Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 29: Malam berdarah


__ADS_3

Ketika bulan sedang menyinari bumi,para Orc bertarung mewarnai hutan dengan darah mereka. Kedua belah pihak mengalami kerugiannya masing-masing,Regal dan Kurdan memang memberikan perlawanan,namun itu hanya menyeimbangkan arus peperangan itu,dengan adanya mereka berdua,para Orc utara yang lebih lemah dalam pertarungan terbuka akhirnya bisa seimbang dengan lawan yang lebih kuat dan banyak.


Akan tetapi Regal melihat para Orc sekutunya berterbangan dengan tubuh terbelah dua. Dia kemudian melihat Orc setinggi 3 meter dengan tubuh hitam seperti dilapisi sisik. Regal mengambil tombak dari Orc utara yang terjatuh,dia kemudian melemparkan tombak itu hingga menembus dada Orc itu. Regal kemudian menerjang dengan Abyss Step dan memotong kaki kirinya,membuat Orc itu jatuh kedepan dengan dua tangan dan tombak di dadanya yang menopang agar tubuhnya tak jatuh ke tanah.


Orc itu dengan sekuat tenaga melepas tombak di dadanya,namun Regal dengan cepat melompat dari belakang dan menusuk dada Orc itu hingga jatuh ke tanah. Regal kemudian melihat ada lebih banyak Orc dari pasukannya yang mati,namun Regal dan Kurdan berhasil mengikis jumlah musuh agar sama dengan jumlah prajurit mereka.


Hingga akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi. Dari kedalaman hutan di samping mereka muncul banyak Orc selatan yang menyerang sayap kiri mereka. 200 Orc selatan muncul dan mengubah arus pertarungan. Regal mencoba untuk mempertahankan posisinya,hingga akhirnya dia sadar bahwa mereka sudah kehilangan pasukan cukup banyak.


Diapun berkumpul dengan Kurdan sembari membunuh lawan-lawannya. "Mereka telah mengalahkan Sarfu dan pasukannya!" Regal berteriak sembari memperingati Kurdan. Kurdan yang mendengar itu langsung bertanya kepada Regal. "Kita mundur dulu atau bagaimana?" Setelah Regal melihat pasukannya yang sisa setengah akhirnya Regal memutuskan.


"Kita masih bisa bertahan! Kalau Sarfu baru saja kalah maka tahap kedua sudah hampir selesai!" Mereka berdua terus bertarung hingga mereka mendengar suara teriakan dan ledakan yang sangat kencang yang berasal dari pasukan mereka. Saat Regal mencoba untuk melihatnya,dia melihat seekor Orc dengan tubuh yang sepertinya sudah menyatu dengan seekor beruang. Tubuhnya besar dengan cakar dan taring yang sama dengan seekor beruang,dan dengan taring itu dia menahan salah seorang Orc utara di tanah lalu memisahkan kepalanya dengan tangan satunya.


Melihat hal tersebut,Regal langsung menerjang namun tebasan Gram ditahan oleh Orc itu hanya dengan lengannya. Orc itu kemudian menangkap tangan Regal dan membantingnya ke tanah hingga menyebabkan gelombang kejut yang menghempaskan lawan dan kawan. Untung saja Regal berada di mode Foul Legacy,kalau tidak maka tulangnya akan retak,akan tetapi dirinya mematikan Foul Legacy lantaran Vis yang tersisa sedikit.


Regal kemudian memasang kuda-kudanya,dia melakukan Smoldering Fangs yang ketiga serangannya itu mengenai dan menembus pertahanan dari lawan. Saat Regal melihat sekitarnya,sudah ada setidaknya 300 Orc selatan yang bertarung melawan mereka. Melihat itu Regal akhirnya memfokuskan pedangnya dengan energi jiwa dan Mana.

__ADS_1


Saat itu Regal hampir seperti meledak,namun dengan Abyss Step yang kuat,Regal berhasil menerjang para pasukan Orc itu. Ruang dan waktu terbelah namun perlahan-lahan semuanya kembali normal,hingga akhirnya bekas tebasan itu menutup dan menghancurkan lebih dari 100 orang Orc selatan yang ada disana. Meskipun telah mengurangi jumlah musuh namun nampak seperti mereka telah membanjiri hutan. Regal yang tak bisa melakukan Foul Legacy akhirnya terkena recoil dari serangannya sendiri,membuat otot-otot di lengan dan kakinya terasa seperti putus layaknya tali yang dipotong menggunakan pisau tumpul. Hingga akhirnya lebih dari ratusan Orc muncul dari hutan sebelah kiri mereka.


Regal yang melihat itu langsung tersenyum,lantaran yang datang saat ini adalah Komandan Orc utara beserta pasukannya,mereka semua datang pada saat yang sama. 3 orang Komandan dengan 300 orang yang tersisa akibat pertempuran itu,semua Orc yang tersisa berkumpul dan membentuk formasi,kedua belah pihak saling menerjang dan membunuh satu sama lain hingga akhirnya mereka sadar akan suatu hal.


