tak bisa berputar cukup cepat untuk menahannya.


Saat pedang Regal hampir menyentuh Callen,tiba-tiba saja Callen memukul tanah dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Saking dahsyatnya Regal langsung terpental karena gelombang kejutnya itu. Di titik ini Regal akhirnya sadar akan kemampuan dari Callen. Dia mengira kalau Aura yang dimiliki Callen itu sangatlah kuat,saking kuatnya hingga dia bisa bertahan dan menyerang dengan sangat baik,namun bukan itu...


"Kau memiliki elemen yang cukup unik yah?" Regal tersenyum sembari bertanya kepada Callen. Callen tersenyum dan menjawab. "Kau juga..." Mereka berdua mengetahui kemampuan masing-masing di titik ini,Callen tau kalau jiwa Regal semakin berkurang seiring berjalannya waktu,sementara itu Regal sadar akan kekuatan elemen dari Callen.


Itu bukanlah Vis ataupun Aura tanpa elemen. Aura putih yang mengelilingi Callen itu juga bukan Aura dari elemen cahaya. Itu adalah elemen gempa,Regal menyadari itu setelah pertarungan mereka. Tubuhnya seperti meredam kekuatan dari Gram,dan tinjunya akan menggetarkan pedang Regal ke titik dimana Regal hampir melepaskan pegangannya. Meskipun itu tak masuk akal menjadikan gempa sebagai elemen,namun Regal tahu kalau dulu pernah ada Naga dengan elemen yang sama.


Setiap kali jantung Callen berdetak maka dirinya akan semakin kuat,baik dalam fisik ataupun sihir. Permasalahannya ialah Regal belum mengisi ulang jiwa-nya,dia belum tidur ataupun memakan mimpi apapun dari perjalanan hingga pertandingan ini. Dia merasa jiwa yang dia kumpulkan sekarang sudah mulai habis dan sekarang dia mengonsumsi jiwanya sendiri.


Regal dengan Gram yang terbalut Abyss Veil akhirnya melakukan serangan. Dia mengayunkan pedangnya lagi dari atas ke bawah,Callen yang sadar pedang Regal sekarang bisa menembusnya saat ini maju sembari menghindari pedang itu.


Dengan kekuatan dan juga teknik miliknya,Regal mengangkat pedangnya dan melakukan Avenger dengan sempurna. Untung saja Regal belum pernah melakukan Avenger secara sempurna dan membuat ayunan pedang vertikal Regal tampak seperti kebiasaan buruknya.

__ADS_1


Callen yang melihat itu dengan cepat menghindar namun dia harus membayar itu dengan lengannya yang terkena serangan. Saat melihat Regal sudah selesai melakukan tebasan itu dia akhirnya mendekati Regal. Callen yang masuk ke jarak serangan Regal tak menyadari bahwa dia masih punya lebih. Pelatihan menggunakan Abyss Veil yang berasal dari Boom of Ataraxia benar-benar membuahkan hasil. Abyss Veil dapat membuat Regal mengayunkan pedangnya dengan lebih ringan padahal pedangnya menjadi lebih berat.


Itu membuat sebuah kesalahan fatal dengan membiarkan dirinya berada di jarak serangan lagi,lantaran Avenger tidak berhenti sampai disitu saja.


"Smoldering Fangs" Regal yang baru mengangkat pedangnya setelah Avenger kini menaruh pedangnya di pundak dengan bilah dibelakang kepala Regal. Sesaat setelah dia masuk ke kuda-kuda itu Regal langsung melakukan tebasan dengan energi jiwa melimpah membuat sebuah tebasan horizontal yang sangat kuat.


Callen yang menyadari bahaya dari serangan itu akhirnya mundur sembari menyilangkan tangannya. Namun dia lebih lambat dari tebasan ketiga Regal yang mengandung kekuatan melimpah,saat Callen terkena pedang itu dia tidak terpotong namun dia terlempar ke kanan bersamaan dengan ayunan pedang Regal.


Semua orang dapat melihat tangan kiri Callen yang sudah hampir putus,seolah-olah hanya tulangnya saja yang dapat menjaga agar tangan itu tetap terjaga. Regal mencoba untuk menarik nafas,tangannya terluka sangat parah akibat menahan serangan-serangan Callen,namun saat dia sedang menarik nafas Regal lengah...


Callen masih bangun dan dia langsung menerjang Regal,Regal yang melihat itu dengan cepat menahannya dengan Gram,namun Gram yang terlambat akhirnya hanya menahan sebagian serangan saja. Tinju Callen masuk dan mengenai perut kanan Regal,lalu diikuti dengan tendangan yang menyerang tubuh samping bagian kiri Regal,dia dapat merasakan jantungnya meledak dan tulang rusuk yang patah dan menjadi serpihan kini menusuk organ dalam Regal.


Namun sebelum Regal hilang kesadaran dia melakukan Foul Legacy. Foul Legacy terjadi karena Regal langsung fokus memperbaiki jantungnya hingga secara tidak sadar memicunya,meskipun semua orang kini melihat Regal terbalut Mana dari Iblis,namun Regal tak memperdulikannya.


Saat semua orang terkejut,hanya ada satu orang yang tertawa. Dia adalah Callen yang saat ini tertawa melihat wujud iblis dari lawannya. "Pada akhirnya kau tak bisa mempertahankan kemanusiaanmu yah...?" Tiba-tiba saja Aura dalam tubuh Callen terfokus ke beberapa tempat,saat ini Callen tertutupi oleh cahaya perak nan indah.


Ketika cahaya itu menghilang,Callen muncul dengan wujud baru. Callen mengenakan baju besi perak dengan garis-garis hitam,rok biru tua, kaus kaki hitam setinggi lutut, sepatu bot perak, dan mahkota perak seperti aksesori.


Dia terlihat lebih anggun sekarang ini,berbeda dari Regal yang terlihat menyeramkan,Callen lebih terlihat seperti seekor Malaikat ketimbang Naga,namun semua orang dapat merasakan Aura yang meluap dari balik kecantikan itu,mereka seperti melihat mawar berduri yang indah namun dapat melukai siapa saja. Regal yang saat ini dalam mode Foul Legacy tak mengenakan sayap hitamnya karena hanya akan menghalangi.

__ADS_1


Kedua monster itu bertatapan,mereka berdua telah menyembuhkan cedera mereka namun mereka tau kalau saat ini mereka hanya akan terluka lebih parah lagi,namun keduanya memasang wajah tersenyum. Mereka berdua memang saling menyerang dan membunuh,namun mereka menikmatinya...


...***...


__ADS_2