Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 45: Ataraxia


__ADS_3

Apa yang membuat pendekar pedang kuat? Otot yang besar? Pedang yang bagus? Mentor ternama yang mengajarimu? Tidak...


Semuanya berasal dari bagaimana kau mengayunkan pedangmu. Regal memang terlihat berotot,namun otot itu tidak keras,melainkan ototnya itu lentur. Regal bisa menangkis semua serangan dan mengayunkan pedangnya dengan kekuatan besar itu karena dia bisa melakukan ledakan otot dengan bebas,membuat ototnya rileks saat diayunkan namun dengan cepat dia mengerahkan kekuatannya saat pedangnya mengenai lawan.


Itu membuatnya bisa mengayunkan pedangnya layaknya Asura yang memiliki 6 lengan,akan tetapi teknik itu ditiru oleh Callen. Dirinya melemaskan ototnya lalu dia kerahkan semuanya ketika melakukan kontak,dengan teknik ini Callen dapat meminimalisir luka saat berbenturan dengan bilah pedang Regal dan dapat memukul dengan keras saat tangannya berbenturan dengan tubuh Regal.


Baik itu saat dia melangkahkan kakinya,dia melakukan daya ledak otot bersamaan dengan pelepasan gempa,membuatnya bisa melangkah dengan kecepatan yang luar biasa. Bahkan itu lebih cepat daripada kecepatan mata Regal dapat memprediksi masa depan,bahkan Regal kesulitan untuk melihat masa depan terbaik yang bisa dia dapatkan.


Mereka berdua bertarung dengan kecepatan yang luar biasa,membuat gempa itu semakin besar dan besar,hingga akhirnya Callen membuat tombaknya,Regal sadar bahwa dirinya akan dalam bahaya bila Callen menerjangnya dengan tombak yang berisikan gempa yang dipadatkan itu.


Callen mencoba untuk mengarahkan seluruh sihirnya di kaki,begitu dia menerjang,seluruh gunung bergetar dan daerah disekitarnya hancur berantakan,semua yang dilewati Callen meskipun tidak disentuh,semuanya hancur... Namun begitu dia hampir menyentuh Regal dengan ujung tombaknya,pemuda itu dapat dengan cepat menghindar ke samping. Padahal Callen yakin,mata Regal baru melihat begitu ujung tombaknya hanya berjarak 5 cm darinya,namun Regal dapat dengan mudah menghindari serangan itu walaupun tidak melihatnya.


Callen yang saat ini berada di belakang Regal akhirnya menapakkan kakinya dengan keras dan memutar badan dan juga tombaknya dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Namun sekali lagi Regal menghindarinya,bahkan saat ini Regal tidak berbalik ke belakang dan menghindarinya begitu itu sudah dekat dengannya. Callen yang kebingungan tiba-tiba merasakan pedang menembus perutnya,Regal menusuk pedangnya hingga menembus perut Callen dengan Balmung.


Namun Regal melepaskannya dan membiarkan Callen mengambil jarak kembali. Setelah Callen mengambil jarak,dia melihat mata Regal,mata kosong seperti mata sebuah mayat yang sudah lama mati. Tapi Callen tau,itu adalah mata yang membuatnya dapat menghindar,Callen mencoba untuk tetap fokus,namun dirinya tiba-tiba saja kehilangan Regal. Begitu dia mencoba mencari di sekelilingnya,Regal tiba-tiba muncul dari sisi kanannya,Callen yang tidak siap akhirnya terluka di bagian lengannya.

__ADS_1


Baginya itu tidak mungkin,dia bisa merasakan getaran apapun yang ada dalam jarak pandangnya,bahkan dia bisa merasakan detak jantung dari jarak 100 meter,lalu mengapa dia tidak bisa merasakan getaran saat Regal melangkahkan kakinya? Callen terus bertarung dengan Regal yang saat ini bertarung tanpa ekspresi apa-apa. Mereka berdua bertarung hingga akhirnya Callen membuat banyak tombak dari atas dan menjatuhkannya ke tempat Regal berpijak,membuat gunung tempat mereka bertarung hancur sebagian.


Namun itu sebuah kesalahan,tirai asap menutupi pandangannya,dan dari balik asap Regal melompat dan menyerang kesana kemari. Callen mendapatkan banyak luka di tubuhnya,hingga akhirnya dia melepaskan gelombang kejut yang menghempaskan semua asap itu.


