Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 35: Penghakiman Neraka


__ADS_3

Garmr duduk di samping mayat Regal yang semakin lama semakin dingin. Dia tidak menghilang lantaran dia adalah arwah,bukan makhluk yang terhubung langsung dengan Regal.


Namun dilain sisi... Regal akhirnya terbangun. Dirinya tidak terbangun di tempat dia bunuh diri,namun di sebuah tempat yang penuh jeritan dan hawa panas yang menusuk setiap bagian tubuhnya. Regal saat ini tergantung dengan dua rantai yang mengikatnya ke pilar yang ada di sisi kanan dan kirinya,rantai itu sangat ketat dan panas hingga Regal tak bisa menggerakkan satupun jarinya dengan benar. Begitupula dengan kakinya yang terikat dengan rantai yang sama.


Regal kemudian mendengar suara langkah yang mendekatinya dari belakang,sosok besar dengan wajah mengerikan datang dengan pisau di tangannya dan menyapanya. "Selamat pagi... Apa kau menikmati tidur terakhirmu?" Regal kemudian bertanya kepada iblis itu. "Dimana aku...?"


"Senang kau bertanya wahai manusia. Kau telah bunuh diri,jadinya kau masuk ke neraka lantai 7." Senyum iblis itu benar-benar bisa membuat siapapun yang menatapnya menjadi ketakutan. Namun tidak bagi Regal yang tak memasang ekspresi apapun di wajahnya.


"Aku ingin menemui Adrian..." Saat Regal mengatakan hal itu,Iblis itu langsung tertawa sangat kencang. "Oh apa kau berpikir hanya karena kau punya koneksi kau bisa keluar dari neraka ini Putra Adrian? Yah sayang sekali,kau harus mengikuti peraturan dan tinggal seperti yang lainnya." Regal kemudian bertanya kepada Iblis itu. "Untuk berapa lama...?"


Iblis itu mulai memasang senyum di wajahnya. "Haha~ Untuk selamanya...!" Iblis itu tertawa sembari menusukkan pisau ke perut Regal,Iblis itu terus menerus menggoyangkan pisaunya hingga isi perut Regal keluar dan berceceran di tanah.


Ketika Regal kesakitan,dia mencoba untuk menggunakan Aura miliknya untuk melepaskan diri,namun entah mengapa dia tidak bisa melakukannya.


"Hahaha! Kau bodoh...! Apa kau pikir kau bisa menggunakan sihir di dunia bawah? Tidak... Tidak ada yang bisa menggunakan sihir dunia bawah,sihir disini berbeda dengan diatas sana,semua energi sihir yang kau dapatkan diatas itu adalah sihir bermuatan positif,baik itu sihir kegelapan atau bahkan sihir terlarang,mereka masih menggunakan sihir positif tersebut.


Namun di bawah sini... Sihirnya bermuatan negatif,tak ada satupun penghuni neraka yang bisa menggunakan sihir positif mereka,bahkan jenius sepertimu..."


Iblis itu kemudian meninggalkan pisaunya berada di perut Regal lalu mengambil pisau lain dari belakang tubuhnya dan menusuk di jantung Regal. Pisau itu mengiris setiap kali jantung Regal berdetak,dan rasa sakit dari siksaannya membuat jantung Regal berdetak sangat kencang. Iblis itu semakin tertawa ketika melihat Regal kesakitan.


Hingga akhirnya Regal mati sekali lagi,Iblis itu kemudian pergi sejenak,dan saat dia kembali Regal sudah kembali sadar dengan tubuh pulih sepenuhnya. Meskipun pulih sepenuhnya,pisau di dada dan perutnya masih menancap,daging tumbuh disekitaran pisau itu dan membuatnya kesakitan. Namun Iblis itu hanya tertawa terbahak-bahak.


"Ini neraka nak... Kau tidak akan bisa mati! Jadi,bagaimana kalau kita bermain sedikit permainan..." Regal kemudian melihat berbagai macam alat penyiksaan yang Iblis itu bawa,namun dia tidak merasakan ketakutan sama sekali. Regal hanya menatap alat itu dengan tatapan kosong.


Dan akhirnya penyiksaan nya dimulai...


———

__ADS_1


Ditusuk dari perut dengan tombak panas,disiram lahar yang mendidih,hingga penyiksaan lainnya Regal terima. Sudah 3 tahun dirinya berada di neraka itu,tidak menua ataupun mati,hanya tersiksa untuk waktu yang lama...


Dia tak bisa menggunakan sihir untuk melindungi dirinya sendiri,dan membiarkan para Iblis menyiksa dirinya. Regal tidak bisa kabur juga lantaran mereka memperkuat rantainya saat Regal pernah mencoba untuk kabur. Saat ini Regal terikat dengan kait yang menusuk dan mencegah Regal bergerak lantaran tulang hasta dan pengumpil miliknya terkunci oleh kait itu.


Meskipun berteriak atas rasa sakit yang dia terima,namun dia tak pernah menunjukkan wajah meminta pertolongan ataupun wajah ketakutan. Dia hanya menerima semuanya tanpa rasa penyesalan sedikitpun.


"Ya ampun... Kau itu selalu menunjukkan wajah yang sama setiap harinya,aku ingin sekali melihat wajah Warrior yang kau punya itu rusak,namun untuk sekarang kau harus bersyukur karena kau punya seorang tamu."


Ketika Regal berpikir bahwa akan ada Iblis lain yang menyiksanya,Regal malah melihat sosok cantik bergaun hitam berada di depannya. Regal yang sudah tahu siapa itu akhirnya menyapanya.


