
Mereka berdua bertatapan,Regal dengan wujud Iblis dan Gram di tangannya,dan Callen dengan wujud Malaikat dan zirah kuat yang dapat memusnahkan semua yang ada dihadapannya.
Ketika mereka berdua memiliki keunggulannya masing-masing,Regal dengan Vis dan Callen dengan elemennya. Namun kali ini Regal melakukan modifikasi pada Gram...
Semua orang melihat sebuah cahaya muncul dari Gram,dan saat cahaya itu hilang,sebuah pedang dengan bilah dan gagang hitam seperti sudah ditempa di kedalaman neraka,itu adalah bentuk asli dari Gram. Pedang iblis dengan jiwa dan kekuatannya sendiri.
Saat Regal memasang kuda-kudanya,Callen dan Regal saling menerjang satu sama lain. Pedang dan pelindung lengan Callen bertabrakan satu sama lain,saat keduanya terpental akibat tabrakan itu mereka berdua lanjut bertarung kembali. Pukulan bertubi-tubi dari Callen dengan mudahnya ditahan oleh Regal yang bergerak seperti memiliki enam lengan,hingga akhirnya Callen mengeluarkan sesuatu yang tidak terduga.
Sebuah tombak berwarna seperti lautan yang memantulkan cahaya bulan dan langit malam muncul di tangannya,Callen melompat dan dia melakukan tusukan pada Regal,meskipun Regal menahannya,namun tusukan itu seperti memusatkan kekuatan gempa Callen di bilahnya,itu membuat kuda-kuda Regal hancur dan dia kesulitan bergerak akibat gelombang gempa tadi. Tombak Callen hancur setelah tusukan itu,dia melompat ke udara dan membuat dua tombak lagi untuk dia lemparkan ke arena,Regal berhasil mundur dan menghindari tombak pertama namun tombak kedua jatuh tepat diatas tempat Regal berdiri dan membuat Regal harus menahan tombak itu dengan Gram.
Saat Regal fokus dengan tombak itu,Callen ternyata sudah mendarat dengan satu tombak di tangan kanannya. Dia kemudian menerjang Regal dengan mata tombak itu didepan,Regal tidak bisa melakukan apa-apa,namun itu yang dipikirkan oleh Callen. Begitu dia hampir menusuk Regal,Regal menghilang dari situ begitu saja,Callen yang kebingungan sampai tidak menyadari bahwa tombaknya saat ini terbang kearahnya.
Sebuah ledakan dahsyat terjadi,seluruh arena bergoyang karena ledakan tombak yang mengantarkan gempa itu. Regal yang muncul di sisi lain arena melihat kerusakan yang tombak itu lakukan,tombak itu benar-benar menghancurkan bagian tengah arena hingga retakan nya mengenai setiap sudut. Regal yang menyadari bahaya dari tombak itu akhirnya mengaktifkan kekuatan dari Gram,membuat Gram terbalut oleh Aura biru terang dan hitam yang bercampur menjadi satu.
Regal kemudian melihat cahaya dalam dinding asap tempat Callen terkena serangannya sendiri,dinding asap itu terbelah begitu Callen melempar tiga tombak lagi,namun Regal dapat menepis semua itu dengan Gram. Lalu saat itu juga Regal menambahkan banyak jiwanya kepada Gram,Callen kemudian muncul sambil membawa tombak dengan kecepatan tinggi. Regal kemudian mengayunkan pedangnya yang telah diisikan energi jiwanya,membuat sebuah tebasan bulan sabit yang terbang kearah Callen.
Callen tidak berhenti dan dia terus maju sembari memotong tebasan bulan sabit itu. Tebasan itu seperti pecah dan melewati Callen namun tebasan itu kembali utuh dan terus berjalan hingga itu menabrak pelindung sihir yang dipasang untuk melindungi penonton. Callen dengan kekuatan gempanya mengayunkan tombak itu dari bawah ke atas dan membuat Regal terlempar diudara.
__ADS_1
Melihat Regal yang terbang sangat tinggi ke udara,Callen melompat dengan kekuatan yang sangat dahsyat hingga menghancurkan arena pertandingan. Pertarungan mereka berlanjut diudara dengan Regal yang berada di atas,sementara Callen yang terus menerus mendorong dirinya dan Regal untuk terbang lebih tinggi. Hingga akhirnya Regal melakukan tebasan bulan sabit itu lagi. Tebasan itu mengenai Callen dan memotongnya namun tebasan itu menembus dirinya layaknya sebuah cahaya yang menabrak sesuatu. Luka yang dia terima lumayan parah dari tebasan itu,membuat zirah dan kulitnya terkena luka tebasan. Callen dengan kekuatannya melempar 9 tombak kepada Regal di udara.