"Nak Regal! Ada yang aneh dengan perang ini..." Regal menjawab sembari memotong lawan-lawannya. "Yah! Aku hanya melihat Orc dan Komandan Orc saja di sini. Aku tak melihat tanda-tanda keberadaan Chief dari selatan!" Dengan semua fakta itu,merekapun akhirnya sadar dan meneriakkan satu kata yang sama.


"Makamnya!!"


———


Disana Regal dapat melihat sebuah pintu,pintu yang ditulis menggunakan bahasa Enochian yang sudah lama hilang. "Ini adalah bahasa Enochian. Segel yang ini belum terlalu rusak." Regal yang sedang membaca mantra untuk membuka pintu itu tiba-tiba merasakan aura membunuh yang kuat. Ketika dia menoleh kebelakang sudah ada kapak lempar yang terbang ke arahnya,namun Kurdan menangkis itu dengan pedang besarnya.


Mereka kemudian melihat seorang Orc berbadan besar masuk menuruni tangga. Dia terlihat sama besar dengan Kurdan yang setinggi 2,5 meter. Aura mereka berdua sama,dan dengan ciri-ciri itu Regal akhirnya tahu siapa makhluk itu. "Agronak..."


Mendengar namanya disebut oleh Kurdan,Orc itu akhirnya tertawa. "Lama tak jumpa Kurdan!" Kurdan memasang kuda-kuda bertarungnya setelah melihat Agronak. Agronak yang melihat hal itu langsung mengambil kapak perang besar yang berada di punggungnya dan bersiap bertarung juga.

__ADS_1


"Pergilah dan buka peti mati leluhur kami,aku akan mengurus masalah disini..." Regal mengangguk dan langsung berlari ke dalam. Agronak tertawa kepada Kurdan saat melihat dia berbicara dengan Regal. "Kau mempercayakan manusia? Manusia rapuh itu untuk mengambil rahasia makam ini?! Astaga kau sudah semakin tua..." Mereka berdua kemudian menerjang satu sama lain. Kekuatan dari kedua senjata mereka yang saling bertabrakan berhasil membuat seluruh makam bergetar dan membuatnya hampir runtuh.


Sementara itu Regal saat ini berhadapan dengan sebuah pintu besar lainnya. Dia melihat segelnya sudah melemah dan Regal memecahkannya,hingga membuat pintu terakhir itu terbuka. Regal saat ini berada di sebuah ruangan oval dengan makam di tengahnya,tentu saja ini membangkitkan kenangan tidak menyenangkan Regal,mengingat kejadian di Abyss,Regal tak ingin macam-macam dalam membuka peti mati seorang legenda.


Regal akhirnya memutuskan untuk memakai barang yang tidak pernah sempat ia gunakan. Phantom Blade muncul dari atas peti mati tersebut dan menghujaninya,membuat peti matinya meledak dan akhirnya peti itu terbuka. Perlahan-lahan Regal mendekatinya,namun saat dia melihat dia tidak dapat menemukan apapun selain sebuah buku sihir.


Namun saat dirinya hampir mengambil buku sihir itu,Regal dapat merasakan aura yang sangat kuat dari belakangnya. Saat dia berbalik,dia bisa melihat Agronak muncul di belakangnya. Regal melihat ke tangannya,saking sedikitnya energi jiwa yang tersisa dalam tubuhnya membuat Regal tak bisa mengepalkan tangannya dengan keras,sekarang ini akan menjadi sangat berbahaya bila dia menggunakan Vis ataupun Abyss Veil.


Regal sadar akan hal itu,diapun melepas Vis di dalam tubuhnya dan menggantinya dengan Aura dan Mana Burst. Meskipun dia selama ini belajar Vis namun dia juga masih bisa menggunakan sihir tingkat tinggi seorang Warrior lantaran Mana milik Incubus yang mendidih di dalam dirinya. Namun itu tak menjamin kemenangan Regal,melihat Agronak yang lebih unggul dalam fisik dan Aura jelas merupakan masalah besar,apalagi dia sampai bisa mengalahkan Kurdan di pertarungan satu lawan satu.


"Manusia,jadilah ternak yang baik dan berikan buku itu padaku!" Agronak menunjuk pada buku itu. Namun Regal menyimpannya dalam penyimpanan dimensi dan menjawab.


"Mercenary adalah orang yang menjaga kontraknya,bahkan saat kami tidak bersumpah setia dan hanya bergerak karena uang...


Kami akan menjalankan kontrak kami bahkan saat nyawa kami taruhannya!!" Dengan Gram di tangannya,Regal akhirnya siap bertarung sampai mati...

__ADS_1


...***...


__ADS_2