"Lama tak bertemu Lilith..."


Meskipun tak pernah bersapa,namun Regal pernah melihat sosok wanita itu saat pesta ulang tahunnya,dia adalah Lilith. Komandan sekaligus penguasa lantai 2 neraka,dialah yang saat ini mengumpulkan pasukan untuk kudeta terhadap Adrian Teloch.


"Ya ampun,kasihan sekali bocah tampan yang kulihat telah dulu di pesta ulang tahunnya telah jatuh sejauh ini." Regal menyela Lilith dan menjawab. "Katakan apa maumu Lilith..."


———


"Pengkhianatan ku?" Regal menatap Lilith yang sedang tersenyum padanya saat ini.


"Aku tak ingin menggulingkannya,aku ingin membuatnya menderita Regal. Dan kau sebagai aktor utamanya akan membuat drama ini menjadi sukses." Regal menatap Lilith seperti dia ingin segera membunuh Succubus itu dengan kedua tangannya,namun dia tak bisa bergerak sama sekali saat ini.


"Mengapa kau begitu menentang Adrian? Apakah dia sudah melakukan sesuatu yang begitu buruk hingga membuatmu marah?!" Teriakan Regal membuat Lilith mulai menaikkan tangannya lebih keatas dan menjawab. "Apakah kau benar-benar tak tau? Dia selama ini menyembunyikannya darimu. Alasan mengapa dia menampung bocah hanya karena rasa iba? Omong kosong..."


Mendengar hal itu Regal langsung berteriak. "Jangan membuat omong kosong seperti itu! Omongan Succubus sepertimu tak bisa dipercaya!" Lilith kemudian tersenyum,dia kemudian menusukkan jempolnya di kedua mata Regal,teriakan Regal menggema ke seluruh neraka namun tidak ada yang peduli dengannya.


"Apakah seperti itu? Kau itu terlalu mengagungkan dia Regal. Sampai-sampai kau sendiri lupa akan kejadian masa lalu yang kau alami,kalau begitu akan kubantu kau mengingatnya." Lilith memasukkan energi sihir pada Regal dan membuat dia melihat ilusi.

__ADS_1


Regal saat ini berada di sebuah hutan nan gelap,dia kemudian melihat sesosok wanita terluka sembari menggendong bayinya saat ini sedang berlari entah kemana. Hingga akhirnya dia menaruh bayi itu di depan sebuah kuil dan menangis sebelum akhirnya dia meninggalkan bayi itu sendirian.


"Kau tau ini kan? Ini adalah masa lalu yang kau alami. Namun ini hanya sebagian kecil dari kebenarannya..." Regal kemudian berpindah ke sebuah rumah yang terbakar,dan didalam sana dia bisa melihat seorang pria sedang bertekuk lutut di hadapan pedangnya yang patah.


Regal hanya dapat melihat siluet pria itu,namun saat dia bisa melihat wajah pria itu,Regal sadar bahwa pria itu mirip dengan dirinya.


"Awalnya kau memiliki keluarga yang sangat baik,ibu yang penyayang,dan ayah yang baik dan mapan. Namun semua itu berubah ketika suatu malam penyerangan terjadi di rumahmu,penyerangan yang seharusnya tidak pernah terjadi..."


Ada seorang pria lagi yang muncul dari balik kobaran api,Regal benar-benar tidak bisa melihat wajahnya,namun dia datang menghampiri pria yang sudah tak berdaya itu lagi.


"Itu ayahmu,Gerald. Dia adalah Iblis pertama yang bersumpah setia kepada Adrian. Namun pada akhirnya dia meninggal..."


Dalam sekali ayunan,Gerald yang mana ayah Regal mati ditempat dengan kepala yang putus dari badannya. "Apakah kau mengerti sekarang Regal? Alasan mengapa aku membenci Adrian adalah karena dirinya tak ingin membantu siapa-siapa...


Dewa itu benar-benar tidak peduli sekitar kau tau? Dia tidak dapat menyelamatkan ayahmu,begitupula dengan ibumu. Dia membiarkan mayat ibumu membusuk di hutan sementara ayahmu bertarung sampai mati dan mayatnya terbakar di rumah yang harusnya menjadi tempatmu untuk tumbuh besar.


Dia selalu terlambat dan membuat keputusan tak masuk akal. Seperti apa yang dilakukannya terhadapmu,dia menunggu agar kau menderita terlebih dahulu baru merekrutmu,membuatmu menjadi anjingnya... Aku tau Dewa seharusnya tak ikut campur urusan manusia,namun apakah itu layak bagi keluargamu yang sudah memberikan segalanya kini dikhianati oleh Dewa mereka?"


Regal yang sedang terikat akhirnya tak bisa menatap mata Lilith. Apakah ini semua hanyalah kebohongan semata? Apakah semua perjuangan yang dia lakukan itu semuanya hanyalah kepalsuan?


"Tidak... Aku tau itu semua kebohongan..." Regal yang sudah menumbuhkan matanya kini melihat Lilith dengan tatapannya. Lilith kemudian memasang wajah kesal dan akhirnya dia berjalan menjauh dari sana.


"Kita tunggu 200 tahun lagi. Aku rasa itu sudah cukup untuk merusak dirimu." Saat Lilith berjalan menjauh,dia kemudian mendengar suara dari belakangnya,suara seperti rantai yang patah didengarnya dan saat dia berbalik,dia menyadari dari tatapan pemuda itu.


"Kalian para Iblis terus mengoceh,hingga kalian tak sadar akan suatu hal... Bahwa aku juga seorang Iblis..."


...***...

__ADS_1


__ADS_2