Dia berhasil menahan 3 namun 6 yang tersisa berhasil kena dan menciptakan sebuah ledakan,saat Callen melihat dari tirai asap itu dan berpikir Regal sudah tamat,asap itu terbelah oleh tebasan bulan sabit yang dilakukan Regal,tebasan itu berhasil ditangkis oleh Callen namun ada 6 tebasan lagi yang sama yang menabrak dirinya.
Callen terjatuh dan terkena tebasan bulan sabit yang melukai Callen hingga tubuhnya terluka parah. Namun dia tak bisa beristirahat lantaran Regal bersiap melakukan tebasan,Callen akhirnya membuat tombak lagi dengan segenap kekuatannya. Hingga akhirnya senjata mereka berdua bertabrakan.
Semua orang tidak ada yang bisa membuka mata lantaran kekuatan Aura yang membuat gelombang kejut yang sangat dahsyat. Pedang dan tombak mereka berdua hampir tak saling bersentuhan,dan saat bilah pedang dan tombak mereka bersentuhan dan saling beradu,gelombang kejutnya membuat ledakan yang sangat dahsyat hingga kekuatannya berhasil membuat seluruh awan di sekitar arena menghilang.
Regal akhirnya berdiri diatas puing-puing arena sembari memasang kuda-kudanya,baginya ini adalah serangan terakhirnya,bila dia gagal maka dia akan mati. Begitupula dengan Callen yang membuat tombak dengan segenap kekuatannya.
Mereka berdua kemudian menerjang satu sama lain,Regal dengan pedang birunya dan Callen dengan tombaknya yang saat ini terlihat seperti membawa badai yang terbuat dari udara yang ditarik oleh pusaran Mana di ujung tombak itu.
Semua tebasan itu menembus zirah dan juga kulit Callen yang terlindungi oleh getaran yang membuat segala sesuatu yang menyerangnya akan tidak stabil. Namun semua tebasan itu lebih cepat daripada getaran yang dibuat oleh Callen. Dan dengan semua tebasan itu Callen akhirnya tumbang,menyisakan Regal yang berdiri di belakang Callen yang tak sadarkan diri.
Dan dengan semua jerih payah itu akhirnya pemenang turnamen ini telah ditentukan... Semua orang bersorak meneriaki Regal yang berhasil melakukan serangan kepada Callen.
———
__ADS_1
Saat ini di ruang kesehatan keduanya berbaring di ruangan yang sama. Hanya ada jarak 3 meter dari kasur ke kasur,mereka berdua sudah sadarkan diri namun masih tidak bisa bergerak sama sekali.
"Jujur saja,kau orang terkuat yang pernah kulawan..." Kata Callen sembari melihat ke langit-langit. "Yah aku juga..." Kata Regal yang saat ini melihat langit-langit yang sama.
"Bolehkah aku bertanya?" Regal menanyai Callen yang ada disebelahnya. "Bertanya apa?"
Regal kemudian menoleh ke Callen. "Apakah kau bersenang-senang?" Mendengar hal itu,Callen langsung tertawa walaupun tubuhnya sakit semua. Namun pada akhirnya dia menjawab. "Yah... Aku sangat senang..." Dan dengan itu mereka berdua tertawa bersama.
———
Tiga hari kemudian. Regal saat ini sedang berlutut di aula besar Kerajaan Belterre. Sang Ratu mengambil pedang dan melakukan penghargaan dengan menepuk pundak Regal dengan sisi datar pedangnya.
"Dengan ini aku menyatakan Regal,sebagai pemegang gelar resmi King of Warriors." Semua penguasa dan tamu yang ada disana bertepuk tangan atas penobatan Regal. Kemudian salah satu pelayanan datang dengan membawa lencana,kunci dan 2 cincin perak kembar.
"Atas pencapaianmu di pertandingan Bludblume,aku memberikanmu Ambr. Dan atas permintaan dari Putri Callen Belterre,aku memberikanmu izin untuk menikah dengannya..." Mendengar hal itu semua orang bertepuk tangan.
Berbagai pujian melayang kepada Regal bahkan saat sang Ratu masih berada dihadapannya,namun Regal yang mendengar hadiah terakhir tentu saja melihat kepada Ratu dan berkata. "Apa yang kudapatkan tadi...?"
__ADS_1
...***...