Setelah itu Callen akhirnya dapat waktu untuk istirahat,dirinya tak menyangka akan separah ini. Meskipun terlihat tidak masuk akal,namun Callen tau apa yang terjadi,selama dirinya bertarung dengan banyak pendekar pedang semasa hidupnya,dia ingat akan satu orang yang bertarung tanpa ekspresi di wajahnya,orang itu seperti bisa membaca jiwanya,namun wajahnya mulai menunjukkan ekspresi begitu Callen menghancurkan daerah sekitar.


Pria itu menunjukkan ekspresi ketakutan ketika dia mengetahui bahwa ajal ada didepannya,itu mengganggu ketenangannya... Ketenangan adalah sesuatu yang harus dimiliki Warrior,mereka yang tidak tenang maka tidak akan bisa bertarung dengan baik. Dan apa yang dihadapi oleh Callen adalah orang yang sudah belajar cara menjadi Warrior sejati sejak dia kecil.


Bagi Callen itu mustahil seseorang bisa tetap tenang bahkan saat nyawanya dalam bahaya,namun yang dia lawan adalah orang yang sudah melihat kematian dan orang itu sudah tahu apa yang menunggunya setelah dia mati. Dia bahkan sudah mengalami siksaan dan mati berulang kali,itu menyebabkan Regal bisa memakai teknik ini...


Penglihatan,emosi dan juga jiwanya dibuat setenang mungkin hingga seperti Regal menjadi seperti benda mati.


Jiwa yang tenang melawan jiwa yang membara,itulah apa yang terjadi saat ini. Regal maju dengan Balmung dan mengayunkan pedangnya beberapa kali namun itu semua ditangkis oleh Callen. Melihat bahwa dia tidak akan menang kalau Regal tetap tenang,akhirnya Callen mengayunkan tombaknya dari bawah ke atas,Regal yang menahannya jelas terlempar jauh ke atas langit.


Callen tak menyia-nyiakan kesempatan ini,dia melemparkan 4 tombaknya kemudian dia ikut lompat juga. Setelah Regal menangkis 4 tombak itu,Callen dan Regal kembali bertarung di udara,mereka berdua sengit hingga akhirnya Regal mengayunkan pedangnya hingga membuat Callen terlempar kembali ke daratan.

__ADS_1


Melihat Callen jatuh,Regal menambah kecepatan jatuhnya dan mengumpulkan Vis miliknya di pedang. Begitu mereka berdua hampir menyentuh daratan,Regal mengayunkan pedangnya satu kali dan membuat tombak yang dipakai Callen untuk melindungi dirinya kini terbelah dua,lalu dengan cepat Regal mengayunkan pedangnya kembali dan membuat luka fatal di tubuh Callen.


Serangan itu membentuk seperti dua buah bulan sabit,setelah Callen terkena serangan kuat itu,dirinya langsung tak sadarkan diri,dirinya kembali ke bentuk semula dan akhirnya pingsan,begitupula Regal yang melepaskan wujud Foul Legacy miliknya lalu pingsan disebelahnya.


———


Saat matahari terbit,Callen terbangun diatas gunung,dia melihat luka-lukanya ditutupi oleh perban dan obat. Dan saat dia menoleh ke samping,dia melihat Regal yang sedang memasak menggunakan panci dan api unggun.


"Kau sudah bangun? Bagus,makanannya sudah siap." Regal memberikan semangkuk sup kepada Callen. Dia melihat ke dalam mangkuk sup itu,ada sayur,jamur dan juga daging kelinci,rusa dan burung di dalam sup itu. Bau dari aroma sup itu benar-benar menggiurkan,begitu Callen mencoba mencicipinya,dia terkejut dan tidak percaya bahwa sebuah sup bisa seenak itu.


"Bagaimana ini bisa menjadi sangat enak?!" Callen kebingungan sembari melahap sup itu lebih banyak. Regal tersenyum melihatnya dan menjawab. "Itu Breath of The Wild,makanan yang selalu kubuat ketika berada di hutan yang penuh bahan masakan."


Callen terus memakan sambil mendengarkan perkataan Regal. Regal yang melihat Callen yang selalu anggun saat ini memakan masakannya dengan lahap. Regal kemudian melihat supnya sendiri,dia kembali mengingat bagaimana dia mencari serangga untuk dia makan saat dia kelaparan karena tidak diberi makan. Melihat masakannya dapat membuat orang lain dinikmati orang lain,entah mengapa dia merasa senang dengan pemandangan itu...


...***...

__ADS_1


__ADS_2